Kecanduan Energy Drink, Apakah Bisa?

(0)
19 Aug 2020|Marco Anthony
Konsumsi berlebihan dapat menyebabkan kecanduan energy drinkMeski mampu menambah tenaga, energy drink tidak boleh dikonsumsi berlebihan
Energy drink atau minuman berenergi sudah tidak asing lagi bagi kita. Energy drink adalah minuman yang membuat seseorang merasa lebih fokus dan bertenaga. Oleh karena itu tak jarang minuman ini dikonsumsi oleh mereka yang melakukan pekerjaan fisik atau membutuhkan konsentrasi dalam waktu yang panjang.Manfaat penambah tenaga dan konsentrasi ini didapat dari kandungan asam amino L-taurin, kafein, vitamin B, hingga ramuan herbal.Meski kandungan tersebut menyehatkan, sayangnya ada kandungan lain dalam energy drink yang tidak aman dikonsumsi secara berlebihan. Beberapa kandungan tersebut adalah pemanis buatan dan juga kafein.Akan tetapi, karena efeknya yang membuat kondisi seseorang lebih bertenaga, masih banyak orang yang akhirnya menjadikan energy drink sumber energi instan. Hal ini memicu seseorang untuk mengonsumsinya secara berlebihan bahkan hingga kecanduan.

Bisakah seseorang kecanduan energy drink?

Jawabannya, tentu bisa. Meskipun tidak ada istilah resmi mengenai kecanduan energy drink, hal ini bisa terjadi. Seseorang bisa mengalami kecanduan energy drink apabila terlalu sering mengonsumsinya secara berlebihan. Bahkan mengalami kesulitan untuk berhenti meminumnnya.Meski tidak seberbahaya seperti kecanduan narkotika atau alkohol, kecanduan minuman berenergi memberikan dampak buruk kesehatan.

Efek samping mengonsumsi energy drink terlalu banyak

Semakin banyak energy drink yang dikonsumsi artinya semakin banyak juga jumlah pemanis buatan dan kafein yang masuk ke dalam tubuh. Kedua zat ini dikenal sebagai penyebab diabetes tipe 2 dan darah tinggi.Di samping itu, pemanis buatan juga dapat meningkatkan risiko gigi berlubang, penyakit ginjal, hingga naiknya berat badan.

Ciri-ciri kecanduan energy drink

Ciri-cri kecanduan minuman berenergi secara umum tidak jauh berbeda dengan kecanduan lainnya, yaitu:
  • Kesulitan untuk tidak meminumnya lebih dari satu kaleng atau botol sehari
  • Ada dorongan kuat untuk meminumnya
  • Muncul khayalan akan rasa nyaman saat Anda sedang meminumnya
  • Tubuh terasa lemas, sakit kepala, dan mood berantakan saat tidak mengonsumsinya

Penyebab kecanduan minuman berenergi

Kecanduan ini bisa terjadi secara cepat atau perlahan. Namun yang pasti ada beberapa faktor yang menyebabkannya, seperti:
  • Reaksi kimia otak.

    Efek dari kafein dan gula adalah memicu otak untuk melepaskan hormon dopamin. Hormon dopamin dikenal dapat membuat mood Anda menjadi baik. Oleh karena itu Anda mendapatkan rasa senang tiap kali meminumnya.

    Namun semakin sering minuman berenergi dikonsumsi, efek hormon dopamin pun berkurang. Oleh karena itu tubuh membutuhkan lebih banyak asupan minuman berenergi untuk mendapatkan kembali efek hormon dopamin yang sama dengan saat pertama kali dikonsumsi. Hal ini yang memicu seseorang bisa meningkatkan jumlah konsumsi minuman tersebut.
  • Riwayat pribadi dan keluarga

    Kecanduan juga dapat terjadi karena meminum minuman berenergi sudah menjadi hal yang lumrah bagi diri sendiri atau di lingkungan keluarga sehingga tidak ada yang membatasi jumlah konsumsinya.
  • Pemahaman yang salah

    Beberapa orang menganggap energy drink menjadi solusi energi instan bagi mereka untuk melakukan aktivitas. Mereka merasa tidak dapat melakukan aktivitas tanpa mengonsumsi minuman berenergi.

Cara mengatasi kecanduan energy drink

Jika Anda merasa mengalami kecanduan energy drink dan ingin lepas darinya, ada dua metode yang bisa Anda gunakan untuk mengalahkannya.
  • Metode berhenti sama sekali.

Lewat cara ini Anda berusaha berhenti mengonsumsi minuman berenergi sama sekali dalam jangka waktu yang lama. Cara ini akan menyebabkan Anda mengalami withdrawal syndrome atau bisa juga disebut “sakau” tetapi membantu Anda lepas dari kecanduan lebih cepat.
  • Metode mengurangi jumlah konsumsi

Anda dapat mengurangi jumlah konsumsi harian. Misalnya dari 2 botol sehari menjadi 1 botol sehari. Kemudian berangsur ke 1 botol per dua hari hingga 1 botol per minggu, hingga berhenti sama sekali. Cara ini sangat efektif untuk berhenti tanpa mengalami withdrawal syndrome tetapi akan memakan waktu yang lebih lama.

Catatan dari SehatQ

Mengonsumsi energy drink secara berlebihan dapat berdampak buruk bagi kesehatan Anda. Mulai dari gangguan darah tinggi, ginjal, gigi berlubang, diabetes, hingga berat badan naik.Jika Anda merasa mengalami kecanduan, segeralah mencoba mengurangi atau berhenti sama sekali untuk mengonsumsi minuman berenergi. Bila Anda merasa kesulitan untuk lepas dari kecanduan, segera konsultasikan dengan dokter.
minuman tidak sehathidup sehat
Healthline. https://www.healthline.com/nutrition/energy-drink-addiction#1
Diakses pada 6 Agustus 2020
WebMD. https://www.webmd.com/mental-health/addiction/news/20101115/energy-drinks-may-raise-risk-for-alcohol-problems
Diakses pada 6 Agustus 2020
WebMD. https://www.webmd.com/food-recipes/news/20190626/energy-drinks-quick-pick-me-up-or-health-hazardDiakses pada 6 Agustus 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait