4 Kebiasaan yang Tanpa Sadar Tingkatkan Risiko Bayi Obesitas


Meski si kecil masih bayi, ada kemungkinan besar ia mengalami obesitas. Obesitas membuat anak rentan mengalami masalah kesehatan. Penyebabnya bisa jadi dari kondisi kesehatan ibu, metode persalinan, hingga pilihan camilan.

(0)
10 Apr 2021|Azelia Trifiana
Dengan pola makan yang sehat Anda dapat menghindari bayi obesitasDengan pola makan yang sehat Anda dapat menghindari bayi obesitas
Selain khawatir berat badan si kecil tidak berada pada kurva yang seharusnya, di sisi lain ada pula kerisauan bayi obesitas. Sebelum ragu apakah bayi obesitas karena ASI mungkin terjadi atau tidak, pertambahan berat badan bayi hingga usia 1 tahun memang sangat pesat.Bahkan, bayi bisa memiliki berat badan 2 kali lipat beratnya saat lahir ketika berusia 6 bulan. Ketika merayakan ulang tahun pertamanya pun, berat badan lahirnya sudah bisa mencapai 3 kali lipat.

Penyebab bayi obesitas

Meski demikian, tetap saja ada kemungkinan bayi memiliki kelebihan berat badan. Dari sinilah para pakar dari Harvard University sepakat bahwa bayi yang obesitas pada 2 tahun pertama usia mereka lebih berisiko mengalami masalah kesehatan. Bahkan, ini bisa terjadi hingga ketika mereka tumbuh dewasa.Itulah mengapa, penting bagi orangtua untuk selalu memantau pertumbuhan berat badan dan tinggi badan bayi sesuai usia mereka. Sesuaikan juga dengan titik kurva mereka saat baru lahir.Beberapa hal yang bisa menjadi pemicu sekaligus cara agar bayi tidak obesitas adalah:

1. Kondisi kesehatan ibu

Bahkan sebelum hadir ke dunia, berat badan bayi berkaitan erat dengan kondisi kesehatan ibunya. Berapa berat badan ibu sebelum hamil, riwayat kebiasaan buruk seperti merokok, hingga menderita diabetes gestasional merupakan faktor risiko bayi kelebihan berat badan.Cara mengantisipasinya:Ibu harus menjalankan gaya hidup sehat serta pola makan seimbang agar tidak mengalami kelebihan berat badan saat hamil. Tinggalkan kebiasaan buruk seperti merokok atau mengonsumsi makanan dan minuman tinggi gula.Ibu hamil juga perlu selalu melakukan pemeriksaan antenatal care secara berkala setiap bulannya untuk memantau pertambahan berat badannya. Jangan lupakan pentingnya olahraga saat hamil yang bisa membantu menjaga berat badan sekaligus kebugaran tubuh.

2. Metode persalinan

Sebuah penelitian pada tahun 2019 di New Zealand menemukan bahwa bayi yang terlahir dengan cara C-section atau operasi caesar lebih rentan mengalami obesitas.Alasannya karena bakteri dalam pencernaannya berbeda dengan bayi yang terlahir secara spontan atau normal lewat vagina. Namun, perlu diingat bahwa metode persalinan ini bukan satu-satunya penyebab bayi menjadi obesitas.Cara mengantisipasinya:Apabila persalinan secara normal masih memungkinkan, ini bisa dipilih sebagai alternatif dari persalinan caesar. Namun, bukan berarti C-section adalah metode persalinan yang lebih berisiko. Baik normal maupun caesar sama-sama baik, asalkan ibu hamil selalu mendiskusikan risikonya dengan dokter.

3. ASI atau susu formula

Kemungkinan bayi obesitas karena ASI lebih rendah dibandingkan dengan yang mendapat susu formula, berdasarkan sebuah studi tahun 2016 dari Amerika Serikat. Artinya, bayi yang mendapatkan ASI eksklusif berat badannya cenderung naik lebih perlahan dibandingkan dengan susu formula atau keduanya.Beberapa alasannya adalah:
  • Kemungkinan overfeeding susu formula lebih besar
  • Ada kecenderungan menghabiskan susu di botol meski bayi sudah kenyang
  • Orangtua atau pengasuh memberikan susu formula sesuai jadwal, bukan sinyal rasa lapar bayi
Cara mengantisipasinya:Sebenarnya tidak ada yang salah antara memberikan ASI atau susu formula, maupun keduanya. Namun, bagi bayi yang mendapat susu formula sebaiknya selalu perhatikan sinyal rasa lapar dan kenyang mereka dan jangan selalu memberikan susu sesuai jadwal.Takaran pemberian susu formula harus tepat agar tidak berlebihan. Apabila diperlukan, orangtua juga bisa berdiskusi terlebih dahulu dengan dokter untuk tahu komposisi dan kandungan yang paling tepat.

4. Pilihan camilan

Bayi yang sudah berusia di atas 6 bulan sudah mulai mengonsumsi makanan pendamping ASI atau MPASI. Untuk camilan, sebisa mungkin hindari yang mengandung gula atau diproses berlebihan. Akan jauh lebih baik memberikan camilan whole grain, buah, atau sayuran.Cara mengantisipasinya:Selain mengatur betul apa saja pilihan camilan yang dikonsumsi si kecil, pastikan juga hanya memberikan camilan pada waktu tertentu. Anda juga bisa membentuk kebiasaan bahwa snack hanya akan diberikan saat sedang berada di kursi makan saja.Agar tidak kewalahan dan akhirnya memilih memberikan camilan kurang sehat, Anda juga bisa merancang apa saja resep MPASI yang akan dibuat secara berkala.

Catatan dari SehatQ

Ketika berbicara tentang berat badan anak, ini bisa menjadi isu sensitif bagi orangtua. Belum lagi komentar dari orang-orang di sekitar. Tapi tetap ingat satu hal, bahwa anak yang “tampak” kurus maupun gemuk bukan berarti bisa langsung dianggap demikian.Satu-satunya pembuktian tentang berat badan anak berlebih atau kurang ada pada tabel. Membacanya pun apabila perlu bisa dilakukan bersama dengan dokter spesialis anak sehingga bisa menjadi bahan diskusi.Apabila terdeteksi kecenderungan bayi obesitas, orangtua pun bisa merancang cara untuk mengurangi pemicu sekaligus mencegahnya agar kembali berada di berat badan ideal.Untuk berdiskusi lebih lanjut seputar risiko bayi obesitas dan faktor risikonya, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
bayi & menyusuiibu dan anakbayi
Healthline. https://www.healthline.com/health/baby/fat-babies
Diakses pada 28 Maret 2021
News Harvard Edu. https://news.harvard.edu/gazette/story/2012/09/targeting-childhood-obesity-early/
Diakses pada 28 Maret 2021
Journal of Epidemiology & Community Health. https://jech.bmj.com/content/73/12/1063.abstract
Diakses pada 28 Maret 2021
JAAPA. https://journals.lww.com/jaapa/fulltext/2011/12000/childhood_obesity__understanding_the_causes,.5.aspx
Diakses pada 28 Maret 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait