Gejala Epilepsi dan Jenis-jenis Kejang yang Mungkin Dialami


Gejala epilepsi umumnya diketahui berupa kejang. Namun, kejang belum tentu mengalami epilepsi. Untuk membedakan kejang dan epilepsi, ada beberapa jenis kejang yang biasa terjadi.

(0)
Gejala epilepsi paling utama adalah kejangDengan memahami gejala epilepsi, Anda dapat menolong orang yang tiba-tiba mengalami kejang di sekitar Anda.
Seringkali kejang disalahartikan sebagai epilepsi. Padahal, tidak semua orang yang mengalami kejang mengidap gejala epilepsi.Kejang merupakan kondisi tidak terkontrolnya gangguan aliran listrik pada otak yang terjadi secara tiba-tiba. Kondisi ini dapat mengubah perilaku, gerakan atau perasaan, hingga kesadaran seseorang.Kondisi kejang tidak selalu menandakan seseorang mengidap epilepsi. Beberapa kondisi lain dapat menyebabkan kejang, seperti demam terutama pada anak usia di bawah 5 tahun, ketidakseimbangan elektrolit, pengobatan nyeri dan depresi, juga cedera kepala.

Tanda-tanda kejang 

Tanda-tanda seseorang mengalami kejang yaitu:
  • Kebingungan yang sesaat
  • Tatapan tidak seperti biasa atau memandang hanya ke salah satu sisi
  • Pergerakan lengan dan kaki yang tiba-tiba dan tidak terkontrol atau justru menjadi kaku atau lurus dalam waktu tertentu
  • Tidak sadar dan tidak peka terhadap sekitar
  • Mulut mengecap
Kejang yang terus berulang bisa jadi merupakan gejala epilepsi pada seseorang.

Apa saja gejala epilepsi?

Epilepsi sendiri adalah kelainan sistem saraf pusat yang membuat aktivitas otak menjadi tidak normal dan menyebabkan kejang.WHO menyebutkan bahwa lebih dari 50 juta jiwa penduduk di seluruh dunia mengidap epilepsi. Fakta ini menjadikan epilepsi salah satu penyakit saraf paling banyak di dunia.Semua orang yang mengidap epilepsi pasti memiliki gejala epilepsi berupa kejang. Hanya saja, kejang pada penyakit epilepsi memiliki bermacam-macam jenis.

1. Kejang parsial atau fokal

Kejang ini terjadi akibat aktivitas otak yang tidak normal hanya terjadi pada sebagian daerah otak.
  • Kejang parsial tanpa penurunan kesadaran
Kejang jenis ini biasanya ditandai dengan gerakan tiba-tiba dari sebagian tubuh seperti lengan atau kaki. Setelah kejang, seseorang pun tahu bahwa telah terjadi kejang pada dirinya.
  • Kejang parsial dengan penurunan kesadaran
Tanda serupa juga terjadi pada kejang jenis ini. Hanya saja kejang ini disertai dengan penurunan kesadaran, sehingga seseorang tidak menyadari bahwa dirinya mengalami sebuah kejang.

2. Kejang umum

Kejang ini terjadi karena aktivitas abnormal otak yang terjadi pada seluruh bagian otak.
  • Kejang absans
Kejang ini sebelumnya dikenal dengan istilah kejang petit mal dan biasanya terjadi pada anak-anak. Saat kejang ini berlangsung, seseorang akan memiliki pandangan ke satu arah dengan mata atau bibir yang membuka dan menutup.
  • Kejang tonik
Kejang tipe tonik membuat kaku otot seseorang. Biasanya otot punggung, tangan, dan kaki yang akan mengalami kekakuan. Kondisi ini seringkali ditandai dengan jatuhnya seseorang tiba-tiba.
  • Kejang atonik
Kejang tipe ini membuat seseorang tidak dapat mengendalikan ototnya sehingga mudah untuk terjatuh. Bedanya dengan kejang tonik, kejang ini tidak membuat otot menjadi kaku.
  • Kejang klonik
Kejang klonik memiki tanda gerakan otot yang berulang dan tiba-tiba. Biasanya otot yang terlibat meliputi otot leher, wajah, dan lengan.
  • Kejang mioklonik
Kejang tipe mioklonik terjadi sebagai gerakan tiba-tiba yang singkat dari lengan atau kaki seseorang.
  • Kejang tonik-klonik
Kejang gabungan tonik-klonik ini sebelumnya dikenal dengan kejang grand mal. Kejang jenis ini memiliki tanda kombinasi kejang tonik dan klonik yaitu kekakuan otot yang bergantian dengan gerakan otot yang tiba-tiba dan berulang. Terkadang seseorang dengan kejang tipe ini sampai menggigit lidahnya sendiri atau buang air kecil.

Tanda serangan epilepsi pada anak

Epilepsi biasanya dimulai sejak bayi atau masa anak-anak. Dampak dari penyakit ini cukup mengkhawatirkan karena berhubungan dengan perkembangan otak anak. Oleh karena itu, waspadailah tanda-tanda serangan epilepsi pada bayi berikut ini.

1. Tidak selalu terjadi kejang

Epilepsi tidak selalu mengalami kejang yang terlihat sebab terdapat dua jenis kejang yang mungkin terjadi, yaitu kejang umum dan kejang parsial. Kejang umum memang menunjukkan dengan jelas kondisi kejang, namun tidak demikian dengan kejang parsial atau kejang absans.Pada kejang absans, anak akan mengalami tanda kehilangan kesadaran sejenak yang terlihat hanya seperti melamun, tatapannya kosong, dengan mulut yang mengecap-ngecap, atau berkedip-kedip. Kondisi ini sering dikira bukan kejang.

2. Kejang terjadi tiba-tiba tanpa penyebab

Kejang yang terjadi pada anak tiba-tiba tanpa ada masalah atau penyebab sebelumnya. Pada bayi, kejang ini biasanya terjadi tanpa sebelumnya mengalami demam atau masalah lainnya seperti keracunan.

3. Kejang terjadi berulang

Kejang yang terjadi secara berulang lebih dari dua kali dalam waktu 24 jam dapat dicurigai sebagai tanda epilepsi pada anak. Terutama jika kejang tersebut tidak disertai dengan demam dan kondisi lainnya.

4. Setelah kejang dapat kembali beraktivitas seperti biasa

Anak dengan epilepsi dapat kembali beraktivitas seperti biasa setelah mengalami kejang. Pada bayi, tanda ini biasanya dengan kembalinya bayi dapat menangis untuk minta makan atau menyusu seperti tidak terjadi apa-apa sebelumnya.Pertolongan pertama pada seseorang yang kejang sangatlah penting dan memengaruhi kondisi orang tersebut ke depannya. Ketahui tanda kejang dan gejala epilepsi yang ada di sekitar Anda.
kejangepilepsi
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/seizure/symptoms-causes/syc-20365711
https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/epilepsy/symptoms-causes/syc-20350093
Diakses 17 Mei 2019
WHO. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/epilepsy
Diakses 17 Mei 2019
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait