Kekerasan dalam Pacaran Rentan Terjadi, Kenali Tanda dan Cari Jalan Keluarnya

Kekerasan dalam pacaran tak hanya soal melukai fisik, namun juga emosional dan seksual
Kekerasan dalam pacaran sering terjadi namun jarang diperhatikan

Tak hanya dalam rumah tangga, kekerasan dalam pacaran nyata adanya. Menurut data yang diterbitkan oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI (Kemenpppa), sebanyak 42,7% perempuan yang belum menikah pernah mengalami kekerasan. Lalu, sebanyak 2.090 orang dari total 10.847 pelaku kekerasan tersebut berstatus sebagai pacar.

Sayangnya, meski sudah sering terjadi, belum banyak pihak yang menganggap serius kekerasan dalam pacaran. Terutama anak muda, yang menganggap hal tersebut adalah wajar atau bahkan tanda sayang.

Karena itu, ciri kekerasan dalam pacaran harus dikenali, baik oleh anak muda maupun orangtua. Jangan sampai hubungan tersebut justru merusak masa depan dan memberikan trauma berkepanjangan.

Mengenal lebih jauh tentang kekerasan dalam pacaran

Kekerasan dalam pacaran juga bisa terjadi secara verbal dan emosional
Kekerasan dalam pacaran secara verbal dan emosional

Kekerasan dalam pacaran tak hanya terbatas pada kekerasan fisik. Kekerasan emosional, seksual, hingga verbal juga dapat dilakukan oleh pasangan yang bersifat abusive atau toxic.

Anda mungkin sudah tahu bahwa menendang, memukul, mendorong atau bahkan menggigit termasuk dalam kekerasan fisik. Para korban harus sadar bahwa ini adalah kekerasan dalam pacaran.

Lebih dari itu, melarang bertemu dengan teman, memanggil dengan nama yang tidak pantas, atau meneriaki Anda juga termasuk dalam kekerasan emosional dan verbal. Terus-menerus membujuk untuk melakukan hubungan seksual, meski Anda sudah jelas menolak pun bisa masuk sebagai kekerasan seksual.

Ada banyak bentuk kekerasan dalam pacaran dan semuanya bisa menimbulkan trauma tersendiri bagi para korbannya. Bahkan, seiring dengan perkembangan zaman, muncul juga jenis kekerasan baru, yaitu kekerasan digital.

Ciri-ciri kekerasan dalam pacaran

Kenali ciri kekerasan dalam pacaran secara emosional seperti posesif
Mengontrol segala hal secara berlebihan termasuk kekerasan dalam pacaran

Terkadang, ciri-ciri kekerasan yang terjadi dalam hubungan pacaran, tidak semudah itu untuk dikenali. Sebab, tekanan yang diberikan pasangan akan memengaruhi kondisi emosional kita. Hal ini menyebabkan kekerasan yang terjadi, akhirnya dimaklumi dan malah diterima sebagai tanda peduli atau sayang.

Pada pola kekerasan dalam pacaran, kekerasan fisik biasanya baru terlihat setelah kekerasan dalam bentuk lain dilakukan. Lalu, bagaimana cara mengenalinya jika kita berada dalam hubungan yang penuh dengan kekerasan?

Satu tanda yang paling kentara apabila sedang berada dalam hubungan tersebut adalah jika Anda takut terhadap pasangan. Anda akan takut mengutarakan pendapat, enggan membahas suatu topik, dan tidak bisa menolak saat pacar mengajak melakukan hubungan seksual. Apapun alasannya, rasa takut seperti itu tidak seharusnya ada di dalam hubungan percintaan.

Selain rasa takut, berikut ini tanda lain yang mungkin terjadi apabila Anda sebenarnya berada di hubungan yang penuh dengan kekerasan.

1. Pacar mengontrol, mengancam dan membully Anda

Kasarnya kata-kata dan perlakukan posesif serta mengontrol berlebihan juga termasuk sebagai kekerasan dalam pacaran. Berikut ini ciri-cirinya:

  • Sering menuduh Anda selingkuh
  • Menyalahkan Anda akan kekerasan yang terjadi
  • Terus-menerus mengkritik Anda, termasuk untuk hal yang tidak penting
  • Mengontrol cara Anda berpenampilan
  • Mengancam akan menyakiti Anda atau orang terdekat Anda
  • Melempar-lempar barang atau memukul tembok saat marah
  • Sering meneriaki Anda, membuat Anda merasa tidak berdaya

2. Pacar mengontrol keuangan Anda

Anda berhak mengontrol keuangan diri sendiri, bahkan setelah menikah. Jika saat masih pacaran, pacar Anda memaksa untuk mengatur keuangan Anda, maka ini sudah masuk sebagai kekerasan dalam pacaran. Berikut ini tandanya.

  • Mewajibkan Anda untuk memberikan semua uang tunai maupun kartu debit dan kredit Anda kepadanya, dengan cara memaksa
  • Hanya memberikan Anda sedikit uang dan memaksa Anda menjelaskan semua pengeluaran Anda kepadanya.
  • Tidak memperbolehkan Anda bekerja di tempat yang Anda inginkan dan harus mengikuti sarannya
  • Mencuri uang Anda atau bahkan orang terdekat Anda
  • Tidak memberikan Anda uang, bahkan untuk kebutuhan dasar seperti makanan atau pakaian

3. Menjauhkan Anda dari teman dan orangtua

Saat pacar sudah mulai melarang Anda untuk menghabiskan waktu bersama teman atau bahkan orangtua dan menginginkan waktu Anda hanya untuknya, maka ini sudah termasuk dalam kekerasan dalam pacaran. Berikut ini cirinya.

  • Selalu menanyakan posisi Anda saat ini dan dengan siapa Anda pergi
  • Membuat Anda merasa harus mendapatkan izin meski hanya pergi menemui teman dekat atau bahkan keluarga
  • Mempermalukan Anda di depan orang banyak, membuat Anda menjadi malu untuk bertemu orang lain
Kekerasan dalam pacara secara fisik
Kekerasan dalam pacaran secara fisik bisa menimbulkan trauma

4. Menyakiti Anda secara fisik

Menyakiti secara fisik adalah bentuk kekerasan dalam pacaran yang paling jelas terlihat. Berikut ini tandanya.

  • Memukul, mendorong, menendang, atau menjambak Anda
  • Menggunakan senjata untuk menyakiti Anda
  • Meninggalkan Anda di lokasi antah berantah saat bertengkar.
  • Membuat Anda tidak bisa makan, tidur, atau bahkan mendapatkan perawatan medis yang diperlukan

5. Melakukan pelecehan seksual

Selama pacaran, tidak menutup kemungkinan Anda berhubungan seksual dengan pasangan. Jika salah satu pihak menolak dan lainnya memaksa, maka itu sudah masuk sebagai kekerasan dalam pacaran. Berikut ini tandanya.

  • Memaksa Anda berhubungan seksual
  • Memaksa Anda untuk menggunakan pakaian yang terlalu seksi dan membuat Anda tidak nyaman
  • Membuat Anda merasa berutang hubungan seksual pada pasangan sehingga Anda merasa harus melunasinya
  • Tidak mau menggunakan kondom atau kontrasepsi lainnya saat berhubungan seksual
  • Mencoba menularkan infeksi menular seksual atau membuat Anda hamil tanpa persetujuan Anda

6. Melakukan kekerasan secara digital

Kekerasan digital adala bentuk kekerasan yang dilakukan menggunakan teknologi digital, seperti media sosial atau fitur telepon pintar lainnya. Berikut ini contohnya.

  • Terus-menerus menelpon dan mengirimkan pesan singkat yang mengganggu
  • Mengunggah konten yang mempermalukan atau melecehkan Anda di media sosial
  • Memaksa Anda untuk mengirim foto telanjang atau foto yang sifatnya pribadi lainnya
  • Selalu memantau Anda di sosial media dan mengontrol dengan siapa Anda boleh berteman di media sosial
  • Memaksa Anda untuk memberikan password media sosial media atau email
  • Memaksa Anda untuk harus segera membalas telepon, pesan singkat, atau email yang dikirimkannya.

Cara keluar dari kekerasan dalam pacaran

Ketika mendengar kasus kekerasan dalam pacaran, tidak sedikit orang yang berujar, “Kenapa tidak putus saja?”. Kenyataannya, mengakhiri hubungan tersebut tidak semudah berbicara. Orang yang berada di dalam hubungan tersebut, terkadang tidak bisa begitu saja melepaskan diri dari pasangan.

Bisa saja, pasangannya mengancam akan menyakiti dirinya jika putus. Atau bahkan, pelaku kekerasan membuat korbannya merasa bahwa korbannyalah yang sebenarnya bersalah. Tidak jarang, korban kekerasan dalam pacaran merasa bahwa ia bisa mengubah pasangannya menjadi lebih baik atau luluh saat pelaku meminta maaf, meski lalu mengulangi perbuatannya lagi.

Apabila merasa bahwa Anda mengalami kekerasan dalam pacaran dan ingin mengakhiri hubungan tersebut, janganlah ragu. Ingatlah hal-hal di bawah ini:

  • Anda adalah korban dan kekerasan yang terjadi bukanlah salah Anda.
  • Anda bukanlah penyebab pasangan berlaku kasar. Kesalahan itu datangnya dari dirinya sendiri.
  • Anda berhak untuk diperlakukan dengan terhormat.
  • Anda berhak mendapatkan dan menjalani hidup yang bahagia dan aman.
  • Anda tidak sendiri dan ada banyak orang yang akan membantu Anda.

Untuk bisa benar-benar lepas dari pasangan yang melakukan kekerasan dalam pacaran, beberapa hal di bawah ini dapat Anda lakukan.

  • Beritahu orang terdekat Anda mengenai kekerasan yang Anda terima.
  • Periksa pengaturan di telepon genggam Anda, sebab bisa saja pasangan Anda memasang aplikasi yang memungkinkannya untuk mendengar percakapan telepon Anda dan membaca pesan yang masuk dan keluar.
  • Jangan terlalu percaya jika pasangan Anda berjanji akan berubah
  • Jika Anda bertahan dan merasa bisa membantunya berubah, maka hal ini justru akan membuatnya semakin menjadi.
  • Jangan takut akan hal yang akan terjadi jika Anda putus. Ada banyak orang yang akan membantu Anda.
  • Ganti nomor telepon atau bahkan handphone Anda tanpa sepengetahuannya.
  • Ubah kata sandi email maupun semua akun sosial media Anda.

Anda juga dapat menghubungi nomor pengaduan Kemenetrian PPPA di 082125751234 atau datang langsung ke kantor KPPPA di Jl. Medan Merdeka Barat No.15, Jakarta Pusat. Jangan ragu untuk meminta perlindungan saat Anda mengalami kekerasan dalam pacaran atau menyaksikan ada teman atau saudara yang mengalaminya. Semakin cepat dilakukan, maka dampak kekerasan pun akan dapat diminimalisir.

Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia. https://www.kemenpppa.go.id/index.php/page/read/31/1669/waspada-bahaya-kekerasan-dalam-pacaran
Diakses pada 24 Februari 2020

Womens Health. https://www.womenshealth.gov/relationships-and-safety/other-types/dating-violence-and-abuse
Diakses pada 24 Februari 2020

Web MD. https://www.webmd.com/mental-health/mental-domestic-abuse-signs#1
Diakses pada 24 Februari 2020

Help Guide. https://www.helpguide.org/articles/abuse/getting-out-of-an-abusive-relationship.htm
Diakses pada 24 Februari 2020

Artikel Terkait