logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo
Hidup Sehat

Kekurangan Kalium, Inilah 8 Gangguan Kesehatan yang Akan Terjadi

open-summary

Kekurangan kalium atau hipokalemia tidak boleh Anda sepelekan. Mulai dari kram otot, masalah detak jantung, hingga hipertensi bisa terjadi.


close-summary

3.46

(84)

13 Des 2019

| Arif Putra

Ditinjau oleh dr. Reni Utari

Kekurangan kalium mengakibatkan jantung berdebar

Kekurangan kalium dapat timbulkan berbagai gejala, termasuk jantung berdebar

Table of Content

  • 8 gejala kekurangan kalium yang patut untuk diwaspadai
  • Diagnosis kekurangan kalium
  • Cara mengatasi kekurangan kalium
  • Kapan harus ke dokter akibat kekurangan kalium
  • Makanan yang menjadi sumber kalium
  • Perlukah konsumsi suplemen kalium untuk mencegah defisiensi?
  • Catatan dari SehatQ

Kekurangan kalium dalam tubuh dapat menimbulkan gejala medis, bahkan menimbulkan bahaya.

Advertisement

Penyakit kekurangan kadar kalium dalam tubuh atau hipokalemia, dapat terjadi saat tubuh tiba-tiba kehilangan banyak cairan. 

Diare, keringat berlebih, muntah, dan perdarahan bisa menjadi penyebab ketidakseimbangan cairan ini.

8 gejala kekurangan kalium yang patut untuk diwaspadai

Agar terhindar dari hipokalemia, Anda sebaiknya memenuhi memenuhi kebutuhan kalium per hari sebesar sebanyak 4.700 mg untuk laki-laki dan perempuan dewasa.

Apa saja tanda defisiensi kalium dan efek yang dapat dialami oleh tubuh?

1. Rasa lelah dan lemas

Kekurangan kalium menyebabkan tubuh lemas
Kekurangan kalium menyebabkan tubuh lemas

Saat tubuh mengalami defisiensi kalium, kontraksi otot akan menjadi lemah. Efek kekurangan kalium yang dirasakan adalah tubuh lemas.

Kadar kalium yang rendah pun menghambat tubuh menggunakan nutrisi, yang juga berujung pada kelelahan.

Rasa lelah dan lemas merupakan salah satu gejala utama saat tubuh mengalami hipokalemia.

2. Kram otot

Kalium berfungsi dalam mekanisme kontraksi otot. Mineral ini menyampaikan sinyal dari otak yang merangsang kontraksi, dan sebaliknya juga mengakhiri kontraksi tersebut.

Apabila kadar potasium pada tubuh rendah, otak tidak dapat menyampaikan sinyal dengan efektif. Kondisi ini menyebabkan kontraksi yang berkepanjangan, seperti kram otot.

3. Masalah detak jantung

Akibat kekurangan kalium membuat detak jantung tidak teratur
Akibat kekurangan kalium membuat detak jantung tidak teratur

Kalium membantu mengatur detak jantung sehingga tubuh yang kekurangan mineral ini berisiko memiliki masalah pada detak jantung atau palpitasi. Penderitanya akan merasa detak jantung yang lebih cepat.

Palpitasi jantung juga dapat menjadi gejala aritmia atau detak jantung yang tidak teratur. Bisa juga, kekurangan kalium menyebabkan aritmia.

Namun tak seperti palpitasi jantung, aritmia dikaitkan dengan masalah jantung yang lebih serius.

4. Masalah pada pencernaan

Kalium juga membantu menyampaikan sinyal dari otak ke otot di saluran pencernaan. Sinyal tersebut akan merangsang sistem pencernaan untuk "mengaduk" dan mendorong makanan sehingga bisa dicerna. 

Saat mengalami hipokalemia, penyampaian sinyal tersebut terhambat dan menimbulkan masalah pada saluran pencernaan.

Baca Juga

  • Usir Bau Mulut dengan Cara Membersihkan Lidah Ini
  • Mengenal Meditasi Zen untuk Mengelola Stres
  • Makanan untuk Darah Rendah, Apa yang Boleh dan Tidak Dikonsumsi?

5. Sulit bernapas

Saat kekurangan kalium, paru-paru susah mengembang dan mengempis sehingga menyebabkan sesak napas
Saat kekurangan kalium, paru-paru susah mengembang dan mengempis sehingga menyebabkan sesak napas

Saat tubuh mengalami defisiensi kalium, paru-paru menjadi sulit untuk mengembang dan berkontraksi. Kondisi ini menimbulkan napas pendek dan Anda menjadi sulit bernapas.

Masalah pada detak jantung karena kadar kalium rendah juga menghambat aliran darah.

Karena darah bertugas dalam pengangkutan oksigen, aliran darah yang terhambat pun membuat Anda sulit bernapas.

Pada kondisi yang fatal, akibat kekurangan kalium membuat paru-paru berhenti bekerja.

6. Tekanan darah tinggi

Kalium berperan dalam merilekskan pembuluh darah, sehingga kadarnya yang cukup dapat menurunkan tekanan darah. 

Kalium pun membantu menyeimbangkan kadar garam (natrium) di tubuh. Level natrium yang terlalu tinggi menjadi salah satu penyebab utama dari hipertensi atau tekanan darah tinggi

Jadi, penyakit akibat kekurangan kalium yang juga bisa muncul adalah hipertensi.

7. Nyeri dan kaku otot

Kekurangan kalium membuat pembuluh darah otot terhambat sehingga terasa nyeri
Kekurangan kalium membuat pembuluh darah otot terhambat sehingga terasa nyeri

Kekurangan kalium menyebabkan pembuluh darah berkontraksi dan menghambat aliran darah, termasuk pada otot. 

Karena aliran darah terhambat, pasokan oksigen ke otot juga terganggu. Kondisi ini memicu nyeri dan kaku otot.

Tak hanya nyeri dan kaku otot, kekurangan mineral ini  juga menimbulkan kelumpuhan otot.

8. Perubahan mood

Tak hanya kondisi medis, kekurangan kalium memengaruhi kondisi psikologis. Hal ini terjadi saat kadar kalium yang rendah menghambat sinyal yang dibutuhkan untuk memelihara fungsi otak.

Riset mengenai kaitan kalium dan mood masih diperlukan lebih lanjut.

Diagnosis kekurangan kalium

EKG diperlukan untuk mendiagnosis kekurangan kalium pada orang dengan riwayat penyakit jantung
EKG diperlukan untuk mendiagnosis kekurangan kalium pada orang dengan riwayat penyakit jantung

Dokter akan memeriksa penyakit yang menyebabkan seseorang diare, muntah, atau keringat berlebih.

Selain itu, karena kekurangan memengaruhi tekanan darah, dokter juga akan mengecek tekanan darah.

Dokter juga menganjurkan tes darah. Kadar kalium di dalam darah yang normal adalah 3,7 sampai dengan 5,2 mmol/L. 

Menurut penelitian terbitan Endocrine Connection, defisiensi kalium yang parah dan mengancam keselamatan jiwa adalah saat kadar kalium di dalam darah kurang dari 2,5 mmol/L.

Tes urine pun diperlukan untuk mengecek kadar kalium yang terbuang.

Apabila seseorang pernah mengalami penyakit jantung, dokter menganjurkan prosedur pengecekan detak jantung atau elektrokardiogram (EKG). 

Sebab, kekurangan mineral ini menyebabkan seseorang mengalami gangguan detak jantung.

Cara mengatasi kekurangan kalium

Bila kekurangan kalium sudah parah, maka akan diberikan tambahan kalium melalui infus
Bila kekurangan kalium sudah parah, maka akan diberikan tambahan kalium melalui infus

 Anda bisa mengatasi kondisi ini dengan mengonsumsi suplemen. Selain suplemen harian, kalium juga bisa Anda penuhi melalui metode disuntikkan IV atau intravena. Hal ini diperlukan bila:

  • Jika kadar kalium dalam darah Anda sangat rendah, yakni kurang dari 2,5 mmol/L
  • Jika mengonsumsi suplemen tidak meningkatkan kadar kalium Anda
  • Jika kadar kalium rendah menyebabkan irama jantung tidak normal

Ketika hipokalemia Anda disebabkan oleh kondisi medis lain, dokter akan membantu Anda untuk melakukan pengobatan yang lebih serius. 

Kapan harus ke dokter akibat kekurangan kalium

Orang yang curiga dirinya mengalami hipokalemia disarankan untuk menemui dokter. 

Beberapa gejala kunci agar Anda segera ke dokter yaitu kelumpuhan otot, sulit bernapas, atau detak jantung yang tak biasa.

Untuk melakukan diagnosis, dokter akan melakukan pengecekan darah. 

Dokter juga akan menanyakan riwayat medis atau jenis obat yang tengah dikonsumsi untuk membantu mengidentifikasi penyebab hipokalemia.

Makanan yang menjadi sumber kalium

Salah satu makanan yang mengandung kalium adalah alpukat
Salah satu makanan yang mengandung kalium adalah alpukat

Cara mengatasi kekurangan kalium yang terbaik adalah adalah mengonsumsi makanan yang mengandung kalium yang sehat. 

Beberapa sumber kalium di antaranya, yaitu:

  • Ubi
  • Kerang yang dimasak
  • Alpukat
  • Kacang pinto
  • Pisang
  • Sayur bayam
  • Sayur brokoli

Perlukah konsumsi suplemen kalium untuk mencegah defisiensi?

Suplemen kalium tidak begitu dianjurkan bila tidak berdasarkan saran dokter
Suplemen kalium tidak begitu dianjurkan bila tidak berdasarkan saran dokter

Suplemen kalium yang dijual bebas sebenarnya tidak direkomendasikan untuk dikonsumsi.

Sebab, kelebihan kalium atau hiperkalemia juga dapat menjadi bumerang dan berakibat fatal untuk tubuh.

Salah satu gejala akibat kekurangan kalium adalah aritmia jantung yang dapat menimbulkan masalah serius pada organ tersebut.

Anda boleh mengonsumsi suplemen kalium jika menurut dokter itu diperlukan. 

Selain itu, mencukupkan kebutuhan kalium dari makanan sehat, menjadi langkah terbaik, untuk menghindari efek di atas.

Catatan dari SehatQ

Kekurangan kalium berdampak pada kerja organ tubuh. Untuk itu, pastikan Anda memenuhi kebutuhan kalium harian.

Untuk memastikan bahwa kadar kalium pada tubuh Anda mencukupi, konsultasilah dengan dokter gizi terdekat.

Anda bisa tanyakan manfaat kalium secara umum dengan dokter melalui aplikasi kesehatan keluarga SehatQ

Download gratis di Appstore dan Playstore sekarang.

Advertisement

nutrisikekurangan cairanzat giziaritmiahidup sehatpola hidup sehat

Terima kasih sudah membaca.

Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?

(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

Kumpulan Artikel dan Forum

© SehatQ, 2022. All Rights Reserved