Kecanduan Seks Bisa Berbahaya, Kenali Ciri-Ciri dan Cara Menanganinya


Kecanduan seks merupakan obsesi tak sehat yang membuat pelakunya mencari, mengamati, atau terlibat dalam aktivitas seksual. Ciri-ciri kecanduan seks adalah fantasi seks berulang hingga menghabiskan banyak waktu untuk hal-hal yang terkait seks.

(0)
30 Nov 2020|Nenti Resna
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Kecanduan seks dapat berupa menghabiskan banyak waktu untuk hal-hal terkait seksKecanduan seks bisa berdampak buruk bagi kehidupan penderitanya
Kecanduan seks merupakan istilah umum untuk gangguan perilaku seksual kompulsif atau gangguan hiperseksual. Kondisi ini merupakan obsesi tidak sehat yang membuat pelakunya mencari, mengamati, atau terlibat dalam aktivitas seksual secara intens.Orang yang ketagihan seks akan bertindak melebihi batas kewajaran demi untuk memuaskan fantasi seksualnya. Mereka akan berusaha memenuhi hasrat seksual tanpa mempertimbangkan berbagai konsekuensi bagi dirinya sendiri atau orang lain.Penderita kecanduan seks dapat menghabiskan waktu berjam-jam untuk sesuatu yang berkaitan dengan aktivitas seksual, bahkan hingga mengorbankan hal yang lebih penting, seperti pekerjaan dan interaksi sosial.Mereka juga dapat menghabiskan banyak uang demi mengejar kepuasan dalam berbagai bentuk yang berbiaya tinggi, seperti pornografi, prostitusi, saluran telepon seks, dan lain sebagainya.

Ciri-ciri kecanduan seks

Ciri-ciri yang dapat mengindikasikan seseorang mengalami kecanduan seks, di antaranya:
  • Memiliki fantasi, dorongan, dan perilaku seksual yang berulang dan intens.
  • Menghabiskan banyak waktu untuk hal-hal yang berkaitan dengan perilaku seksual dan Anda merasa tidak dapat mengendalikannya.
  • Merasa terdorong untuk melakukan perilaku seksual tertentu (misalnya masturbasi) dan merasakan hilangnya ketegangan sesudahnya. Meskipun Anda juga merasa rasa malu, bersalah, atau membenci diri sendiri setelahnya, Anda tetap tidak bisa berhenti melakukannya.
  • Tidak mampu membatasi dan mengendalikan fantasi, dorongan, atau perilaku seksual.
  • Sering gagal dalam usaha mencoba untuk menghentikan kecanduan seks.
  • Menjadikan perilaku seksual kompulsif sebagai pelarian dari masalah lain.
  • Mengabaikan hal yang lebih penting untuk menghabiskan lebih banyak waktu demi memenuhi fantasi seksual.
  • Tetap melakukan perilaku seksual walaupun menyadari terdapat konsekuensi atau risiko serius.
  • Mengalami kesulitan dalam membangun dan memelihara hubungan yang sehat dan stabil.
  • Sering berbohong untuk menutupi perilakunya.
  • Mengalami konsekuensi negatif akibat perilaku seksual, seperti terjangkit penyakit menular seksual, kehilangan pekerjaan, hubungan asmara yang hancur, dan sebagainya.
  • Sering menggunakan sumber pemenuhan kebutuhan seksual tanpa keterlibatan emosional, seperti pornografi atau prostitusi.
  • Merasakan kebutuhan untuk menambah intensitas perilaku seksual demi mencapai kepuasan.

Cara mengatasi kecanduan seks

Kecanduan seks merupakan masalah yang perlu segera ditangani. Kondisi ini dapat merusak kehidupan Anda jika dibiarkan berlarut-larut tanpa mendapatkan penanganan yang tepat.Cara mengatasi kecanduan seks dapat dilakukan melalui metode psikoterapi, pemberian obat-obatan, hingga konseling kelompok. Berikut adalah penjelasan lengkap seputar metode-metode tersebut.

1. Psikoterapi

Psikoterapi atau terapi bicara dapat membantu mempelajari cara mengendalikan perilaku ketagihan seks. Jenis-jenis psikoterapi yang bisa ditempuh seseorang yang kecanduan seks, yaitu:

2. Pemberian obat-obatan

Pemberian obat-obatan juga dapat digunakan sebagai upaya untuk mengatasi kecanduan seks. Beberapa jenis obat tertentu dapat memengaruhi senyawa kimia otak yang berkaitan dengan perilaku ketagihan seks. Obat-obatan ini dapat mengurangi efek dari perilaku seksual atau mengurangi dorongan seksual.Berikut adalah jenis obat-obatan yang bisa diresepkan untuk mengendalikan kecanduan seks:
  • Antidepresan: jenis antidepresan tertentu dapat membantu perilaku seksual kompulsif.
  • Naltrexone: naltrexone membantu mengatur senyawa kimia otak yang berkaitan dengan perilaku kecanduan seks.
  • Mood stabilizer: Obat-obatan ini dapat mengurangi dorongan seksual kompulsif.
  • Antiandrogen: obat-obatan antiandrogen dapat mengurangi efek biologis hormon seks (androgen) pada pria.

3. Kelompok swabantu

Kelompok swabantu atau self-help groups (SHG) adalah suatu terapi kelompok yang beranggotakan orang-orang dengan masalah gangguan yang sama. Setiap anggota kelompok akan saling berbagi pengalaman mereka terkait kecanduan seks, termasuk tentang kesulitan dan cara mengatasinya.Setiap anggota kelompok dapat saling memberikan dukungan dan motivasi kepada anggota lainnya. Metode ini dapat membantu memberikan dukungan moral bagi penderita kecanduan seks yang sedang berusaha sembuh.Penderita ketagihan seks dapat menyadari bahwa mereka tidak sendiri dan ada orang lain yang pernah berada dalam kondisi yang sama bisa bertahan dan mengatasi masalah mereka.Jika Anda punya pertanyaan lebih lanjut seputar kecanduan seks, Anda bisa bertanya langsung dengan dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ secara gratis. Unduh aplikasi SehatQ sekarang di App Store atau Google Play.
masalah seksualdisfungsi seksual
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/compulsive-sexual-behavior/symptoms-causes/syc-20360434
16 November 2020
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/compulsive-sexual-behavior/diagnosis-treatment/drc-20360453
16 November 2020
American Addiction Centers. https://americanaddictioncenters.org/sex-addiction
16 November 2020
Puskesmas Kabupaten Bantul. https://puskesmas.bantulkab.go.id/sedayu2/2017/07/11/care-giver-dalam-kelompok-swabantu-odam-sedayu-di-argodadi/
16 November 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait