logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo
Bayi & Menyusui

Penyebab Katarak pada Bayi, Ini Gejala dan Tindakan yang Harus Diambil Orangtua

open-summary

Katarak pada anak bisa disebabkan oleh berbagai hal termasuk bawaan lahir atau disebut katarak kongenital. Penanganan katarak yang tepat mencegah kondisinya tidak semakin memburuk.


close-summary

11 Jun 2019

| Anita Djie

Ditinjau oleh dr. Anandika Pawitri

katarak pada bayi bisa terjadis sejak lahir atau disebut katarak kongenital

Katarak pada bayi kadang sulit dikenali gejalanya dan bahkan tidak memengaruhi penglihatan

Table of Content

  • Gejala katarak pada  bayi
  • Penyebab katarak pada bayi
  • Pemeriksaan mata pada anak
  • Cara mengatasi katarak pada bayi
  • Perlukah katarak pada bayi dioperasi?
  • Pencegahan katarak pada anak

Katarak tidak hanya dapat muncul pada orang dewasa, tetapi juga pada anak-anak. Katarak pada bayi yang muncul sejak lahir disebut dengan istilah katarak kongenital.

Advertisement

Namun, kasus katarak kongenital pada anak merupakan suatu kondisi yang jarang terjadi. Katarak pada anak bisa terjadi pada salah satu mata saja atau bahkan keduanya.

Baca Juga

  • Operasi Mata Juling pada Anak dan Orang Dewasa yang Penting Diketahui
  • Menu Tunggal MPASI, Apakah Direkomendasikan oleh Dokter Anak?
  • Ingin Menyusui Sambil Tidur atau Berbaring? Ibu Perlu Perhatikan Hal Ini Dulu

Gejala katarak pada  bayi

Pemeriksaan mata yang rutin dapat membantu untuk mendeteksi ada tidaknya katarak pada anak. Terkadang katarak tidak terlihat dan hanya menimbulkan sedikit kesulitan pada penglihatan, atau bahkan tidak memengaruhi penglihatan sama sekali.

Katarak pada bayi terlihat seperti titik berwarna putih atau abu-abu. Katarak juga dapat terlihat seperti pantulan pada pupil mata.

Gejala katarak pada bayi adalah:

  • kedua mata yang tidak sejajar
  • pupil mata berwarna putih saat diperiksa dengan senter
  • penglihatan yang berkurang serta kabur atau buram
  • pergerakan bola mata yang berpola dan tidak disengaja, mata bergerak ke arah tidak tentu seperti mata melihat ke atas dan bawah
  • silau saat melihat cahaya atau terdapat lingkaran cahaya saat melihat lampu
  • penglihatan seperti berkabut
  • warna yang terlihat tampak pudar
  • cahaya terlihat terlalu terang
  • objek yang dilihat tampak berbayang

Anak mungkin mengalami kesulitan dalam menjelaskan gangguan mata yang dialami. Ia mungkin hanya mengeluh melihat benda secara berbayang (double vision) atau tidak mampu melihat warna secerah biasanya.

Jika Anda mengetahui adanya gejala katarak pada anak, segera bawa si Kecil ke dokter. Penanganan sedini mungkin dapat mencegah kondisinya bertambah parah.

Penyebab katarak pada bayi

Penyebab katarak pada anak sangat mungkin berasal dari bawaan lahir. Dalam istilah medis, anak yang baru lahir dengan kondisi ini disebut mengalami katarak kongenital. Kondisi ini terjadi ketika lensa mata tidak terbentuk dengan sempurna selama proses kehamilan.

Baca juga: Penyebab Diplopia (Gangguan Penglihatan Ganda) Terjadi

Berdasarkan usia terkena katarak, ada dua jenis katarak yaitu kongenital dan juvenil. Katarak kongenital bisa terbentuk sebelum atau segera setelah bayi lahir. Sementara katarak juvenil bisa muncul saat anak berusia 3 bulan hingga 9 tahun.

Selain karena bawaan lahir atau katarak kongenital, katarak pada bayi juga dapat terjadi karena faktor keturunan kelainan bawaan ataupun masalah pada kromosom seperti anak dengan Down Syndrome.

Akan tetapi, katarak pada anak anak bisa saja muncul karena infeksi mata, cedera (trauma) pada mata, masalah pada mata, diabetes, penggunaan steroid, terpapar racun, dan terapi radiasi, hingga infeksi rubella dan varicella yang dialami ibu saat mengandung 

katarak anak

Pemeriksaan mata pada anak

Pemeriksaan mata pada anak pertama kali akan dilakukan oleh dokter saat anak masih bayi. Setelahnya anak dapat mengikuti pemeriksaan mata secara rutin di dokter mata. Di usia 4 bulan adalah waktu yang paling tepat untuk mendeteksi katarak pada anak.

Saat bayi berusia empat bulan, anak seharusnya sudah mampu untuk melihat sekelilingnya atau mampu mengikuti benda-benda dengan matanya. Jika anak tidak mampu melakukannya, orangtua perlu berkonsultasi dengan dokter.  

Pemeriksaan katarak pada anak dapat dilakukan dokter dengan menggunakan tes ketajaman visual (visual acuity test) dan tes pelebaran pupil. Pada tes ketajaman visual, kemampuan penglihatan anak akan diukur dari berbagai jarak.

Sementara pada tes pelebaran pupil, pupil anak akan dilebarkan menggunakan tetes mata agar dokter dapat melakukan pemeriksaan retina dan saraf mata secara lebih dekat untuk mendeteksi ada tidaknya masalah pada mata.

Cara mengatasi katarak pada bayi

Jika katarak pada anak sangat mengganggu, maka dokter dapat merekomendasikan anak untuk menjalani bedah lensa. Dokter akan memberikan obat bius sebelum memulai bedah.

Setelahnya, dokter akan menggunakan alat khusus untuk memecahkan dan mengeluarkan lensa mata yang mengalami katarak melalui sayatan kecil yang telah dibuat. Dokter mungkin akan mengganti lensa mata anak dengan lensa yang artifisial.

Tetapi pada umumnya, anak hanya akan diberikan lensa kontak atau kacamata setelah lensa mata dikeluarkan.

Katarak pada bayi yang tidak segera ditangani dapat menyebabkan kerusakan permanen pada mata, seperti sindrom mata malas, dan bahkan kebutaan. Orangtua tidak perlu khawatir karena kebanyakan bedah lensa mata memiliki risiko yang rendah dan tingkat kesuksesan yang tinggi.

Jika anak diberikan lensa artifisial, maka orangtua harus berhati-hati karena lensa artifisial bisa jadi menimbulkan kondisi posterior capsule opacification (PCO) yang dapat memicu penglihatan kembali mengabur.

Selalu konsultasikan dengan dokter terlebih dahulu sebelum memilih penanganan tertentu untuk katarak pada si Kecil.

katarak anak semakin parah

Perlukah katarak pada bayi dioperasi?

Apakah operasi mutlak dilakukan sebagai langkah penanganan katarak pada anak? Jawabannya adalah tidak selalu. Apabila katarak anak sangat kecil dan tidak menggangu penglihatannya, maka tindakan operasi tidak perlu dilakukan.

Namun, apabila katarak sudah mengganggu penglihatan, dokter mungkin akan mengambil tindakan operasi untuk menghindari risiko yang lebih besar. Meski begitu, orangtua tidak perlu khawatir, karena pemulihan dan adaptasi pasca operasi katarak umumnya akan mudah dilalui oleh anak-anak dan sedikit risiko komplikasi.

Mungkin pada beberapa kasus katarak, setelah operasi anak hanya akan merasakan gatal pada matanya. Kondisi ini tapi akan segera berlalu dan tidak menjadi hal yang perlu dikhawatirkan.

Apa yang terjadi jika katarak pada bayibaru lahir tidak segera ditangani?

Katarak pada anak tidak boleh disepelekan karena katarak bisa mengakibatkan penglihatan yang mengabur, arah mata yang berbeda dengan arah yang ingin dilihat, glaukoma, retina yang terpisah dari dinding bagian dalam mata, penumpukan cairan di antara lapisan retina, infeksi bakteri, dan perubahan bentuk pada retina.

Pencegahan katarak pada anak

Meskipun sebagian besar katarak pada bayi tidak bisa dicegah, tetapi tidak semua katarak adalah katarak kongenital. Oleh karenanya, katarak pada anak masih bisa dicegah. Salah satu pelaku utama pemicu katarak pada anak adalah paparan sinar matahari.

Oleh karenanya, orangtua perlu melindungi mata anaknya, terutama bila anak suka bermain di luar ruangan. Saat matahari sedang terik-teriknya, pakaikan topi dengan pinggiran yang lebar dan kacamata hitam dengan ukuran yang sesuai untuk anak. Pastikan kacamata hitam yang diberikan untuk anak mampu melindungi mata anak dari sinar ultraviolet matahari. 

Sedangkan untuk mencegah katarak kongenital pada bayi, sebelum kehamilan, pastikan ibu telah mendapatkan semua vaksinasi hingga terlindungi dari infeksi seperti rubella, varicella, toksoplasmosis, cytomegalovirus (CMV), cacar air dan virus herpes simpleks. Pencegahan infeksi pada ibu hamil ini sangat penting dilakukan untuk mencegah anak lahir dengan bawaan katarak.

Pasalnya, Dikutip dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), bukan hanya katarak, ibu hamil yang terinfeksi rubella dapat menyebabkan sindrom rubela kongenital yang bisa menyebabkan penyakit jantung bawaan, gangguan pendengaran hingga keterlambatan bicara dan disabilitas intelektual. 

Oleh sebab itu, sangatlah penting vaksinasi rubela terutama untuk anak perempuan agar memiliki antibodi yang cukup pada saat usia reproduksi. Serta, ibu hamil juga harus memperhatikan adanya larangan kontak dengan penderita rubella untuk mencegah terjadinya infeksi.

Jika Anda ingin berkonsultasi pada dokter terkait pengobatan katarak pada bayi, Anda bisa chat dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ.
Download aplikasinya sekarang

Advertisement

katarakpenyakit matabayi baru lahirperkembangan bayi

Referensi

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

© SehatQ, 2022. All Rights Reserved