Kegunaan Amoxicillin Banyak, Tapi Tidak Bisa Sembarangan

(0)
03 Nov 2020|Dedi Irawan
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Untuk menjamin kegunaan amoxicillin yang efektif, konsultasikan dulu ke dokterAgar kegunaan amoxicillin optimal, konsumsinya harus dengan resep dokter
Salah satu jenis antibiotik yang paling sering dikenal publik adalah amoxicillin, yang termasuk ke dalam golongan penisilin. Meski sudah umum diketahui, kegunaan amoxicillin akan efektif jika sesuai resep dokter.Sama seperti antibiotik pada umumnya, amoxicillin hanya bisa digunakan untuk mengatasi berbagai penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri.

Kegunaan amoxicillin untuk mengobati infeksi bakteri

Infeksi bakteri yang bisa diobati secara efektif dengan amoxicillin atau amoksisilin meliputi berbagai macam infeksi yang menyerang kulit, hidung, tenggorokan, dan telinga. Demikian pula dengan sejumlah penyakit berat (seperti pneumonia dan bronkitis) serta luka pada saluran cerna akibat infeksi bakteri H. pylori.Namun banyak orang yang salah kaprah dan mengonsumsi amoxicillin untuk meredakan flu, pilek, batuk, dan demam. Padahal kondisi ini umumnya terjadi karena infeksi virus.Obat antibiotik tidak mempan menghalau virus, termasuk amoxicillin. Pemakaian yang tidak tepat ini justru bisa menyebabkan resistensi antibiotik, yakni penyakit jadi kebal terhadap antibiotik.Dokter memang terkadang meresepkan antibiotik untuk mengatasi infeksi saluran napas tertentu, misalnya batuk berdahak atau sakit tenggorokan. Tapi pemberian ini hanya dilakukan ketika dokter mendeteksi adanya infeksi bakteri yang menyertai kondisi batuk pilek pasien.

Amankah kegunaan amoxicillin untuk semua usia?

Pada dasarnya, orang dewasa dan anak-anak bisa mengonsumsi amoxicillin. Yang penting, dosisnya harus sesuai dengan anjuran dokter.Wanita yang sedang mengandung dan menyusui pun aman mengonsumsi dan memetik kegunaan amoxicillin. Hanya saja, dokter akan lebih berhati-hati dalam memberikannya agar tidak menimbulkan hal merugikan.Jika dokter berencana meresepkan antibiotik amoxicillin, beberapa kondisi di bawah ini harus diperhatikan dan diinformasikan pada dokter terlebih dulu:
  • Mengalami gangguan pada hati atau ginjal
  • Memiliki riwayat alergi terhadap antibiotik atau obat lain
  • Baru menjalani vaksinasi
Dengan memerhatikan hal-hal tersbeut, kegunaan amoxicillin diharapkan menjadi lebih optimal bagi penyembuhan kondisi pasien dan tidak memucu efek samping tertentu.

Waspadai efek samping amoxicillin ini

Meski semua orang boleh mengonsumsi amoxicillin, bukan berarti obat ini tanpa risiko atau efek samping. Beberapa kondisi yang mungkin muncul ketika Anda menggunakannya meliputi:Anda sebaiknya segera menghubungi dokter jika salah satu atau beberapa efek samping tersebut muncul, dan tak kunjung berhenti atau bertambah parah.Bantuan darurat medis diperlukan apabila ada orang yang mengalami kejang, pingsan, dan susah bernapas. Gejala-gejala ini bisa menjadi tanda overdosis amoxicillin.

Dosis dan waktu yang tepat untuk meraih kegunaan amoxicillin

Pada dasarnya, dosis amoxicillin yang akan diberikan oleh dokter akan sangat tergantung pada beberapa hal di bawah ini:
  • Usia pasien
  • Kondisi penyakit yang terjadi
  • Tingkat keparahan penyakit
  • Apakah pasien sedang mengonsumsi obat untuk penyakit lain atau tidak
  • Reaksi tubuh pasien terhadap dosis awal amoxicillin
Dosis amoxicillin yang umumnya diberikan adalah sekitar 250-500 miligram yang dikonsumsi tiga kali sehari. Namun untuk anak-anak, takarannya kemungkinan akan lebih rendah dan harus disesuaikan dengan berat badan Si Kecil.Pemakaian tiga kali sehari tersebut biasa dilakukan pada pagi, sore, dan malam menjelang tidur. Obat ini aman dikonsumsi baik sebelum atau sesudah makan.Anda juga bisa menggunakan amoxicillin bersama dengan obat herbal atau suplemen. Tetapi pastikan dokter mengetahui hal ini terlebih dulu supaya keamannya lebih terjamin.

Tips agar kegunaan amoxicillin lebih optimal

Ada beberapa hal yang wajib Anda perhatikan jika mengonsumsi amoxicillin. Apa sajakah itu?
  • Pastikan Anda mengonsumsi amoxicillin atas anjuran dokter. Pemakaian tidak sesuai resep bisa berdampak serius pada kesehatan Anda.
  • Pastikan Anda mengonsumsi tablet amoxicillin untuk penggunaan jangka pendek. 
  • Habiskan amoxicillin sesuai dengan petunjuk penggunaan oleh dari dokter.
  • Jangan pernah berhenti mengonsumsi amoxicillin tanpa berdiskusi dengan dokter meski Anda sudah merasa baikan. Hal ini bisa membuat penyakit tambah parah, tak kunjung sembuh, bahkan resistensi terhadap antibiotik.
  • Usahakan untuk mengonsumsi obat ini di jam yang sama agar kegunaan amoxicillin lebih optimal.
  • Jika jadwal konsumsinya terlewat tidak terlalu lama, segera minum begitu Anda ingat.
  • Bila jadwal sudah lewat dan terlalu dekat dengan jadwal konsumsi amoxicillin berikutnya, minumlah satu dosis saja. Jangan menggandakan dosisnya karena bisa menimbulkan efek samping yang serius.
  • Jangan memberikan amoxicillin pada orang lain dengan dosis Anda. Pasalnya, kondisi penyakit dan kesehatan Anda belum tentu sama dengan orang lain.
  • Walau pernah sembuh berkat konsumsi amoxicillin, penggunaannya untuk penyakit yang sama tetap perlu resep dokter lagi.
  • Kembali konsultasikan ke dokter bila kondisi Anda tidak kunjung membaik meski sudah mengonsumsi amoxicillin. Dokter bisa memberikan alternatif obat yang mungkin lebih cocok dengan Anda.
Untuk mendiskusikan lebih lanjut seputar kegunaan amoxicillin maupun antibiotik lainnya, Anda dapat bertanya langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
infeksi bakteriantibiotikbronkitispneumoniainfeksi helicobacter pylori
WedMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-1531-3295/amoxicillin-oral/amoxicillin-oral/details
Diakses pada 3 November 2020
Medine Plus. https://medlineplus.gov/druginfo/meds/a685001.html
Diakses pada 3 November 2020
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/amoxicillin-oral-tablet
Diakses pada 3 November 2020
NHS. https://www.nhs.uk/medicines/amoxicillin/
Diakses pada 3 November 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait