ASI vs Susu Formula untuk Bayi, Kenali Keunggulan dan Kelemahannya


ASI vs susu formula sama-sama sebagai sumber nutrisi yang baik untuk bayi Anda. Meski demikian, air susu ibu tetaplah menjadi asupan nutrisi bagi yang terbaik.

(0)
ASI vs susu formula akan menang ASI jika berkaitan dengan nutrisinyaASI vs susu formula sebaiknya dipilih berdasarkan kondisi pada ibu dan anak
ASI vs susu formula merupakan salah satu pertimbangan yang kerap membingungkan para orang tua.Meski demikian, baik ASI atau susu formula, keduanya sama-sama memberikan keuntungan tersendiri.Sebenarnya, bicara soal kandungan gizi, jika membandingkan ASI vs susu formula, ASI memang menjadi sumber nutrisi terbaik bagi anak, sejak ia dilahirkan.Apalagi, jika Anda akan memilih program ASI eksklusif. Tentu, nutrisi yang didapat bayi pun akan maksimal.Walau begitu, tidak semua ibu mampu untuk menyusui karena dihadapkan oleh kondisi medis tertentu, seperti produksi ASI sedikit atau bahkan ASI tidak keluar sama sekali.Menghadapi kondisi semacam ini, susu formula dapat menjadi pilihan untuk tetap memastikan anak tumbuh dan berkembang optimal.

Kelebihan ASI dibandingkan dengan susu formula

ASI bermanfaat untuk menyediakan antibodi hingga cegah kematian mendadak pada bayi
Sebenarnya, secara nutrisi, jika ASI vs susu formula, maka ASI yang masih menjadi jawaranya. Mengingat, hingga saat ini, belum ada asupan yang mampu meniru nutrisi dari air susu ibu.ASI direkomendasikan sebagai sumber nutrisi terbaik bagi bayi yang baru lahir. Anda dianjurkan untuk menyusui anak minimal pada 6 bulan pertama setelah persalinan.Ketika mampu dan memutuskan untuk memberikan ASI, ada beberapa manfaat menyusui bagi Anda dan Si Kecil.Terkait ASI vs susu formula, inilah kelebihan ASI yang tidak dapat ditemukan pada susu formula untuk bayi:
  • ASI menyediakan antibodi, yang dapat mencegah anak dari berbagai kemungkinan penyakit dan infeksi.
  • ASI lebih mudah dicerna anak, dibandingkan susu formula. Bayi yang menerima ASI, lebih kecil risikonya untuk mengalami kondisi bayi sembelit maupun perut kembung pada bayi akibat kadar gas.
  • Menyusui menurunkan risiko kematian mendadak (SIDS) di tahun pertama usia bayi. Pemberian ASI memberikan efek perlindungan yang lebih kuat pada bayi.
  • ASI membuat anak cerdas ASI berefek positif pada kemampuan kognitif anak.
  • Mendapat asupan kolesterol. Jika kolesterol merupakan asupan yang tidak baik bagi orang dewasa, hal ini tidak berlaku pada bayi. Kolesterol sangat dibutuhkan bayi untuk menunjang tumbuh kembang. Kandungan ini banyak ditemukan pada ASI.
Memberikan ASI juga bermanfaat membuat ibu langsing
Tidak hanya menandingi kelebihan ASI vs susu formula untuk bayi, inilah kelebihan ASI dibandingkan susu formula yang bisa dirasakan ibu menyusui:
  • Melangsingkan tubuh. Menyusui dapat membakar kalori. Kalori yang terpakai saat menyusui bisa membantu mengurangi berat badan setelah Anda melahirkan. Namun, hal ini perlu diteliti lebih lanjut.
  • KB alami. Ovulasi bisa terhambat saat Anda memberikan ASI secara eksklusif. Metode ini juga disebut dengan metode amenore laktasi. 
  • Kandungan ASI akan berubah mengikuti kebutuhan bayi. Menurut Kementerian Kesehatan, perubahan itu terjadi secara alamiah sehingga ibu tidak perlu memikirkan apakah ASI sudah tepat diberikan kepada anaknya atau belum.
  • Manfaat ASI bersifat jangka panjang. Orang dewasa yang semasa kecil menerima ASI berisiko yang lebih kecil mengalami obesitas, diabetes tipe 2, leukemia, asma, hingga kolesterol tinggi.
  • Menurunkan risiko kanker pada ibu. Menurut WHO, memberikan ASI dapat bermanfaat bagi kesehatan dan kesejahteraan ibu, membantu memberi ruang pada anak, mengurangi risiko kanker ovarium dan kanker payudara.

Tantangan memberikan ASI

Payudara yang sakit kerap dirasakan ibu menyusui
Walau sebagian ibu tidak kesulitan dalam menyusui, beberapa ibu lain mungkin mengalami tantangan dan kesulitan. Untuk masalah kemudahan, ini tantangannya:

1. Terkadang merasa tidak nyaman

Beberapa ibu sulit mengawali pemberian ASI. Namun, kondisi ini bisa diatasi dengan terus melatih diri.

2. Sakit dan nyeri pada puting susu

Sebenarnya, rasa sakit yang timbul saat menyusui merupakan hal yang normal pada 10 hari pertama masa laktasi.Apabila sakit terus berlanjut, Anda disarankan berkonsultasi dengan konselor laktasi, bidan, maupun dokter spesialis anak.

3. Membutuhkan komitmen yang tinggi

Bayi yang baru lahir cenderung lebih sering menyusu. Hal ini mungkin membuat ibu butuh waktu lebih lama untuk beradaptasi.Selain itu, bayi yang menerima ASI juga lebih cepat lapar dibandingkan anak yang diberikan susu formula.

4. Harus memerhatikan pola makan dengan cermat

Ibu yang menyusui harus menjaga makanan yang dikonsumsi. Makanan tersebut akan menjadi sumber ASI untuk nutrisi bayi.Misalnya, ibu yang menyusui harus menghindari ikan yang mengandung tinggi merkuri.

Pertimbangan pemberian susu formula

Ibu pengidap HIV tidak bisa memberikan ASI sehingga bayi memerlukan susu formula
Memang, ASI vs susu formula kerap dibahas plus dan minusnya. Sayangnya, tidak semua ibu dapat memberi ASI pada anak.Beberapa di antaranya disebabkan oleh kondisi medis, baik penyakit pada ibu maupun pada anak. Berikut ini beberapa kondisi yang membuat ibu tidak bisa menyusui, yaitu:
  • Ibu mengidap penyakit tertentu, seperti terinfeksi HIV atau kanker yang membutuhkan kemoterapi. Menyusui di tengah kondisi tersebut, cenderung tidak aman untuk anak.
  • Bayi yang memiliki kondisi medis tertentu.
  • Ibu harus bekerja dan tidak memungkinkan untuk menyusui sehingga susu formula menjadi pilihan.
Pada kasus tertentu, pada ASI vs susu formula, susu formula lah yang “menang”. Sufor bisa menjadi pengganti maupun pendamping ASI.Namun, penting untuk digarisbawahi, Anda tidak boleh memberikan susu sapi untuk bayi di bawah 6 bulan. Pilihlah susu yang memang merupakan susu formula sesuai usia bayi.

Kelebihan susu formula

Anda tidak perlu terlalu ketat dalam asupan makanan saat memberikan susu formula
Jika membahas ASI vs susu formula, sufor dapat menjadi penyelamat saat Anda dihadapkan dengan kondisi tidak bisa menyusui bayi.Memilih susu formula bukannya tidak memiliki kelebihan. Anda tak perlu khawatir dan merasa bersalah.Berikut ini beberapa kelebihan yang ditawarkan susu formula.

1. Lebih fleksibel

Anda dapat meminta bantuan pasangan atau asisten rumah tangga, untuk menyiapkan susu formula. Fleksibilitas ini tentu sangat membantu Anda, terutama bagi ibu yang harus bekerja jauh dari rumah.

2. Pasangan dapat berkontribusi

Suami dapat membantu memberikan nutrisi untuk Buah Hati, terutama pada malam hari saat Anda membutuhkan istirahat.Selain itu, ikatan emosional antara anak dan ayah juga tercipta saat membantu Anda menyiapkan susu formula.

3. Tak perlu khawatir dengan diet

Ibu yang menyusui perlu lebih memerhatikan makanan yang dikonsumsi. Sebab, makanan tersebut akan menjadi sumber ASI.Saat Anda memutuskan untuk memberikan susu formula sebagai pengganti maupun pendamping ASI, Anda tak perlu mencemaskan makanan yang mungkin menjadi alergen bagi anak.

Kekurangan susu formula dibanding ASI

Gigi bayi rawan mengalami keropos jika mengonsumsi susu formula
Walau susu formula memiliki kelebihan, jika bicara ASI vs susu formula, minuman pengganti maupun pendamping ASI ini juga memiliki beberapa kekurangan, misalnya:

1. Tidak memiliki antibodi

Tidak seperti ASI, susu formula tidak memiliki antibodi. Antibodi berperan penting untuk mencegah anak dari berbagai penyakit.

2. Meningkatkan risiko sembelit

Bayi yang mengonsumsi susu formula lebih berisiko mengalami perut kembung dan sering buang air besar bila dibandingkan bayi yang menerima asupan ASI.

3. Mahal

Anda mungkin harus merogoh kocek lebih dalam untuk membeli susu formula daripada ASI yang langsung dikonsumsi anak dari tubuh Anda.

4. Menyebabkan gigi keropos

Rupanya, pada ASI vs susu formula, dalam menjaga kesehatan gigi, tetap dimenangkan ASI.Riset yang diterbitkan pada jurnal Archives of Paediatrics and Developmental Pathology menjelaskan, paparan gula pada susu formula menyebabkan kerusakan gigi.Gula dan sisa susu yang berkumpul di sekitar gusi dan gigi akan memberikan "asupan" bakteri penyebab plak.Kerusakan ini ditandai dengan karang gigi dan membentuk asam yang menyebabkan gigi keropos.

Catatan dari SehatQ

ASI vs susu formula menjadi keputusan yang mungkin dilematis bagi para ibu. ASI memang tak diragukan lagi dalam menyediakan nutrisi yang sangat diperlukan Si Kecil.Namun, terlepas dari perlawanan sengit antara ASI vs susu formula, memang ada banyak faktor yang membuat ibu tidak dapat menyusui. Perlu diingat, jika Anda tidak memiliki kendala tertentu saat memberikan ASI, berikan asupan bayi dengan ASI agar tumbuh kembang Si Kecil lebih optimal dan terhindar dari risiko beragam penyakit dan gangguan kesehatan.Jika Anda ingin memulai memberikan susu formula untuk bayi, chat dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ.Lengkapi keperluan ibu menyusui dengan mengunjungi untuk mendapatkan penawaran menarik.Download aplikasinya sekarang di Google Play dan Apple Store.
bayi & menyusuimenyusuiibu menyusuisusu formula
American Academy of Pediatrics News and Journals. https://pediatrics.aappublications.org/content/140/5/e20171324
Diakses pada 1 Agustus 2019
Kids Health. https://kidshealth.org/en/parents/breast-bottle-feeding.html
Diakses pada 1 Agustus 2019
WebMD. https://www.webmd.com/baby/breastfeeding-vs-formula-feeding#1
Diakses pada 1 Agustus 2019
Kementerian Kesehatan RI. http://promkes.kemkes.go.id/susu-formula-tidak-sebanding-dengan-pemberian-asi
Diakses pada 11 Agustus 2020
WHO. https://www.who.int/maternal_child_adolescent/topics/child/nutrition/breastfeeding/en/
Diakses pada 11 Agustus 2020
Archives of Paediatrics and Developmental Pathology. https://www.jscimedcentral.com/PaediatricPathology/paediatricpathology-1-1014.pdf
Diakses pada 23 Desember 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait