Ini Pentingnya Kawasan Tanpa Asap Rokok

Anda bisa menciptakan kawasan tanpa asap rokok di lingkungan sekitar tempat tinggal.
Sekolah dan rumah ibadah adalah beberapa contoh kawasan tanpa asap rokok.

Kawasan tanpa asap rokok atau dikenal pula sebagai kawasan tanpa rokok (KTR) merupakan area terlarang yang di dalamnya tidak boleh ada sama sekali aktivitas merokok. Begitu pula dengan segala kegiatan produksi dan distribusi rokok seperti membuat, menjual, mengiklankan maupun mempromosikan rokok.

Daftar kawasan tanpa asap rokok berdasarkan aturan pemerintah

Peraturan Pemerintah RI Nomor 109 Tahun 2012 tentang Pengamanan Bahan yang Mengandung Zat Adiktif Berupa Produk Tembakau Bagi Kesehatan, antara lain mengatur tentang kawasan tanpa rokok.

Yang termasuk dalam kawasan tanpa asap rokok adalah:

  • Fasilitas pelayanan kesehatan
  • Tempat belajar mengajar
  • Tempat bermain anak
  • Tempat ibadah
  • Angkutan umum
  • Tempat kerja

Kawasan tanpa asap rokok juga bisa diterapkan pada ruang publik lainnya di sekitar rumah Anda.

Manfaat kawasan tanpa asap rokok

Penetapan kawasan tanpa asap rokok bertujuan untuk melindungi masyarakat dari ancaman gangguan kesehatan akibat asap rokok. Sebuah riset mengungkapkan bahwa rokok merupakan salah satu penyebab kematian terbesar di dunia.

Bahkan, diperkirakan 1 dari 10 orang dewasa di dunia meninggal akibat asap rokok. Asap rokok sendiri dapat memicu 25 macam penyakit, antara lain penyakit saluran pernapasan, penyakit pembuluh darah, impotensi hingga kanker.

Oleh karena itu, kehadiran kawasan tanpa asap rokok penting untuk:

  • Melindungi kesehatan dari bahan karsinogenik maupun zat adiktif dalam produk tembakau, yang dapat mengakibatkan penyakit, penurunan kualitas hidup, serta kematian
  • Melindungi anak, remaja, wanita hamil, serta masyarakat usia produktif dari keinginan untuk menggunakan produk tembakau termasuk rokok, serta potensi ketergantungannya
  • Meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap manfaat hidup tanpa merokok, serta bahaya merokok
  • Melindungi kesehatan masyarakat dari asap rokok orang lain

Rokok berbahaya karena deretan zat ini

Rokok merupakan salah satu penyebab kematian terbesar di dunia. Ancaman gangguan kesehatan yang disebabkan rokok tak hanya dirasakan langsung oleh para perokok aktif, tapi juga para perokok pasif atau mereka yang tidak merokok.

Meski tidak dapat menurunkan angka perokok secara efektif, kawasan tanpa asap rokok dapat menjadi salah satu alternatif dari, oleh, dan untuk masyarakat dalam menghindari ancaman gangguan kesehatan akibat rokok.

Seperti diketahui, rokok mengandung sekitar 4.000 zat kimia berbahaya bagi kesehatan, antara lain:

  • Aseton: digunakan dalam cairan pembersih cat kuku
  • Amonia: pembersih rumah yang umum digunakan
  • Asam asetat: bahan cat rambut
  • Arsenik: digunakan pada racun tikus
  • Benzena: ditemukan di semen karet
  • Butana: digunakan dalam cairan korek
  • Kadmium: komponen aktif dalam asam baterai
  • Karbon monoksida: tercipta dari asap knalpot
  • Formaldehida: cairan pengawet
  • Hexamine: ditemukan di cairan korek barbekyu
  • Lead: digunakan dalam baterai
  • Naftalena: bahan dalam kapur barus
  • Methanol: komponen utama bahan bakar roket
  • Nikotin: digunakan sebagai insektisida
  • Tar: material untuk mengaspal jalan
  • Toluen: digunakan untuk bahan cat

Berbagai ancaman gangguan kesehatan akibat rokok

Kebiasaan merokok bisa mengakibatkan berbagai penyakit serius,
termasuk stroke dan kanker 

Karena kandungan bahan-bahan kimia di dalamnya, rokok dapat menyebabkan sejumlah gangguan kesehatan berupa kerusakan saluran pernapasan, penurunan daya tahan tubuh, penyakit jantung dan stroke, serta kanker.

1. Kerusakan saluran pernapasan

Paparan bahan kimia yang terkandung pada asap rokok dapat menyebabkan rusaknya silia, yaitu rambut halus di saluran pernapasan yang berfungsi untuk menyaring debu dan kotoran.

Bagi para perokok aktif, racun pada rokok dapat menyebabkan timbulnya lendir di saluran pernapasan, serta iritasi yang berujung pada infeksi maupun kanker di tenggorokan, lidah, hidung dan paru-paru.

2. Penurunan daya tahan tubuh

Kandungan zat karsinogen dalam rokok dapat memicu kondisi autoimun akibat melemahnya sistem pertahanan tubuh. Zat karsinogen dapat membuat sistem pertahanan tubuh tidak mempan menghadapi peradangan. Kondisi ini meningkatkan risiko terhadap berbagai penyakit berbahaya seperti rematik dan multiple sclerosis.

3. Penyakit jantung dan stroke

Kandungan nikotin dalam rokok tidak dapat diserap secara optimal oleh darah dan tubuh. Hal ini menyebabkan tersumbatnya aliran darah akibat gumpalan nikotin yang menumpuk.

Darah yang tersumbat kemudian mengakibatkan berbagai penyakit kardiovaskular seperti penyakit stroke dan serangan jantung.

4. Kanker

Kandungan bahan kimia dalam rokok berisiko mengurangi kadar antioksidan penangkal radikal bebas dalam tubuh berkurang. Tak hanya itu, peradangan akibat kandungan rokok juga menyebabkan meningkatnya sel darah putih.

Penurunan kadar antioksidan dalam tubuh serta meningkatnya jumlah sel darah putih dapat memicu terjadinya kanker.

Catatan dari SehatQ:

Jangan ragu menegur orang yang kedapatan merokok di kawasan tanpa rokok. Tidak perlu segan atau takut. Ini semua demi kesehatan Anda sendiri.

Kementerian Keuangan RI.
https://jdih.kemenkeu.go.id/fullText/2012/109TAHUN2012PP.HTM
Diakses pada 13 Maret 2020

Kementerian Kesehatan RI.
https://www.kemkes.go.id/resources/download/promosi-kesehatan/pedoman-ktr.pdf
Diakses pada 11 Maret 2020

Betterhealth.
https://www.betterhealth.vic.gov.au/health/conditionsandtreatments/passive-smoking
Diakses pada 11 Maret 2020

Betterhealth.
https://www.betterhealth.vic.gov.au/health/healthyliving/smoking-effects-on-your-body
Diakses pada 11 Maret 2020

Artikel Terkait