7 Penyebab Kekurangan Natrium yang Perlu Anda Ketahui

(0)
26 Dec 2019|Arif Putra
Ditinjau olehdr. Reni Utari
penyebab, gejala, akibat, dan cara mengatasi kekurangan natriumKekurangan natrium bisa dialami siapa saja, dari anak-anak, kalangan pekerja, sampai atlet profesional
Natrium adalah salah satu jenis mineral makro yang banyak dan mudah didapat tubuh lewat konsumsi garam dapur. Maka itu mungkin rasanya mustahil seseorang bisa kekurangan natrium. Namun, meski terdengar kurang awam bagi Anda, kekurangan natrium atau sodium cenderung berisiko dialami beberapa individu.Dalam istilah medis, penyakit kekurangan natrium dalam darah disebut hiponatremia. Penting bagi Anda untuk mengetahui penyebab defisiensi mineral ini, serta cara mengatasi gejala-gejalanya sebagai langkah antisipasi.

Apa tanda dan gejala kekurangan natrium?

Natrium adalah mineral yang berperan sebagai partikel elektrolit di tubuh. Mineral ini penting untuk menjaga keseimbangan cairan di sekitar sel. Selain itu, sebagai elektrolit, natrium juga berfungsi menjaga fungsi otot dan fungsi saraf, serta mengendalikan tekanan darah tetap stabil.Pada banyak kasus, kekurangan natrium dalam darah adalah kondisi yang terjadi karena sediaan cairan tidak seimbang sehingga malah menumpuk di tubuh.Penumpukan cairan ini dapat melarutkan natrium sehingga kadarnya berkurang. Sel-sel tubuh juga dapat mengalami pembengkakan karena tingginya kadar cairan, dan dapat menjadi kondisi yang mengancam nyawa.Kadar normal natrium yaitu 135-145 mEq/L. Seseorang dikatakan kekurangan natrium jika kadar natrium di bawah 135 mEq/L.Tanda dan gejala akibat kekurangan sodium dapat bervariasi pada masing-masing individu. Namun, secara umum, gejala yang mungkin muncul akibat kekurangan natrium adalah:
  • Lemas
  • Rasa lelah
  • Sakit kepala
  • Mual dan muntah
  • Kram atau kejang otot
  • kebingungan
  • Lekas marah
  • Kejang
  • Koma

Apa penyebab kekurangan natrium?

Kekurangan natrium adalah kondisi yang bisa terjadi pada berbagai kelompok individu.Orang-orang yang termasuk rentan mengalami defisiensi natrium adalah orang lanjut usia, pasien yang mengonsumsi obat diuretik, dan atlet yang sering beraktivitas fisik secara intens.Tak hanya itu. Orang yang mengonsumsi obat antidepresan dan individu yang melakukan diet rendah natrium juga berisiko mengalami kondisi ini.Berikut ini pembahasan singkat mengenai penyebab kekurangan natrium, yang patut untuk Anda waspadai.

1. Konsumsi obat-obatan tertentu

Obat-obatan, seperti obat diuretik (pil air), antidepresan, dan pereda nyeri, dapat memicu defisiensi natrium pada darah.Obat-obatan ini terkadang mengganggu proses ginjal dan sistem hormon yang bertugas dalam menjaga kadar natrium.

2. Menderita penyakit tertentu

Gagal jantung kongestif, serta gangguan tertentu pada ginjal dan hati, dapat menyebabkan cairan menumpuk di tubuh. Penumpukan cairan ini akan melarutkan garam dalam tubuh sehingga kadarnya pun menurun.

3. Mengalami syndrome of inappropriate anti-diuretic hormone (SIADH)

Tubuh penderita sindrom SIADH akan mengalami peningkatan kadar hormon antidiuretik, hormon yang berfungsi dalam regulasi cairan. Kondisi ini memicu cairan juga tertahan di dalam tubuh.

4. Dehidrasi yang parah

Dehidrasi, misalnya akibat diare, dapat menimbulkan tubuh kekurangan elektrolit, termasuk natrium. Dehidrasi yang parah pun memicu peningkatan kadar hormon antidiuretik.

5. Terlalu banyak minum air

Konsumsi air putih memang diperlukan. Hanya saja, kadar cairan yang terlalu tinggi dapat membingungkan ginjal untuk mengeksresikannya.

6. Perubahan hormon

Penyakit Addison dapat mengganggu fungsi kelenjar adrenal, sehingga kadar hormon yang dihasilkannya pun menurun.Hormon yang dilepaskan oleh kelenjar adrenal berperan dalam menjaga keseimbangan natrium, kalium, dan cairan.Selain gangguan pada kelenjar adrenal, kadar hormon tiroid juga memengaruhi kadar garam di aliran darah.

7. Penyalahgunaan obat-obatan terlarang

Menyalahgunakan obat-obatan terlarang seperti ekstasi juga menjadi salah satu penyebab kekurangan natrium dalam darah.Penggunaan obat terlarang dapat meningkatkan risiko defisiensi natrium pada tahap yang parah dan fatal.

Bagaimana cara mengatasi kekurangan natrium?

Untungnya, kekurangan natrium merupakan kondisi yang dapat ditangani. Penanganan hiponatremia ini dilakukan berdasarkan penyebabnya, dengan:
  • Mengurangi asupan cairan
  • Menyesuaikan dosis obat diuretik
  • Mengonsumsi obat untuk meredakan gejala kekurangan natrium
  • Mengatasi kondisi pemicu kekurangan natrium
  • Mendapatkan larutan natrium melalui infus 
Dokter mendiagnosis kekuarangan natrium melalui tes darah maupun urine. Anda tetap bisa menjalani pemeriksaan rutin oleh dokter mesti tidak mengalami gejala kekurangan natrium. Pemeriksaan ini terutama diperlukan oleh individu yang berisiko terhadap berbagai penyebab hiponatremia.

Cara mencegah kekurangan natrium

Sebelum terserang gejala kekurangan natrium, ada baiknya Anda melakukan pencegahan dengan cara-cara yang disarankan Mayo Clinic berikut:
  • Jika Anda memiliki kondisi medis yang dapat meningkatkan risiko kekurangan natrium, pastikan Anda memperhatikan tanda dan gejala natrium darah rendah. 
  • Lakukan tindakan pencegahan saat akan melakukan kegiatan dengan intensitas tinggi. Jika Anda seorang atlet, maka Anda harus minum sebanyak cairan yang kiranya akan berkurang selama pertandingan. 
  • Pertimbangkan untuk mengonsumsi minuman olahraga pada aktivitas yang menuntut. Minuman dengan kandungan elektrolit bisa jadi salah satu pilihan Anda.
  • Air minum sangat penting bagi kesehatan Anda, maka pastikan Anda mengonsumsi cukup cairan setiap harinya. 
kelenjar tiroidhormon tiroidkekurangan natriumkelenjar adrenal
Healthline. https://www.healthline.com/health/hyponatremia
Diakses pada 26 Desember 2019
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/hyponatremia
Diakses pada 26 Desember 2019
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/hyponatremia/symptoms-causes/syc-20373711
Diakses pada 9 Juni 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait