logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo
Sex & Relationship

Karmic Relationship: Pengertian, Tanda, dan Cara Mengakhirinya

open-summary

Karmic relationship adalah hubungan yang penuh gairah sekaligus tidak stabil. Hal ini menyebabkan gejolak emosi yang naik turun sehingga hari ini bisa terasa begitu bahagia, tetapi besok merasa sedih luar biasa.


close-summary

28 Okt 2022

| Dina Rahmawati

Ditinjau oleh dr. Karlina Lestari

Karmic relationship dapat ditandai dengan sering berargumen

Karmic relationship dapat menyebabkan emosi yang naik turun

Table of Content

  • Apa itu karmic relationship?
  • Tahapan karmic relationship
  • Tanda-tanda karmic relationship
  • Cara mengakhiri karmic relationship
  • Catatan dari SehatQ

Apakah Anda dan pasangan memiliki hubungan mesra tetapi juga sering merasa sakit? Hal tersebut bisa menjadi tanda bahwa Anda berada dalam karmic relationship.

Advertisement

Memang ada perasaan yang intens antara satu sama lain saat menjalani hubungan ini. 

Namun, di saat yang bersamaan, hubungan Anda dan pasangan juga penuh dengan pasang surut sekaligus pola-pola perilaku toxic.

Apa itu karmic relationship?

Karmic relationship adalah hubungan yang penuh gairah dan terasa kuat, tetapi sering memunculkan gejolak emosi yang naik-turun sehingga tidak stabil.

Orang yang menjalani hubungan ini diibaratkan seperti terikat sehingga tidak bisa melepaskan satu sama lain. 

Ada koneksi instan yang tidak dapat dijelaskan sehingga membuat Anda merasa tertarik pada orang tersebut.

Anda juga merasa ia adalah orang yang sempurna dan ditakdirkan untuk bersama. Hal ini membuat Anda sulit untuk melihat kekurangannya.

Karmic relationship bukanlah hubungan yang sehat, bahkan dapat menjadi racun dan melelahkan secara emosional dalam jangka panjang. 

Namun, hubungan karma ini bisa menjadi pelajaran hidup yang penting dalam percintaan Anda.

Tahapan karmic relationship

Sama seperti hubungan pada umumnya, karmic relationship memiliki sejumlah tahapan.

  • Romantis

Dalam tahap ini, Anda bertemu seseorang dan menjalin hubungan dengannya secara instan. 

Anda merasa sangat bersemangat dan ingin menghabiskan waktu untuk mengenalnya. Kebersamaan Anda dengan pasangan tampak seperti telah ditakdirkan.

  • Siklus pola yang berulang

Ketika pasangan menunjukkan tanda atau kekurangan yang tidak sesuai dengan ekspektasi, Anda akan membuat alasan atau mengabaikannya karena telah merasa nyaman. 

Masalahnya, hal ini dapat terus-menerus terjadi secara berulang kali.

  • Realisasi

Pada tahap ini, Anda dihadapkan pada keputusan penting. 

Anda dapat melanjutkan hubungan dengan harapan bisa menyesuaikan diri atau pasangan mau berubah, atau bahkan melepaskan diri dari hubungan ini sebelum benar-benar rusak dan menjadi toxic.

  • Melepaskan diri

Karmic relationship jarang berhasil untuk jangka waktu yang lama. 

Maka dari itu, penting untuk melepaskan diri dari jebakan pola-pola yang berulang ini, demi mendapatkan hubungan yang lebih layak.

Tanda-tanda karmic relationship

Hubungan yang sebentar-sebentar akur dan sebentar-sebentar bertengkar, adalah salah satu tanda yang perlu Anda sadari.

Selain itu, berikut adalah tanda-tanda karmic relationship lainnya yang perlu diwaspadai.

1. Tidak bisa hidup tanpanya

Bukan lirik lagu, tetapi tanda orang yang berada dalam karmic relationship adalah merasa tidak bisa hidup tanpa pasangannya. 

Ada daya tarik sekuat magnet yang membuatnya mirip seperti codependent relationship. Bahkan, terkadang tidak jelas apa alasan di balik situasi ini.

2. Tidak bisa berpikir objektif

Ketika berada dalam hubungan karmic bersama seseorang, rasanya sulit melihat sisi negatif darinya. Rasanya seakan-akan dia adalah sosok sempurna tanpa kekurangan. 

Ini bukan hanya berlaku pada hubungan dengan kekasih atau pasangan saja, tetapi juga dengan keluarga, teman, bahkan orang yang baru dikenal.

3. Mengabaikan red flag

pasangan bertengkar
Karmic relationship sering mengabaikan red flag

Ketika merasa telah menemukan belahan jiwa, Anda mungkin mengabaikan red flag atau tanda bahaya.

Misalnya, ketika ia menunjukkan kekurangannya yang tidak sesuai ekspektasi Anda atau melanggar kesepakatan yang telah dibuat bersama, Anda akan meyakini diri bahwa itu bukanlah hal yang penting.

4. Menerima perilakunya

Ketika pasangan tidak menghargai atau tidak mengerti perasaan Anda, bahkan menjadi cepat marah, ini merupakan masalah yang perlu disadari. 

Namun, Anda mungkin malah membuat alasan atas perilaku tersebut agar dapat menerima semua kekurangannya.

5. Emosi fluktuatif

Selanjutnya, tanda-tanda karmic relationship adalah emosi yang fluktuatif layaknya roller coaster. 

Hari ini bisa terasa begitu bahagia, tapi besok berganti dengan kesedihan luar biasa. Bahkan saat bertengkar tentang masalah sepele saja, seakan-akan sudah menjadi akhir dari segalanya.

Memang semua hubungan pasti mengalami fase naik turun. Namun, dalam karmic relationship, hambatan sedikit saja bisa terasa begitu menyesakkan seakan tidak ada solusinya.

6. Serupa dengan hubungan kodependen

Seperti yang disebutkan di atas, hubungan karma ini hampir mirip dengan codependent relationship. 

Ada rasa kecanduan atau ketergantungan luar biasa kepada pihak lawan. Bahkan, sangat sulit mengendalikan perasaan ini. 

Begitu juga ketika sudah ada tanda bahaya bahwa jenis hubungan ini tidak sehat, rasanya sulit untuk melepaskan diri.

7. Hubungan satu pihak

Ciri-ciri lainnya adalah hubungan ini hanya diperjuangkan satu pihak saja. Tidak jarang yang terjadi adalah hubungan bertepuk sebelah tangan

Jadi, hanya satu orang yang berusaha membuat bahagia, sedangkan pihak lain hanya mementingkan dirinya sendiri.

8. Takut hubungan berakhir

Tanda lain dari orang yang berada dalam karmic relationship adalah merasa takut dan khawatir hubungan ini berakhir. 

Itulah mengapa mereka lebih memilih bertahan dalam hubungan tidak sehat ketimbang mengakhirinya.

9. Cemburu berlebihan

Pola naik turun ini juga bisa didasari rasa cemburu berlebihan. Hal ini tidak jarang membuat salah satu pihak sangat posesif. 

Jika dibiarkan, bukan tidak mungkin ada pihak yang merasa dirugikan dalam hubungan tersebut.

10. Menjadi insecure

Perasaan insecure bisa muncul ketika berada dalam hubungan karmic. Sebab, Anda merasa takut diabaikan atau ditinggalkan pasangan.

Akibatnya, Anda menjadi posesif dan obsesif, bahkan ingin menghabiskan seluruh waktu bersama pasangan.

11. Sering berargumen

pasangan adu argumen
Sering berargumen dengan pasangan

Argumen dengan pasangan atau teman memang dibutuhkan. Beradu pendapat bisa jadi cara untuk membuat hubungan lebih sehat. Anda dan pasangan bisa saling bertukar pikiran serta sadar akan keberadaan satu sama lain. 

Sayangnya, hal tersebut menjadi berat sebelah jika Anda selalu mencoba mematahkan pendapat dari pasangan dengan pendapat yang egois.

11. Banyak drama

Selanjutnya, ciri-ciri karmic relationship adalah banyak drama. Alih-alih menghadapi masalah bersama, Anda berusaha untuk menang saat bertengkar. 

Kurangnya komunikasi yang sehat, perselisihan yang semakin besar, dan pembahasan masalah yang telah berlalu menyebabkan banyak drama dalam hubungan ini. 

12. Ada pola yang berulang

Anda dan pasangan sering kali berargumen tanpa ada penyelesaian. Pola yang tidak sehat pun terbentuk dan hubungan menjadi stagnan.

Alhasil, Anda memiliki emosi yang kompleks tentang hubungan ini. 

Di satu sisi, Anda merasakan ada sesuatu yang salah. Namun, di sisi lain, Anda tidak tahu bagaimana memperbaiki atau mengakhirinya.

13. Merasa lelah

Gejolak emosi yang naik turun dalam hubungan karma bisa membuat Anda merasa lelah. Hubungan pun semakin sulit untuk dipertahankan.

Anda merasa sedih ketika bersama pasangan, tetapi juga merasa tidak mampu tanpa dirinya. Hal tersebut bisa membuat Anda benar-benar tidak berdaya.

Baca Juga

  • Dampak Buruk Stalking Mantan di Media Sosial
  • 10 Ujian Rumah Tangga yang Umum Dialami Pasangan
  • Pertahankan Long Distance Marriage dengan Cara yang Tepat

Cara mengakhiri karmic relationship

Perlu ada kekuatan luar biasa untuk mengakhiri karmic relationship mengingat koneksi yang terjalin begitu intens. 

Bahkan, meskipun hubungan ini bersifat merusak, tetap saja ada rasa ‘nyaman’ karena menganggap bisa semakin dewasa dan siap menerima konsekuensi hubungan ini. 

Jadi, bagaimana cara terbaik untuk mengakhirinya?

Fokuslah pada diri sendiri. Berikan rasa hormat setinggi-tingginya pada diri sendiri sehingga berani mengambil sikap. 

Ketika hubungan yang dijalani tidak membuat Anda menjadi lebih baik, untuk apa dipertahankan? Pemikiran ini yang harus bisa ditanamkan jika Anda terjebak dalam karmic relationship.

Setelah berakhir, jangan terburu-buru memulai hubungan baru. Ambil jeda waktu untuk menyendiri dan bertumbuh dari pengalaman ini. Jika terlalu terburu-buru, bisa saja Anda terjebak kembali dalam pola hubungan serupa.

Kabar baiknya, orang yang pernah menjalani hubungan karmic ini bisa belajar dari kesalahannya. 

Catatan dari SehatQ

Karmic relationship adalah hubungan yang penuh gairah sekaligus rapuh. Ada yang tidak beres dalam hubungan ini, tetapi tidak jarang seseorang bisa terjebak lama di dalamnya tanpa bisa mengambil tindakan apa pun.

Untuk mengakhirinya, Anda harus menghormati diri sendiri sehingga berani mengambil sikap dan jangan terburu-buru memulai hubungan baru.

Jika Anda punya pertanyaan lain seputar kesehatan, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. 

Download sekarang di App Store dan Google Play.

Advertisement

percintaanrumah tanggamenjalin hubungan

Referensi

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

© SehatQ, 2022. All Rights Reserved