logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo
Sex & Relationship

Kehidupan Setelah Menikah Tak Melulu Bahagia, Bersiap Hadapi Badai Ini

open-summary

Kehidupan setelah menikah tidak lepas dari masalah yang tetap bisa diselesaikan dengan kepala dingin. Apa saja masalah umum yang bisa menimpa para pasangan suami-istri?


close-summary

25 Nov 2020

| Asni Harismi

Ditinjau oleh dr. Karlina Lestari

Kehidupan setelah menikah tak hanya diisi canda dan tawa

Kehidupan setelah menikah ternyata menyimpan berbagai persoalan

Table of Content

  • Kehidupan setelah menikah dan sederet masalah yang biasanya terjadi
  • Tips mengatasi masalah dalam kehidupan setelah menikah

Kehidupan setelah menikah mungkin dibayangkan sebagai bunga-bunga yang senantiasa bermekaran di taman. Apalagi, nikah muda seakan-akan menjadi tren setelah para figur publik seperti berlomba-lomba memperlihatkan kemesraan kehidupan rumah tangga mereka.

Advertisement

Padahal, kehidupan setelah menikah tidak selalu indah, bahkan kerap diwarnai dengan berbagai masalah yang menguji komitmen pasangan suami-istri.

Kehidupan setelah menikah dan sederet masalah yang biasanya terjadi

Dari segi psikologis, pernikahan cenderung menghadirkan kesehatan mental yang lebih baik bagi dua insan dengan jalinan tali kasih. Pernikahan menghadirkan kepuasan hidup serta manajemen stres yang lebih baik karena Anda mendapat dukungan dari pasangan.

Meskipun demikian, tidak bisa ditampik pula bahwa pernikahan akan menghadirkan riak-riak yang butuh diselesaikan dengan kepala dingin. Apa saja masalah yang mungkin muncul dalam kehidupan setelah menikah dan bagaimana cara mengatasinya?

no caption
Kondisi keuangan bisa menjadi salah satu masalah setelah menikah

Sekalipun pasangan terlihat adem-adem saja di media sosial, bukan berarti mereka tidak memiliki cobaan dalam pernikahannya. Menurut para psikolog, berikut ini beberapa masalah yang biasanya muncul dalam kehidupan setelah menikah.

1. Mengetahui kepribadian pasangan yang sesungguhnya

Saat masih melakukan pendekatan alias PDKT, pasangan Anda terlihat sempurna. Namun setelah menikah, ada saja perilakunya yang tidak Anda ketahui sebelumnya, baik dalam arti yang baik maupun buruk, muncul sehingga dapat menimbulkan konflik dalam rumah tangga.

Pasangan Anda bukannya mengalami perubahan sifat akibat menikah, melainkan memperlihatkan sifat aslinya yang selama ini tidak ditunjukkannya. Pasalnya menurut ilmu psikologi, orang dewasa cenderung memiliki sifat yang ajeg dan sulit berubah dibanding anak-anak.

Seiring bertambahnya usia pernikahan, Anda mungkin akan semakin maklum dan menerima semua kelebihan dan kekurangan pasangan. Apalagi, penelitian juga menunjukkan suami-istri bisa mengalami perubahan sifat atau sikap karena selalu saling beradaptasi setiap hari, hingga akhhirnya menemukan jalan tengah dan tidak lagi menjadikan hal ini sebagai sumber konflik.

2. Orangtua ikut campur

Idealnya, kehidupan setelah menikah adalah milik Anda dan pasangan. Namun, tidak sedikit juga orangtua yang masih ingin ikut campur dalam kehidupan anak-anak mereka, apalagi bila pasangan baru itu tinggal satu atap.

Banyak hal dapat menjadi latar belakang orangtua masih ikut campur urusan rumah tangga anaknya. Misalnya ingin terus dihormati oleh anak, merasa kalah saing dengan menantu, dan takut ditinggalkan. Untuk mengatasi ini, Anda sebaiknya mengetahui penyebab orangtua atau mertua ikut campur dan mencoba mencari jalan keluar masalah rumah tangga anak.

3. Tak punya waktu dengan keluarga

Saat masih lajang, Anda mungkin senang bepergian ke mana saja sendirian atau bersama teman-teman. Namun alangkah baiknya ketika menikah, Anda lebih banyak menghabiskan waktu bersama pasangan dan anak-anak.

Semakin sedikit waktu untuk pasangan, semakin renggang pula komunikasi yang terbangun dalam keluarga sehingga hal ini bisa menimbulkan salah paham. Sekalipun Anda menjalani pernikahan jarak jauh (long distance marriage), usahakan untuk rutin menghubungi pasangan.

4. Masalah finansial

Ini adalah salah satu masalah klasik yang dapat menyebabkan pertengkaran dalam kehidupan setelah menikah. Kondisi finansial yang dimaksud bukan hanya masalah pengaturan uang, tapi juga bisa berupa rasa cemburu akibat salah satu dari Anda berpenghasilan yang lebih tinggi. Kemungkinan lainnya adalah terlibat utang yang tidak dikomunikasikan sebelumnya.

5. Hubungan seksual yang tidak memuaskan

Sekalipun Anda tidak memiliki masalah-masalah yang disebutkan sebelumnya, kehidupan setelah menikah bisa berantakan jika tidak ada kepuasan saat berada di atas ranjang. Selain memenuhi kepuasan birahi, berhubungan seksual dengan pasangan terbukti membuat pasangan memiliki keterikatan secara mental dan fisik sehingga pernikahan cenderung lebih harmonis.

Selain kelima masalah di atas, ada banyak hal kecil lain yang mungkin merisak kehidupan setelah menikah yang Anda jalani. Namun, Anda bisa mencoba tips berikut ini untuk mengurangi ketegangan yang mungkin muncul bersama pasangan.

Baca Juga

  • Cara Mengatur Keuangan Rumah Tangga yang Bisa Anda Coba
  • Benarkah Cinta Tanpa Syarat Jamin Hubungan Asmara Langgeng dan Sehat?
  • Tanda Love Bombing dari Pasangan yang Bisa Berbahaya untuk Anda

Tips mengatasi masalah dalam kehidupan setelah menikah

no caption
Hindari perselingkuhan demi kehidupan pernikahan yang langgeng

Masalah yang muncul dalam kehidupan setelah menikah harus diselesaikan bersama pasangan, bukan dihindari. Sebisa mungkin jangan langsung berpikir untuk berpisah jika Anda belum melakukan tips-tips berikut ini:

  • Perbanyak waktu berdua dengan pasangan

    Jadikanlah waktu bersama pasangan sebagai momen yang berkualitas Apalagi kalau Anda dan pasangan sama-sama sibuk. Usahakan untuk mematikan gawai, terutama yang mengingatkan Anda terhadap pekerjaan atau aktivitas non-keluarga lainnya.
  • Belajar untuk mengkritik tanpa memaki

    Tidak ada orang yang sempurna, tapi Anda sebaiknya menyampaikan masukan tanpa memaki dan menghina pasangan.
  • Libatkan pasangan dalam mengambil keputusan

    Anda mungkin adalah orang yang mandiri, tapi usahakan untuk melibatkan pasangan saat mengambil keputusan, misalnya saat ingin membeli rumah untuk keluarga.
  • Hindari 3A

    Affairs (perselingkuhan), addictions (kecanduan, misalnya terhadap narkoba), dan anger (kemarahan) adalah 3 hal yang dapat merusak kehidupan setelah menikah. Oleh karena itu, tentunya Anda harus menghindari ketiga hal tersebut.

Jadi, sudah siap mengaruhi rumah tangga bersama pasangan? Apa strategi Anda untuk tetap harmonis dengannya?

Advertisement

perceraianmempertahankan pernikahanpernikahanpercintaan

Referensi

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

© SehatQ, 2022. All Rights Reserved