Kekurangan Magnesium Bisa Menyebabkan 7 Gejala Ini


Kekurangan magnesium atau hipomagnesemia adalah kondisi medis yang dapat terjadi saat tubuh kekurangan magnesium darah. Gejalanya bermacam-macam, mulai dari kram otot, gangguan mental, hingga osteoporosis.

0,0
02 Dec 2020|Fadli Adzani
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Kekurangan magnesium dapat menyebabkan gejala serius.Kekurangan magnesium bisa mengakibatkan banyak gejala merugikan, seperti kram otot misalnya.
Kekurangan magnesium alias hipomagnesemia adalah kondisi medis yang bisa terjadi saat kadar magnesium di dalam darah kurang dari 1,8 mg/dL. 
Normalnya, kadar magnesium harus berada di atas 1,8-2,2 mg/dL.Perlu diketahui, sebagian besar mineral ini tersimpan di dalam tulang, tapi ada juga yang mengalir di dalam aliran darah dalam jumlah yang sangat kecil.Manfaat magnesium penting untuk menjalankan lebih dari 300 reaksi metabolik di dalam tubuh, di antaranya, yaitu:
  • Mengatur sistem saraf, magnesium membantu mengendalikan senyawa di dalam tubuh yang memberikan sinyal ke otak, pembuluh darah, dan otot
  • Membentuk protein dari asupan asam amino
  • Menyediakan energi dari makanan.

Gejala kekurangan magnesium

Mual dan muntah adalah salah satu gejala kekurangan magnesium
Mual dan muntah adalah salah satu gejala kekurangan magnesium
Magnesium adalah salah satu mineral yang sangat penting untuk tubuh. Gejala awal hipomagnesemia sering dianggap sepele. Untuk itu, ketahui tanda kurang magnesium secara saksama agar Anda segera mengatasinya.Berikut adalah berbagai tanda kekurangan magnesium yang perlu Anda waspadai.
  • Mual
  • Muntah
  • Tidak nafsu makan
  • Lelah
  • Otot kram

7 akibat kekurangan magnesium yang harus diwaspadai

Akibat kekurangan magnesium dalam tubuh yang bisa Anda dirasakan di antaranya:

1. Kedutan dan kram otot

Kekurangan magnesium dapat menyebabkan kram otot
Kram otot dapat terjadi saat tubuh kekurangan magnesium
Munculnya tremor, kedutan, dan kram pada otot adalah akibat kekurangan magnesium yang sangat umum. Dalam beberapa kasus yang lebih parah, hipomagnesemia dapat mengakibatkan kejang.Menurut riset yang diterbitkan pada jurnal Annual Review of Neuroscience, hal ini terjadi akibat banyaknya kadar kalsium yang masuk ke dalam sel saraf sehingga merangsang saraf otot secara berlebihan.

2. Gangguan mental

Beragam gangguan mental dapat muncul saat tubuh mengalami kekurangan kalsium. Misalnya apatis, yang didefinisikan sebagai kurangnya motivasi untuk melakukan apa pun dan tidak peduli terhadap apa yang sedang terjadi.Sederet studi dari Internal Medicine Journal juga membuktikan bahwa orang yang mengalami defisiensi magnesium akan meningkatkan risiko depresi dan gangguan cemas.

3. Osteoporosis

Osteoporosis adalah akibat yang terjadi bila seseorang kekurangan magnesium
Osteoporosis adalah akibat yang terjadi bila seseorang kekurangan magnesium
Osteoporosis adalah penyakit yang ditandai dengan lemahnya tulang. Selain itu, kondisi medis ini juga bisa meningkatkan risiko patah tulang. Kekurangan vitamin D dan K serta jarang olahraga adalah faktor-faktor yang bisa menyebabkan osteoporosis.Di samping itu, sebuah studi dari jurnal Nutrients membuktikan bahwa rendahnya kadar magnesium juga bisa meningkatkan risiko osteoporosis. Kekurangan mineral ini dapat melemahkan tulang dan menurunkan kadar kalsium di dalam darah.

4. Otot terasa lemah

Saat tubuh mengalami kelelahan fisik terus-menerus atau mental, bisa jadi itu tanda kurang magnesium di dalam darah. Ditambah lagi, akibat kekurangan magnesium dapat menyebabkan otot melemah atau myasthenia.Para peneliti beranggapan, melemahnya otot terjadi akibat kurangnya kalium di dalam sel otot yang bisa terjadi jika tubuh mengalami hipomagnesemia.

5. Tekanan darah tinggi

Hipertensi bisa terjadi akibat tubuh kekurangan magnesium
Hipertensi bisa terjadi akibat tubuh kekurangan magnesium
Beberapa studi hewan uji membuktikan bahwa ketika tubuh mengalami kekurangan magnesium, tekanan darah bisa meningkat. Kondisi ini perlu diwaspadai karena tekanan darah tinggi bisa memperbesar risiko penyakit jantung.Meski demikian, penelitian lebih lanjut masih dibutuhkan karena klaim tersebut masih didasari pada studi pada hewan, bukan manusia.

6. Asma

Rendahnya kadar magnesium di dalam darah sering kali dirasakan penderita asma. Selain itu, penderita penyakit ini memang cenderung memiliki kadar magnesium yang rendah.Para peneliti percaya, kurangnya magnesium dapat menyebabkan penumpukan kalsium dalam otot yang melapisi saluran udara di paru-paru sehingga menyebabkan sulit bernapas.

7. Detak jantung tidak beraturan

Irama jantung tak beraturan juga merupakan akibat kekurangan magnesium
Irama jantung tak beraturan juga merupakan akibat kekurangan magnesium
Di antara akibat kekurangan magnesium, irama jantung tidak beraturan atau aritmia menjadi yang paling serius.Gejala aritmia memang ringan, dalam beberapa kasus bahkan tidak menimbulkan gejala apa pun. Namun, bagi sebagian orang, kondisi ini dapat menyebabkan palpitasi jantung atau jantung berdebar-debar.Aritmia juga memiliki gejala lain, seperti sesak napas, nyeri dada, hingga pingsan. Dalam kasus yang parah, aritmia dapat menyebabkan stroke dan gagal jantung.Hal ini dapat disebabkan oleh ketidakseimbangan kadar kalium baik di dalam atau di luar sel otot jantung, yang sering kali dikaitkan dengan rendahnya kadar magnesium.

Diagnosis kekurangan magnesium

Untuk memastikan Anda mengalami defisiensi magnesium, Anda akan menjalani serangkaian tes, yaitu:
  • Tes urine
  • Tes sel darah merah
  • EXA test, yaitu pemeriksaan jumlah magnesium pada sel tubuh.
Apabila Anda memiliki kadar magnesium hingga 1,25 mg/dl ke bawah, maka Anda mengalami hipomagnesia berat.

Kebutuhan harian magnesium berdasarkan jenis kelamin dan usia

Kebutuhan magnesium harian setiap orang akan didasari oleh jenis kelamin dan usianya. Berikut kebutuhan harian magnesium yang harus dipenuhi:
  • Bayi laki-laki 0-6 bulan: 30 miligram
  • Bayi perempuan 0-6 bulan: 30 miligram
  • Bayi laki-laki 7-12 bulan: 75 miligram
  • Bayi perempuan 7-12 bulan: 75 miligram
  • Batita laki-laki 1-3 tahun: 80 miligram
  • Batita perempuan 1-3 tahun: 80 miligram
  • Anak laki-laki 4-8 tahun: 130 miligram
  • Anak perempuan 4-8 tahun: 130 miligram
  • Anak laki-laki 9-13 tahun: 240 miligram
  • Anak perempuan 9-13 tahun: 240 miligram
  • Remaja laki-laki 14-18 tahun: 410 miligram
  • Remaja perempuan 14-18 tahun: 360 miligram
  • Laki-laki dewasa 19-30 tahun: 400 miligram
  • Perempuan dewasa 19-30 tahun: 310 miligram
  • Laki-laki dewasa 31-50 tahun: 420 miligram
  • Perempuan dewasa 31-50 tahun: 320 miligram
  • Laki-laki lanjut usia 51 tahun ke atas: 420 miligram
  • Perempuan lanjut usia 51 tahun ke atas: 320 miligram
  • Perempuan hamil 14-18 tahun: 400 miligram
  • Perempuan hamil 19-30 tahun: 350 miligram
  • Perempuan hamil 31-50 tahun: 360 miligram.
Agar terhindar dari berbagai gejala-gejala di atas, sebaiknya Anda memenuhi kebutuhan magnesium harian yang ditentukan.

Cara mengatasi kekurangan magnesium

Untuk memenuhi kebutuhan harian magnesium, terdapat beberapa cara yang bisa Anda lakukan, seperti:

1. Mengonsumsi makanan yang mengandung magnesium

Konsumsi bayam membantu mencegah kekurangan magnesium
Konsumsi bayam membantu mencegah kekurangan magnesium
Beberapa jenis makanan yang mengandung magnesium yang bisa Anda konsumsi secara rutin, meliputi:
  • Kacang (almond hingga mete)
  • Bayam
  • Edamame
  • Selai kacang
  • Alpukat
  • Kentang
  • Nasi
  • Yogurt
  • Oatmeal
  • Pisang
  • Apel
  • Susu
  • Dada ayam
  • Daging sapi
  • Brokoli
  • Wortel.
Selain mengandung magnesium, makanan di atas juga dilengkapi dengan nutrisi yang sangat menyehatkan!

2. Mengonsumsi suplemen magnesium

Cara mengatasi kekurangan magnesium bisa dilakukan dengan mengonsumsi suplemen magnesiumAkan tetapi, pastikan Anda konsultasi dengan dokter terlebih dahulu agar mendapatkan dosis suplemen yang tepat.

3. Pemberian magnesium melalui infus

Memberikan magnesium melalui infus dilakukan bila seseorang mengalami kekurangan magnesium yang parah
Memberikan magnesium melalui infus dilakukan bila seseorang mengalami kekurangan magnesium yang parah
Bila hipomagnesemia sudah sangat parah dan bahkan memunculkan gejala, seperti kejang, Anda biasanya akan direkomendasikan dokter untuk mendapatkan infus magnesium.

4. Berhenti minum alkohol

Alkohol terbukti akan membuat tubuh Anda membuang magnesium melalui urine. Jadi, stop konsumsi alkohol akan membantu Anda terhindar dari defisiensi magnesium.

Catatan dari SehatQ

Kekurangan magnesium sebaiknya perlu diwaspadai. Sebab, beberapa gejalanya dapat berakibat fatal jika dibiarkan.Jika Anda tidak yakin dengan kadar magnesium yang ada di dalam tubuh, Anda bisa bertanya dengan dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ secara gratis. Unduh aplikasi SehatQ sekarang di App Store atau Google Play!
penyakitpenyakit jantunghipomagnesemiamakanan sehatnutrisihidup sehatzat gizipola hidup sehat
Healthline. https://www.healthline.com/health/hypomagnesemia#diagnosis
Diakses pada 18 November 2020
Healthline. https://www.healthline.com/nutrition/magnesium-deficiency-symptoms#TOC_TITLE_HDR_2
Diakses pada 18 November 2020
Web MD. https://www.webmd.com/mental-health/what-is-apathy#:~:text=Apathy%20is%20when%20you%20lack,Parkinson's%20disease%2C%20or%20Alzheimer's%20disease.
Diakses pada 18 November 2020
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/322191#foods-to-eat
Diakses pada 18 November 2020
Annual Review of Neuroscience. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/2436546/
Diakses pada 15 Juni 2021
Internal Medicine Journal. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/25827510
Diakses pada 15 Juni 2021
Nutrients. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/23912329/
Diakses pada 15 Juni 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait