Keguguran Tanpa Kuret Bisa Dilalui, Ini yang Perlu Diperhatikan


Keguguran tanpa kuret bisa dilalui tanpa komplikasi, terutama jika usia janin masih kurang dari 10 minggu. Selain kuret, janin yang gugur di rahim bisa keluar dengan sendirinya, maupun menggunakan obat tertentu dari dokter.

0,0
03 Oct 2020|Nina Hertiwi Putri
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Keguguran tanpa kuret aman jika usia janin masih di bawah 10 mingguKeguguran tanpa kuret bisa dilakukan dengan metode menunggu atau dengan konsumsi obat
Keguguran tanpa kuret umumnya tidak membahayakan ibu apabila janin yang gugur masih berusia 10 minggu atau kurang.Apabila usia kehamilan di atas 10 minggu, keguguran yang terjadi berisiko tidak lengkap (incomplete miscarriage). Artinya, masih ada sisa jaringan janin di dalam rahim. Sebaiknya jaringan itu segera dikeluarkan agar tidak memicu komplikasi berbahaya pada tubuh ibu.

Keguguran tanpa kuret bisa dilakukan

Keguguran ada banyak jenisnya, dan masing-masing bisa membutuhkan perawatan yang berbeda. Jadi, tidak semua keguguran membutuhkan prosedur kuretase.

• Keguguran tanpa kuret dengan cara alami

Keguguran tanpa kuret bisa terlihat seperti menstruasi
Keguguran tanpa kuret bisa terlihat seperti menstruasi
Keguguran yang terjadi pada masa awal kehamilan, umumnya terasa seperti menstruasi tapi sedikit lebih menyakitkan.Kondisi ini akan diawali dengan munculnya bercak-bercak darah dengan peningkatan volume, disertai dengan munculnya gumpalan-gumpalan yang merupakan jaringan janin.Lantas berapa lama pendarahan setelah keguguran tanpa kuretPerdarahan akibat keguguran saat hamil muda ini, biasanya akan terjadi selama satu hingga 2 mingguNamun, pendarahan yang disertai gumpalan dan aliran darah yang lebih deras hanya terjadi selama beberapa hari. Dalam dua minggu tersebut, darah tidak selalu mengalir dengan deras.Setelah itu, jika menurut dokter rahim dirasa sudah bersih, maka Anda pun bisa melalui cara membersihkan rahim setelah keguguran tanpa kuret.Untuk mendampingi proses ini, dokter dapat meresepkan obat pereda nyeri untuk membantu meredakan kram.Apabila dokter mendeteksi ada gangguan di janin dan memprediksi akan terjadi keguguran, Anda bisa memilih untuk menunggu janin tersebut keluar dengan secara alami dengan sendirinya sebagai cara membersihkan rahim setelah keguguran tanpa kuret. Bisa juga, Anda melalui proses kuret untuk mempercepat.Dokter kandungan akan membantu mempertimbangkan metode-metode yang paling memungkinkan sesuai kondisi Anda.Lalu, kapan haid setelah keguguran tanpa kuret?Normalnya, siklus menstruasi akan terjadi dalam jangka waktu 4 sampai 6 minggu setelah keguguran.

• Obat untuk mengatasi keguguran tanpa kuret

Keguguran tanpa kuret bisa dilakukan dengan minum obat khusus
Obat berisi hormon prostaglanding bisa memfasilitasi keguguran tanpa kuret
Selain metode alami dengan menunggu, cara mengeluarkan janin tidak berkembang tanpa kuret juga bisa dilakukan dengan obat jenis tertentu.Sehingga, ibu yang mengalaminya tidak perlu melalui proses kuretase.Sebagai cara membersihkan rahim setelah keguguran tanpa kuret, dokter biasanya akan memberikan obat-obatan khusus bagi ibu. Ini akan membantu keluarnya janin gugur secara lebih cepat.Obat yang dipilih sebagai cara membersihkan rahim setelah keguguran tanpa kuret ini mengandung hormon prostaglandin.Nantinya, hormon ini akan memicu reaksi yang sama dengan proses menunggu janin yang gugur dan keluar dengan sendirinya. Hanya saja, waktu yang dibutuhkan jadi jauh lebih singkat.Jika pada cara membersihkan rahim setelah keguguran tanpa kuret dengan menunggu dibutuhkan beberapa hari hingga minggu, proses dengan bantuan obat ini akan selesai hanya dalam waktu beberapa jam.Selama proses menunggu keluarnya jaringan janin yang gugur, Anda biasanya akan dianjurkan untuk beristirahat di rumah sakit.Saat obat sudah mulai bekerja, maka perdarahan akan mulai terjadi.Darah yang keluar awalnya berjumlah sedikit, tapi lama-kelamaan akan semakin banyak dan disertai dengan gumpalan-gumpalan. Rasa kram di perut juga akan mulai muncul.

Apakah setiap keguguran harus dikuret?

Tidak semua keguguran harus dikuret. Namun, ibu harus menyadari tanda keguguran yang dialami, yaitu:
  • Nyeri punggung bawah
  • Bercak darah atau gumpalan jaringan dari jalur lahir
  • Kram perut
  • Pendarahan
  • Demam
  • Lemas.
Keguguran yang tidak dikuret boleh dilakukan. Asal, seluruh sisa jaringan janin sudah keluar dari rahim. Dalam istilah medis, jenis keguguran ini disebut juga abortus komplit.

Kapan tindakan kuretase perlu dilakukan saat keguguran?

Keguguran tanpa prosedur kuret memang bisa menjadi pilihan untuk beberapa ibu. Namun, ada beberapa kondisi yang memang sangat membutuhkan kuretase, seperti:
  • Perdarahan yang keluar sangat banyak
  • Jaringan janin tidak keluar sepenuhnya (masih ada yang tertinggal di rahim)
  • Keguguran memicu kondisi lain yang membahayakan ibu
  • Keguguran terjadi saat usia janin sudah cukup besar
  • Ibu ingin segera menyelesaikan proses pengeluaran janin tanpa harus menunggu lama.

Perawatan setelah keguguran

Keguguran setelah kuret sebaiknya diikuti dengan istirahat yang cukup
Setelah mengalami keguguran tanpa kuret, penting untuk istirahat cukup
Setelah mengalami keguguran, kondisi fisik maupun mental ibu harus dijaga agar pemulihannya bisa berlangsung dengan baik. Berikut ini beberapa langkah untuk membantu mengembalikan kesehatan ibu setelah melewati keguguran tanpa kuret.Setelah mengalami keguguran, kondisi fisik maupun mental ibu harus dijaga agar pemulihannya bisa berlangsung dengan baik. Berikut ini beberapa hal yang harus dilakukan setelah keguguran tanpa adanya kuret untuk mengembalikan kesehatan ibu.

1. Beristirahat dengan cukup

Mengalami keguguran adalah proses yang tidak hanya menyedihkan, tapi juga melelahkan. Jadi, cobalah untuk beristirahat sejenak, selama mungkin yang Anda butuhkan.Cobalah minum susu hangat sebelum tidur jika Anda masih merasa sulit untuk memejamkan mata.Olahraga ringan juga bisa membantu Anda merasa lebih rileks dan lebih mudah tertidur.

2. Mengonsumsi makanan bergizi

Setelah mengalami keguguran, tubuh perlu banyak makanan bergizi. Pastikan Anda makanan dengan kandungan nutrisi yang seimbang.Tambahkan telur, daging merah, sayur dan buah, serta susu ke dalam menu harian Anda.

3. Menjaga kebersihan tubuh

Waktu pasca keguguran, perdarahan masih akan terjadi selama beberapa hari. Namun, hindari penggunaan tampon untuk menampungnya. Sebab, tampon bisa meningkatkan risiko infeksi.Bahkan menurut riset dari National Center for Biotechnology Information, penggunaan tampon juga meningkatkan risiko toxic shock syndrome, yaitu syok yang ditandai dengan demam, tekanan darah rendah, hingga ruam akibat infeksi.Gunakan pembalut biasa dan mandilah dua kali sehari untuk menjaga tubuh dan area kewanitaan tetap bersih.

4. Memperbanyak konsumsi air putih

Mencukupi kebutuhan cairan harian penting dilakukan. Sebab, jika Anda sampai dehidrasi, maka proses penyembuhan pun akan terganggu.

5. Mengonsumsi obat yang diresepkan dokter secara teratur

Dokter umumnya akan meresepkan beberapa obat setelah Anda melewati masa keguguran. Pastikan untuk mengonsumsinya secara teratur agar masa pemulihan dapat berlangsung dengan baik.

6. Menghindari berhubungan seks sementara waktu

Hindari berhubungan seks selama setidaknya dua minggu setelah keguguran, karena tubuh masih harus melalui masa pemulihan. Tunggu hingga perdarahan benar-benar berhenti dan leher rahim atau serviks kembali menutup.

7. Menjaga kesehatan mental

Mengalami keguguran bisa memberikan dampak yang berat bagi kesehatan mental. Rasa bersalah, sedih, dan marah, adalah hal yang normal muncul saat kondisi ini terjadi.Namun, perlu diingat bahwa keguguran yang terjadi bukanlah salah Anda. Jadi, sebisa mungkin janganlah menyalahkan diri sendiri.Setelah keguguran, tidak ada salahnya untuk menyibukkan diri dengan melakukan hobi, berbagi dengan orang-orang terdekat termasuk pasangan, dan rutin berolahraga agar hormon endorfin yang memicu kebahagiaan bisa diproduksi lebih banyak.

8. Menjalani kontrol rutin ke dokter

Pastikan Anda rutin kontrol ke dokter untuk mengetahui bahwa pemulihan yang sudah terjadi dengan baik.Selain itu, Anda juga bisa berkonsultasi dengan dokter kandungan seputar program hamil berikutnya yang mungkin sudah direncanakan.

Catatan dari SehatQ

Untuk berdiskusi lebih lanjut seputar keguguran tanpa kuret atau komplikasi kehamilan lainnya, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
keguguranmasalah kehamilankuretasehamilkehamilanibu hamil
American Pregnancy Association. https://americanpregnancy.org/healthy-pregnancy/pregnancy-complications/d-and-c-procedure-after-miscarriage-837
Diakses pada 21 September 2020
Healthline. https://www.healthline.com/health/miscarriage
Diakses pada 21 September 2020
Very Well Family. https://www.verywellfamily.com/choosing-a-miscarriage-treatment-2371456
Diakses pada 21 September 2020
The Womens. https://www.thewomens.org.au/health-information/pregnancy-and-birth/pregnancy-problems/early-pregnancy-problems/treating-miscarriage
Diakses pada 21 September 2020
First Cry Parenting. https://parenting.firstcry.com/articles/how-to-heal-after-miscarriage/
Diakses pada 21 September 2020
National Center for Biotechnology Information. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK459345/
Diakses pada 29 Maret 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait