Masker Scuba Tak Aman Cegah Covid, Ini Kriteria Masker Kain yang Tepat


Kementerian Kesehatan Republik Indonesia melarang penggunaan masker scuba dan buff sebagai masker pencegahan virus Covid-19. Hal ini karena sifatnya yang elastis tidak dapat menangkal virus dengan maksimal. Pastikan Anda telah memilih masker kain yang tepat sesuai anjuran WHO dan Kemenkes RI

0,0
05 May 2021|Rena Widyawinata
masker scuba dan buff tidak efektif mencegah covidKemenkes RI melarang penggunaan masker scuba dan buff sebagai langkah pencegahan Covid-19
Sudah setahun lebih pandemi Covid-19 melanda dunia. Berbagai cara dilakukan untuk menekan angka penularan, mulai dari memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, mengurangi mobilitas, hingga yang terkini program vaksinasi untuk mencapai herd immunityKelangkaan masker medis pada awal pandemi membuat masyarakat harus memutar otak mencari alternatif lain. Masker scuba menjadi salah satu bahan yang banyak dipilih sebagai alternatif.Akan tetapi, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia kemudian menyatakan masker tersebut bukanlah masker yang ideal untuk mencegah virus corona. Apa alasannya?

Benarkah masker scuba tidak ampuh cegah virus corona?

masker scuba dan buff tidak efektov cegah covid-19
Penggunaan masker bedah jauh lebih efektif dibandingkan masker scuba
Masker scuba adalah masker dengan bahan kain elastis yang dapat meregang jika ditarik. Biasanya masker ini hanya terdiri atas satu lapisan. Selain motif dan warnanya yang menarik, masker ini memang jamak dipakai di masyarakat karena bahannya yang elastis. Hal tersebutlah yang menjadi “keunggulannya” karena banyak yang merasa bahwa masker ini jauh lebih nyaman dikenakan. Bernapas juga lebih mudah saat mengenakannya.Menurut spesialis THT dari Universitas Gajah Mada, dr. Mahatma Sotya Bawono, M.Sc., Sp. ENT-KL, sifat itulah yang justru membuat masker ini tidak efektif menangkal virus penyebab Covid-19.“Bahan masker scuba ini elastis, sehingga serat-serat kain atau pori-porinya mudah membesar dan longgar. Jadi, sekalipun menggunakan beberapa lapis, hal itu tetap percuma karena sifat kain yang elastis,” ujar Boni, panggilan akrabnya.Selain masker scuba, buff adalah jenis penutup hidung dan mulut lainnya yang juga kerap digunakan untuk mencegah penularan. Padahal, keduanya terbuat dari bahan yang serupa.Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, melalui Achmad Yurianto selaku Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit kala itu, juga tidak merekomendasikan keduanya untuk digunakan sebagai masker untuk pencegahan virus SARS-CoV-2.Pori-porinya yang dapat terbuka lebar membuka celah lebih besar bagi virus untuk masuk, dibandingkan masker kain 3 lapis. Terlebih, covid-19 diperkirakan menular lewat udara. Artinya, ukurannya lebih kecil sehingga dibutuhkan masker yang rapat. Elastisitasnya juga membuat kedua jenis masker tersebut tidak dapat menutupi dagu, mulut, dan hidung dengan rapat.

Syarat masker berbahan kain yang aman

Bukan masker scuba, ini bahan kain yang dianjurkan
Bukan scuba, bahan masker kain haruslah rapat dan tidak elastis
Achmad Yurianto menjelaskan, sejatinya ada tiga jenis masker yang direkomendasikan dan efektif untuk mencegah penularan, yakni masker N95, masker bedah biasa, dan masker kain.Jika Anda hendak memilih masker kain, pastikan bahan yang Anda pilih telah memenuhi syarat yang direkomendasikan.Berikut adalah beberapa syarat memilih bahan masker kain, sebagaimana dilansir dari Massachusetts Institute of Technology:

1. Serat kain rapat

Alasan penggunaan masker scuba dan buff tidak dianjurkan adalah memiliki pori yang lebar ketika ditarik. Hal ini akan berdampak pada kemampuan penyaringan, alias filtrasi.Pilihlah masker kain yang terbuat dari serat kain yang cukup rapat. Penelitian menyebutkan, masker yang terbuat dari 100% katun memiliki kemampuan filtrasi yang lebih baik.

2. Pas dengan bentuk muka

Selain rapat, Anda juga harus memastikan bahwa masker kain yang Anda gunakan pas di wajah untuk menutupi hidung, mulut, hingga dagu. Pastikan masker tidak memiliki celah ketika dikenakan di wajah.

3. Minimal 3 lapis

Masker yang terdiri atas 3 lapis diketahui memiliki kemampuan menyaring yang lebih efektif, yakni 50-70 persen.Masker kain dua lapis juga bisa digunakan selama kedua lapisan tersebut memiliki serat kain yang rapat.Mengingat suplai masker bedah kini terbilang aman, tentu sah-sah saja jika Anda memutuskan memakai masker bedah biasa dan meninggalkan masker kain. Namun, studi terbaru yang dilakukan CDC beberapa waktu lalu menyebut, penggunaan masker ganda (double masks) dapat membantu mencegah penularan virus hingga 95% jika dikenakan dengan benar.Anda bisa menggunakan masker bedah pada lapisan pertama dan menumpuknya dengan masker kain yang pas di wajah. Hal ini membantu menutup celah-celah yang mungkin muncul pada penggunaan masker bedah saja.

Catatan dari SehatQ

Kemenkes RI, satu suara dengan WHO, menyebutkan kriteria masker kain yang baik setidaknya terdiri atas 3 lapis. Itu sebabnya, masker scuba dan buff tidak direkomendasikan sebagai upaya pencegahan penularan infeksi Covid-19 karena hanya terdiri atas satu lapisan dan elastis.Selain menggunakan masker dengan benar, pastikan Anda tetap mematuhi protokol kesehatan, seperti mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari kerumunan, dan mengurangi mobilitas. Bagi Anda yang telah mendapat vaksin Covid-19, pastikan untuk tidak lengah untuk tetap menjalankan kelimanya.Anda juga bisa berkonsultasi dengan dokter secara langsung melalui aplikasi SehatQ apabila mencurigai gejala-gejala tertentu atau bertanya informasi kesehatan lainnya. Download sekarang di App Store dan Google Play.
penyakit paru-paruinfluenzacoronavirusvaksin corona
MIT Medical. https://medical.mit.edu/covid-19-updates/2020/08/how-do-i-choose-cloth-face-mask
Diakses pada 29 April 2021
Kementerian Kesehatan RI. https://www.kemkes.go.id/article/view/20092200001/kemenkes-sarankan-3-jenis-masker-untuk-dipakai.html
Diakses pada 29 April 2021
Universitas Gadjah Mada. https://www.ugm.ac.id/en/news/20088-ugm-academic-hospital-doctor-scuba-masks-ineffective-to-prevent-covid-19
Diakses pada 29 April 2021
Centers for Disease Control and Prevention. https://www.cdc.gov/mmwr/volumes/70/wr/mm7007e1.htm
Diakses pada 29 April 2021
World Health Organization. https://www.who.int/emergencies/diseases/novel-coronavirus-2019/question-and-answers-hub/q-a-detail/coronavirus-disease-covid-19-masks
Diakses pada 29 April 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait