Memahami Kegunaan Oximeter dan Pentingnya bagi Pasien Covid-19 yang Menjalani Isolasi Mandiri


Oksimeter (pulse oximetry) adalah alat pengukur kadar atau saturasi oksigen dalam darah. Orang yang sedang menjalani isolasi mandiri akibat Covid-19 atau penyakit paru kronis lainnya, dianjurkan untuk memilikinya di rumah.

0,0
Oximeter adalah alat pengukur saturasi oksigenOximeter berguna untuk mengukur saturasi oksigen pasien Covid-19 yang menjalani isolasi mandiri
Di masa pandemi Covid-19, istilah oximeter mungkin sudah tidak asing lagi bagi Anda. Tidak hanya dapat ditemukan di rumah sakit, alat pengukur saturasi oksigen ini juga dapat dengan mudah dibeli sendiri, dan digunakan di rumah. Lantas, apakah pasien Covid-19 yang menjalani isolasi mandiri perlu memiliki oksimeter di rumah? Kondisi apa saja yang mungkin membutuhkan alat ini? 

Memahami pentingnya penggunaan oximeter

Oximeter (pulse oximetry) adalah alat kecil berbentuk klip yang berfungsi untuk mengukur tingkat saturasi atau kadar oksigen dalam darah. Alat ini penting untuk memantau kadar oksigen dalam darah untuk mencegah perburukan penyakit atau mendeteksi suatu masalah kesehatan tertentu.Beberapa kondisi kesehatan, khususnya penyakit paru-paru, berpotensi memengaruhi angka saturasi oksigen di dalam darah, seperti:
  • Penyakit paru obstruktif kronik (PPOK)
  • Radang paru-paru
  • Kanker paru-paru
  • Asma
  • Anemia
  • Penyakit jantung jantung, seperti serangan jantung, gagal jantung, atau kelainan jantung bawaan 
  • Asfiksia
Orang yang memiliki penyakit pernapasan kronis, seperti PPOK, biasanya dianjurkan untuk memiliki oksimeter di rumah, untuk mencegah perburukan (eksaserbasi) penyakit.Selain untuk mendeteksi penyakit di atas, oximeter juga biasanya digunakan untuk:
  • Menilai seberapa baik obat paru-paru bekerja
  • Mengevaluasi apakah seseorang membutuhkan bantuan pernapasan
  • Mengevaluasi seberapa efektif ventilator 
  • Memantau kadar oksigen selama atau setelah proses bedah 
  • Mengevaluasi seberapa efektif terapi oksigen yang dilakukan
  • Menilai kemampuan toleransi seseorang terhadap peningkatan aktivitas fisik
  • Mengevaluasi apakah seseorang mengalami henti napas sejenak ketika tidur.

Cara menggunakan oximeter

Cara menggunakan oximeter sangat mudah dan praktis. Anda cukup menjepitkan alat ini pada salah satu jari tangan. Ketika jari tangan dijepitkan pada oksimeter yang telah dinyalakan, sensor pada alat saturasi oksigen ini akan mulai menghitung kadar oksigen yang dibawa oleh darah ke seluruh tubuh. Nantinya, pada monitor kecil pada oksimeter akan menunjukkan hasil pengukuran kadar oksigen dan detak jantung. Anda akan mendapatkan nilai %SpO2 yang menunjukkan saturasi oksigen, alias kadar oksigen dalam darah Anda. Saturasi oksigen normal dalam darah seharusnya berada di angka 95% atau lebih.Jika kurang dari angka tersebut, bahkan hingga angka 92%, kemungkinan besar Anda mengalami hipoksia, alias kekurangan oksigen. Hipoksia merupakan kondisi serius yang dapat mengakibatkan gagal fungsi organ hingga menyebabkan kematian. Sementara itu, di sisi lain monitor Anda akan mendapati tulisan PRbpm, yang mengindikasikan detak jantung Anda. Umumnya, detak jantung normal orang dewasa berkisar antara 60-100 kali per menit.

Pentingnya oximeter bagi pasien Covid-19 yang menjalankan isolasi mandiri

Hipoksia menjadi salah satu komplikasi pada pasien Covid-19 yang dapat menimbulkan perburukan hingga kematian. Lebih lanjut, beberapa kasus hipoksia pada pasien Covid-19 tidak menimbulkan gejala atau berlangsung diam-diam, atau disebut sebagai happy hypoxiaSaturasi oksigen sendiri dapat diukur melalui dua cara, yakni penggunaan pulse oximetry dan analisis gas darah. Sayangnya, pemeriksaan gas darah hanya dapat dilakukan di fasilitas-fasilitas kesehatan. Itu sebabnya, pemantauan saturasi oksigen secara berkala diperlukan bagi pasien Covid-19, baik yang bergejala maupun yang tidak bergejala, khususnya mereka  yang menjalani isolasi mandiri. WHO sendiri telah mengimbau masyarakat, khususnya pasien Covid-19 yang melakukan isolasi mandiri di rumah, untuk memiliki alat saturasi oksigen. Dengan pemantauan kadar oksigen secara rutin, Anda bisa segera mengantisipasi jika terjadi penurunan kadar oksigen dalam tubuh. Pasalnya, kekurangan oksigen dalam darah dapat menyebabkan komplikasi yang bisa berujung kematian. Penanganan sedini mungkin dapat membantu mencegah kemungkinan terburuk dari komplikasi. Jika kondisi ini terjadi, segera ke dokter untuk mendapatkan penanganan medis. Anda juga bisa menggunakan oksigen portabel atau alat bantu napas sederhana selama di perjalanan menuju rumah sakit untuk mencegah perburukan.

Catatan dari SehatQ

Oximeter dapat menjadi salah satu “must have item” Anda di masa pandemi Covid-19, terutama bagi mereka yang sedang menjalani isolasi mandiri. Selain karena penggunaannya yang mudah, alat saturasi oksigen juga tidak menimbulkan risiko kesehatan.Jangan lupa untuk selalu menerapkan protokol kesehatan di mana pun Anda berada, serta menjaga imunitas tubuh dengan pola makan dan pola hidup bersih dan sehat. Anda juga bisa berkonsultasi terkait penggunaan oximeter atau kebutuhan lain selama menjalani isolasi mandiri menggunakan fitur chat dokter melalui aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download aplikasinya di App Store dan Google Play sekarang!
kekurangan oksigenpenyakit pernapasansesak napascoronavirusisolasi mandiri (isoman)
Healthline. https://www.healthline.com/health/pulse-oximetry#takeaway
Diakses pada 29 Juni 2021
World Health Organization. https://www.who.int/patientsafety/safesurgery/pulse_oximetry/who_ps_pulse_oxymetry_tutorial2_advanced_en.pdf
Diakses pada 29 Juni 2021
Critical Care. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC7424128/
Diakses pada 29 Juni 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait