Katarak pada bayi dapat disebabkan cedera mata dan masalah pada kromosom
Katarak pada bayi sulit untuk diketahui oleh orang tua

Apakah katarak identik sebagai penyakit orang lanjut usia saja? Tentu tidak. Katarak pada bayi juga bisa terjadi. Biasanya, hal ini terjadi pada bayi yang terlahir sudah dengan bawaan katarak.

Baca lebih lanjut untuk mengetahui seputar katarak pada bayi.

[[artikel-terkait]]

4 penyebab katarak pada bayi

Bayi sangat mungkin terlahir dengan katarak. Dalam istilah medis hal ini disebut katarak kongenital. Kondisi ini terjadi ketika lensa mata tidak terbentuk dengan sempurna selama proses kehamilan.

Berdasarkan usia terkena katarak, ada dua jenis katarak yaitu kongenital dan juvenil. Katarak kongenital bisa terbentuk sebelum atau segera setelah bayi lahir. Sementara katarak juvenil bisa muncul saat anak berusia tiga bulan hingga sembilan tahun.

Selain katarak kongenital, beberapa faktor lain yang menyebabkan katarak pada bayi adalah:

  • masalah kromosom (seperti pada anak dengan Down Syndrome)
  • cedera pada mata
  • keturunan dari orangtua yang membuat lensa berkembang tidak normal
  • infeksi yang dialami ibu saat mengandung seperti rubella dan varicella

Apakah katarak pada bayi bisa dicegah?

Mengingat faktor penyebab katarak yang dominan adalah keturunan atau bawaan lahir, maka pencegahan perlu dilakukan, utamanya terhadap sang ibu.

Sebelum kehamilan, pastikan sang ibu telah mendapatkan semua vaksinasi sehingga terlindungi dari infeksi seperti rubella hingga varicella.

Cara ini bisa menekan kemungkinan melahirkan bayi dengan katarak pada matanya.

Bisakah katarak pada bayi dideteksi dini?

Ketika bayi baru lahir, bukan perkara mudah mendeteksi ada tidaknya katarak. Itu sebabnya dalam 72 jam awal kelahirannya, mata bayi terus diperiksa secara berkala.

Semakin dini katarak terdeteksi, semakin cepat pula tindakan bisa diambil. Selain pemeriksaan menyeluruh dari dokter, katarak pada bayi bisa terlihat berupa bintik putih atau abu-abu di dalam pupil mata.

Yang terpenting, selalu aktif periksa mata anak secara berkala, karena mereka belum bisa mengomunikasikan dengan jelas ketika penglihatan terasa buram.

Lebih jauh lagi, usia empat bulan adalah momen yang lebih mudah untuk mendeteksi katarak pada bayi. Pada usia tersebut, bayi sudah bisa melihat sekitar dan mengikuti gerakan objek dengan mata mereka.

Apabila bayi tidak bisa melakukan hal ini dengan baik, segera periksakan ke dokter.

Perlukah katarak dioperasi?

Langkah untuk menyembuhkan katarak baik pada orang tua maupun bayi adalah dengan operasi. Apakah operasi mutlak harus dilakukan?

Tidak selalu. Apabila kataraknya sangat kecil dan tidak berpengaruh terhadap cara bayi melihat, maka tidak perlu melakukan operasi, Namun apabila katarak sudah mengganggu penglihatan, dokter akan mengambil tindakan operasi. Prosesnya berlangsung singkat, bahkan bayi bisa pulang di hari yang sama.

Apa yang terjadi usai operasi?

Bayi dan anak-anak adalah sosok yang menakjubkan. Mereka bisa beradaptasi dengan cepat bahkan pascaoperasi. Anak-anak bisa kembali menjalani hidup normal setelah operasi.

Mungkin pada beberapa kasus, setelah operasi anak akan merasakan gatal pada matanya.

Namun tenang saja. Semakin dini katarak pada bayi terdeteksi, semakin awal pula Anda bisa mengambil langkah yang tepat. Umumnya operasi katarak pada bayi dan anak-anak juga sukses dilakukan dengan sedikit risiko komplikasi.

Mata memegang peranan penting dalam memberi informasi kepada otak tentang apapun yang ada di dunia ini. Katarak dapat menghambat proses ini.

Dengan mendeteksi dini katarak, Anda tak hanya menyelamatkan penglihatannya saja, tapi juga masa depannya.

WebMD. https://www.webmd.com/eye-health/cataracts-in-babies-and-children#2
Diakses 12 Mei 2019

NHS. https://www.nhs.uk/conditions/childhood-cataracts/
Diakses 12 Mei 2019

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/medical-professionals/pediatrics/news/cataract-surgery-for-infants-and-children/mac-20442671
Diakses 12 Mei 2019

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Banner Telemed