Kecelakaan pada Lansia Akibat Jatuh Bisa Berakibat Fatal


Kecelakaan pada lansia yang berbahaya salah satunya adalah jatuh. Kecelakaan karena jatuh sekilas terlihat tidak serius, tetapi sebenarnya kecelakaan karena jatuh dapat mengakibatkan gangguan-gangguan yang serius. 

(0)
04 Jul 2019|Anita Djie
Kecelakaan pada lansia yang terjatuhLansia paling sering mengalami kecelakaan karena terjatuh yang tentu saja membahayakan kesehatan mereka
Salah satu kecelakaan yang paling sering terjadi pada kaum lansia adalah kecelakaan karena jatuh. Meskipun merupakan hal yang sering terjadi, kecelakaan karena jatuh sering dianggap remeh. Kaum lansia dapat dengan mudah terjatuh di tangga, ruangan yang remang, lantai yang baru dipel atau licin, terdapat karpet yang tidak digelar dengan rapi di atas lantai, dan saat mencoba untuk meraih barang di lemari, dan sebagainya.[[artikel-terkait]] 

Bahaya kecelakaan pada lansia

Gangguan penglihatan dan kelemahan pada otot atau keseimbangan dapat menjadi penyebab kecelakaan karena jatuh. Respons yang lambat dan kesulitan untuk berkonsentrasi makin meningkatkan potensi kaum lansia mengalami kecelakaan karena jatuh.Kecelakaan karena jatuh sekilas terlihat tidak serius, tetapi sebenarnya kecelakaan karena jatuh dapat mengakibatkan gangguan-gangguan yang serius. 

1. Hematoma epidural 

Saat terjatuh, hantaman antara kepala dan lantai dapat menyebabkan otak terbentur dengan tengkorak dan membuat beberapa sel otak, dinding otak, atau pembuluh darah di otak pecah. Tengkorak kepala adalah ruangan tertutup yang tidak mempunyai saluran keluar, sehingga perdarahan dalam tengkorak akan meningkatkan tekanan ke otak. Kerusakan tersebut menyebabkan pendarahan di antara lapisan pelindung di sekeliling otak dengan tengkorak. Jika tidak segera ditangani, pendarahan ini dapat menyebabkan kehilangan kesadaran dan bahkan kematian. Gejala hematoma epidural dapat muncul sesaat setelah terjatuh atau beberapa jam setelah kecelakaan terjadi. Gejala yang dapat dirasakan adalah kebingungan, kejang, pusing, mual, perubahan dalam bernapas, hilangnya penglihatan di satu sisi, dan muntahGejala lainnya adalah pupil yang membesar pada satu mata, sakit kepala yang parah, rasa ngantuk atau kehilangan kesadaran, dan kelemahan pada sebagian tubuh. Penderita juga dapat mengalami koma

2. Cedera saraf tulang belakang

Cedera saraf tulang belakang pada usia di atas 65 tahun seringkali dikarenakan terjatuh. Cedera saraf tulang belakang tidak dapat diobati dan mengakibatkan perubahan permanen bahkan kecacatan pada fungsi tubuh penderita. Penderita masih dapat menggerakkan dan merasakan beberapa bagian bawah tubuh, atau sama sekali tidak dapat menggerakkan dan merasakan bagian bawah tubuh. Selain tidak dapat menggerakkan dan merasakan bagian tubuh tertentu, cedera saraf tulang belakang akibat kecelakaan karena jatuh dapat membuat penderita kehilangan kendali buang air besar dan kecil, rasa sakit atau sensasi menyengat, serta perubahan pada fungsi seksual. Hal lain yang dapat dirasakan adalah refleks tubuh yang berlebih atau kejang, serta kesulitan untuk bernapas, batuk, dan mengeluarkan dahak dari paru-paru. 

3. Gegar otak

Kecelakaan karena jatuh dapat memicu gegar otak atau hilangnya fungsi normal otak secara sementara. Orang yang mengalami gegar otak tidak selalu kehilangan kesadarannya, tetapi gegar otak dapat membuat penderita menjadi linglung. Gegar otak berpengaruh pada memori, refleks, daya nalar, cara berbicara, koordinasi otot, dan keseimbangan tubuh. Tidak jarang penderita tidak dapat mengingat kejadian sebelum atau sesudah kecelakaan. Gegar otak bukanlah hal yang remeh dan harus ditangani dengan serius.

4. Keretakan tengkorak

Keretakan pada tengkorak disebabkan oleh adanya benturan kuat yang dapat meretakkan tengkorak, salah satunya adalah hantaman saat kecelakaan karena jatuh.Beberapa gejala ringan yang dapat dialami adalah mual, penglihatan kabur, hilangnya keseimbangan, leher yang kaku, sakit kepala, muntah, gelisah, mudah marah, kebingungan, rasa kantuk yang berlebih, pingsan, dan pupil yang tidak bereaksi terhadap cahaya.Sementara gejala berat yang dapat dialami adalah rasa sakit yang parah, pembengkakan, kemerahan, dan sensasi hangat di daerah yang terbentur, dan memar pada daerah yang cedera, di bawah mata, atau di belakang telinga.Perdarahan dapat terjadi pada luka di dekat daerah yang cedera, di daerah cedera, atau di sekeliling mata, telinga, dan hidung. Perdaharan juga dapat timbul di kulit sebagai lebam.

5. Cedera aksonal difus (diffuse axonal injury)

Ketika kecelakaan karena jatuh terjadi, otak dapat bergerak secara cepat dan tiba-tiba dalam tengkorak yang menyebabkan jaringan otak putus. Cedera ini merupakan salah satu cedera otak paling umum dan yang paling parah. Jika cedera aksonal difus parah, maka penderita dapat kehilangan kesadaran selama enam jam atau lebih. Saat cedera tidak parah, penderita tetap sadar tetapi dapat mengalami beberapa gejala kerusakan otak. Beberapa gejala yang dapat dirasakan adalah sakit kepala, kesulitan tidur, mual atau muntah, kebingungan atau disorientasi, tidur lebih lama dari biasanya, pusing atau kehilangan keseimbangan, dan merasa lelah atau mengantuk.Jangan remehkan kecelakaan pada lansia. Bawa orangtua Anda ke dokter sesegera mungkin setelah mereka terjatuh agar dapat segera mendapatkan penanganan.

Tips mencegah lansia terjatuh

Ada berbagai cara yang bisa Anda lakukan untuk melindungi lansia dari risiko terjatuh. Beberapa diantaranya adalah:

1. Berkonsultasi dengan dokter

Berkonsultasi rutin dengan dokter bermanfaat bagi para lansia untuk mengetahui apa saja yang memicu lansia mudah terjatuh. Dokter biasanya akan menilai kondisi lansia dengan mengajukan beberapa pertanyaan umum, seperti:
  • Apakah pernah terjatuh sebelumnya?
  • Apakah penyebabnya berasal dari penyakit tertentu?
  • Adakah efek samping obat tertentu yang membuat mereka mudah terjatuh?
  • Apakah lansia perlu menggunakan tongkat atau berpegangan saat berjalan?
  • Apakah mereka merasa tubuhnya tidak stabil?

2. Pahami rutinitas lansia

Supaya bisa menjauhkan lansia dari risiko terjatuh, Anda perlu memahami kegiatan sehari-harinya. Kenali dan catat apa saja yang bisa memicu lansia terjatuh, mulai dari bangun pagi hingga kembali tidur di malam hari.Anda perlu mengetahui perabot apa saja di rumah yang membuat lansia sering tersandung, obat-obatan yang mengganggu koordinasi tubuhnya, serta bahaya lain yang ada di sekitar tempat tinggal lansia.

3. Jauhkan lansia dari jangkauan barang-barang berbahaya yang ada di rumah

Bahaya lebih rentan terjadi di area dapur, ruang tamu, kamar mandi, tangga, dan lorong rumah. Bahaya ini bisa berasal dari perabotan, tata letak, bahkan kebersihan rumah Anda.Anda bisa mencegah lansia agar tidak terjatuh dengan cara menyingkirkan sumber bahaya di rumah. Berikut caranya:
  • Pindahkan meja kecil, rak, atau tanaman dari tempat yang sering dilewati
  • Simpan tumpukan pakaian, makanan, perabot makan, dan peralatan lain yang sering digunakan dalam tempat yang mudah diraih
  • Segera bersihkan semua tumpahan air, minyak, serta remah makanan
  • Rapikan kumpulan kotak, tumpukan koran, serta kabel yang menghalangi jalan
  • Perbaiki lantai dan karpet yang rusak atau mencuat
  • Singkirkan karpet yang tidak diperlukan

4. Gunakan peralatan pengaman

Menyediakan peralatan pengaman bisa membantu Anda mencegah lansia agar tidak mudah terjatuh di rumah. Buatlah lingkungan tempat tinggal lansia seaman dan senyaman mungkin dengan memasang peralatan berikut:
  • Memasang pegangan tangan pada kedua sisi tangga
  • Menyediakan dudukan toilet khusus dengan penyangga lengan
  • Alas antilicin di bawah pancuran air dan lantai kamar mandi yang sering dipijak
  • Tempat duduk khusus di kamar mandi agar lansia bisa mandi sambil duduk
  • Pegangan di sekitar pancuran air atau bak mandi

5. Upayakan rumah Anda memiliki cahaya yang cukup

 Menyingkirkan bahaya terlihat saja terkadang tidak cukup untuk mencegah lansia agar tidak terjatuh. Mereka sering kali tidak fokus dan tidak menyadari adanya bahaya karena menurunnya kemampuan penglihatan.Pastikan tempat tinggal lansia memiliki pencahayaan cukup dengan memasangkan lampu di kamar tidur, kamar mandi, serta lorong rumah. Tombol lampu pun juga harus bisa dicapai dengan mudah, dan selalu siapkan lampu senter yang mudah dijangkau untuk keadaan darurat.
lansiahematoma epiduralcederacedera fisikpatah tulang
American Association of Neurological Surgeons. https://www.aans.org/en/Patients/Neurosurgical-Conditions-and-Treatments/Concussion
Diakses pada 10 Mei 2019
Healthdirect. https://www.healthdirect.gov.au/what-causes-falls
Diakses pada 10 Mei 2019
Healthline. https://www.healthline.com/health/diffuse-axonal-injury
Diakses pada 10 Mei 2019
Healthline. https://www.healthline.com/health/skull-fracture
Diakses pada 10 Mei 2019
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/spinal-cord-injury/symptoms-causes/syc-20377890
Diakses pada 10 Mei 2019
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/320260.php
Diakses pada 10 Mei 2019
Medscape. https://reference.medscape.com/features/slideshow/falls-in-the-elderly
Diakses pada 10 Mei 2019
NIH. https://www.nia.nih.gov/health/prevent-falls-and-fractures
Diakses pada 26 November 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait