Beberapa Hal yang Harus Diperhatikan pada Kehamilan dengan Lupus

Kehamilan dengan lupus memiliki risiko besar yang dapat mengancam sang ibu dan bayi
Wanita dengan lupus tetap bisa hamil, namun dengan risiko-risiko tertentu

Sebagian dokter menyarankan wanita dengan lupus untuk sebaiknya tidak hamil karena berpotensi menimbulkan risiko serius terhadap ibu dan bayi. Meskipun begitu, masih ada banyak wanita penderita lupus yang dapat dengan aman menjalani kehamilan dan memiliki bayi yang sehat.

Jika Anda menderita penyakit lupus dan berpikir untuk hamil, inilah yang perlu Anda ketahui tentang kemungkinan risiko dan komplikasi. Hal ini dapat Anda dan dokter Anda lakukan untuk membantu memastikan hasil terbaik bagi Anda dan bayi Anda.

Persiapan Kehamilan untuk Penderita Lupus

Langkah pertama menuju kehamilan dan bayi yang sehat dimulai sebelum Anda hamil. Jika Anda menginginkan kehadiran buah hati, pastikan Anda melakukan persiapan untuk menjalani proses kehamilan, di antaranya:

1. Pastikan Lupus Anda Berada dalam Kondisi yang Terkendali

Pada penderita lupus yang ingin memiliki keturunan, proses kehamilan sebaiknya direncanakan apabila penyakit lupus telah tidak aktif selama setidaknya 6 bulan dengan terapi yang stabil. Kehamilan yang terjadi saat penyakit lupus masih aktif akan meningkatkan risiko komplikasi bagi ibu dan bayi.

Anda disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter 3 hingga 6 bulan sebelumnya untuk merencanakan kehamilan. Hal ini ditujukan untuk mendeteksi berbagai faktor risiko kehamilan seperti gangguan ginjal, tekanan darah tinggi, serta penyakit jantung dan paru-paru. Dokter juga mungkin akan menyesuaikan perawatan agar kehamilan dapat berjalan lancar.

2. Tinjau Asupan Obat-obatan dengan Dokter Anda

Beberapa obat aman dikonsumsi selama kehamilan. Namun, beberapa obat lain dapat membahayakan Anda. Dokter mungkin perlu menghentikan atau mengganti beberapa obat sebelum Anda hamil.

Obat-obatan yang seharusnya tidak dikonsumsi selama kehamilan termasuk methotrexate, cyclophosphamide, mycophenolate mofetil, leflunomide, dan warfarin. Beberapa obat harus dihentikan beberapa bulan sebelum Anda memulai program hamil.

3. Melakukan Tes Darah

Tes darah penting dilakukan pada wanita penderita lupus yang akan melakukan program hamil. Hal ini dilakukan untuk mengetahui apabila Ibu memiliki antibodi tertentu yang dapat meningkatkan risiko komplikasi selama kehamilan.

Beberapa jenis antibodi dapat meningkatkan risiko terbentuknya gumpalan darah (trombosis) saat masa kehamilan. Antibodi tersebut juga dapat meningkatkan risiko seperti preeklampsia, kelahiran prematur, dan bayi lahir mati.

4. Menjalani Gaya Hidup Sehat

Kemungkinan hamil akan semakin meningkat apabila Anda menjalani gaya hidup sehat. Beberapa langkah yang dapat Anda lakukan di antaranya:

  • Mengonsumsi suplemen asam folat sejak 3 bulan sebelum kehamilan dan selama 12 minggu pertama kehamilan.
  • Berhenti merokok dan minum minuman beralkohol
  • Jaga berat badan ideal
  • Lakukan vaksinisasi yang diperlukan seperti vaksin MMR

Risiko Masalah Kehamilan pada Penderita Lupus

Setiap ibu hamil pasti akan mengalami berbagai masalah dalam kehamilannya dengan tingkat keseriusan yang berbeda satu sama lain. Akan tetapi, masalah ini tentu akan sangat berbeda bagi para wanita penderita lupus.

Hal ini disebabkan karena ada banyak masalah yang perlu dipertimbangkan untuk segera dicegah atau diobati dan ditangani lebih awal. Berikut beberapa masalah yang dapat terjadi selama kehamilan yang harus Anda ketahui:

1. Munculnya Flare

Flare pada penyakit lupus adalah suatu kondisi dimana gejala lupus yang dialami semakin terasa memburuk dan menyebabkan penderita lupus merasa sakit. Flare merupakan suatu kondisi kambuhan dan pada kehamilan dengan lupus umumnya terjadi pada trimester pertama dan kedua.

Flare yang terjadi umumnya tidak menimbulkan masalah berarti, namun pada beberapa kasus, ibu hamil yang mengalami flare lupus perlu diberikan perawatan tertentu atau bahkan menyebabkan ibu harus melahirkan bayi secara prematur.

2. Komplikasi Hipertensi

Komplikasi yang melibatkan tekanan darah tinggi dapat mempengaruhi hingga 20% wanita hamil yang menderita lupus. Tekanan darah tinggi dapat disebabkan oleh kehamilan itu sendiri. Kondisi ini cukup berisiko dan dapat meningkatkan risiko preeklampsia. Ini terjadi pada sekitar satu dari setiap lima kehamilan dengan lupus.

3. Keguguran

Kira-kira satu dari setiap lima kehamilan dengan lupus berakhir dengan keguguran. Keguguran lebih cenderung terjadi pada wanita dengan tekanan darah tinggi, lupus aktif, dan penyakit ginjal aktif. Keguguran juga dapat menjadi akibat dari antibodi antifosfolipid. Ini adalah jenis antibodi yang meningkatkan kecenderungan untuk membentuk gumpalan darah di pembuluh darah dan arteri.

4. Persalinan Prematur

Sekitar satu dari setiap tiga wanita dengan lupus melahirkan bayi prematur, yang berarti persalinan terjadi sebelum minggu ke-37 kehamilan. Untuk itu, penting bagi Anda untuk mengetahui gejala persalinan prematur, di antaranya:

  • Sakit punggung
  • Tekanan panggul
  • Kebocoran darah atau cairan bening dari vagina
  • Kram perut
  • Kontraksi terjadi setiap 10 menit atau lebih

Selain itu, wanita dengan lupus mungkin memiliki risiko komplikasi kehamilan yang lebih besar. Namun, risiko untuk memiliki bayi dengan kondisi cacat lahir atau keterbelakangan mental tidak dipengaruhi oleh kondisi lupus mereka.

Tips Menjaga Kehamilan dengan Lupus

Selain mengunjungi dokter secara teratur dan mengikuti arahan perawatan diri dan kandungan dengan baik, ada banyak hal yang dapat Anda lakukan untuk menjaga kehamilan dengan lupus, di antaranya:

  1. Beristirahatlah yang banyak. Pastikan untuk selalu mendapatkan tidur malam yang nyenyak dan kurangi aktivitas padat dan berat sepanjang hari.
  2. Makan dengan sehat. Hindari kenaikan berat badan yang berlebihan. Minta dokter untuk merujuk Anda pada ahli gizi jika diperlukan.
  3. Hindari merokok dan minum alkohol.
  4. Jika Anda memiliki gejala yang tidak biasa, segera hubungi dokter Anda.

Bagi penderita lupus, kehamilan mungkin terlihat sebagai suatu hal yang tak terbayangkan sebelumnya. Namun, melalui penjelasan di atas, diketahui lupus dan kehamilan bukanlah dua hal yang benar-benar tidak bisa dikaitkan. Dengan persiapan yang matang, kehamilan pada penderita lupus tetap dapat berjalan dengan baik dan aman.

WebMD. https://www.webmd.com/lupus/guide/pregnancy-lupus
Diakses pada November 2018

CDC. https://www.cdc.gov/lupus/basics/pregnancy.htm
Diakses pada Maret 2019

Womens Health. https://www.womenshealth.gov/lupus/living-lupus/#4
Diakses pada 21 Maret 2019

Lupus UK. https://www.lupusuk.org.uk/lupus-and-pregnancy/
Diakses pada 21 Maret 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed