Anak Mengalami Kejang Otot pada Rahang? Waspadai Ciri-ciri Tetanus!

Ciri-ciri tetanus pada bayi dapat berupa kejang di bagian rahang dan sulit mengisap
Kejang di bagian rahang, serta sulit mengisap pada bayi, dapat menjadi ciri-ciri tetanus yang harus diwaspadai.

Setiap gejala tak biasa yang ditunjukkan anak haruslah diwaspadai setiap orangtua. Tanda-tanda, seperti kejang otot pada rahang yang dialami anak ataupun bayi, dapat menjadi ciri-ciri tetanus. Jika tidak ditangani sejak dini, hal tersebut dapat menimbulkan kondisi yang lebih parah, bahkan berujung kematian.

Infeksi tetanus, atau yang memiliki nama lain lockjaw merupakan gangguan medis yang disebabkan oleh infeksi bakteri Clostridium tetani. Bakteri ini dapat menghasilkan racun yang menyerang otak dan sistem saraf penderitanya, termasuk pada anak dan bayi.

[[artikel-terkait]]

Ciri-ciri tetanus pada anak, yang harus diwaspadai orangtua

Bakteri Clostridium tetani, yang memicu tetanus, hidup di tanah, debu, atau kotoran hewan. Infeksi dapat terjadi saat bakteri masuk ke tubuh anak melalui luka yang tidak diobati. Apabila terinfeksi bakteri ini, anak mungkin akan menunjukkan ciri-ciri tetanus dalam hitungan hari atau bulan sejak infeksi terjadi.

Apabila anak mengalami luka, yang disertai gejala-gejala berikut ini, Anda harus waspada. Sebab, hal itu bisa jadi merupakan ciri-ciri tetanus.

  • Tidak mampu untuk membuka mulut (disebut juga dengan trismus)
  • Kejang otot di bagian rahang (disebut juga dengan lockjaw)
  • Kejang otot di bagian tubuh lain, seperti di punggung, perut, atau di leher
  • Ekspresi wajah yang seperti menyeringai
  • Otot wajah yang menegang
  • Sulit mengunyah
  • Demam
  • Kesulitan bernapas, yang disertai dengan detak jantung cepat
  • Meneteskan air liur
  • Nafsu makan menurun
  • Sakit kepala
  • Merasa gelisah

Walau begitu, adakalanya ciri-ciri tetanus tetap dapat terlihat, walaupun anak tidak mengalami luka.

Ciri-ciri tetanus pada bayi baru lahir

Bayi baru lahir dapat mengalami tetanus yang disebut neonatal tetanus. Kondisi ini acap kali terjadi apabila pemotongan tali pusar pada bayi menggunakan teknik maupun cara tradisional yang tidak steril.

Selain itu, tangan tenaga medis yang tidak bersih saat membantu persalinan normal, juga dapat memicu neonatal tetanus ini. Ciri-ciri tetanus pada bayi, biasanya akan mulai terlihat 3-28 hari setelah persalinan.

Selain kejang otot pada rahang serta ekspresi seperti menyeringai, ciri-ciri tetanus lain yang mungkin ditunjukkan oleh bayi, yakni:

  • Menangis berkepanjangan dan tidak biasa
  • Sulit untuk mengisap, saat menyusu

Hal yang meningkatkan risiko infeksi tetanus pada anak dan bayi

Luka yang dialami anak, serta tidak bersihnya proses persalinan untuk bayi, menjadi faktor risiko buah hati terkena infeksi mematikan ini. Selain itu, hal-hal berikut ini dapat meningkatkan risiko infeksi tetanus, terutama pada anak dan bayi.

  • Sang ibu tidak mendapatkan imunisasi untuk menangkal tetanus
  • Anak melewatkan jadwal vaksin tetanus
  • Patah tulang, yang menyebabkan tulang menembus kulit anak
  • Luka yang tidak bersih, ataupun luka bersih yang mengikis lapisan atas kulit anak
  • Gigitan serangga
  • Menjalani prosedur perawatan gigi, atau tindakan pembedahan

Anda harus segera membawa anak ke dokter, apabila mengalami luka, terutama yang terkontaminasi oleh tanah atau pasir. Dokter mungkin akan memberikan perawatan maupun pengobatan untuk mencegah infeksi, setelah anak mengalami cedera yang mungkin dapat memicu tetanus.

Apabila ciri-ciri tetanus di atas ditunjukkan oleh anak dan bayi, terutama kejang pada otot rahang, segera bawa Buah Hati Anda ke layanan kesehatan terdekat. Penanganan dini terhadap tetanus dapat menghindarkan anak dari dampak yang lebih parah.

About Kids Health. https://www.aboutkidshealth.ca/Article?contentid=759&language=English
Diakses pada 3 Juli 2019

Drugs.com. https://www.drugs.com/cg/tetanus-in-children.html
Diakses pada 3 Juli 2019

Kids Health. https://kidshealth.org/en/parents/tetanus.html
Diakses pada 3 Juli 2019

Web MD. https://www.webmd.com/children/vaccines/understanding-tetanus-symptoms
Diakses pada 3 Juli 2019

World Health Organization. https://www.who.int/immunization/monitoring_surveillance/burden/vpd/WHO_SurveillanceVaccinePreventable_14_NeonatalTetanus_R1.pdf
Diakses pada 3 Juli 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed