Mengenal Penyebab Persalinan Prematur, Gejala dan Risiko Komplikasi yang Mengintai


Kelahiran prematur adalah proses persalinan yang terjadi saat kandungan memasuki usia 20 minggu dan belum memasuki 37 minggu. Bayi prematur biasanya tumbuh lebih lambat daripada bayi normal

0,0
08 May 2019|Nina Hertiwi Putri
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Bayi yang lahir lewat persalinan prematur biasanya tumbuh lebih lambat daripada bayi normalpersalinan prematur dapat disebabkan oleh kebiasaan buruk Ibu saat mengandung.
Persalinan prematur adalah proses persalinan yang terjadi saat kandungan memasuki usia 20 minggu dan belum memasuki 37 minggu. Semakin dini kelahiran prematur terjadi, maka risiko gangguan kesehatan yang dimiliki bayi prematur juga semakin tinggi.Tidak sedikit bayi prematur yang memerlukan perawatan di unit perawatan intensif. Hingga saat ini, penyebab pasti terjadinya kelahiran prematur belum jelas. Namun, beberapa faktor risiko dapat memperbesar kemungkinan seorang wanita melahirkan sebelum waktunya.[[artikel-terkait]]

Penyebab persalinan prematur

Penyebab kelahiran prematur sebenarnya tidak diketahui secara pasti. Namun, ketuban pecah di awal merupakan salah satu penyebab utama kelahiran prematur. Selain itu, sejumlah faktor lainnya yang juga bisa meningkatkan risiko penyebab persalinan prematur adalah:

1. Preeklampsia

Preeklampsia adalah kondisi yang ditandai dengan tekanan darah tinggi dan adanya protein dalam urine selama kehamilan. Jika tidak segera ditangani, preeklampsia dapat menyebabkan kelahiran prematur.

2. Serviks dan rahim abnormal

Bentuk rahim yang abnormal atau serviks yang terbuka sebelum waktu persalinan dapat menyebabkan kontraksi dini. Mengalami kontraksi dini menyebabkan bayi harus lahir lebih awal atau lahir secara prematur.

3. Riwayat bayi prematur dalam keluarga

Riwayat dan gen keluarga memiliki pengaruh dalam kelahiran prematur. Jika ada anggota keluarga, termasuk Anda, yang mempunyai riwayat kelahiran prematur dalam keluarga, maka hal tersebut nantinya dapat memengaruhi metode persalinan yang akan dijalani. 

4. Umur

Seorang ibu remaja yang sudah hamil di bawah usia 17 tahun akan memiliki kemungkinan lebih besar untuk melahirkan bayi prematur. Bukan hanya hamil di usia muda, kehamilan tua atau hamil di usia 35 tahun ke atas juga dapat meningkatkan risiko persalinan prematur. Risiko pun semakin meningkat jika Anda berusia 40 tahun ke atas.

5. Infeksi tertentu

Penyebab bayi lahir prematur lainnya adalah karena infeksi vagina. Infeksi pada vagina, seperti vaginosis bakteri ataupun infeksi lainnya, dapat meningkatkan kemungkinan bayi lahir prematur.

6. Hipertensi

Jika tekanan darah lebih tinggi dari 140/90 mmHg, maka Anda mengalami hipertensi. Kondisi tekanan darah tinggi ini memberi efek pada pertumbuhan bayi, yang dapat menyebabkan kelahiran prematur.

7. Diabetes

Sekitar 5-10% wanita hamil mengalami diabetes gestasional. Ibu yang mengalami diabetes gestasional umumnya akan mengalami risiko komplikasi persalinan, yakni salah satunya adalah melahirkan prematur.

8. Kehamilan kembar

Jika mengandung bayi kembar, maka peluang Anda untuk melahirkan bayi prematur meningkat. Sekitar 60% bayi kembar, dan 90% bayi kembar tiga, biasanya lahir dalam kondisi prematur.

9. Aborsi

Jika pernah menjalani aborsi pada kehamilan sebelumnya, maka Anda berisiko melahirkan bayi prematur pada kehamilan selanjutnya. Risiko semakin meningkat jika Anda hamil dalam waktu lebih cepat, seperti enam bulan setelah aborsi.

10. Keguguran

Jika pernah mengalami keguguran pada kehamilan sebelumnya, maka ada kemungkinan Anda akan menjalani persalinan prematur. Risiko pun meningkat jika keguguran terjadi di akhir kehamilan.

11. Konsumsi alkohol dan merokok

Mengonsumsi alkohol dan kebiasaan merokok dapat menyebabkan kelahiran prematur. Tak hanya perokok aktif, perokok pasif juga berbahaya bagi kehamilan. Selain itu, kebiasaan ini dapat pula menyebabkan berbagai komplikasi lain, seperti masalah plasenta, bahkan kematian bayi.Selain yang telah disebutkan, risiko persalinan prematur akan semakin tinggi jika ibu hamil terlalu gemuk atau terlalu kurus, janin menderita cacat lahir tertentu selama di dalam kandungan hingga mengandung bayi tabung (IVF).Baca juga: Komplikasi Kehamilan yang Perlu Diwaspadai Ibu Hamil, Salah Satunya Anemia

Gejala melahirkan prematur

Untuk mengantisipasi kelahiran bayi prematur, Anda perlu mencermati berbagai tanda-tanda persalinan prematur, seperti:
  • Sakit punggung. Titik sakit yang mengindikasikan kelahiran dini umumnya berada di bagian punggung bawah. Biasanya terjadi secara konstan
  • Kontraksi setiap 10 menit atau lebih sering
  • Kram di perut bagian bawah seperti menstruasi atau diare
  • Keluarnya cairan atau pendarahan ringan pada vagina
  • Gejala seperti flu seperti mual, muntah, atau diare
  • Peningkatan tekanan pada panggul atau vagina
  • Peningkatan keputihan
Beberapa gejala kelahiran dini memang cukup umum dan sulit dibedakan dengan gejala kehamilan biasa. Supaya lebih aman, konsultasikan dengan dokter ketika mengalami beberapa kondisi tersebut. Atau, Anda dapat memeriksa sendiri jenis kontraksi yang terjadi.

Penanganan melahirkan prematur

Penanganan persalinan prematur disesuaikan dengan kondisi kehamilan ibu. Dikutip dari penelitian dalam NCBI, berikut sejumlah tindakan awal yang mungkin dilakukan saat menghadapi kelahiran prematur:
  • Menjalani rawat inap di rumah sakit agar dokter dapat memantau kondisi kehamilan pasien
  • Dokter akan memberikan sejumlah jenis obat, seperti obat tokolitik, kortikosteroid untuk mengurangi risiko gangguan otak, magnesium sulfat untuk mengurangi kerusakan otak, hingga antibiotik jika kelahiran prematur disebabkan oleh infeksi
  • Pengikatan leher rahim dilakukan pada ibu hamil yang mengalami kondisi serviks lemah dan berisiko terbuka selama kehamilan
  • Proses persalinan

Bisakah bayi prematur lahir dengan persalinan normal?

Jika memungkinkan, kelahiran prematur dapat dilakukan melalui proses persalinan normal. Namun, jika dilakukan melalui persalinan normal, bayi prematur memiliki risiko yang lebih tinggi untuk sungsang. Sehingga, dokter kandungan mungkin akan menyarankan untuk melahirkan secara operasi caesar.Lantas pada kondisi apa seorang ibu harus melahirkan prematur? Kondisi ini terjadi ketika ibu hamil mengalami kontraksi rahim yang mengakibatkan terbukanya leher rahim (serviks), sehingga membuat janin masuk jalan lahir.Ketika bayi telah masuk jalan lahir, ibu hamil akan menunjukkan gejala persalinan prematur. Untuk memastikan gejala tersebut, sebagai langkah awal, dokter mungkin akan melakukan beberapa pemeriksaan.Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk mengukur frekuensi, durasi dan kekuatan kontraksi dengan menggunakan CTG. Dokter juga mungkin akan menganjurkan pasien untuk melakukan pemeriksaan lain, seperti USG dari vagina, pemeriksaan lendir serviks hingga tes usap vagina (vaginal swab). 

Risiko komplikasi persalinan prematur

Meski bayi prematur tetap dapat tumbuh sehat dan normal seperti bayi yang lahir tepat waktu, namun tetap memiliki risiko bahaya, seperti:
  • Bayi prematur akan tumbuh lebih lambat daripada bayi normal
  • Beresiko lebih tinggi mengalami masalah kesehatan jangka panjang, termasuk autisme, gangguan perkembangan intelektual, lumpuh otak , masalah paru-paru, hingga gangguan penglihatan atau pendengaran
  • Berisiko mengalami gangguan perilaku seperti ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder)
  • Berisiko lebih tinggi terkena infeksi seperti pneumonia dan meningitis
  • Pertumbuhan gigi juga berisiko terganggu
  • Mengalami gangguan fungsi organ tubuh seperti jantung, otak, saluran pernapasan, saluran pencernaan, serta gangguan kekebalan tubuh
Untuk itu, Anda perlu berhati-hati dalam melakukan aktivitas apapun terutama yang meningkatkan risiko kelahiran prematur.Baca juga: Perdarahan Hingga Plasenta Tertahan, Ini 7 Tanda Bahaya Persalinan

Kapan harus ke dokter

Salah satu cara paling sederhana untuk memastikan terjadinya persalinan bayi prematur yakni melalui diagnosis kontraksi yang terjadi. Jika Anda mengalami kontraksi seperti berikut, maka segera berkonsultasi ke dokter. Berikut cara memeriksa kontraksi persalinan prematur yang dijadikan sebagai tanda kapan harus ke dokter:
  • Letakkan ujung jari di perut
  • Kontraksi ditandai dengan rahim yang mengencang dan mengendur
  • Catat waktu ketika kontraksi dimulai dan waktu pada awal kontraksi berikutnya
  • Coba hentikan kontraksi dengan cara melemaskan kaki, mengubah posisi, bersantai, atau minum dua sampai tiga gelas air putih
  • Hubungi dokter atau bidan jika kontraksi terus terjadi setiap 10 menit atau kurang, atau jika nyeri terasa semakin parah dan tak kunjung hilang
Segeralah menuju rumah sakit apabila dokter atau bidan menyatakan kelahiran bayi prematur akan terjadi. Sebaliknya, kontraksi yang terjadi bisa jadi merupakan kontraksi palsu atau yang bisa disebut Braxton Hicks.Jika dokter atau menyatakan demikian, maka Anda hanya perlu beristirahat dan kontraksi akan menghilang dengan sendirinya.Jika Anda ingin berkonsultasi langsung pada dokter terkait risiko persalinan prematur, Anda bisa chat dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ.
Download aplikasinya sekarang di Google Play dan Apple Store.
kehamilanpersalinan
NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3627164/
Diakses pada Oktober 2018
WebMD. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3627164/
Diakses pada Oktober 2018
March of Dimes. https://www.marchofdimes.org/complications/long-term-health-effects-of-premature-birth.aspx 
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait