logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo
Kehamilan

Hamil di Usia 40 Tahun Apakah Berbahaya? Kenali Risiko dan Perawatannya

open-summary

Jika seorang wanita hamil saat berusia di atas 35 tahun, maka kondisi tersebut bisa disebut sebagai kehamilan risiko tinggi. Meski begitu, kehamilan tetap bisa dijalani dengan sehat asalkan ibu menjalani pola hidup sehat.


close-summary

3.42

(12)

7 Mei 2019

| Nina Hertiwi Putri

Ditinjau oleh dr. Reni Utari

RIsiko kehamilan saat Anda hamil di usia 40 tahun memang lebih besar tapi tak perlu ditakutkan

Anda tak perlu khawatir berlebihan saat hamil di usia 40 tahun

Table of Content

  • Bolehkah umur 40 hamil?
  • Risiko hamil di usia 40 tahun (hamil di usia tua)
  • Tips untuk mencegah komplikasi terjadi saat  hamil di usia 40 tahun
  • Pesan dari SehatQ

Kehamilan yang dialami saat wanita hamil di usia 40 tahun dapat disebut sebagai kehamilan berisiko tinggi. Sebab, risiko komplikasi kehamilannya lebih besar.

Advertisement

Namun, bukan berarti wanita yang hamil saat berusia 35 tahun ke atas tidak bisa menjalaninya dengan sehat. Selama melakukan pola hidup yang sehat dan mewaspadai risiko yang dapat muncul, maka proses kehamilan dan persalinan dapat berjalan dengan lancar.

Bolehkah umur 40 hamil?

Hamil di usia 40 tahun masih saja mungkin terjadi dan boleh tetap dipertahankan, meski memang lebih sulit dan berisiko. Di usia 40 tahun, kesempatan untuk hamil akan semakin sedikit dibandingkan dengan kesempatan hamil di usia muda, umur 20-30 tahun.

Di usia 40 tahun, kesempatan wanita untuk hamil akan semakin menurun, bahkan di usia 43 tahun, peluang Anda untuk hamil hanya sampai 1-2 persen setiap tahunnya.

Selain itu, di usia ini, Anda akan lebih sedikit memproduksi sel telur dan berisiko mengalami kelainan kromosom. Adanya kelainan kromosom itu kemudian dapat memicu adanya masalah struktural atau kelainan kromosom yang lebih besar.

Baca Juga

  • Pakai KB IUD Bisa Hamil, Apakah Mungkin? Ini Penjelasan Lengkapnya
  • Mengapa Menjelang Persalinan Gerakan Janin Berkurang?
  • Taksiran Berat Janin Sesuai Usia Kehamilan, Apa Rumusnya?

Risiko hamil di usia 40 tahun (hamil di usia tua)

Anda mungkin sudah sering mendengar istilah jam biologis, yang sering dijadikan sebagai patokan untuk kesuburan wanita. Hal ini menciptakan persepsi, seolah-olah wanita sudah tidak dapat hamil maupun menjalani kehamilan yang sehat, setelah melewati usia tertentu.

Padahal dengan kemajuan teknologi dunia kedokteran serta tingginya kesadaran ibu hamil akan kesehatan, hamil di usia 35 tahun ke atas, dapat dijalani layaknya kehamilan pada umumnya. Meski begitu, meningkatnya risiko komplikasi pada kehamilan tersebut juga tidak dapat dipandang sebelah mata.

Mengenali lebih jauh risiko hamil di atas usia 35 tahun, dapat membuat Anda lebih waspada, sehingga kehamilan lebih terjaga. Berikut ini risiko yang perlu Anda ketahui:

1. Gangguan pada bayi

Semakin tua usia seorang wanita saat hamil, maka semakin tinggi juga risiko terjadinya kelainan kromosom pada bayi, atau cacat lahir. Kondisi ini merupakan penyebab terjadinya down’s syndrome.

Pada usia 25 tahun, risiko seorang wanita melahirkan bayi dengan gangguan kromosom adalah 1:1.250. Pada usia 35 tahun, risiko tersebut naik menjadi 1:400. Risiko paling besar dimiliki oleh ibu hamil yang berusia di atas 45 tahun.

2. Keguguran

Pada wanita yang berusia lebih tua, kualitas sel telur dapat menurun. Hal ini menyebabkan, semakin bertambahnya usia wanita, maka risiko keguguran juga akan semakin meningkat.

Sebuah penelitian menyebutkan, risiko keguguran pada wanita hamil yang berusia 20-24 tahun adalah sebesar 8.9%. Sementara itu pada wanita hamil berumur 45 tahun ke atas, risikonya mencapai 74.7%.

Selain keguguran, risiko bayi meninggal saat lahir juga semakin meningkat saat Anda hamil di atas usia 35 tahun.

3. Tekanan darah tinggi dan diabetes

Wanita yang saat hamil berusia di atas 35 tahun, berisiko lebih besar mengalami kenaikan tekanan darah (hipertensi gestasional) atau diabetes gestasional. Kedua kondisi ini dapat menyebabkan komplikasi seperti keguguran, gangguan pertumbuhan janin, hingga komplikasi saat melahirkan.

4. Kelahiran prematur dan berat badan lahir rendah

Kelahiran prematur, yaitu kelahiran sebelum usia kandungan memasuki 37 minggu, berisiko lebih tinggi terjadi pada wanita yang berusia lebih tua. Sehingga, ibu hamil yang berusia lebih tua, berpotensi melahirkan janin dalam kandungan dengan berat badan yang rendah. Bayi dengan berat badan lahir rendah (BBLR), memiliki bobot kurang dari 2.500 gram.

5. Lahir caesar

Hamil di usia 40 tahun atau hamil di usia tua di atas 35 tahun dapat meningkatkan risiko komplikasi kehamilan yang menyebabkan bayi harus dilahirkan dengan operasi caesar.

Salah satu kondisi yang menyebabkannya adalah karena ibu hamil mengalami plasenta privia, yakni ketika plasenta menghalangi jalan lahir leher rahim (serviks).

6. Memiliki persalinan berisiko

Hamil di usia 40 tahun akan menyebabkan risiko persalinan yang lebih tinggi. Selain itu, kondisi mental wanita hamil di usia ini dapat meningkatkan risiko komplikasi selama persalinan, seperti induksi persalinan, operasi caesar hingga perdarahan.

7. Mengalami kehamilan ektopik

Hamil di usia tua memiliki risiko 4-8 kali lebih besar mengalami kehamilan ektopik dibandingkan dengan kehamilan pada wanita di usia yang lebih muda. Tingginya risiko kondisi ini merupakan akibat dari akumulasi faktor risiko dari waktu ke waktu, seperti radang panggul hingga gangguan tuba falopi.

Tips untuk mencegah komplikasi terjadi saat  hamil di usia 40 tahun

Agar tetap sehat, berikut ini tips yang dapat Anda lakukan, saat menjalani kehamilan, dengan usia di atas 35 tahun:

1. Berkonsultasi saat merencanakan kehamilan

Saat Anda merencanakan untuk hamil, berkonsultasilah dengan dokter maupun bidan, untuk mendapatkan saran dalam menjalani kehamilan yang sehat.

Jangan ragu untuk mendiskusikan lebih jauh mengenai kondisi kesuburan, serta cara meningkatkan potensi kehamilan.

2. Rutin kontrol kehamilan

Memeriksakan diri secara rutin ke dokter kandungan maupun bidan, penting Anda lakukan, untuk memantau perkembangan kesehatan Anda dan janin.

Diskusikan dengan dokter maupun bidan, mengenai gejala yang Anda rasakan. Sehingga, Anda bisa mendapatkan perawatan dini, jika mengalami gangguan tertentu.

3. Konsumsi makanan sehat dan bergizi

Saat hamil, Anda memerlukan lebih banyak asupan asam folat, kalsium, zat besi, vitamin D, serta nutrisi lainnya. Pastikan asupan harian Anda memiliki gizi yang seimbang.

Mengonsumsi suplemen atau vitamin sejak masih merencanakan kehamilan, juga dapat membantu Anda memenuhi kebutuhan nutrisi.

4. Berolahraga ringan

Melakukan aktivitas fisik ringan secara teratur, dapat membantu meredakan rasa tidak nyaman yang muncul akibat kehamilan, menambah energi, serta meningkatkan kesehatan Anda secara keseluruhan. Olahraga juga dapat membantu Anda mempersiapkan kehamilan, karena meningkatkan stamina serta kekuatan otot.

5. Berhenti konsumsi alkohol dan merokok

Selain keempat cara di atas, Anda juga disarankan untuk menghentikan konsumsi alkohol maupun kebiasaan merokok selama kehamilan. Asap rokok dan alkohol dapat meningkatkan risiko penyakit saat hamil, membuat bayi BBLR, hingga bayi mengalami keterlambatan pertumbuhan fisik dan mental.

6. Menjaga berat badan

Anda juga disarankan untuk memantau kenaikan berat badan yang terjadi selama kehamilan, jangan sampai terjadi kekurangan maupun kelebihan berat badan. Kenaikan berat badan yang cukup selama kehamilan dapat mengurangi risiko komplikasi kehamilan seperti diabetes gestasional dan hipertensi saat hamil.

7. Minum suplemen khusus

Agar ibu hamil di usia 40 tahun tidak kekuarangan gizi, cara terbaik untuk membantu memenuhi asupan nutrisinya adalah dengan mengonsumsi suplemen tambahan yang mengandung asam folat, zat besi dan kalsium. Suplemen ini dapat mencegah bayi cacat lahir seperti spina bifida.

8. Istirahat yang cukup

Mendapatkan istirahat yang cukup sangat penting untuk ibu hamil di usia tua. Jangan terlalu bersemangat dalam beraktivitas dan memaksakan diri dalam pekerjaan. Simpan tenaga dengan istirahat yang cukup untuk menjaga kehamilan Anda tetap sehat di usia yang tidak lagi muda.

Pesan dari SehatQ

Bagi Anda yang hamil dan berusia 35 tahun ke atas, mewaspadai risiko yang dapat terjadi, tentu adalah hal yang baik. Namun, bukan berarti Anda harus khawatir berlebihan. Setiap kehamilan tentu memiliki risikonya masing-masing. Selama Anda menjalani pola hidup yang sehat dan aktif, maka ibu dan bayi juga akan selalu sehat.

Jika Anda ingin berkonsultasi lansung pada dokter terkait masa hamil di usia 40 tahun, Anda bisa chat dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQDownload aplikasinya sekarang di Google Play dan Apple Store.

Advertisement

melahirkankehamilanpersalinan

Terima kasih sudah membaca.

Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?

(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

Kumpulan Artikel dan Forum

© SehatQ, 2022. All Rights Reserved