3 Kelainan Endometrium yang dapat Memicu Sulit Hamil


Kelainan pada endometrium dapat menganggu kesuburan yang berakibat sulit hamil. Ada tiga kelainan endometrium yang harus Anda waspadai, yaitu endometriosis, Endometrial hyperplasia, dan kanker endometrium.

(0)
24 May 2019|Asni Harismi
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Kelainan endometrium dapat menjadi penyebab gangguan kesuburan atau infertilitasGangguan pada rahim dapat memicu kondisi sulit hamil pada wanita.
Saat Anda memutuskan untuk menjalani program hamil, dokter biasanya akan memeriksa kondisi rahim maupun lapisan endometrium (lapisan dinding rahim) Anda. Endometrium memegang peranan penting dalam proses reproduksi wanita. Mulai dari kemunculan siklus menstruasi hingga kehamilan.Pertumbuhan jaringan dinding rahim tersebut dikendalikan oleh hormon progesteron. Hormon ini diproduksi oleh indung telur dan kelenjar adrenal. Sebelum menstruasi, endometrium akan menebal sebagai tempat menempelnya sel telur yang telah dibuahi. Oleh sebab itu, kelainan endometrium bisa menjadi penyebab gangguan kesuburan atau infertilitas, dan berakibat sulit hamil bagi para kaum hawa. Kenali jenis-jenis masalah pada rahim agar kita bisa lebih waspada.[[artikel-terkait]]

1. Endometriosis

Pada kondisi normal, jaringan endometrium akan tumbuh pada bagian dalam rahim. Namun, jaringan ini kadang kala bisa tumbuh di luar dari rahim, misalnya pada ovarium maupun tuba falopi. Inilah yang dikenal dengan istilah endometriosis.Endometriosis identik dengan sakit tak tertahankan pada perut bagian bawah. Gejala ini bisa muncul ketika haid dan selama atau setelah hubungan intim. Selain itu, pertumbuhan jaringan rahim di luar endometrium juga bisa ditandai dengan:
  • Perdarahan yang berlebihan saat menstrurasi (menorrhagia).
  • Perdarahan atau flek darah di luar siklus haid.
  • Gangguan kesuburan atau infertilitas, sehingga penderita sulit untuk hamil.
  • Masalah pencernaan, seperti konstipasi atau diare, perut kembung, mual. Gejala ini terutama muncul ketika penderita sedang haid.
Meskioun endometriosis dapat meningkatkan risiko gangguan kesuburan pada wanita, tidak sedikit penderitanya yang tetap bisa hamil dan melahirkan bayi yang sehat. Kuncinya adalah berkonsultasi dengan dokter secara rutin untuk memantau perkembangan kondisi Anda. Pemeriksaan fisik dan USG transvaginal mungkin diperlukan untuk kondisi ini.

2. Endometrial hyperplasia

Pada endometrial hyperplasia, dinding rahim menebal karena adanya kelebihan hormon estrogen dalam tubuh penderita. Ketidakseimbangan hormon ini mengakibatkan ovulasi tidak terjadi, sehingga dinding rahim tidak meluruh, sebaliknya dinding rahim akan semakin tebal.Gejala utama endometrial hyperplasia adalah ketika Anda tidak mengalami menstruasi secara teratur. Di samping itu, kondisi-kondisi di bawah ini juga bisa terjadi:
  • Durasi haid yang lebih lama atau lebih pendek dari biasanya.
  • Volume barah menstruasi yang lebih banyak.
  • Mentsruasi yang terjadi setelah masa menopause.
Endometrial hyperplasia biasanya terjadi menjelang atau setelah menopause. Namun jika Anda mengalaminya pada usia reproduktif, kondisi ini mungkin dipengaruhi oleh banyak hal. Mulai dari konsumsi obat-obatan yang mengandung estrogen, terapi hormon, hingga sindrom polikistik ovarium (PCOS).

3. Kanker endometrium

Kanker endometrium disebabkan oleh adanya pertumbuhan sel-sel yang abnormal. Penyebab dari mutasi sel sehat menjadi sel kanker tersebut belum diketahui hingga saat ini.Pada kanker endometrium, penderita akan mengalami indikasi utama berupa perdarahan yang tidak normal di vagina mereka. Contohnya, keluar darah di luar waktu menstruasi serta volume darah haid yang jauh lebih banyak dari biasa.Di samping perdarahan abnormal, jenis kanker ini juga bisa memicu sederet gejala yang meliputi:
  • Rasa nyeri di panggul.
  • Muncul benjolan pada area panggul.
  • Mengalami penurunan berat badan tanpa penyebab yang jelas.
  • Perubahan drastis pada periode menstruasi, misalnya durasi haid yang semakin lama.
  • Mengalami perdarahan setelah menopause
Kelainan pada endometrium memiliki gejala yang serupa sehingga sangat sulit diketahui. Oleh sebab itu, bantuan dan konsultasi dengan dokter diperlukan untuk mendeteksinya. Pengaangkatan rahim mungkin diperlukan jika kondisi kanker terus memburuk.Bila Anda merasakan gejala yang mencurigakan pada tubuh Anda, segera periksakan diri dan konsultsasikan kondisi Anda ke dokter. Deteksi dini akan memungkinkan penanganan dilakukan secepat mungkin dan mengurangi risiko komplikasi.
menstruasikanker endometriumendometriosis
Mayo Clinic.https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/endometriosis/symptoms-causes/syc-20354656
Diakses pada 15 Mei 2019
Woman’s Health. https://www.womenshealth.gov/a-z-topics/endometriosis
Diakses pada 15 Mei 2019
Very Well Health. https://www.verywellhealth.com/what-is-the-endometrium-2721857
Diakses pada 15 Mei 2019
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait