Kebiri Kimia Berbeda dengan Vasektomi, Ini Perbedaannya

Kebiri kimia sering dianggap sama sebagai vasektomi, padahal sangat berbeda
Ilustrasi dokter yang sedang menjelaskan mengenai sperma

Pada 2016 lalu, isu kebiri kimia adalah salah satu topik bahasan yang paling dibicarakan di dunia kesehatan dan hukum. Pasalnya, Menteri Kesehatan RI kala itu, Nila Farid Moeloek, meminta adanya pemberlakuan hukuman kebiri kimia untuk pelaku kejahatan seksual pada anak di bawah umur alias pedofil.

Wacana ini tentu mengundang pro dan kontra. Menkes dan kalangan yang mendukung diberlakukannya kebiri kimia beralasan langkah ini sudah tepat mengingat pelaku kejahatan terhadap anak memang harus diganjar dengan hukuman berat agar menimbulkan efek jera.

Meski demikian, tidak sedikit juga kalangan medis yang tidak setuju dengan pemberlakukan hukuman tersebut. Selain melanggar Hak Asasi Manusia, kebiri kimia dinilai sangat merugikan bagi kesehatan jangka panjang orang yang melakukannya, bahkan efek sampingnya bisa sampai meninggal dunia.

Apa yang dimaksud kebiri kimia?

Kebiri (orkiektomi) sebetulnya adalah operasi pengangkatan salah satu atau kedua testis alias organ seksual pada pria yang berfungsi memproduksi sperma dan hormon laki-laki (testosteron). Prosedur ini akan membuat fungsi alat kelamin Anda berubah, mulai dari tingkat kesuburan hingga keinginan Anda untuk melakukan hubungan seksual.

Meskipun demikian, kebiri kimia berbeda dengan kebiri pada umumnya. Kebiri kimia adalah memasukkan bahan kimia yang bersifat antiandrogen, baik melalui pil atau suntikan, ke dalam tubuh pelaku tindak kejahatan seksual.

Kebiri kimia adalah prosedur medis yang tidak mengubah bentuk fisik alat kelamin pria, tidak seperti kebiri biasa. Namun, fungsi kebiri kimia mirip dengan kebiri pada umumnya, yakni memperlemah hormon testosterone dengan menurunkan level androgen di dalam aliran darah seseorang.

Secara teori, menurunnya kadar androgen di dalam darah akan mengurangi keinginan seseorang melakukan hubungan seksual. Ketika kebiri kimia diterapkan sebagai hukuman pada para penjahat seksual, obat ini dapat menurunkan fantasi seksual mereka sehingga menurunkan nafsu untuk melakukan kejahatan seksual.

Efek kebiri kimia pada pria

Ketika seorang pria menjalani kebiri kimia, ia akan merasakan efek dari lemahnya kadar testosteron dalam darah. Beberapa efek kebiri kimia adalah sebagai berikut:

  • Menurunnya keinginan berhubungan seksual
  • Sulit ereksi
  • Ukuran testis mengecil
  • Volume air mani yang dikeluarkan melalui penis akan berkurang drastis
  • Rambut rontok
  • Sering merasa lelah
  • Kehilangan massa otot
  • Kegemukan
  • Pengeroposan tulang alias osteoporosis
  • Suasana hati yang mudah berubah-ubah
  • Mudah lupa atau pikun
  • Anemia

Pada kebiri kimia, dokter bisa menggunakan berbagai bahan kimia, misalnya medroxyprogesterone acetate, cyproterone acetate, dan LHRH agonist. Obat-obatan ini bukan hanya menurunkan jumlah testosteron, melainkan juga kadar estradiol dalam darah.

Pada pria, estradiol (estrogen) sendiri berperan sebagai penguat tulang, fungsi otak, dan kesehatan kardiovaskuler. Dengan kata lain, obat-obatan tersebut dapat memberi efek samping kebiri kimia mulai dari osteoporosis, penyakit kardiovaskular, kerusakan metabolisme glukosa dan lipid, depresi, hingga infertilitas.

Apakah kebiri kimia sama dengan vasektomi?

Bukan, kebiri kimia berbeda dengan vasektomi. Kebiri kimia adalah prosedur yang dilakukan dengan suntikan atau meminum pil, sedangkan vasektomi adalah operasi kecil pada vas deferens (saluran sperma) yang bertujuan menghalangi sperma untuk bercampur dengan semen yang dikeluarkan dari penis saat pria melakukan hubungan seksual.

Perbedaan mendasar vasektomi dan kebiri kimia adalah pasien vasektomi masih bisa merasakan orgasme dan ejakulasi serta tidak menimbulkan impotensi. Sedangkan kebiri kimia akan membuat pelakunya mengalami disfungsi seksual.

Perbedaan lain antara vasektomi dan kebiri kimia adalah lamanya efek dari prosedur tersebut. Pria yang menjalani vasektomi kemungkinan besar tidak akan bisa memiliki anak selamanya, kecuali menjalani prosedur bayi tabung.

Sementara itu, efek kebiri kimia adalah hanya enam bulan saja. Setelah enam bulan, bila tidak ada komplikasi, fungsi organ seksual pada pria tersebut akan kembali seperti sedia kala.

Mengingat efek kebiri kimia yang hanya sementara ini, penyuntikkan zat kimia akan dilakukan selama tiga bulan sekali sampai masa hukumannya habis. Di Korea Selatan, penjahat kelamin yang sangat parah (disebut parafilia), masa suntik kebiri kimia adalah tiga sampai lima tahun.

WebMD. https://www.webmd.com/cancer/what-is-orchiectomy
Diakses pada 4 Januari 2020

Kementerian Kesehatan RI. https://www.depkes.go.id/article/view/16051100002/menkes-pertimbangkan-efek-samping-hukuman-kebiri.html
Diakses pada 4 Januari 2020

JSTOR. https://www.jstor.org/stable/29767116?read-now=1&seq=1#page_scan_tab_contents
Diakses pada 4 Januari 2020

American Urological Association. https://www.urologyhealth.org/urologic-conditions/vasectomy
Diakses pada 4 Januari 2020

Science Direct. https://www.sciencedirect.com/topics/medicine-and-dentistry/chemical-castration
Diakses pada 4 Januari 2020

NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3565125/
Diakses pada 4 Januari 2020

Healthline. https://www.healthline.com/health/low-testosterone/warning-signs
Diakses pada 4 Januari 2020

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Banner Telemed