Manfaat Diet Vegan yang Mungkin Belum Anda Ketahui

Salah satu kelebihan diet vegan adalah menurunkan risiko penyakit kanker
Diet vegan mampu mencegah risiko penyakit kronis.

Ada banyak ahli yang menyebutkan bahwa diet vegan sebenarnya jauh lebih sehat, daripada diet yang hanya mengandalkan daging sebagai menu utama. Lebih dari sekadar untuk mendapatkan berat badan ideal, beberapa peneliti menemukan bahwa diet sehat ini bisa mencegah 1 dari 3 kematian usia muda. Meski demikian, masih banyak orang yang meragukan tentang manfaat diet vegan ini.

Dr. Walter Willett, seorang ahli nutrisi dari Sekolah Kedokteran Harvard, mengatakan bahwa mereka pernah melakukan perhitungan tentang peran pola hidup sehat dalam mengurangi risiko kematian. Diperkirakan dengan beralih ke pola makan berbasis nabati yang lebih sehat, sepertiga angka kematian dini bisa dicegah.

Diet Vegan Turunkan Risiko Berbagai Penyakit

Hal ini ternyata bukan hal yang mengejutkan bagi pakar gizi lainnya. Melissa Halas-Liang, seorang ahli diet dari California Academy of Nutrition and Dietetics, setuju dengan apa yang disampaikan Willet mengenai diet vegetarian. Ungkapan bahwa “kita adalah apa yang kita makan” tampaknya memang terbukti benar di sini. Dalam hal ini, makanan sehat yang Anda santap melalui diet vegan, bisa membantu mencegah datangnya serangan jantung dan penyakit kanker.

1. Diet Vegan Kurangi Risiko Penyakit Jantung

Diet dengan perencanaan yang baik termasuk diet vegan atau vegetarian secara keseluruhan akan memberikan manfaat kesehatan, bahkan bisa dijadikan terapi untuk pengobatan penyakit tertentu. Diet ini juga sering dihubungkan dengan penurunan risiko penyakit jantung, tekanan darah tinggi, obesitas, kanker, dan berbagai penyakit kronis lain. Halas-Liang bahkan menganjurkan pasien dengan penyakit lupus dan radang sendi untuk mengontrol penyakit yang mereka derita lewat diet berbasis nabati ini.

2. Diet Vegan Turunkan Risiko Kanker

Sebuah studi dari American Institute for Cancer Research (AICR) berhasil membuktikan bahwa orang yang melakukan diet vegetarian memiliki risiko hampir 10 persen lebih rendah untuk terkena kanker daripada orang yang tidak menerapkan diet ini. AICR juga menganjurkan untuk menerapkan diet sehat dan menjaga berat badan untuk membantu mencegah risiko kanker.

Langkah Awal Memulai Diet Vegan

Dengan banyaknya manfaat yang bisa kita dapatkan dari diet ini, haruskah kita semua menjadi vegetarian?  Ternyata semua tidak semudah itu. Orang yang memiliki gangguan jantung atau diabetes tipe 2 memang dianjurkan untuk mengurangi asupan daging dan menambah konsumsi makanan nabati. Namun, melakukan ini saja bukan berarti semua bisa berjalan semudah itu.

Makanan adalah sesuatu yang sangat pribadi dan tidak semua orang bisa dengan menyerah dengan mudah. Halas-Liang menyebut bahwa diet ketat (termasuk diet vegan) malah bisa membuat seseorang mengalami gangguan makan (eating disorder), dan ini bisa berbahaya untuk kesehatan.

Halas-Liang, yang mengaku sudah tidak makan daging selama 20 tahun, menganjurkan kita untuk menghindari bahan makanan yang terbuat dari daging olahan. Selain itu, jangan menjadikan daging sebagai menu utama atau pusat dari setiap santapan Anda. Ini merupakan langkah awal yang cukup bagus bagi orang-orang yang masih merasa kesulitan meninggalkan daging sepenuhnya.

Berdasarkan pendapat para ahli, tidak ada satupun jenis diet yang cocok untuk semua orang. Sebab, setiap individu mempunyai kondisi medis dan kebutuhan yang berbeda.

Namun jika kebutuhan gizi Anda terpenuhi melalui diet, tentu dampaknya akan baik bagi kesehatan. Sebab dengan gizi yang baik, berat badan akan tetap terjaga. Selain itu, tubuh pun jauh dari penyakit kronis.

Healthline. https://www.healthline.com/health-news/vegetarian-diets-may-be-better-than-we-thought
Diakses pada Oktober 2018

Kementerian Kesehatan RI. http://gizi.depkes.go.id/wp-content/uploads/2018/05/Pangan-Fungsional-Rina-Agustina.pdf
Diakses pada 21 Maret 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed