5 Strategi Temukan Kembali Makna Hidup Saat Kehilangan Jati Diri


Mengatasi rasa kehilangan jati diri dapat dilakukan dengan kembali belajar mengenal diri sendiri, menghabiskan waktu sendiri, hingga menikmati masa kini.

0,0
19 Jun 2021|Azelia Trifiana
Temukan kembali jati diri Anda yang hilangTemukan kembali jati diri Anda yang hilang
Bagi mereka yang tidak mengenal diri sendiri, rasanya bagai kehilangan jati diri. Bingung, mana yang cocok dengan dirinya termasuk nilai-nilai yang dirasa sesuai. Tak sedikit orang yang mengalami hal ini. Untuk menyiasatinya, jangan ragu untuk percaya pada intuisi sekaligus menantang diri sendiri.Namun ketika rasa kehilangan identitas ini sampai menyebabkan stres luar biasa dan berpengaruh terhadap fungsi normal sehari-hari, tak ada salahnya berkonsultasi dengan ahlinya.

Mengatasi rasa kehilangan jati diri

Merasa tidak mengenal diri sendiri merupakan masalah yang dihadapi banyak orang. Untuk menyiasatinya, ada beberapa cara yang dapat dicoba:

1. Belajar mengenal diri sendiri

Coba alokasikan waktu untuk mengenal diri dengan lebih baik lagi. Cari tahu hal-hal apa saja yang dirasa penting dan menarik minat Anda. Terkadang, konsep ini cukup sulit dirunut karena abstrak. Namun dengan menuliskan di jurnal, akan lebih terbayang mana prioritas dalam hidup, mana yang bukan.Tak perlu rumit, mulai dari hal sederhana seperti buku, musik, atau genre film favorit. Barulah kemudian berkembang ke hal-hal yang melibatkan perasaan seperti kapan merasa paling bahagia dan membuat Anda antusias. Lewat cara ini, akan mulai terlihat mana yang sesuai dengan identitas Anda.

2. Kenali nilai diri sendiri

Mengetahui apa yang menjadi nilai diri sendiri berperan signifikan dalam mencerahkan saat seseorang kehilangan jati diri. Cari tahu apa prinsip dan nilai yang Anda rasa paling penting. Ciri-cirinya adalah hal yang membuat Anda merasa penting baik akan diri sendiri dan orang lain.Contoh nilai diri sendiri adalah menjadi sosok yang jujur atau dapat dipercaya. Ketika sudah tahu apa yang menjadi nilai dalam diri Anda, maka hidup akan lebih terarah sesuai dengan prinsip itu.

3. Menghabiskan waktu sendiri

Bedakan menghabiskan waktu sendiri dengan kesepian. Sebab, melakukan aktivitas seorang diri bisa memberikan manfaat positif terhadap kesehatan mental. Tidak ada kebisingan dari sekitar sehingga lebih bisa mendengar diri sendiri.Bukan hanya remaja yang kerap melakukan hal ini demi menentukan identitas mereka. Tidak ada batasan kapan boleh melakukan hal ini. Jadi, tak ada salahnya mengalokasikan waktu untuk melakukan aktivitas sendiri agar semakin mengenal siapa diri Anda sebenarnya.

4. Percaya intuisi

Manusia dibekali intuisi bukan untuk disepelekan. Justru, percayai bagaimana intuisi dan insting bekerja ketika akan mengambil keputusan. Apapun itu, baik hal kecil maupun besar.Untuk bisa memahami semakin baik siapa Anda, mulailah dengan membuat keputusan sesuai dengan intuisi. Refleksikan pula hal yang sesuai diri sendiri, bukan orang lain di sekitar.Tapi, bagaimana caranya?Salah satunya bisa dengan mengandalkan intuisi sebagai panduan utama ketika akan mengambil keputusan. Mulai dari hal-hal sederhana, seperti memilih menu apa untuk sarapan. Dari waktu ke waktu, Anda akan semakin terlatih mendengarkan intuisi dan mengaplikasikannya di situasi berbeda.

5. Menikmati masa kini

Teknik mindfulness adalah cara seseorang fokus pada momen saat ini tanpa mengkhawatirkan masa lalu maupun masa depan. Menikmati momen saat ini bisa jadi penyelamat saat menghadapi distraksi atau tekanan sosial dari sekitar. Ingat, distraksi terkadang bisa membuat Anda meragukan diri sendiri.Dengan fokus sepenuhnya pada apa yang terjadi saat ini, maka bonusnya Anda juga bisa mendengarkan pikiran, emosi, keinginan, dan juga kebutuhan.

Kenali batas diri sendiri

Apabila rasa kehilangan jati diri ini membuat Anda tak bisa maksimal menjalani hari akibat stres, tak ada salahnya membaginya dengan pakra kesehatan mental. Sebab, masalah terkait identitas ini juga bisa memicu munculnya:Selain beberapa hal di atas, tidak mengenal diri sendiri juga bisa memicu terjadinya gangguan psikologis seperti borderline personality disorder, gangguan identitas disosiatif, post-traumatic stress disorder, hingga skizofrenia.Dengan konseling bersama terapis, Anda perlahan akan bisa mengenali identitas. Termasuk bagaimana pengaruhnya terhadap hidup, seperti hubungan dengan orang lain dan proses pengambilan keputusan.Tidak mengenal diri sendiri dapat menjadi halangan saat harus mengambil keputusan atau memulai hubungan baru. Namun, tak ada salahnya mencoba beberapa hal di atas untuk menemukan identitas dan jati diri.Untuk berdiskusi lebih lanjut seputar gejala kehilangan identitas yang berkaitan dengan gangguan psikologis, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
kesehatan mentalmenjaga kesehatanpola hidup sehat
Verywell Mind. https://www.verywellmind.com/i-dont-know-who-i-am-5186886
Diakses pada 6 Juni 2021
Journal of Youth and Adolescence. https://link.springer.com/article/10.1007%2Fs10964-018-0824-7
Diakses pada 6 Juni 2021
Counselling Directory. https://www.counselling-directory.org.uk/memberarticles/i-dont-know-who-i-am-anymore-losing-my-identity
Diakses pada 6 Juni 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait