Karotenoid, Pigmen pada Makanan yang Punya Efek Antioksidan

Karotenoid adalah pigmen warna pada tumbuhan, terbagi atas karoten dan xantofil
Karoten adalah salah satu sub-kelompok karotenoid pada tumbuhan

Makanan yang berasal dari tumbuh-tumbuhan memang bernutrisi tinggi. Salah satu nutrisi yang menguntungkan bagi tubuh manusia adalah karotenoid. Sekilas, karotenoid mungkin mengingatkan Anda dengan beta-karoten yang populer. Apa itu karotenoid? Apa kaitannya dengan beta karoten?

Apa itu karotenoid?

Karotenoid adalah kelompok pigmen pada tumbuh-tumbuhan. Pigmen ini memberikan warna kuning, merah, atau oranye pada tumbuhan, sayuran, dan buah-buahan. Karotenoid juga ditemukan pada alga (ganggang) dan bakteri fotosintetik.

Tak hanya sebagai pigmen pada makanan, karotenoid pun dapat berperan sebagai molekul antioksidan. Sebagai antioksidan, pigmen yang termasuk ke dalam kelompok karotenoid dapat mengendalikan radikal bebas berlebih. Radikal bebas yang tak terkendali pada tubuh dapat memicu kerusakan sel serta berbagai penyakit.

Karotenoid merupakan molekul yang larut dalam lemak. Artinya, pigmen karotenoid dapat optimal diserap tubuh jika bersamaan dengan lemak. Dengan demikian, makanan sumber karotenoid yang dimasak memiliki nutrisi yang lebih kuat saat masuk ke aliran darah.

Jenis-jenis karotenoid

Ada beragam jenis karotenoid. Beberapa yang sering kita dengar, yaitu:

  • Alfa-karoten
  • Beta-karoten
  • Beta-cryptoxanthin
  • Lutein
  • Zeaxanthin
  • Likopen

Semua karotenoid di atas dapat diklasifikasikan ke dalam dua kelompok, yaitu xantofil dan karoten. Kedua sub-kelompok karotenoid tersebut sama-sama memiliki sifat antioksidan.

Beberapa jenis karotenoid juga dapat diubah menjadi vitamin A saat dicerna tubuh, atau dikenal sebagai provitamin A. Karotenoid yang termasuk provitamin A yaitu alfa-karoten, beta-karoten, dan beta-cryptoxanthin. Sementara itu, karotenoid yang termasuk non-provitamin A yakni lutein, zeaxanthin, dan likopen.

Perbedaan karotenoid xantofil dan karotenoid karoten

1. Xantofil

Karotenoid xantofil mengandung oksigen dan terkadang memiliki pigmen warna kuning lebih tinggi. Karotenoid ini melindungi kita dari paparan sinar matahari berlebih dan dikaitkan dengan kesehatan mata. Lutein dan zeaxanthin merupakan karotenoid yang masuk ke kelompok xantofil.

Makanan yang mengandung karotenoid xantofil, yaitu:

  • Sayur kale
  • Sayur bayam
  • Labu kuning
  • Labu
  • Alpukat
  • Buah berdaging kuning
  • Jagung
  • Kuning telur

2. Karoten

Tak seperti xantofil, karoten tidak mengandung oksigen dan dikaitkan dengan pigmen warna oranye. Jenis karotenoid yang termasuk golongan karoten yakni beta-karoten dan likopen.

Beberapa makanan yang mengandung karotenoid karoten, yaitu:

  • Wortel
  • Blewah
  • Ubi jalar
  • Pepaya
  • Labu
  • Jeruk tangerine
  • Tomat

Manfaat karotenoid untuk kesehatan

1. Menjaga kesehatan mata

Makanan tinggi karotenoid dikaitkan dengan sel mata yang sehat. Kandungan ini pun disebutkan mampu mencegah pertumbuhan sel-sel kanker.

Misalnya, lutein dan zeaxanthin yang juga terdapat di retina dapat menyerap cahaya biru dan mencegah degenerasi makula. Degenerasi makula merupakan penyakit karena pertambahan umur yang dapat disebabkan oleh paparan jangka panjang cahaya biru dan dapat menyebabkan kebutaan.

2. Menurunkan risiko kanker

Seperti yang diungkapkan di atas, karotenoid memiliki efek antioksidan. Sifat antioksidan tersebut membantu melindungi sel, termasuk melawan sel kanker. Karotenoid telah dikaitkan dengan penurunan risiko kanker, seperti kanker paru-paru dan kanker kulit.

3. Melindungi jantung

Karotenoid pun dapat menurunkan peradangan di dalam tubuh. Walau riset lanjutan masih diperlukan, sifat antiradang tersebut dikaitkan dengan kesehatan jantung dan pembuluh darah. Menurunkan peradangan dapat melindungi jantung dan mencegah penyumbatan pada dinding pembuluh darah.

Suplemen karotenoid, perlukah dikonsumsi?

Beberapa jenis karotenoid mungkin tersedia dalam bentuk suplemen, seperti suplemen lutein plus zeaxanthin dan suplemen beta-karoten. Konsultasikan dengan dokter terlebih dahulu, sebelum Anda memutuskan untuk mengonsumsi suplemen tersebut. Sebab, suplemen mungkin dapat menjadi bumerang jika tak dikonsumsi berhati-hati.

Misalnya, suplemen beta karoten dapat meningkatkan risiko kanker paru-paru pada perokok dan pada penderita asbestosis.

Catatan dari SehatQ

Karotenoid adalah pigmen pada makanan nabati yang memiliki efek antioksidan. Mengonsumsi makanan sumber karotenoid di atas dikaitkan dengan berbagai manfaat kesehatan, sehingga bisa divariasikan dengan makanan sehat lain.

Healthline. https://www.healthline.com/health/beta-carotene-benefits
Diakses pada 15 Maret 2020

Healthline. https://www.healthline.com/health/carotenoids
Diakses pada 15 Maret 2020

Healthline. https://www.healthline.com/nutrition/lutein-and-zeaxanthin
Diakses pada 15 Maret 2020

Artikel Terkait