Kehamilan Risiko Tinggi, Apa Saja Faktor Penyebabnya? (Plus Tips Menjalaninya)


Kehamilan risiko tinggi adalah masalah kesehatan yang muncul saat hamil, melahirkan, atau setelah melahirkan. Beberapa faktor kehamilan berisiko adalah penyakit bawaan hingga masalah yang muncul saat mengandung.

(0)
Kehamilan risiko tinggi salah satunya adalah hipertensiKehamilan risiko tinggi bisa ditemukan pada ibu hamil dengan hipertensi
Kehamilan risiko tinggi adalah kondisi yang menimbulkan masalah kesehatan pada kehamilan, kelahiran, atau setelah melahirkan.Risiko ini tidak hanya dapat berdampak pada ibu, tetapi juga janin. Maka agar terhindar dari komplikasi kehamilan, Anda perlu mengetahui faktor penyebab kehamilan berisiko. Apa saja?

Faktor penyebab kehamilan risiko tinggi

Pengertian kehamilan risiko tinggi menurut Kemenkes atau Kementerian Kesehatan adalah kehamilan yang akan menyebabkan terjadinya bahaya dan komplikasi lebih besar pada ibu dan janin dalam kandungan.Risiko ini dapat menyebabkan kematian, kesakitan, kecacatan, ketidaknyamanan dan ketidakpuasan.Berikut faktor-faktor penyebab kehamilan berisiko tinggi yang harus Anda pahami:

1. Penyakit yang dialami ibu

Penyakit yang sudah diidap ibu sejak sebelum kehamilan dapat menyebabkan kehamilan risiko tinggi. Begitu pula jika masalah kesehatan tertentu baru muncul selama kehamilan, tanpa ada riwayat sebelumnya.Beberapa penyakit yang dapat menempatkan ibu hamil pada risiko tinggi di antaranya adalah:
  • Kelainan darah

Anemia sel sabit diturunkan secara genetik sehingga bayi pun juga berisiko
Anemia sel sabit diturunkan secara genetik sehingga bayi pun juga berisiko
Kelainan darah yang diturunkan secara genetik, seperti anemia sel sabit atau thalasemia, dapat meningkatkan risiko pada kehamilan.Sebab, ada risiko bayi dapat mewarisi kelainan genetik yang memicu penyakit tersebut.Menurut riset terbitan International Journal of Women's Health, ibu dengan thalasemia berisiko mengalami infeksi, fungsi liver bermasalah, hingga diabetes gestasional.Sementara itu, anemia sel sabit dapat meningkatkan risiko keguguran, lahir prematur, dan berat bayi lahir rendah.
  • Penyakit ginjal kronis

Serupa dengan penyakit talasemia, gangguan kronis pada ginjal juga membuat kehamilan lebih berisiko terhadap masalah atau komplikasi.Penyakit ginjal kronis yang dialami ibu telah dikatkan dengan risiko hipertensi saat hamil, preeklampsia, dan kelahiran prematur.Perkembangan kandungan juga dapat semakin memberikan tekanan berlebih pada ginjal yang sudah bermasalah.
  • Depresi

Ibu hamil dengan depresi mampu menyebabkan masalah kesehatan pada janin
Ibu hamil dengan depresi mampu menyebabkan masalah kesehatan pada janin
Stres yang terjadi terus menerus sejak sebelum dan selama kehamilan dapat menempatkan ibu pada risiko tinggi depresi dan gangguan kecemasan.Dalam jangka panjang, stres kronis dapat memicu beragam masalah kesehatan yang dapat memengaruhi kesehatan ibu hamil dan kandungannya, seperti tekanan darah tinggi dan masalah jantung.Selama kehamilan pula, stres dapat meningkatkan kemungkinan melahirkan bayi prematur atau bayi dengan berat lahir rendah. Bayi yang lahir terlalu cepat atau terlalu kecil berisiko lebih tinggi mengalami masalah kesehatan saat ia besar nanti.
  • Tekanan darah tinggi

Anda masih bisa menjalani kehamilan yang normal jika memiliki hipertensi. Hanya saja, kandungan Anda mungkin jadi berisiko tinggi bila hipertensi dalam kehamilan tidak ditangani dan dikontrol.Hipertensi saat hamil yang tidak diobati berkaitan dengan risiko pertumbuhan janin terhambat (PJT) atau kelahiran prematur.Bagi ibu sendiri, tekanan darah tinggi sepanjang kehamilan dapat meningkatkan risiko preeklampsia dan kelainan plasenta berupa solusio plasenta, yaitu ari-ari yang terpisah dari dalam rahim sebelum persalinan.
  • HIV/AIDS

HIV pada ibu tingkatkan risiko bayi meninggal dalam kandungan hingga keguguran
HIV pada ibu tingkatkan risiko bayi meninggal dalam kandungan hingga keguguran
Studi yang dikemukakan dalam jurnal The BMJ Pregnancy Plus menyatakan bahwa infeksi HIV tanpa pengobatan ketat dapat berdampak membahayakan bagi kesehatan ibu dan janin.Beberapa risiko di antaranya adalah bayi meninggal dalam kandungan, keguguran, pertumbuhan janin terhambat atau intrauterine growth retardation (IUGR), berat bayi lahir rendah, hingga infeksi pada air ketuban (korioamnionitis).HIV/AIDS yang tidak ditangani dengan tepat juga meningkatkan risiko penularan dari ibu ke bayi.
  • Lupus

Ibu yang memiliki penyakit lupus sejak sebelum kehamilan dilaporkan memiliki risiko lebih tinggi terhadap kerusakan ginjal, hipertensi, keguguran berulang, mengandung janin yang terlalu kecil, hingga kelahiran prematur.Pada beberapa kasus, gejala lupus bisa saja pertama kali muncul pada saat kehamilan.Sementara pada bayi, antibodi lupus dapat menembus plasenta yang dapat menyebabkan detak jantung lambat, trombosit rendah, anemia, hingga sel darah putih menurun.
  • Obesitas

Ibu dengan obesitas berisiko mengalami keguguran hingga diabetes gestasional
Ibu dengan obesitas berisiko mengalami keguguran hingga diabetes gestasional
Ibu hamil yang memiliki berat badan berlebih atau bahkan obesitas memiliki risiko tinggi mengalami keguguran, diabetes gestasional, maupun hipertensi gestasional.Ibu hamil yang obesitas juga cenderung diharuskan melahirkan dengan bantuan induksi atau lewat caesar.
  • Gangguan tiroid

Gangguan hormon tiroid seperti tiroid yang kurang aktif (hipotiroidisme) atau terlalu aktif (hipertiroidisme) dapat meningkatkan risiko ibu mengalami keguguran, berat badan bayi rendah, preeklampsia, hingga kelahiran prematur bila tidak dikendalikan.
  • Diabetes

Ibu bisa memiliki diabetes sejak sebelum hamil. Proses kehamilan juga dapat meningkatkan risiko seorang wanita mengalami diabetes gestasional meski sebelumnya tidak memiliki riwayat tersebut.Jika diabetes saat hamil tidak dikelola dengan baik, Anda dapat berisiko mengalami komplikasi termasuk cacat lahir, tekanan darah tinggi, melahirkan prematur, dan melahirkan bayi yang sangat besar (makrosomia).Bayi Anda juga mungkin mengalami masalah pernapasan, kadar glukosa rendah, dan penyakit kuning. 

2. Kondisi ibu saat hamil

Hamil kembar juga tingkatkan beragam risiko kehamilan
Hamil kembar juga tingkatkan beragam risiko kehamilan
Tidak hanya penyakit, ada beberapa hal yang dapat meningkatkan ibu pada kehamilan risiko tinggi, seperti:
  • Usia ibu saat hamil: kehamilan di usia remaja dan hamil di usia 35 tahun ke atas dapat menempatkan kehamilan pada risiko tinggi.
    Sebab, tubuh perempuan di usia remaja belum benar-benar siap untuk menghadap kehamilan.
    Sementara itu, hamil di usia tua membuat perempuan lebih berisiko alami keguguran karena seiring bertambahnya usia, tubuh jauh lebih riskan memproduksi sel telur yang kromosomnya abnormal.

  • Jarak kelahiran terlalu dekat atau jauh: Jarak terlalu dekat atau jauh membuat ibu rentan alami kehamilan risiko tinggi.
    Jika terlalu cepat hamil, ibu berisiko lebih tinggi alami kematian bayi dalam kandungan, keguguran, bayi lahir dengan berat badan rendah, anemia, hingga kematian ibu.
    Sementara bila jarak terlalu jauh, salah satu risiko yang mungkin terjadi adalah preeklampsia, meski sebelumnya tidak memiliki riwayat preeklampsia.

  • Hamil kembar, mampu meningkatkan risiko persalinan prematur, diabetes gestasional, dan tekanan darah tinggi akibat kehamilan.

  • Plasenta previa, adanya letak plasenta yang justru menutupi leher rahim. Hal ini memicu pendarahan, terutama saat kontraksi.

  • Masalah yang terjadi pada janin, seperti bayi terlalu besar, janin tidak tumbuh dengan optimal, posisi bayi sungsang, bayi lahir cacat.

3. Gaya hidup yang tidak sehat

Konsumsi alkohol sebabkan fetal alcohol spectrum disorder
Konsumsi alkohol sebabkan fetal alcohol spectrum disorder
Menjalani gaya hidup yang tidak sehat sejak sebelum dan bahkan selama mengandung dapat membuat ibu rentan mengalami kehamilan risiko tinggi.Sebagai contoh, merokok saat hamil cenderung dapat meningkatkan risiko kehamilan ektopik, keguguran, dan kematian bayi saat lahir. Merokok juga mampu menyebabkan masalah pada plasenta dan lambatnya perkembangan janin.Sementara itu, konsumsi alkohol dapat menyebabkan bayi lahir mati (stillbrth) atau mengalami fetal alcohol spectrum disorder.Fetal alcohol spectrum disorder adalah kondisi yang menyebabkan cacat fisik serta gangguan perilaku dan kemampuan belajar bayi.Penyalahgunaan obat-obatan terlarang atau menyalahgunakan resep juga mampu memunculkan masalah kesehatan setelah bayi lahir.

Cara menjalani kehamilan berisiko tinggi

Selalu rutin kontrol kehamilan untuk mengurangi risiko komplikasi
Selalu rutin kontrol kehamilan untuk mengurangi risiko komplikasi
Apabila Anda termasuk perempuan yang rentan mengalami kehamilan risiko tinggi, Anda bisa meminimalisasi kemungkinan masalah dan komplikasi dengan menjalani pola hidup sehat. Langkah-langkah yang bisa Anda lakukan adalah:
  • Kelola penyakit atau riwayat masalah yang Anda idap. Konsumsi obat-obatan yang Anda butuhkan untuk menekan gejalanya jika diresepkan (setelah konsultasi ke dokter) dan selalu periksakan diri terkait perkembangan penyakit Anda.

  • Rutin kontrol kehamilan. Anda sebaiknya sudah menjadwalkan bertemu dokter kandungan sejak akan mulai program kehamilan.
    Saat Anda kontrol kandungan, beri tahu apa saja yang Anda konsumsi dan keluhan yang Anda rasakan.
    Hal ini berguna untuk mendeteksi kemungkinan risiko masalah dengan lebih cepat.

  • Terapkan gaya hidup sehat. Hindari rokok, alkohol, dan penyalahgunaan obat (baik resep dan nonresep).

  • Kelola stres agar tidak meningkatkan risiko depresi dan libatkan kerabat untuk selalu memberikan dukungan untuk Anda.

  • Konsumsi vitamin prenatal untuk menjaga asupan nutrisi Si Kecil agar tumbuh kembangnya tetap sehat.

  • Jaga berat badan dengan konsumsi makanan sehat serta olahraga saat hamil.

  • Atur jarak kehamilan. Menurut World Health Organization (WHO), bila Anda ingin punya anak lagi, berikan jarak tidak kurang dari 2 tahun atau tidak lebih dari 5 tahun.
Selalu kontrol kehamilan Anda ke dokter kandungan sebagai cara untuk menjaga kesehatan kandungan.Bila Anda memiliki pertanyaan lebih lanjut terkait segala risiko kesehatan yang mungkin muncul selama kehamilan, Anda juga bisa konsultasi gratis dengan dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ.Download aplikasinya sekarang di Google Play dan Apple Store.
menjaga kehamilankesehatan kandunganhamilkehamilanmasalah kehamilanpreeklampsiadiabetes gestasionalplasenta previaibu hamil
Baby Center. https://www.babycenter.com/pregnancy/health-and-safety/what-is-a-high-risk-pregnancy_10414223 Diakses pada 18 Maret 2021Universitas Muhammadiyah Semarang. http://repository.unimus.ac.id/1035/3/12.%20BAB%20II.pdf Diakses pada 18 Maret 2021International Journal of Women's Health. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5019437/ Diakses pada 18 Maret 2021What to Expect. https://www.whattoexpect.com/pregnancy/pregnancy-health/sickle-cell-disease-during-pregnancy/ Diakses pada 18 Maret 2021Massachusetts General Hospital Center for Women's Mental Health. https://womensmentalhealth.org/posts/depression-is-more-common-in-women-with-high-risk-pregnancies/ Diakses pada 18 Maret 2021Current Opinion in Psychiatry. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4447112/ Diakses pada 18 Maret 2021The BMJ Pregnancy Plus. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC1865425/ Diakses pada 18 Maret 2021MSD Manual. https://www.msdmanuals.com/home/women-s-health-issues/pregnancy-complicated-by-disease/autoimmune-disorders-during-pregnancy Diakses pada 18 Maret 2021Web MD. https://www.webmd.com/baby/managing-a-high-risk-pregnancy Diakses pada 18 Maret 2021World Health Organization. https://www.who.int/pmnch/topics/maternal/htsp101.pdf Diakses pada 18 Maret 2021Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/getting-pregnant/in-depth/family-planning/art-2004407 Diakses pada 18 Maret 2021NHS. https://www.nhs.uk/conditions/gestational-diabetes/ Diakses pada 18 Maret 2021Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/preeclampsia/symptoms-causes/syc-20355745 Diakses pada 18 Maret 2021MedScape. https://emedicine.medscape.com/article/1476919-overview Diakses pada 18 Maret 2021Centers for Disease Control and Prevention. https://www.cdc.gov/ncbddd/fasd/facts.html Diakses pada 18 Maret 2021Web MD. https://www.webmd.com/baby/prenatal-vitamins-nutrition-your-baby-needs Diakses pada 18 Maret 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait