Kebiasaan Berbahaya Makan Rambut Sendiri, Kenali Apa Itu Rapunzel Syndrome


Rapunzel syndrome adalah kondisi gangguan mental langka dengan ciri kebiasaan memakan rambut sendiri. Saking bahayanya, sindrom ini dapat mengakibatkan kematian seperti yang terjadi pada remaja perempuan berusia 16 tahun di Inggris.

(0)
28 Apr 2021|Azelia Trifiana
Kebiasaan makan rambut dapat berbahayaKebiasaan makan rambut dapat berbahaya
Rapunzel syndrome adalah kondisi gangguan mental langka dengan ciri kebiasaan memakan rambut sendiri. Saking bahayanya, sindrom ini dapat mengakibatkan kematian seperti yang terjadi pada remaja perempuan berusia 16 tahun di Inggris.Apabila terjadi dalam rentang waktu cukup lama hingga bertahun-tahun, sangat mungkin terjadi infeksi gumpalan rambut di pencernaan. Pada kasus kematian ini, infeksi membuat organ vital mengalami kerusakan.

Mengenal Rapunzel syndrome

Pernah mendengar kebiasaan menarik rambut berulang yang juga merupakan tanda gangguan mental? Sindrom Rapunzel sangat berkaitan dengan kondisi yang disebut trikotilomania itu.Sekitar 10-20% individu yang mengalaminya akhirnya punya kebiasaan mengunyah rambut atau trichophagia. Kondisi ini umumnya terjadi pada remaja perempuan berusia di atas 12 tahun.Apabila risiko trikotilomania adalah kebotakan, tidak demikian halnya dengan Rapunzel syndrome. Gumpalan rambut yang tertelan dapat merusak tubuh sebab menyumbat saluran pencernaan hingga menyebabkan luka.Rambut adalah bagian dari tubuh manusia yang tidak bisa terurai. Ingat bagaimana temuan mumi di Mesir? Rambut mumi masih melekat. Sama halnya dengan gumpalan rambut yang bisa mengendap di usus dan terus membesar hingga menimbulkan sumbatan.Saking berbahayanya lagi, orang yang punya kebiasaan ini bisa saja merasa tak sadar bahwa kebiasaannya bisa menyebabkan gumpalan rambut semakin besar.

Ciri-ciri Rapunzel syndrome

Ada beberapa ciri sindrom Rapunzel yang membedakannya dengan perilaku berulang lainnya. Namun, ciri di bawah ini tidak bisa disamaratakan karena bisa saja ada perbedaan perilaku antara satu individu dan lainnya. Berikut penjelasannya:
  • Mengonsumsi rambut di malam hari

Seorang remaja perempuan berusia 16 tahun yang menderita sindrom Rapunzel terbiasa menarik dan mengunyah rambutnya di malam hari. Awalnya, orangtuanya melihat sebagian rambutnya hilang namun tak bisa ditemukan di kamar atau kasurnya.Setelah menjalani pemeriksaan pencernaan, terlihat gumpalan rambut. Menurut dokter, mengunyah rambut merupakan cara menenangkan diri atau self-soothing. Mengingat kebiasaan ini cukup aneh, pasien pun cenderung enggan bercerita kepada orang lain.
  • Kondisi yang tak terdeteksi

Bisa terjadi dalam senyap dan tiba-tiba mematikan, itulah Rapunzel syndrome. Orang di sekitar bisa saja tidak mengenali gejala apapun dan pasien tampak seperti orang pada umumnya. Belum lagi stigma dan rasa malu membuat orang dengan sindrom ini memilih untuk menutupinya.Tanda-tanda awal bisa terlihat dari bagaimana mereka berupaya menutupi kebotakan. Kemudian, ada ciri fisik lain yang mungkin muncul ketika situasi bertambah parah. Contohnya seperti sakit perut, mual, dan juga muntah.
  • Dipicu rasa bosan

Hingga kini, belum jelas betul apa yang menjadi penyebab seseorang mengalami Rapunzel syndrome. Meski demikian, salah satu yang bisa menjadi pemicu adalah kebosanan. Ketika tak tahu harus melakukan apa, orang dengan gangguan mental ini bisa memilih untuk mencabut kemudian mengunyah rambutnya.

Penanganan Rapunzel syndrome

Orang pertama yang mendeteksi adanya perilaku berulang yang tidak benar ini adalah orangtua. Namun, sebaiknya jangan langsung panik atau merasa frustrasi. Pahami betul bahwa ini merupakan salah satu cara anak untuk menenangkan sistem saraf mereka.Beberapa terapi perilaku seperti habit-reversal training bisa efektif. Selain itu, orangtua juga bisa melakukan awareness training dengan mengobservasi kebiasaan mengunyah rambut. Catat pemicunya untuk tahu kapan kerap kambuh.Bahkan, menyampaikan kepada anak bahwa kebiasaannya bisa mengancam nyawa juga bisa jadi cara efektif. Dalam terapi semacam ini, memberikan pengalihan dari menarik rambut dengan memainkan squeezing ball juga bisa dicoba.Sementara apabila kondisinya sudah cukup parah, dokter akan melakukan pemeriksaan endoskopi. Kemudian, akan dilakukan operasi pengangkatan trichobezoar atau tumpukan bahan padat di pencernaan.Dari situ, perlu dilakukan pemantauan jangka panjang untuk melihat kondisi pasien. Sebaiknya, juga dikombinasikan dengan konsultasi psikiatri untuk memantau perkembangan.Untuk berdiskusi lebih lanjut seputar tanda-tanda terjadinya Rapunzel syndrome, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
rambut rontokgangguan mentalpola hidup sehat
Healthline. https://www.healthline.com/health-news/why-the-rapunzel-syndrome-can-be-deadly
Diakses pada 13 April 2021
Fox News. https://www.foxnews.com/health/teen-with-rapunzel-syndrome-dies-from-eating-her-own-hair
Diakses pada 13 April 2021
Acta Radiologica Open. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5122172/
Diakses pada 13 April 2021
Science Direct. https://www.sciencedirect.com/science/article/abs/pii/S0033318210707283
Diakses pada 13 April 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait