Kecanduan Onani? Ikuti 9 Tips dan Cara Berhenti Onani yang Ampuh Ini

Jangan sampai kecanduan onani membuat Anda lupa akan kehidupan sosial. Kenalilah cara berhenti onani yang ampuh ini.
Walau dianggap normal dan aman, jangan melakukan onani sampai Anda "lupa diri" sehingga membuat aktivitas jadi runyam.

Kecanduan onani atau masturbasi bisa membuat pria melakukan apa saja guna mendapatkan "waktu dan tempat" di mana ia dapat memuaskan nafsu seksualnya, tanpa diketahui orang lain. Rasa "sakau" mungkin terasa jika ia tidak onani. Jika itu sudah terjadi, sudah saatnya Anda mengetahui beberapa cara berhenti onani yang ampuh ini.

Cara berhenti onani, jika sudah kecanduan

Ketahuilah, ada beberapa hal yang menandakan seorang pria sudah kecanduan onani, seperti:

  • Tidak bisa mengontrol keinginan untuk masturbasi
  • Rela bolos kerja, sekolah, atau menarik diri dari pergaulan demi bisa onani
  • Merencanakan hari-hari untuk melakukan onani

Dalam beberapa kasus, terlalu sering onani juga bisa menyebabkan iritasi kulit dan pembengkakan penis. Oleh karena itu, langkah-langkah berikut ini penting dilakukan, agar Anda tak lagi kecanduan onani.

1. Berkonsultasi dengan terapis

Jika Anda sudah siap untuk mengurangi atau bahkan mengurangi onani, berkonsultasilah dengan terapis. Terapis bisa memberikan saran dan bahkan membantu Anda untuk mencari cara efektif menghentikan kebiasaan onani.

2. Jujur terhadap diri sendiri

Dalam beberapa kepercayaan dan kebudayaan, onani dianggap sebagi suatu hal yang buruk. Jika Anda merasa bersalah setelah beronani, jujurlah pada diri Anda untuk mendapatkan dorongan psikis, sehingga kebiasaan onani bisa dikurangi.

Hal ini juga bisa dibicarakan kepada terapis agar Anda dapat menghilangkan perasaan bersalah itu, dan mencari cara menghentikan kebiasaan onani berlebihan.

3. Hindari pornografi

Sering menonton film porno bisa meningkatkan keinginan untuk onani. Maka dari itu, hindarilah menonton atau melihat segala hal yang berbau pornografi.

Jika ada “pembatas” antara diri Anda dan pornografi, maka berhenti onani tidak akan terasa sulit.

4. Menjalani aktivitas sehari-hari

Tetap aktif dan membuat diri Anda sibuk dengan berbagai kegiatan, bisa menjadi cara berhenti onani yang efektif. Dengan menjalani kegiatan di luar bersama teman atau keluarga, Anda jadi tidak memiliki waktu atau kesempatan untuk menyendiri di rumah dan melakukan onani.

Carilah aktivitas yang menantang dan menenangkan pikiran, supaya niat onani bisa dibuang.

5. Berolahraga secara teratur

Berolahraga adalah cara efektif untuk meredakan ketegangan dan memberikan energi positif. Jika tubuh sudah rileks dan dikelilingi aura positif, maka keinginan untuk masturbasi akan berangsur hilang.

Selain itu, berolahraga juga bisa membuat tubuh memproduksi hormon endorfin, sehingga Anda merasa senang dan lupa dengan onani.

Olahraga seperti berenang, angkat beban di gym, atau berlari bisa menjadi pilihannya. Mana yang Anda suka?

6. Mengalihkan ke kegiatan yang positif

Setiap pria memiliki “jadwal” onaninya masing-masing. Biasanya, waktu sebelum tidur atau setelah bangun pagi, sering digunakan untuk onani.

Jika Anda sudah mengetahui jadwal onani, carilah kegiatan yang bisa mengganti aktivitas onani di waktu-waktu itu. Membaca buku, nonton film, atau berolahraga bisa menjadi pilihannya.

7. Bergabung dengan forum atau komunitas

Anda tidak sendiri, masih ada pria lain yang kecanduan onani dan sedang mencari cara berhenti onani. Carilah komunitas yang bisa membuat Anda berkeluh kesah dan berbagi pengalaman. Di sana, Anda akan bertukar informasi tentang cara berhenti onani.

Jika merasa malu untuk bertemu dengan mereka secara langsung, ada komunitas dunia maya lainnya yang bisa Anda coba.

8. Batasi waktu menyendiri

Menyendiri hanya akan menumbuhkan niat onani. Maka dari itu batasilah waktu menyendiri Anda. Misalnya, jika senang menonton bola, datanglah ke kafe atau restoran yang menampilkan siaran langsung pertandingannya.

Jika Anda suka membaca buku, datanglah ke perpustakaan dengan begitu banyak pilihan bacaan. Dengan begini, waktu menyendiri akan terkurangi, sehingga tidak ada lagi kondisi kecanduan onani.

9. Hindari memegang alat kelamin jika tak diperlukan

Memegang alat kelamin dianggap bisa menimbulkan perasaan ingin onani. Maka dari itu, Anda disarankan untuk menggunakan 1-2 lapis pakaian, yang bisa mengurangi sensasi ingin onani saat Anda menyentuh alat kelamin.

Efek samping onani berlebihan

Pria onani
Onani berlebihan mengundang kerugian

Dalam dunia medis, onani adalah kegiatan seksual yang lazim dan tidak menimbulkan bahaya, jika dilakukan tidak berlebihan. Onani atau masturbasi juga bisa menjadi variasi kegiatan seksual untuk memuaskan pasangan suami-istri yang patut dicoba.

Namun, jika onani dilakukan sendiri secara berlebihan, ada beberapa efek samping yang bisa terjadi.

  • Timbulnya rasa bersalah

Berbagai kepercayaan dan budaya menganggap bahwa onani adalah hal buruk. Itulah sebabnya, sebagian pria bisa merasa bersalah jika melakukan onani.

  • Menurunkan sensivitas seksual

Terlalu sering onani ternyata bisa menurunkan sensivitas seksual pria, apalagi jika kerap menekan penisnya terlalu kencang saat onani.

  • Mengganggu aktivitas sehari-hari

Mencari waktu menyendiri untuk beronani, bisa memicu pria membuat beribu alasan untuk bolos kerja, sekolah, atau menghindari berbagai acara penting. Hal ini bisa mengganggu aktivitas sehar-hari dan akhirnya dianggap anti-sosial (ansos) oleh orang-orang di sekitar.

  • Munculnya edema

Jika pria memegang penisnya terlalu kuat saat onani, edema (pembengkakan ringan) pada penis pun bisa terjadi.

  • Iritasi kulit

Gerakan tangan yang terlalu keras saat onani bisa menyebabkan iritasi kulit penis. Bahkan, kulit penis bisa lecet akibat sering onani.

Jika efek samping onani ini sudah terjadi, terutama yang menyangkut dengan kesehatan penis Anda, berkonsultasilah segera dengan dokter untuk memperoleh perawatan.

Mitos onani yang sering dipercaya

Di tengah masyarakat, banyak yang percaya bahwa onani bisa menyebabkan berbagai macam kondisi medis mengerikan, seperti:

  • Kebutaan
  • Telapak tangan berbulu
  • Impotensi di masa yang akan datang
  • Disfungsi ereksi
  • Penis menyusut
  • Penis melengkung
  • Penurunan jumlah sperma
  • Infertilitas
  • Penyakit kejiwaan
  • Kelemahan fisik

Mitos tentang onani di atas tidak didukung dengan penjelasan secara ilmiah. Itulah sebabnya,Anda dianjurkan untuk tidak memercayainya.

Catatan dari SehatQ:

Bagi ingin mengurangi atau bahkan menghentikan kegiatan onani, ikutilah beberapa cara berhenti onani di atas. Jika tidak berhasil juga, sudah saatnya Anda berkonsultasi dengan dokter, psikolog atau terapis untuk mencari bantuan.

Selain itu, jika ada efek samping yang mengganggu kesehatan penis, jangan tunggu sampai parah. Langsung kunjungi dokter dan mintalah pengobatan.

Healthline. https://www.healthline.com/health/how-to-stop-masturbating#1
Diakses pada 6 Februari 2020

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/325743.php#why-stop
Diakses pada 6 Februari 2020

Artikel Terkait