Katarak Tidak Mengenal Usia, Kenali Penyebab Katarak

Ciri khas katarak sama di berbagai usia, yakni titik putih atau abu pada bagian pupil mata. Namun, terdapat perbedaan penyebab katarak pada lansia dan anak-anak
Penyebab katarak yang dicirikan dengan titik abu atau putih pada bagian pupil berbeda antara lansia dan anak-anak

Katarak yang dicirikan dengan warna putih yang mengabur pada bagian putih mata, umumnya dianggap sebagai penyakit mata yang hanya melanda kaum lansia. Faktanya, katarak bisa dialami oleh berbagai usia, termasuk bayi baru lahir dan anak-anak.

Kasus katarak pada anak dialami oleh artis Asri Welas yang terkenal dengan perannya di film layar lebar ‘Cek Toko Sebelah’. Asri mulai curiga ketika anaknya tidak berkedip saat Asri menepuk kedua tangannya di depan si kecil dan terdapat dua titik putih pada mata anaknya.

Meskipun katarak dapat terjadi di berbagai usia, tetapi terdapat perbedaan penyebab katarak antara lansia dan anak-anak. Penyebab katarak antara anak-anak dan lansia tidak hanya dari faktor usia, tetapi juga dari berbagai faktor lainnya.

Penyebab katarak secara umum

Secara garis besar, katarak disebabkan oleh kekeruhan lensa mata. Memiliki gejala atau ciri khas yang sama, tidak berarti bahwa penyebab katarak pada anak dan lansia adalah sama. Penyebab katarak secara umum yang dapat dialami oleh setiap kelompok usia adalah:

  • Cedera mata
  • Kondisi medis tertentu, seperti diabetes, terkena zat beracun, dan sebagainya
  • Terpapar sinar ultraviolet atau radiasi
  • Mengonsumsi obat tertentu, seperti diuretik, kortikosteroid, dan sebagainya

Di atas tadi adalah penyebab katarak secara umum yang dapat dialami oleh orang dari berbagai usia, tetapi ada beberapa penyebab katarak yang hanya dialami oleh kelompok usia tertentu.

Penyebab katarak pada lansia

Penyebab katarak pada lansia secara umum adalah karena adanya penumpukan protein pada mata yang membuat penglihatan menjadi kabur. katarak biasanya muncul pada bagian lensa di belakang iris atau bagian mata yang memiliki warna.

Penyebab katarak pada kaum lansia diakibatkan oleh bagian lensa mata yang menebal dan berkurang elastisitasnya dengan semakin bertambahnya usia.

Hal tersebut membuat jaringan-jaringan protein pada lensa rusak dan menyatu, serta menumpuk di satu titik di lensa. Lama-kelamaan tumpukan protein akan makin menebal dan menghalangi cahaya yang masuk ke lensa mata.

Akibat penumpukan protein ini, cahaya yang masuk ke lensa mata berhamburan dan menjadi tidak fokus sehingga membuat penglihatan makin kabur dan menjadi penyebab katarak pada kaum lansia

Penyebab katarak pada anak-anak

Sementara itu, penyebab katarak pada anak dapat diakibatkan karena adanya gen yang diturunkan yang dapat membuat lensa mata berkembang secara tidak normal. Kondisi ini dikenal sebagai katarak kongenital.

Selain gen yang diturunkan, terdapat beberapa penyebab katarak pada anak, seperti:

  • Infeksi saat masa kehamilan yang dapat meningkatkan risiko katarak pada anak, berupa cacar air, toksoplasmosis, rubella, dan sebagainya
  • Kondisi genetik tertentu, seperti down syndrome
  • Gangguan metabolisme
  • Mutasi pada gen untuk protein yang membentuk struktur dan kejernihan dari lensa

Penyebab katarak berupa cedera pada mata memang dapat dialami oleh segala usia, tetapi cedera pada mata merupakan penyebab katarak yang paling sering terjadi pada anak-anak, khsususnya anak laki-laki.

Jenis penyakit katarak

Serupa dengan penyebab katarak, jenis-jenis katarak juga tidak hanya satu saja. Jenis-jenis katarak dibagi berdasarkan daerah kemunculan katarak. Berikut adalah beberapa jenis katarak berdasarkan kemunculannya:

  • Katarak pada pinggiran lensa (katarak kortikal)

Katarak yang terjadi pada pinggiran lensa awalnya muncul seperti sebuah kekeruhan yang berwarna putih dan berbentuk setengah lingkaran atau seperti garis-garis pada bagian pinggiran luar dari lensa mata.

Lama-kelamaan, garis atau kekeruhan tersebut akan berkembang sampai ke bagian tengah lensa dan menjadi penyebab katarak dengan menghalangi bagian cahaya yang masuk ke bagian tengah lensa mata

  • Katarak pada bagian tengah lensa (katarak nuklear)

Katarak yang muncul di bagian tengah lensa awalnya dianggap sebagai rabun dekat, tetapi lama kelamaan lensa mata akan berubah warna menjadi kekuningan dan menjadi penyebab katarak.

Lensa mata yang menguning dapat semakin memerah dan berubah warna menjadi cokelat. Saat lensa mata berwarna cokelat, penderita akan kesulitan untuk membedakan warna.

  • Katarak pada bagian belakang lensa (katarak subkapsular posterior)

Berbeda dengan katarak di pinggir lensa, katarak yang muncul pada bagian belakang lensa awalnya terlihat seperti sebuah daerah keruh yang kecil di dekat bagian belakang lensa yang merupakan jalur masuk cahaya.

Katarak pada bagian belakang lensa membuat Anda kesulitan untuk membaca dan membuat Anda kesulitan untuk melihat saat berada di tempat yang terang.

Saat malam hari, penderita dapat merasa silau atau melihat lingkaran cahaya (halo) di sekitar sumber cahaya, seperti lampu, dan sebagainya. Katarak yang muncul pada bagian belakang lensa biasanya berkembang lebih cepat dari jenis katarak lainnya.

Bagaimana mendeteksi penyakit katarak pada anak?

Mengetahui cara mendeteksi katarak sama pentingnya dengan mengetahui penyebab katarak, khususnya mengetahui ada tidaknya katarak pada anak.

Katarak memang memiliki ciri khas berupa titik abu atau putih yang terpantul pada bagian pupil mata, tetapi tidak selamanya katarak dapat terlihat oleh mata telanjang. Oleh karenanya, Anda perlu memeriksakan mata anak secara teratur.

Anak perlu menjalani pemeriksaan katarak saat masih bayi dan anak-anak. Terkadang anak-anak sebenarnya merasakan gejala dari katarak, tetapi mengalami kesulitan untuk menjelaskannya, terkadang anak hanya akan mengeluh karena kesulitan dalam melihat.

Hal lain yang dapat mengindikasikan adanya katarak pada anak adalah saat anak mengeluhkan bahwa cahaya atau warna yang dilihat terlalu terang atau anak juga bisa mengeluh melihat benda-benda di sekitarnya berbayang atau menjadi dua.

Pada bayi yang berusia sekitar empat bulan, gejala katarak yang terlihat adalah ketidakmampuan atau kesulitan untuk melihat sekeliling ruangan atau untuk mengikuti benda dengan matanya.

Mata anak yang mengalami katarak juga terkadang memiliki mata yang tidak bisa fokus atau tidak dapat melihat pada satu arah. Misalnya, mata kiri melihat ke arah kiri dan mata kanan melihat lurus ke depan.

Pemeriksaan mata secara teratur dapat mengidentifikasi apakah masalah penglihatan yang dialami adalah karena katarak atau bukan. Jika ya, maka dokter dapat membantu untuk memeriksa penyebab katarak yang dialami dan memberikan pengobatan yang sesuai.

Catatan dari SehatQ

Kaum lansia, orang dewasa, maupun anak-anak dapat mengalami katarak. Penyebab katarak yang sering terjadi pada segala usia adalah karena:

  • Kondisi medis tertentu
  • Cedera pada mata
  • Konsumsi obat-obatan tertentu
  • Terpapar radiasi atau sinar ultraviolet

Pemeriksaan mata secara teratur dengan dokter perlu dilakukan setiap sekali dalam dua tahun untuk mengetahui ada tidaknya katarak yang muncul serta mengetahui penyebab katarak dan penanganan yang tepat untuk dilakukan.

Semakin cepat katarak diketahui keberadaannya, maka akan semakin cepat katarak dapat ditangani dan semakin menurun pula risiko kerusakan pada penglihatan. Penanganan yang dilakukan untuk katarak adalah operasi katarak, yaitu dengan mengangkat lensa lama yang keruh dan menggantinya dengan lensa sintetis.

All About Vision. https://www.allaboutvision.com/eye-exam/preparing.htm
Diakses pada 12 September 2019

American Academy of Ophthalmology. https://www.aao.org/disease-review/pediatric-cataracts-overview
Diakses pada 12 September 2019

Kompas.com. https://entertainment.kompas.com/read/2017/09/15/162042610/awal-mula-asri-welas-tahu-anak-keduanya-terkena-katarak
Diakses pada 12 September 2019

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/cataracts/symptoms-causes/syc-20353790
Diakses pada 12 September 2019

NHS. https://www.nhs.uk/conditions/childhood-cataracts/causes/
Diakses pada 12 September 2019

WebMD. https://www.webmd.com/eye-health/cataracts/what-are-cataracts#1
Diakses pada 12 September 2019

WebMD. https://www.webmd.com/eye-health/cataracts-in-babies-and-children#1
Diakses pada 12 September 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed