Bukan Tanda Dapat Rezeki, Apa Penyebab Kedutan Alis Kiri Maupun Kanan?

Kedutan alis kiri ataupun kanan dapat dipicu oleh banyak hal, mulai dari kafein hingga masalah medis tertentu
Kedutan alis kiri ataupun kanan dapat dipicu oleh banyak hal, mulai dari kafein hingga masalah medis tertentu

Selain kedutan di mata, Anda mungkin juga sering mengalami kedutan alis kiri maupun kanan. Kedutan di bagian tubuh, termasuk di alis, sering disambung-sambungkan dengan pertanda rezeki.

Terlepas dari kepercayaan tertentu, kedutan di alis sebenarnya dapat menjadi akibat dari kebiasaan yang kita lakukan. Kedutan di alis kiri atau kanan bisa pula menjadi gejala medis yang perlu dicari tahu.

Penyebab kedutan alis kiri atau kanan

Mulai dari konsumsi kafein, stres, hingga kurang tidur, dapat menjadi arti kedutan alis kanan maupun kiri.

1. Kafein

Terlalu banyak mengonsumsi kafein dapat menyebabkan kedutan alis kanan maupun kiri. Walau kafein mungkin membantu kita untuk terjaga selama beraktivitas, Anda tetap harus memerhatikan batas maksimal minuman berkafein sehari-hari.

Kopi kafein picu kedutan alis kiri kanan
Kafein berlebih dapat memicu kedutan di alis

Apabila alis terus berkedut karena kafein, Anda bisa mengurangi konsumsi kopi, teh, soda, dan minuman energi.

2. Stres

Stres dapat memicu beragam reaksi pada tubuh, termasuk kedutan pada area mata dan alis. Anda bisa mengidentifikasi penyebab stres yang dialami untuk kemudian dikendalikan, entah itu pekerjaan, akademik, atau hubungan personal. Anda juga disarankan untuk berolahraga dan meditasi, sebagai langkah-langkah untuk tenangkan pikiran.

3. Rokok dan alkohol

Selain kafein, konsumsi alkohol dan penggunaan rokok juga memicu area mata menjadi berkedut, termasuk alis. Anda bisa menghindari rokok dan mengurangi asupan alkohol untuk mengatasi kondisi ini.

4. Obat-obatan

Beberapa jenis obat dapat memicu kedutan area mata dan alis kiri atau kanan, seperti obat-obatan dalam kelompok antiepileptik dan obat antipsikotik. Anda bisa berkonsultasi dengan dokter terkait kemungkinan alternatif obat yang dikonsumsi, atau mungkin menurunkan dosisnya.

5. Mata lelah

Mata lelah akibat terlalu fokus pada suatu pekerjaan juga bisa memicu kedutan di area mata, termasuk alis. Apabila banyak beraktivitas di luar ruangan, Anda bisa mengenakan kacamata.

Sementara itu, jika Anda seharian bekerja di depan komputer, pastikan Anda menerapkan aturan 20-20-20. Artinya, setiap 20 menit, Anda bisa melihat benda sejauh 20 kaki (6 meter) selama 20 detik.

Mata lelah alis berkedut
Mata lelah karena  penggunaan berlebihan bisa picu kedutan di area mata dan alis

Kedutan di area mata dan alis juga bisa terjadi karena penggunaan kacamata atau kontak lensa yang baru diresepkan.

6. Tubuh kelelahan

Selain mata lelah, tubuh yang kelelahan juga bisa memicu kedutan di mata, termasuk alis kanan atau kiri. Setidaknya, Anda harus mencukupkan kebutuhan tidur yakni 7 jam untuk memulihkan tubuh. Apabila tidur sudah cukup namun  masih terus merasa lelah, Anda bisa berkonsultasi dengan dokter terkait kemungkinan penyebabnya.

7. Kekurangan nutrisi tertentu

Defisiensi mineral, seperti magnesium dan kalium, juga bisa memicu kedutan di area mata. Cukupkan kebutuhan mineral di atas dari variasi makanan sehat berikut:

  • Pisang
  • Cokelat hitam
  • Alpukat
  • Kacang-kacangan

8. Alergi

Memiliki alergi tertentu mungkin membuat orang mengalami kedutan di mata dan sekelilingnya, termasuk kedutan alis. Kedutan di sekeliling mata bisa dipicu oleh histamin, zat kimia dalam tubuh yang salah satunya dilepaskan apabila kita menggosok-gosok mata yang iritasi.

Anda bisa berkonsultasi dengan dokter terkait penanganan alergi, beserta obat-obatannya.

9. Distonia

Distonia adalah gerakan otot yang tak terkontrol dan memicu pergerakan lambat namun berulang. Distonia dapat memengaruhi berbagai area tubuh, termasuk mata dan alis. Distonia juga bisa menjadi gejala dari masalah medis berikut ini:

  • Penyakit Parkinson
  • Radang otak
  • Ensefalopati
  • Stroke
  • Aneurisma otak
  • Penyakit Huntington
  • Cerebral palsy
  • Ketoasidosis alkohol (penumpukan keton dalam darah akibat konsumsi alkohol berlebihan)

10. Bell’s palsy

Kedutan alis kiri atau kanan mungkin juga bisa dipicu oleh Bell’s palsy. Bell’s palsy merupakan kondisi yang menyebabkan kelemahan atau paralisis yang sementara pada otot wajah. Masalah ini biasanya muncul ketika saraf wajah membengkak atau tertekan.

Belum diketahui penyebab pasti dari Bell’s palsy. Namun, ada kemungkinan bahwa virus bisa memicu kondisi ini. Bell’s palsy juga kadang dikaitkan dengan masalah medis lain, seperti infeksi telinga, diabetes, dan tekanan darah tinggi.

11. Sklerosis ganda

Sklerosis ganda atau multiple sclerosis (MS) merupakan kondisi yang memicu gangguan imun menyerang sistem saraf pusat. Selain menimbulkan kedutan di area mata termasuk alis, MS juga bisa menimbulkan kelelahan, sulit berjalan, gangguan berbicara, hingga tremor. Penderitanya juga bisa merasakan sakit, sulit konsentrasi, dan sulit mengingat sesuatu.

12. Sindrom Tourette

Sindrom Tourette adalah gangguan saraf yang menyebabkan pergerakan dan bicara yang tak dikendalikan dan berulang. Pergerakan tersebut termasuk kedutan di area mata. Sindrom Tourette tak selalu membutuhkan penanganan medis, namun terapi dan obat-obatan dibutuhkan dalam kasus yang berat.

Kapan harus ke dokter terkait kedutan di alis?

Jika Anda mengalami kedutan alis kiri atau kanan dan diiringi salah satu dari gejala berikut, bicarakan dengan dokter Anda untuk menyingkirkan kemungkinan penyebab alis berkedut yang serius:

  • Kedutan tidak berhenti setelah beberapa minggu
  • Kelopak mata atau otot wajah lainnya terkulai
  • Mata menjadi merah dan bengkak
  • Berkedut terjadi di bagian lain dari wajah atau tubuh
  • Kelopak mata benar-benar menutup ketika berkedut terjadi

Catatan dari SehatQ

Kedutan alis kiri atau kanan bisa dipicu oleh beragam hal. Beberapa di antaranya bisa Anda kendalikan, seperti stres, konsumsi alkohol, dan asupan kafein. Apabila kedutan di alis terus mengganggu, Anda bisa berkonsultasi dengan dokter untuk mencari tahu penyebabnya.

Healthline. https://www.healthline.com/health/eye-health/20-20-20-rule
Diakses pada 7 April 2020

Healthline. https://www.healthline.com/health/eyebrow-twitching
Diakses pada 7 April 2020

Healthline. https://www.healthline.com/health/alcoholism/ketoacidosis
Diakses pada 7 April 2020

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/321191
Diakses pada 7 April 2020

Artikel Terkait