Penyakit paru obstruktif kronis (PPOK) biasanya terjadi pada lansia yang aktif merokok
Kebiasaan merokok Anda berpotensi meningkatkan gangguan fungsi paru-paru dan jantung.

Penyakit paru obstruktif kronis (PPOK) atau chronic obstructive pulmonary disease (COPD) adalah suatu peradangan pada paru-paru kronis, yang menyebabkan tersumbatnya aliran udara masuk dan keluar dari paru-paru. Gejala paru-paru tersebut harus selalu diwaspadai pada lansia, terutama yang memiliki kebiasaan merokok.

Dua penyakit paru-paru yang merupakan penyebab PPOK adalah bronkitis kronis dan emfisema. Kedua penyakit ini dapat berdiri sendiri, ataupun menyerang secara bersamaan.

[[artikel-terkait]]

Gejala paru-paru yang harus diwaspadai pada lansia

Udara mengalir dari trakea, ke bronkus, dan sampai ke paru-paru. Di dalam paru-paru, udara dialirkan secara merata ke bronkiolus yang bercabang seperti pohon, dan berakhir di alveoli paru-paru.

Di alveoli, oksigen bertukar dengan karbon dioksida melalui pembuluh darah, yang ada di alveoli paru-paru.

Karbon dioksida dikeluarkan dengan bantuan elastisitas organ pernapasan, mulai dari alveolus hingga bronkus. Pada penderita COPD, elastisitas ini hilang, dan menyebabkan saluran udara pernapasan terus mengembang.

Akibatnya, udara tidak dapat keluar dari paru-paru pada saat menghembuskan napas (ekspirasi). Berikut ini akibat gejala paru-paru, yang menunjukkan penyakit tertentu pada lansia.

  • Batuk terus menerus yang disertai dahak. Pada penderita bronkitis kronis, batuk berdahak atau produktif, terjadi setiap hari selama setidaknya tiga bulan per tahun.
  • Membuang dahak atau produksi dahak berlebih di pagi hari. Hal ini disebabkan oleh penumpukan dahak di paru-paru.
  • Sesak, terutama pada saat beraktivitas
  • Mengi
  • Dada terasa tertekan atau berat
  • Warna bibir dan kuku yang biru (sianosis)
  • Sering mengalami infeksi saluran pernapasan
  • Mudah lelah
  • Berat badan menurun
  • Bengkak pada kaki

2 Penyakit penyebab PPOK

Bronkitis kronis adalah peradangan pada saluran bronkial atau saluran udara, yang berfungsi membawa udara dari dan menuju alveoli atau kantung udara paru-paru.

Emfisema terjadi ketika alveoli paru-paru rusak akibat paparan asap rokok, dan bahan iritan lainnya. PPOK seringkali terjadi pada individu berusia lanjut. Penderita PPOK juga rentan terhadap penyakit jantung, kanker paru, dan gangguan kesehatan lainnya.

Penyebab utama PPOK

Untuk mengantisipasi terjadinya PPOK, kenali tiga penyebabnya berikut ini.

1. Kebiasaan merokok

Perokok aktif maupun pasif, berisiko mengalami PPOK. Memang, hanya 20-30% perokok kronis yang mengalami PPOK dengan gejala klinis. Namun perlu diingat, hampir seluruh perokok kronis mengalami gangguan fungsi paru-paru.

2. Bahan kimia

Paparan bahan kimia, uap, bahan polutan, atau partikel debu dalam waktu yang lama, meningkatkan risiko terhadap PPOK.

3. Faktor genetik

Individu dengan kondisi alpha-1 antitrypsin deficiency (A1AD/AATD), memiliki risiko lebih besar terhadap PPOK, terlebih bila memiliki kebiasaan merokok.

Hindari rokok, untuk mencegah PPOK

Sampai saat ini, belum ada terapi khusus atau obat untuk menyembuhkan pasien PPOK. Namun, Anda bisa melakukan beberapa tindakan pencegahan.

Tidak seperti penyakit lainnya, PPOK memiliki penyebab yang jelas, sehingga kemunculannya dapat dicegah. Hampir seluruh kasus PPOK disebabkan oleh kebiasaan merokok,

Oleh karena itu, cara mencegahnya adalah dengan tidak merokok. Bila memiliki riwayat sebagai perokok aktif di masa lampau, jalani pemeriksaan rutin secara berkala. Lakukan olahraga, latihan pernapasan, dan konsumsi makanan yang sehat secara rutin.

Paparan terhadap bahan kimia dan partikel debu juga menyebabkan timbulnya PPOK. Bila bekerja di daerah yang penuh paparan bahan kimia dan partikel debu, selalu gunakan alat pelindung diri, terutama untuk sistem pernapasan Anda.

European Respiratory Journal. https://erj.ersjournals.com/content/23/6/932.short
Diakses pada 20 Juni 2019

WebMD. https://www.webmd.com/lung/copd/10-faqs-about-living-with-copd#1
Diakses pada 12 Mei 2019

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/copd/symptoms-causes/syc-20353679
Diakses pada 12 Mei 2019

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Banner Telemed