logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo
Parenting

Kebiasaan Mengisap Jempol Bisa Sebabkan Gigi Renggang

open-summary

Gigi renggang atau diastema tidak hanya dapat dialami oleh orang dewasa melainkan juga anak-anak. Kondisi ini paling umum terjadi di bagian gigi seri atas.


close-summary

2.8

(5)

2 Des 2019

| Azelia Trifiana

Ditinjau oleh drg. Nina Hertiwi Putri

Penyebab gigi renggang pada anak

Gigi renggang pada susunan gigi susu anak pada jarak tertentu adalah hal yang normal

Table of Content

  • Penyebab terjadinya gigi renggang
  • Cara mengatasi gigi renggang

Baik pada anak-anak maupun orang dewasa, gigi renggang bisa terjadi. Jika terjadi pada gigi susu, biasanya gap atau gigi renggang ini bisa hilang saat gigi permanen mulai tumbuh.

Advertisement

Namun jika gigi renggang dirasa mengganggu fungsi gigi sebagai alat kunyah, salah satu cara mengatasinya adalah dengan menggunakan kawat gigi.

Gigi renggang atau diastema bisa terjadi di bagian mana saja, namun yang paling umum terjadi adalah di bagian gigi seri atas.

Baca Juga

  • Pertolongan Pertama dan Prosedur Tambal Gigi Patah yang Aman
  • Invisalign Bisa Merapikan Gigi, Apa Bedanya dengan Kawat Gigi?
  • Memahami Prosedur Cabut Gigi Geraham dan Risikonya

Penyebab terjadinya gigi renggang

Gigi renggang pada susunan gigi susu anak pada jarak tertentu adalah hal yang normal. Jarak yang renggang tersebut merupakan persiapan tumbuhnya gigi permanen yang ukurannya lebih besar.

Bila gigi yang dimiliki anak semuanya masih gigi susu namun tidak ada jarak renggang dan semua tersusun rapat, risiko timbulnya gigi berjejal saat gigi permanen tumbuh justru meningkat.

Namun, jika susunan gigi susu terlalu renggang, maka hal tersebut perlu menjadi perhatian lebih. Sebab, jarak yang ada antara gigi tersebut dikhawatirkan tidak akan menutup meski gigi sudah berganti menjadi gigi permanen.

Ada beberapa hal yang bisa menyebabkan gigi renggang pada anak, di antaranya:

1. Ukuran rahang

Biasanya, gigi renggang terjadi ketika gigi seorang anak terlalu kecil dibandingkan dengan ukuran rahangnya. Alhasil, gigi memiliki jarak berjauhan antara satu dan lainnya.

2. Faktor genetik

Faktor genetik juga turut menentukan hal ini. Artinya, apabila orangtua memiliki gigi renggang, ada kemungkinan anaknya mengalami hal yang sama.

3. Jaringan gusi atau frenulum tumbuh berlebih (overgrowth)

Jika Anda menyingkap bibir atas Anda, maka akan terlihat jaringan yang sewarna gusi yang elastis dan berbentuk seperti tali yang ditarik. Jaringan tersebut bernama frenulum.

Normalnya, frenulum tumbuh dari dasar bibir bagian dalam menuju ke batas antara gigi dan gusi. Tapi, ada kalanya jaringan ini tumbuh secara berlebih, melebihi garis batas antara gigi dan gusi. Sehingga, mengganggu pertumbuhan gigi seri dan membuatnya jadi renggang satu sama lain.  

4. Kebiasaan

Faktor kebiasaan juga dapat menyebabkan gigi renggang, contohnya kebiasaan mengisap jempol saat masih kecil. Menurut ahli, aktivitas terus-menerus mengisap jempol menciptakan tekanan di gigi seri atas secara konstan.

5. Kesalahan refleks menelan

Pada anak-anak yang sudah tumbuh lebih besar, gigi renggang juga dapat terjadi karena kesalahan dalam refleks menelan. Idealnya, saat menelan lidah berada di langit-langit mulut. Namun kesalahan yang memicu terciptanya gigi renggang adalah posisi lidah yang mendorong gigi seri dari belakang.

6. Kehilangan gigi susu

Kehilangan gigi susu juga dapat menjadi penyebab terjadinya gigi renggang di area tersebut. Umumnya gigi susu yang terlepas sebelum waktunya akan memakan waktu untuk dapat menumbuhkan gigi kembali.

7. Gigi tambahan yang tidak tumbuh

Kondisi ini dapat menyebabkan gigi lainnya terhalang untuk tumbuh, sehingga akan terbentuk jarak antar gigi di dalam mulut.

8. Ukuran gigi yang tidak seragam

Tak jarang terdapat gigi yang ukurannya lebih kecil atau justru lebih besar daripada ukuran gigi-gigi lainnya, sehingga akan menyebabkan adanya jarak antar gigi.

9. Infeksi gusi

Diastema atau gigi renggang juga bisa terjadi ketika seorang anak mengalami infeksi gusi. Dalam kasus ini, peradangan pada gusi dan jaringan yang menopang gigi menyebabkan ada jarak antar gigi. Biasanya, gejala yang muncul adalah gusi kemerahan, gusi bengkak, gigi goyang, hingga gusi rentah berdarah.

Cara mengatasi gigi renggang

Banyak anak yang tumbuh dewasa dengan gigi renggang dan tidak ada masalah apapun yang ditimbulkannya. Namun pada beberapa kasus, gigi renggang perlu diatasi.

Bukan hanya soal estetika saja, tapi juga demi menjamin gigi berfungsi dengan optimal. Beberapa cara mengatasi gigi renggang yang umum dipilih adalah:

1. Kawat gigi

Selain untuk gigi yang berantakan dan berjejal, kawat gigi juga bisa digunakan untuk memperbaiki susunan gigi renggang. Kawat dan bracket dalam kawat gigi akan memberi tekanan pada gigi dan perlahan menggesernya sehingga tidak ada lagi jarak antar gigi.

Pada kasus yang tidak terlalu parah, penggunaan kawat gigi yang bisa dilepas atau invisible juga bisa jadi pilihan. Pastikan berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter gigi anak untuk menentukan kawat gigi yang tepat bagi anak yang masih dalam masa pertumbuhan

2. Prosedur veneer

Ada prosedur yang bisa dilakukan dokter gigi untuk menutup celah gigi renggang, seperti veneer atau penambalan gigi. Dalam prosedur ini, dokter gigi akan menggunakan komposit berwarna menyerupai gigi untuk mengisi celah gigi renggang atau ditempelkan dengan gigi di sampingnya.

Biasanya, prosedur ini juga dilakukan ketika ada orang yang giginya patah. Meski demikian, prosedur ini sulit dilakukan apabila celah sangat lebar.

3. Operasi

Apabila dokter gigi mendeteksi penyebab gigi renggang adalah masalah gusi, maka perlu ada perawatan untuk mencegah terjadinya infeksi. Operasi ini harus melihat terlebih dahulu kondisi gigi renggang untuk tahu tindakan apa yang bisa dilakukan untuk menghilangkan bakteri penyebab infeksi.

Sementara untuk kasus gigi renggang akibat frenulum yang tumbuh terlalu ke bawah, juga bisa dilakukan operasi. Dokter gigi akan mengangkat kelebihan jaringan yang tumbuh baru kemudian disarankan memakai kawat gigi untuk menutup celah tersebut.

4. Frenectomy

Gigi renggang pada anak juga dapat diatasi dengan tindakan frenectomy. Frenectomy adalah tindakan operasi kecil yang dilakukan untuk mengangkat jaringan tipis pada gusi yang menjadi penyebab gigi renggang.

Ada banyak prosedur yang kemungkinan suksesnya tinggi dalam mengatasi gigi renggang. Meski demikian, apabila gigi renggang terjadi karena masalah kebiasaan masa kecil seperti mengisap jempol atau kesalahan refleks saat menelan, ajarkan untuk perlahan meninggalkan kebiasaan tersebut.

Jangan lupa, selalu ajarkan anak untuk menjaga kebersihan gigi mereka sejak kecil. Jadikan menggosok gigi sebagai kebutuhan mendasar demi kesehatan, bukan hanya ritual atau kewajiban yang ingin mereka hindari.

Advertisement

kesehatan gigiveneer gigikawat gigi

Referensi

Terima kasih sudah membaca.

Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?

(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

Kumpulan Artikel dan Forum

© SehatQ, 2022. All Rights Reserved