Mengetahui Penyebab Katarak yang Bisa Menyerang Siapa Saja


Penyebab katarak tidak hanya karena usia. Penyakit mata ini bisa saja terjadi karena sejumlah faktor lainnya seperti penyakit diabetes, kelainan genetik, hingga gaya hidup tidak sehat seperti merokok dan minum alkohol.

0,0
12 Sep 2019|Anita Djie
penyebab katarakPenyebab katarak tidak hanya karena usia, melainkan juga penyakit hingga gaya hidup tidak sehat
Katarak yang dicirikan dengan warna putih yang mengabur pada bagian putih mata, umumnya dianggap sebagai penyakit mata yang hanya melanda kaum lansia. Faktanya, katarak bisa dialami oleh berbagai usia, termasuk bayi baru lahir dan anak-anak. Lantas, apa penyebab katarak? Bagaimana cara mengobati penyakit mata yang satu ini? Simak informasinya berikut ini. 

Penyebab katarak secara umum

Secara garis besar, katarak terjadi ketika lensa mata mengeruh. Berikut ini adalah faktor-faktor penyebab mata katarak yang perlu Anda ketahui dan waspadai:

1. Usia

penyebab katarak
Usia menjadi faktor penyebab katarak yang paling umum
Faktor usia menjadi penyebab katarak yang paling umum. Itu sebabnya, penyakit ini lebih sering dialami oleh para lansia. Katarak pada lansia terjadi karena adanya penumpukan protein pada mata yang membuat penglihatan menjadi kabur. Katarak biasanya muncul pada bagian lensa di belakang iris atau bagian mata yang memiliki warna.Penyebab katarak pada lansia diakibatkan oleh bagian lensa mata yang menebal dan berkurang elastisitasnya dengan semakin bertambahnya usia.Hal tersebut membuat jaringan-jaringan protein pada lensa rusak dan menyatu, serta menumpuk di satu titik di lensa. Lama-kelamaan tumpukan protein akan makin menebal dan menghalangi cahaya yang masuk ke lensa mata.Akibat penumpukan protein ini, cahaya yang masuk ke lensa mata berhamburan dan menjadi tidak fokus sehingga muncullah ciri-ciri katarak pada lansia yaitu seperti penglihatan makin kabur dan sensitif terhadap cahaya. 

2. Cedera mata

Mengalami cedera di area sekitar mata, entah itu akibat terbentur atau terkena benda tajam, juga bisa menjadi penyebab mata mengalami katarak. Pasalnya, cedera tersebut dapat membuat kapsul yang menyelubungi lensa mata mengalami kerusakan.Kerusakan tersebut lantas membuat bagian dalam lensa membengkak dan mengeruh. Alhasil, terjadilah katarak pada mata kendati Anda bukan termasuk ke dalam golongan lansia. 

3. Paparan sinar ultraviolet

Penyebab katarak selanjutnya adalah paparan sinar ultraviolet dari matahari (ultraviolet B). Terkena sinar matahari secara langsung dalam jangka panjang disebut-sebut dapat memicu stres oksidatif pada lensa. Inilah yang kemudian memicu terbentuknya katarak.Oleh sebab itu, usahakan untuk selalu menggunakan pelindung mata seperti topi dan kacamata saat beraktivitas di bawah terik sinar matahari agar Anda terhindar dari risiko katarak di kemudian hari. 

4. Diabetes

Penyakit diabetes tak luput dari faktor penyebab mata katarak. Bahkan studi terbaru yang dimuat dalam World Journal of Diabetes menyebutkan bahwa katarak merupakan komplikasi umum dari diabetes. Mengapa bisa demikian? Sebagaimana diketahui, diabetes adalah penyakit ketika kadar gula darah berada di atas normal. Nah, tingginya kadar gula darah ini ternyata juga berpotensi menyebabkan kerusakan pada lensa mata. Akibatnya, terbentuklah katarak. 

5. Obat-obatan

penyebab katarak
Penggunaan obat-obat tertentu juga menjadi salah satu penyebab katarak
Mengonsumsi obat-obatan tertentu, seperti diuretik, kortikosteroid, dan sebagainya juga menjadi salah satu penyebab katarak yang perlu Anda ketahui dan waspadai. Diuretik adalah golongan obat yang biasa digunakan untuk mengatasi hipertensi dan gangguan jantung. Sementara itu, kortikosteroid adalah obat yang diberikan apabila seseorang mengalami gangguan hormon steroid. Oleh sebab itu, pastikan agar Anda terhindar dari gangguan-gangguan medis yang mengharuskan Anda mengonsumsi obat-obatan tersebut dalam jangka panjang agar risiko mata katarak dapar diminimalisir. 

6. Kelainan genetik

Adanya kelainan genetik juga bisa menjadi penyebab katarak. Dalam dunia medis, kondisi ini dikenal sebagai katarak kongenital. Penyakit katarak kongenital sendiri menjadi penyebab mata katarak pada anak.Selain gen yang diturunkan, terdapat beberapa penyebab katarak pada anak, seperti:
  • Infeksi saat masa kehamilan yang dapat meningkatkan risiko katarak pada anak, berupa cacar air, toksoplasmosis, rubella, dan sebagainya
  • Kondisi genetik tertentu, seperti down syndrome
  • Gangguan metabolisme
  • Mutasi pada gen untuk protein yang membentuk struktur dan kejernihan dari lensa

7. Konsumsi rokok dan minuman beralkohol

Gaya hidup tidak sehat ternyata juga berperan penting dalam pembentukan katarak pada mata. Mengonsumsi rokok dan minuman beralkohol adalah dua contoh gaya hidup tidak sehat yang dapat menyebabkan mata mengalami katarak di kemudian hari. Pasalnya, baik rokok maupun alkohol mengandung zat yang dapat memicu stres oksidatif pada lensa mata. Selain itu, keduanya juga berperan dalam pembentukan logam berat seperti cadmium pada mata. Inilah yang kemudian menjadi penyebab katarak.

Makanan penyebab katarak, apakah ada?

Ada anggapan bahwa makanan juga dapat menjadi penyebab mata katarak. Namun, hingga kini belum ada penelitian yang dapat membuktikan kebenaran soal klaim makanan menjadi penyebab katarak.Alih-alih mempercayai mitos makanan penyebab katarak tersebut, Anda lebih disarankan untuk mempercayai dan mengonsumsi sejumlah makanan yang dapat menjaga kesehatan mata sehingga fungsi organ penglihatan tersebut tetap baik dan terhindar dari berbagai masalah kesehatan, termasuk katarak.Beberapa jenis makanan untuk mencegah katarak antara lain:
  • Wortel
  • Ikan sarden
  • Ikan salmon
  • Sayur bayam
  • Daun kale
  • Alpukat
Makanan-makanan tersebut mengandung nutrisi yang penting bagi mata seperti vitamin A, vitamin C, dan asam lemak Omega-3. 

Jenis penyakit katarak

Serupa dengan penyebab katarak, jenis-jenis katarak juga tidak hanya satu saja. Jenis-jenis katarak dibagi berdasarkan daerah kemunculan katarak. Berikut adalah beberapa jenis katarak berdasarkan kemunculannya:
  • Katarak pada pinggiran lensa (katarak kortikal)

Katarak yang terjadi pada pinggiran lensa awalnya muncul seperti sebuah kekeruhan yang berwarna putih dan berbentuk setengah lingkaran atau seperti garis-garis pada bagian pinggiran luar dari lensa mata.Lama-kelamaan, garis atau kekeruhan tersebut akan berkembang sampai ke bagian tengah lensa dan menjadi penyebab katarak dengan menghalangi bagian cahaya yang masuk ke bagian tengah lensa mata
  • Katarak pada bagian tengah lensa (katarak nuklir)

penyebab katarak
Katarak nuklir menyerang bagian tengah lensa
Katarak nuklir adalah jenis katarak yang muncul di bagian tengah lensa dan awalnya sering dianggap sebagai rabun dekat, tetapi lama kelamaan lensa mata akan berubah warna menjadi kekuningan dan menjadi penyebab katarak.Lensa mata yang menguning dapat semakin memerah dan berubah warna menjadi cokelat. Saat lensa mata berwarna cokelat, penderita akan kesulitan untuk membedakan warna.
  • Katarak pada bagian belakang lensa (katarak subkapsular posterior)

Berbeda dengan katarak di pinggir lensa, katarak yang muncul pada bagian belakang lensa awalnya terlihat seperti sebuah daerah keruh yang kecil di dekat bagian belakang lensa yang merupakan jalur masuk cahaya.Katarak pada bagian belakang lensa membuat Anda kesulitan untuk membaca dan membuat Anda kesulitan untuk melihat saat berada di tempat yang terang.Saat malam hari, penderita dapat merasa silau atau melihat lingkaran cahaya (halo) di sekitar sumber cahaya, seperti lampu, dan sebagainya. Katarak yang muncul pada bagian belakang lensa biasanya berkembang lebih cepat dari jenis katarak lainnya.

Bagaimana cara mengobati katarak?

Hingga saat ini, cara mengobati katarak hanya bisa lewat prosedur operasi katarak. Operasi dilakukan dengan cara mengangkat lensa yang rusak untuk kemudian diganti dengan lensa mata buatan. Dengan begitu, penderita dapat kembali melihat dengan baik.
penyebab katarak
Oeprasi masih menjadi jalan satu-satunya untuk mengobati katarak
Namun, pada kasus tertentu, dokter tidak bisa memasangkan lensa buatan tersebut pada pasien. Solusinya, pasien diminta untuk mengenakan kacamata untuk membantunya melihat.Sementara penggunaan obat katarak belum bisa dilakukan kendati sudah ada sejumlah kandidat obat. Masih diperlukan uji klinis lebih lanjut terhadap obat-obatan tersebut sebelum benar-benar dapat digunakan dalam pengobatan katarak.

Catatan dari SehatQ

Kaum lansia, orang dewasa, maupun anak-anak dapat mengalami katarak. Penyebab katarak yang sering terjadi pada segala usia adalah karena:
  • Kondisi medis tertentu
  • Cedera pada mata
  • Konsumsi obat-obatan tertentu
  • Terpapar radiasi atau sinar ultraviolet
Pemeriksaan mata secara teratur dengan dokter perlu dilakukan setiap sekali dalam dua tahun untuk mengetahui ada tidaknya katarak yang muncul serta mengetahui penyebab katarak dan penanganan yang tepat untuk dilakukan.Semakin cepat katarak diketahui keberadaannya, maka akan semakin cepat katarak dapat ditangani dan semakin menurun pula risiko kerusakan pada penglihatan. Untuk berkonsultasi lebih lanjut seputar penyebab katarak dan cara mengatasinya, Anda bisa chat dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ.Download aplikasi SehatQ sekarang juga di App Store dan Google Play
kataraklansiakesehatan lansiakesehatan mata
All About Vision. https://www.allaboutvision.com/eye-exam/preparing.htm
Diakses pada 12 September 2019
American Academy of Ophthalmology. https://www.aao.org/disease-review/pediatric-cataracts-overview
Diakses pada 12 September 2019
Kompas.com. https://entertainment.kompas.com/read/2017/09/15/162042610/awal-mula-asri-welas-tahu-anak-keduanya-terkena-katarak
Diakses pada 12 September 2019
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/cataracts/symptoms-causes/syc-20353790
Diakses pada 12 September 2019
NHS. https://www.nhs.uk/conditions/childhood-cataracts/causes/
Diakses pada 12 September 2019
WebMD. https://www.webmd.com/eye-health/cataracts/what-are-cataracts#1
Diakses pada 12 September 2019
WebMD. https://www.webmd.com/eye-health/cataracts-in-babies-and-children#1
Diakses pada 12 September 2019
World Journal of Diabetes. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC6422859/
Diakses pada 12 September 2019
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait