Kekurangan Vitamin C Sebabkan Skorbut, Pahami Gejala dan Cara Mengatasinya

(0)
Penderita skorbut akan merasa tubuhnya lemas dan mudah lelah tanpa sebabSalah satu gejala skorbut akibat kekurangan vitamin C adalah tubuh menjadi mudah lelah tanpa sebab
Ketika kekurangan vitamin C, tubuh kita akan menjadi mudah terserang penyakit. Salah satu penyakit yang dapat menyerang tubuh akibat kekurangan vitamin C adalah skorbut. Dapat memicu kemunculan penyakit lain, gejala skorbut sendiri beragam dan biasanya akan muncul secara bertahap.

Muncul bertahap, apa saja gejala skorbut?

Gejala skorbut biasanya akan muncul empat minggu setelah tubuh tidak mendapatkan atau kekurangan (defisiensi) vitamin C. Jika tidak diobati, gejala dapat berkembang lebih parah dalam waktu tiga bulan. Beberapa gejala awal skorbut antara lain:
  • Tubuh terasa lemas
  • Mudah lelah tanpa sebab
  • Kurangnya nafsu makan
  • Mudah tersinggung
  • Demam
  • Nyeri pada kaki
Apabila kondisi tersebut tidak segera diatasi, gejala yang dialami penderita skorbut akan semakin buruk pada bulan pertama hingga ketiga. Berikut ini sejumlah gejala lanjutan skorbut yang tidak segera diatasi:
  • Kekurangan sel darah merah (anemia)
  • Gusi menjadi merah, lunak, dan mudah berdarah (gingivitis)
  • Pendarahan di bawah kulit
  • Muncul memar pada tulang kering atau tungkai kaki
  • Sesak napas dan nyeri di dada
  • Mudah marah, suasana hati berubah, hingga depresi
  • Pendarahan saluran pencernaan (gastrointestinal)
  • Sakit kepala
Parahnya lagi, nyawa penderita dapat melayang apabila skorbut terus saja dibiarkan dan tidak segera diatasi. Sejumlah komplikasi yang mengancam penderita ketika skorbut tidak segera diatasi meliputi:
  • Penyakit kuning
  • Rusaknya sel darah merah (hemolisis)
  • Rasa nyeri pada tungkai dan tangan
  • Kejang
  • Gagal organ
  • Koma
  • Meninggal dunia
Berdasarkan hal tersebut, Anda yang mengalami gejala skorbut sebaiknya langsung melakukan penanganan dengan cara menambah asupan vitamin C, baik melalui makanan atau suplemen. Jika gejala makin parah, segera konsultasikan kondisi Anda dengan dokter agar mendapatkan penanganan yang tepat. 

Orang yang berisiko terserang skorbut

Tubuh manusia tidak memproduksi vitamin C secara alami. Nutrisi ini didapatkan dari makanan seperti buah dan sayur, atau bisa juga melalui suplemen. Sejumlah faktor yang membuat tubuh kekurangan vitamin C dan memicu kemunculan skorbut di antaranya:
  • Pola makan yang buruk, kurang mengonsumsi buah dan sayur
  • Rasa takut gemuk (anoreksia) atau masalah kesehatan mental lain
  • Diet ketat, alergi makanan, kesulitan menelan makanan secara langsung
  • Mengonsumsi alkohol secara berlebihan dan menggunakan obat-obatan terlarang
  • Tidak meminum atau pemberian ASI yang terlambat pada bayi
  • Menderita penyakit radang usus (IBD atau Inflammatory Bowel Disease)
  • Tinggal di tempat yang hampir seluruh makanan berbentuk karbohidrat seperti roti, pasta, dan jagung
  • Sedang melakukan kemoterapi atau terapi radiasi
  • Mengalami masalah diare kronis
  • Masih anak-anak atau sudah berusia lanjut
Jika Anda mengalami kondisi tersebut dan merasakan gejala skorbut, segera konsultasikan ke dokter untuk dilakukan pemeriksaan. Proses mendiagnosis skorbut sendiri bisa dilakukan lewat beberapa cara seperti:
  • Pemeriksaan fisik
  • Menelusuri riwayat kesehatan
  • Pertanyaan rinci mengenai kebiasaan makan
  • Tes darah untuk memeriksa kadar vitamin C dan zat besi
  • Rontgen sendi termasuk lutut, pergelangan tangan, dan tulang rusuk

Cara mudah untuk mengatasi skorbut

Dapat berujung kematian jika dibiarkan, cara mengatasi skorbut sebenarnya terbilang mudah. Untuk mengatasi skorbut, Anda hanya perlu meningkatkan asupan vitamin C harian melalui makanan atau suplemen. Makanan-makanan yang mengandung banyak vitamin C antara lain:
  • Buah-buahan seperti jeruk, lemon, stroberi, jambu biji, kiwi, dan pepaya
  • Sayur-sayuran seperti tomat, wortel, brokoli, kubis, dan bayam
  • Hati sapi 
  • Tiram
Sebagai langkah untuk meredakan gejala, dokter mungkin akan merekomendasikan suplemen vitamin C dengan dosis 250 mg per hari. Masalah seperti pendarahan di bawah kulit dan gusi biasanya akan berhenti dalam waktu 24 jam setelah mendapat pengobatan efektif. Sementara itu, masalah nyeri sendi dan otot mungkin membutuhkan waktu beberapa minggu untuk hilang.Di sisi lain, gejala seperti anemia perlu diatasi dengan mengubah pola makan menjadi lebih baik dan mengonsumsi suplemen dalam jangka pendek. Hal serupa juga disarankan untuk penderita gangguan makan atau Anda yang memiliki kebiasaan meminum alkohol secara berlebihan. Selain dokter, Anda juga dapat berkonsultasi dengan ahli diet.
suplemenvitamin ckekurangan vitamin c
Healthline. https://www.healthline.com/health/scurvy#symptoms
Diakses pada 31 Agustus 2020
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/155758#prevention
Diakses pada 31 Agustus 2020
Better Health Channel. https://www.betterhealth.vic.gov.au/health/healthyliving/scurvy
Diakses pada 31 Agustus 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait