logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo
Parenting

Kekerasan Seksual pada Anak: Pengertian, Tanda, dan Dampaknya

open-summary

Kekerasan seksual pada anak dapat ditandai dengan menunjukkan pengetahuan atau perilaku seks yang tak sesuai dengan usianya, menarik diri dari keluarga maupun teman, hingga sulit berkonsentrasi dalam belajar.


close-summary

4

(9)

18 Mei 2020

| Dina Rahmawati

Ditinjau oleh dr. Karlina Lestari

Kekerasan seksual pada anak kerap luput dari perhatian orangtua

Anak yang mengalami kekerasan seksual cenderung menarik diri

Table of Content

  • Apa itu kekerasan seksual pada anak?
  • Bentuk kekerasan seksual pada anak
  • Penyebab kekerasan seksual pada anak
  • Contoh kekerasan seksual pada anak
  • Tanda-tanda kekerasan seksual pada anak
  • Dampak kekerasan seksual pada anak
  • Cara mencegah kekerasan seksual pada anak

Kekerasan seksual pada anak sangat memprihatinkan. Dalam pemberitaan di media massa, begitu marak terjadi kasus pelecehan seksual pada anak.

Advertisement

Akan tetapi, anak cenderung takut untuk melapor sehingga orangtua kerap tak menyadari hal yang memprihatinkan tersebut. Meski begitu, terdapat tanda-tanda kekerasan seksual pada anak yang dapat orangtua perhatikan.

Apa itu kekerasan seksual pada anak?

Kekerasan seksual pada anak adalah keterlibatan seorang anak dalam segala bentuk aktivitas seksual yang terjadi sebelum anak mencapai batas usia tertentu di mana orang dewasa, anak lain yang usianya lebih tua, atau orang yang dianggap memiliki pengetahuan lebih memanfaatkan anak tersebut untuk kesenangan seksual atau aktivitas seksual. 

Pelaku pelecehan seksual anak biasanya merupakan orang yang dikenal si korban. Baik anak laki-laki maupun anak perempuan dapat menjadi korban kekerasan seksual. Namun, anak perempuan lebih cenderung mengalaminya. 

Pada pertengahan tahun 2020, data kekerasan seksual pada anak yang berasal dari Sistem Informasi Online Perlindungan Perempuan dan Anak (Simfoni PPA) mencatat bahwa ada 1.848 kasus kekerasan seksual pada anak.

Bentuk kekerasan seksual pada anak

Setelah membahas pengertian kekerasan seksual pada anak, Anda juga harus memahami bentuk-bentuknya. Berikut adalah bentuk kekerasan seksual yang bisa terjadi pada anak:

1. Sodomi

Sodomi merupakan bentuk kekerasan seksual di mana alat kelamin pelaku masuk ke anus korban. Tindakan ini bisa melukai fisik maupun psikis anak. Pelaku sodomi bisa berasal dari orang terdekat yang harus Anda waspadai.

2. Pemerkosaan

Pemerkosaan adalah penetrasi dengan pemaksaan tanpa persetujuan korban. Bentuk kekerasan seksual ini dapat mengakibatkan cedera fisik serta trauma emosional dan psikologis pada anak.

3. Pencabulan

anak menjadi korban pencabulan
Pencabulan merupakan salah satu bentuk kekerasan seksual pada anak

Pencabulan merupakan perbuatan tak senonoh yang melecehkan anak. Tindakan ini dapat mencakup banyak hal, seperti menyentuh area intim korban hingga memaksa korban melihat atau memegang organ intim pelaku.

4. Incest

Incest adalah kekerasan seksual di mana korban dan pelaku memiliki hubungan darah. Perbuatan tersebut dilarang dalam agama maupun hukum. Selain itu, perilaku ini bisa meningkatkan risiko cacat lahir jika terjadi kehamilan.

Penyebab kekerasan seksual pada anak

Penyebab kekerasan seksual pada anak dapat terjadi akibat pengaruh pornografi, obat-obatan terlarang, mengalami masalah mental, atau memiliki historis pernah menjadi korban. 

Beberapa faktor juga dapat meningkatkan risiko pelecehan anak, yaitu kemiskinan, pengasuhan dan perlindungan orangtua yang tidak maksimal, kurangnya pengetahuan mengenai pelecehan seksual, hingga kondisi anak dengan keterbelakangan mental atau disabilitas.

Orangtua jangan mudah mempercayakan anak pada orang lain. Sebab, bisa jadi orang tersebut memiliki niat yang buruk.

Contoh kekerasan seksual pada anak

Pelecehan anak tentu tidak boleh diabaikan. Berikut contoh kasus pelecehan seksual pada anak yang harus orangtua waspadai:

  • Penetrasi, seperti pemerkosaan atau seks oral
  • Aktivitas seksual tanpa penetrasi, seperti menyentuh bagian luar pakaian, mencium, masturbasi
  • Menonton pornografi di depan anak atau meminta anak menonton tindakan tersebut
  • Melihat, menunjukkan atau berbagi gambar, video, mainan atau materi seksual lain
  • Menceritakan lelucon atau cerita berbau pornografi
  • Memaksa atau membujuk anak membuka pakaian
  • Menunjukkan alat kelamin seseorang pada anak
  • Mendorong anak untuk berperilaku tidak pantas secara seksual.

Tanda-tanda kekerasan seksual pada anak

Korban kekerasan seksual pada anak sering kali tak menceritakan kekerasan yang dialaminya karena berpikir bahwa itu merupakan kesalahannya atau telah diyakinkan oleh pelaku bahwa hal tersebut normal untuk dilakukan dan cukup menjadi rahasia saja. 

Selain itu, anak juga dapat disuap atau diancam oleh pelaku. Bahkan mungkin pelaku memberitahu si anak bahwa orang-orang tak akan mempercayai apa yang dikatakannya. 

Hal tersebut membuat anak khawatir akan berada dalam masalah sehingga memilih memendamnya.

anak tidak mau bergaul
Kekerasan seksual bisa menyebabkan anak menarik diri dari pergaulan

Akan tetapi, terdapat tanda-tanda yang bisa orangtua perhatikan bila buah hati menjadi korban pelecehan seksual pada anak, antara lain:

  • Berbicara tentang pelecehan seksual
  • Menunjukkan pengetahuan atau perilaku seksual yang melampaui usianya, aneh atau tak biasa
  • Menarik diri dari keluarga maupun teman
  • Menjauh dari orang tertentu
  • Melarikan diri dari rumah
  • Sulit berjalan atau duduk karena nyeri di area genital atau anal
  • Mengalami mimpi buruk
  • Sulit berkonsentrasi dalam belajar
  • Nilai di sekolah menurun
  • Mengompol di celana padahal sebelumnya tidak pernah
  • Perubahan suasana hati dan nafsu makan
  • Hamil atau memiliki penyakit menular seksual.

Dampak kekerasan seksual pada anak

Dampak pelecehan seksual pada anak bisa menyebabkan kerusakan fisik dan emosional yang serius baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang.

Dalam jangka pendek, anak-anak dapat mengalami masalah kesehatan, seperti cedera fisik, infeksi menular seksual, dan kehamilan yang tak diinginkan.

Sementara, dalam jangka panjang, dampak kekerasan seksual pada anak membuatnya lebih mungkin terkena depresi, kecemasan, gangguan makan, gangguan stres pasca trauma (PTSD), fobia pada hubungan seks atau terbiasa dengan kekerasan sebelum melakukan hubungan seks.

Selain itu, korban pelecehan anak juga lebih cenderung melukai diri sendiri, melakukan tindakan kriminal, penyalahgunaan narkoba atau alkohol, bahkan bunuh diri. Jadi, seluruh anggota masyarakat harus menggalakan stop kekerasan seksual pada anak.

Cara mencegah kekerasan seksual pada anak

Dalam mencegah kekerasan seksual pada anak, orangtua harus bertanggung jawab untuk memastikan anak memiliki hubungan dan lingkungan yang aman dan stabil.

Selain itu, pengasuhan orangtua juga harus dilakukan dengan baik, jangan sampai mengabaikan anak bahkan membiarkannya sendirian dengan orang yang mungkin saja dapat menjadi pelaku kekerasan seksual. Ingatlah bahwa orang terdekat juga bisa saja memiliki niatan yang buruk.

Sebisa mungkin selalu pantau anak, dan jalin komunikasi yang baik dengannya sehingga ia tak akan segan untuk membicarakan apa pun yang ia rasakan atau pikirkan. Bahkan anak juga akan lebih terbuka dan merasa diberi perlindungan oleh Anda.

Ketika Anda mencurigai terjadi pelecehan seksual terhadap anak, ajak anak untuk berbicara dan bujuklah ia untuk mengatakannya dengan jujur.

Jika anak telah mengaku, segeralah melapor pada pihak yang berwajib dan bawa anak ke psikolog untuk mendapat pendampingan yang tepat. Beradalah selalu di sisinya dan beri dukungan yang tiada henti agar trauma anak bisa membaik.

Advertisement

tips parentingmembesarkan anakkekerasan

Referensi

Terima kasih sudah membaca.

Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?

(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

Kumpulan Artikel dan Forum

© SehatQ, 2022. All Rights Reserved