Pentingnya Melakukan Kegiatan untuk Lansia demi Menjaga Kesehatan


Lansia sebaiknya tetap aktif saat menjalani hari tuanya. Ada sejumlah kegiatan lansia yang bisa dilakukan, mulai dari berolahraga hingga berkebun. Namun, para lansia tetap harus diawasi selama melakukan kegiatannya.

0,0
30 Apr 2021|Rhandy Verizarie
Manfaat kegiatan lansiaMelakukan kegiatan lansia bertujuan agar tubuh senantiasa sehat dan bugar
Saat memasuki usia lanjut, seseorang mungkin akan menjadi kurang aktif. Alasannya bisa karena stamina tubuh yang menurun hingga kondisi kesehatan. Padahal, melakukan kegiatan lansia sebenarnya masih diperlukan agar tubuh tetap sehat dan bugar.Berikut ini sejumlah manfaat dan ragam aktivitas yang dapat orang tua Anda jalani pada masa tuanya.

Manfaat melakukan kegiatan lansia

Badan kesehatan dunia (WHO) menyatakan bahwa lansia yang berusia 65 tahun ke atas—selama tidak memiliki penyakit kronis tertentu—sebaiknya tetap aktif bergerak. Pasalnya, hal ini akan membawa dampak positif terhadap kesehatan tubuh secara keseluruhan.Beberapa contoh manfaat melakukan kegiatan lansia adalah sebagai berikut:

1. Meningkatkan fungsi kognitif

Seiring usia yang semakin bertambah, fungsi organ tubuh akan mengalami penurunan, tidak terkecuali penurunan fungsi kognitif otak. Itu sebabnya, lansia identik dengan gangguan kognitif, seperti demensia alias pikun, atau bahkan penyakit Alzheimer.Aktivitas fisik lansia seperti berolahraga menurut ahli medis dapat membantu meningkatkan fungsi kognitif otak.

2. Mencegah penyakit

Menurut Journal of American Family Physician, manfaat kegiatan lansia yang juga sangat penting adalah mencegah atau setidaknya meminimalisir risiko berbagai macam penyakit lansia, seperti:
  • Tekanan darah tinggi (hipertensi)
  • Penyakit jantung koroner
  • Stroke
  • Diabetes 
  • Kanker 

3. Meningkatkan massa otot

Aktivitas yang dilakukan oleh para lansia secara rutin juga bertujuan untuk meningkatkan massa otot-otot tubuh. Pasalnya, usia yang semakin bertambah juga diiringi dengan pengurangan massa otot.Jika tidak dijaga, hal ini tentunya akan berdampak negatif bagi lansia. Pasalnya, otot adalah bagian tubuh yang memiliki peran penting, yakni menunjang kinerja organ dan anggota tubuh lainnya seperti tangan dan kaki.

4. Menjaga kesehatan tulang

Tulang adalah organ tubuh yang juga rentan mengalami masalah kesehatan saat seseorang sudah memasuki usia lanjut. Pengeroposan tulang (osteoporosis) dan osteoarthritis adalah dua masalah tulang yang paling umum dialami lansia.Kepadatan tulang sendiri sebenarnya akan mengalami penurunan saat Anda memasuki usia 40 tahun. Hal ini mungkin akan semakin memburuk ketika Anda memasuki usia 50 tahun ke atas.Aktivitas fisik lansia bertujuan untuk menjaga agar Anda terhindar dari risiko osteoporosis tersebut.

5. Menjaga mood 

Lansia juga rentan mengalami gangguan suasana hati (mood), mulai dari stres hingga depresi sekalipun. Melakukan sejumlah kegiatan lansia juga diklaim dapat membantu mengendalikan suasana hati

6. Menjaga berat badan

Sama seperti orang dewasa yang masih dalam usia produktif, aktivitas fisik untuk lansia juga bermanfaat untuk menjaga berat badan agar tetap ideal.Menjaga berat badan penting bagi para lansia karena berat badan berlebih (obesitas) dapat memicu sejumlah penyakit kronis seperti diabetes dan penyakit jantung.

Berbagai macam kegiatan lansia agar tetap sehat

Lantas, apa saja macam-macam kegiatan lansia yang dapat dilakukan secara rutin agar tubuh tetap sehat? 

1. Olahraga

Salah satu jenis kegiatan lansia yang paling banyak membawa manfaat adalah olahraga. Olahraga mampu membantu menjaga berat badan, menguatkan otot-otot  tubuh, menghindari nyeri dan cedera, hingga menjaga kesehatan organ vital seperti jantung dan otak.Ada banyak jenis olahraga lansia yang aman dan dapat dicoba, antara lain:
  • Joging
  • Bersepeda
  • Senam aerobik
  • Yoga
  • Angkat beban
Silakan berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter sebelum melakukan aktivitas fisik untuk lansia di atas agar penerapannya tepat dan hasilnya optimal.

2. Berkebun

Berkebun bisa menjadi alternatif kegiatan yang menyehatkan bagi para lansia. Ada beragam aktivitas berkebun yang dapat dilakukan, mulai dari menanam hingga menyiram tanaman.Aktivitas yang satu ini dilakukan di luar ruangan sehingga bermanfaat untuk mencukupi kebutuhan vitamin D yang didapat dari sinar matahari.

3. Membaca dan menulis

Membaca dan menulis adalah aktivitas yang memiliki manfaat untuk melatih otak para lansia. Dengan begitu, otak semakin terasah dan risiko penurunan fungsi otak dapat diminimalisir.

4. Membuat kerajinan tangan

Terkadang, para lansia dihinggapi oleh rasa jenuh. Membuat kerajinan tangan bisa menjadi salah satu aktivitas yang dapat dilakukan oleh para lansia untuk mengisi waktu luang.Jika Anda memiliki orang tua atau anggota keluarga yang sudah memasuki usia lanjut, mengajaknya membuat kerajinan tangan bisa dijadikan pilihan. Selain mengusir rasa jenuh, kegiatan ini juga dapat mengasah kemampuan artistiknya.

5. Bermain musik

Selain kerajinan tangan, kegiatan seni lainnya yang dapat dilakukan oleh para lansia untuk mengusir rasa bosan adalah dengan bermain alat musik.Menariknya, musik tidak hanya bermanfaat untuk menghilangkan bosan. Sebuah penelitian tahun 2019 sebagaimana dilansir dalam jurnal Frontiers in Psychology mengungkapkan bahwa musik dapat membantu meningkatkan kemampuan kognitif lansia pada rentang usia 60 dan 90 tahun.

6. Memasak

Memasak bisa jadi kegiatan lansia yang menyenangkan. Anda bisa mengajak orang tua atau anggota keluarga yang sudah berusia lanjut untuk melakukan kegiatan ini secara rutin.Selain mengisi waktu luang, memasak juga bisa menjadi sarana agar lansia dapat memasak makanan sehat untuk ia konsumsi guna mencukupi asupan gizinya setiap hari.

7. Perawatan diri

Tidak ada salahnya bagi lansia untuk sesekali memanjakan dirinya dengan melakukan perawatan seperti:
  • Pijat
  • Potong rambut
  • Perawatan kulit
Kegiatan lansia yang satu ini memiliki sejumlah manfaat, seperti merilekskan otot-otot tubuh, menjaga kulit tetap sehat, hingga meningkatkan kepercayaan diri. Dengan begitu, suasana hati mereka juga menjadi lebih baik.

8. Menjadi relawan 

Para lansia mungkin kini tak memiliki aktivitas rutin seperti saat usia produktif. Untuk itu, mungkin orang tua Anda bisa mengisi waktu luangnya menjadi relawan. Kegiatan tersebut bisa menjadi sarana bagi para lansia untuk menyalurkan jiwa sosialnya sekaligus membuat mereka tetap bersosialisasi dan memiliki teman. Mereka pun tidak akan merasa sendiri atau kesepian..

9. Mengikuti seminar akademik

Apabila orang tua atau anggota keluarga Anda yang sudah lanjut usia senang dengan kegiatan berbau akademik, Anda bisa menyarankan kepadanya untuk menghadiri seminar-seminar akademik.Selain sebagai sarana bersosialisasi, kegiatan ini juga bermanfaat untuk meningkatkan pengetahuan dan daya pikirnya.

10. Memelihara hewan 

Memelihara hewan menjadi jenis aktivitas lain yang dapat bermanfaat bagi para lansia.. Memiliki hewan peliharaan seperti ikan hias, anjing, maupun kucing dapat menjadi medium penghibur bagi lansia ketika menjalani hari tuanya.Akan tetapi, pastikan agar hewan peliharaan selalu dijaga kebersihan dan kesehatannya agar tidak menularkan penyakit yang bisa saja berbahaya bagi lansia.

Tips melakukan kegiatan lansia

Menurut National Health Service (NHS), ada sejumlah tips untuk menjalani kegiatan lansia agar penerapannya optimal dan manfaatnya benar-benar terasa, yaitu:
  • Lakukan aktivitas fisik ringan, seperti jogging setiap hari
  • Lakukan aktivitas fisik untuk lansia yang bertujuan untuk memperkuat otot dan mobilitas tubuh sebanyak 2 kali per minggu
  • Lakukan kegiatan fisik intensitas sedang setidaknya 150 menit setiap minggunya
  • Hindari terlalu lama duduk atau berdiam diri
  • Minta bantuan orang terdekat ketika melakukan kegiatan lansia
Guna mengetahui lebih lanjut seputar kegiatan lansia, mulai dari manfaat hingga cara melakukannya yang benar, Anda bisa bertanya langsung dengan dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQDownload aplikasi SehatQ sekarang juga di App Store dan Google Play. Gratis!
olahraga lansialansiakesehatan lansia
Better Health. https://www.betterhealth.vic.gov.au/health/HealthyLiving/physical-activity-for-seniors Diakses pada 19 April 2021Frontiers in Psychology. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC6447697/#:~:text=There%20are%20several%20memory%20subsystems,memory%20(Friedman%2C%202013).&text=Some%20studies%20show%20that%20listening,%2C%202013)%2C%20among%20others. Diakses pada 19 April 2021Health Direct Australia. https://www.healthdirect.gov.au/physical-activity-guidelines-for-older-adults Diakses pada 19 April 2021Journal of American Family Physician. https://www.aafp.org/afp/2010/0101/p55.html Diakses pada 19 April 2021National Health Service. https://www.nhs.uk/live-well/exercise/physical-activity-guidelines-older-adults/ Diakses pada 19 April 2021UMH. https://www.umh.org/assisted-independent-living-blog/stimulating-activities-for-the-elderly Diakses pada 19 April 2021World Health Organization (WHO). https://www.who.int/dietphysicalactivity/physical-activity-recommendations-65years.pdf Diakses pada 19 April 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait