Hati-hati, Kebiasaan Merokok Bisa Sebabkan Batuk Kronis!

Faktor risiko utama dari penyakit batuk kronis adalah kebiasaan merokok
Kebiasaan merokok merupakan faktor risiko utama batuk kronis

Rokok telah lama diketahui dapat memberikan berbagai dampak buruk bagi kesehatan, salah satunya adalah batuk. Bagi Anda yang merokok dan mengalami batuk yang tidak kunjung reda dalam jangka waktu 3 minggu, maka kondisi tersebut dapat disebut sebagai batuk perokok (smoker’s cough).

Selain batuk perokok, kebiasaan merokok juga menjadi faktor risiko utama dari batuk kronis. Berbeda dari batuk perokok, batuk dikatakan sudah kronis apabila tidak kunjung sembuh setelah 8 minggu. Lalu, apa sebenarnya yang menyebabkan perokok sering batuk? Berikut penjelasannya.

Dampak Zat Kimia dari Kebiasaan Merokok pada Tubuh

Tembakau yang terkandung di dalam rokok memiliki sejumlah besar zat kimia yang dapat berbahaya bagi tubuh. Diketahui, setidaknya 70 di antaranya dapat menjadi penyebab kanker.

1. Zat Kimia Ganggu Saluran Pernapasan

Saat memasuki tubuh, zat-zat kimia tersebut dapat mengganggu fungsi dari silia, bagian dari saluran pernapasan yang berbentuk seperti rambut-rambut halus. Silia berfungsi untuk membantu menyaring racun yang masuk ke saluran pernapasan tubuh.

Salah satu zat kimia yang terdapat di dalam rokok, formladehid, bahkan dipercaya dapat memperlambat pergerakan dan mengurangi panjang dari silia. Hal ini menyebabkan racun-racun semakin mudah untuk masuk ke dalam paru-paru.

2. Zat Kimia Sebabkan Peradangan

Proses ini kemudian dapat menyebabkan peradangan, sehingga tubuh berusaha untuk menyingkirkan racun-racun tersebut dengan cara batuk.

Batuk kronis yang disebabkan oleh kebiasaan merokok, juga umumnya akan bertambah parah saat bangun tidur. Sebab, silia tidak terpengaruh oleh rokok saat Anda tidur. Akibatnya saat bangun, silia akan mampu menyaring dan mengeluarkan lebih banyak zat kimia.

Cara Meredakan Batuk akibat Merokok

Tentunya, cara terbaik untuk meredakan batuk akibat merokok adalah dengan menghentikan kebiasaan buruk tersebut. Selain itu, terdapat beberapa cara lain yang dapat Anda lakukan untuk membantu meredakan batuk tersebut.

  • Bantu legakan tenggorokan Anda dengan obat batuk atau permen pelega tenggorokan
  • Berkumur dengan air garam
  • Minum 6-8 gelas per hari, agar lendir yang terdapat di paru-paru dan tenggorokan tidak terus bertambah
  • Saat tidur, posisikan kepala Anda lebih tinggi dari badan, agar dahak tidak berkumpul di tenggorokan
  • Olahraga secara teratur selama 30 menit setiap hari. Olahraga dapat membantu mengencerkan dahak sehingga lebih mudah untuk dikeluarkan
  • Hindari minum kopi dan alkohol untuk mencegah batuk bertambah parah. Kopi dan alkohol dapat menyebabkan Anda dehidrasi dan menyebabkan iritasi
  • Gunakan madu. Sebab, madu dipercaya dapat membantu meredakan gejala batuk. Anda dapat mengonsumsi madu secara langsung atau mencampurkannya dalam teh.
  • Rebus air dengan daun mint atau daun kayu putih, lalu hirup uapnya. Anda dapat menaruh handuk di atas rebusan air tersebut agar lebih mudah menghirup uapnya.

Penanganan Medis untuk Batuk Kronis

Untuk mendapatkan perawatan dan pengobatan yang tuntas, Anda disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter, apabila mengalami batuk kronis. Terlebih, Anda dan keluarga, kini bisa memperoleh pelayanan medis yang lengkap dari BPJS Kesehatan.

Salah satu penyakit yang ditanggung BPJS Kesehatan adalah asma bronkhial. Penyakit asma ini antara lain dipicu oleh paparan terhadap asap rokok.

Selama konsultasi, dokter akan menanyakan riwayat kesehatan, termasuk berbagai keluhan yang Anda rasakan. Selanjutnya, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik, pemeriksaan penunjang, dan mempertimbangkan diagnosis bandingnya. Salah satu diagnosis banding untuk penyakit asma bronkhial adalah batuk kronis.

Dokter juga umumnya akan memberikan obat jenis bronkodilator dan kortikosteroid. Bronkodilator dapat membantu meregangkan otot di sekitar saluran pernapasan. Sementara itu, kortikosteroid dapat membantu untuk meredakan peradangan di saluran pernapasan. Kedua obat ini umumnya digunakan secara bersamaan.

Hentikan Kebiasaan Merokok Sesegera Mungkin

Menghentikan kebiasaan merokok memang bukan hal yang mudah. Namun, melihat berbagai dampak buruk yang dapat ditimbulkannya terhadap kesehatan, Anda disarankan untuk segera berhenti merokok, dengan langkah sederhana secara perlahan.

Terlebih lagi, beberapa waktu lalu sempat muncul wacana yang menyebutkan bahwa penyakit yang disebabkan oleh kebiasaan merokok, nantinya tidak akan ditanggung oleh BPJS Kesehatan. Sebab, penyakit-penyakit yang muncul akibat rokok memerlukan dana tanggungan yang sangat besar.

Selain itu, gagasan ini juga mengacu kepada salah satu syarat penyakit yang tidak ditanggung oleh BPJS Kesehatan. Yang kelak tidak dibiayai oleh BPJS Kesehatan adalah gangguan kesehatan yang muncul akibat sengaja menyakiti diri sendiri, atau melakukan hobi yang membahayakan diri sendiri.

Walaupun hingga saat ini gagasan tersebut belum dijalankan, tidak ada salahnya bagi Anda untuk mulai mengurangi kebiasaan merokok. Tidak hanya untuk kesehatan, tapi juga sebagai langkah pencegahan dan penghematan pengeluaran Anda.

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Banner Telemed