logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo
Hidup Sehat

Kegunaan Titanium Dioksida dalam Makanan dan Tabir Surya, Apakah Aman?

open-summary

Titanium dioksida adalah zat aditif yang digunakan untuk meningkatkan kualitas warna putih pada produk industri. Titanium dioksida dianggap sebagai aditif yang aman digunakan.


close-summary

20 Jan 2021

| Arif Putra

Ditinjau oleh dr. Reni Utari

Table of Content

  • Kegunaan dan manfaat titanium dioksida dalam industri
  • Amankah titanium dioksida yang tertelan dari makanan?
  • Pertimbangan bahaya titanium dioksida dalam makanan dan produk perawatan tubuh
  • Membatasi konsumsi makanan kemasan
  • Catatan dari SehatQ

Titanium dioksida adalah aditif pigmen berbentuk bubuk halus yang dapat meningkatkan kualitas warna putih dan opasitas pada berbagai produk industri. Titanium dioksida dicampurkan dalam produk seperti krimer, permen, tabir surya, hingga pasta gigi. 

Advertisement

Variasi lain dari titanium dioksida juga dicampurkan dalam produk cat, plastik, kain, tekstil, keramik, dan kertas untuk meningkatkan kualitas warna putih. Namun memang, jenis titanium dioksida dalam produk non-makanan berbeda dengan variasinya dalam makanan. 

Kegunaan dan manfaat titanium dioksida dalam industri

Sebagai zat aditif pigmen, titanium dioksida memiliki kegunaan dan manfaat berikut ini:

1. Meningkatkan kualitas warna makanan

Titanium dioksida dalam jumlah kecil dapat dicampurkan dalam berbagai jenis makanan, seperti permen,permen karet, pastry, cokelat, krimer kopi, hingga dekorasi kue. Penggunaan titanium dioksida tersebut tak lain dan tak bukan yakni demi meningkatkan opasitas dan kualitas warna putihnya.

2. Mengawetkan produk

Tak hanya meningkatkan kualitas warna putih makanan, titanium dioksida juga dicampurkan pada kemasan makanan demi memperpanjang umur simpan suatu produk.

Kemasan yang mengandung titanium dioksida terbukti dapat mengurangi produksi etilen pada buah-buahan – yang kemudian dapat menghambat proses pematangan buah dan memperpanjang umur simpan.

Tak sampai di situ, kemasan yang dicampurkan titanium dioksida juga menghambat aktivitas bakteri dan mengurangi paparan sinar ultraviolet.

3. Meningkatkan kualitas warna produk perawatan dan kecantikan

Selain dicampurkan dalam makanan, titanium dioksida juga digunakan untuk meningkatkan kualitas warna produk perawatan dan kecantikan. Produk yang mengandung titanium dioksida termasuk lipstik, tabir surya, bedak, dan pasta gigi. 

4. Memberikan efek perlindungan dari sinar UV

Penggunaan titanium dioksida sangat populer dalam tabir surya. Pasalnya, zat ini memiliki efek yang kuat untuk menangkal sinar UV – sehingga menghambat pancaran UVA dan UVB ke kulit.

Namun, titanium dioksida dilaporkan dapat merangsang produksi radikal bebas. Oleh sebab itulah, penggunaan zat ini akan diiringi dengan silika atau alumina untuk mencegah kerusakan sel tanpa menghilangkan efeknya untuk melindungi kulit dari sinar UV.

Amankah titanium dioksida yang tertelan dari makanan?

Hingga saat ini, Food and Drug Administration (FDA) mengkategorikan titanium dioksida sebagai bahan yang umumnya diakui aman atau GRAS (generally recognized as safe). 

Namun sayangnya, belum ada ambang konsumsi maksimal titanium dioksida dari makanan. 

Menurut studi pada hewan yang dihelat European Food Safety Authority, pemberian 2.250 miligram per berat badan tikus tidak menunjukkan efek negatif. Namun, hal ini tentu tidak bisa menjadi acuan tepat untuk titanium dioksida yang dikonsumsi manusia.

Pertimbangan bahaya titanium dioksida dalam makanan dan produk perawatan tubuh

Walau FDA sendiri mengkategorikan titanium dioksida sebagai aditif yang aman, ada sejumlah kekhawatiran bahwa bahan ini dapat memicu masalah tertentu bagi tubuh. Namun, riset-riset terkait masalah tersebut masih belum dapat dikonfirmasikan sehingga masih memerlukan hasil yang lebih konklusif.

Beberapa masalah yang dikaitkan dengan penggunaan titanium dioksida namun masih memerlukan studi lebih lanjut, yaitu:

  • Risiko pertumbuhan kanker, termasuk dari menghirupnya
  • Stres oksidatif
  • Penumpukan zat pada organ tubuh dalam dosis tinggi

Walau risiko jangka panjang titanium dioksida masih belum jelas dan belum konklusif, zat ini dilaporkan dapat memicu efek samping berupa iritasi pada mata. Pastikan Anda berhati-hati dalam menggunakan tabir surya yang mengandung titanium dioksida agar tidak mengenai mata.

Titanium dioksida juga dilaporkan memicu iritasi pada kulit. Selalu lakukan uji tempel (patch test) produk pada lengan sebelum nantinya dioleskan ke seluruh bagian kulit.

Membatasi konsumsi makanan kemasan

Karena efek jangka panjang titanium dioksida dalam makanan masih memerlukan studi lebih lanjut, Anda tetap bisa meminimalkan risikonya dengan mengurangi asupan makanan kemasan.

Titanium dioksida dalam makanan umumnya terkandung dalam produk favorit anak-anak, seperti permen dan permen karet. Anda disarankan mengedukasi Si Kecil dan keluarga untuk mengurangi konsumsi permen, permen karet, krimer, maupun produk kemasan lainnya.

Baca Juga

  • Bolehkah Ibu Hamil Makan Mie Instan? Ini Penjelasan Medisnya
  • Cara Cantik di Usia Senja, Ini Tipsnya
  • Memahami Perbedaan AHA dan BHA untuk Memilih Produk Skincare yang Tepat

Catatan dari SehatQ

Titanium dioksida adalah zat aditif yang dicampurkan untuk meningkatkan kualitas warna putih pada produk makanan dan produk perawatan tubuh. Walau dikategorikan aman, mengurangi konsumsi makanan kemasan secara umum tetap dianjurkan.

Apabila masih memiliki pertanyaan terkait titanium dioksida, Anda bisa menanyakan ke dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Aplikasi SehatQ tersedia gratis di Appstore dan Playstore yang berikan informasi kesehatan terpercaya.

Advertisement

perawatan kulitmakanan tidak sehatproduk kecantikanterbakar matahari

Referensi

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

© SehatQ, 2022. All Rights Reserved