Trombosit, Sel Darah untuk Proses Pembekuan Darah


Trombosit (keping darah/platelet) adalah komponen darah yang berfungsi dalam pembekuan darah. Jumlahnya yang terlalu rendah dapat membuat Anda mudah memar dan mengalami perdarahan.

0,0
23 Dec 2019|Atifa Adlina
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Trombosit adalah elemen penting untuk mencegah pendarahanTrombosit adalah bagian dari sel darah merah yang memiliki fungsi penting dalam tubuh manusia
Darah manusia memiliki empat komponen sel darah yang dibuat dalam sumsum tulang. Selain sel darah merah, leukosit, dan plasma darah, ada pula yang disebut dengan trombosit atau platelet (keping darah).Lantas, apa fungsi dari trombosit? Berapa jumlah yang normal dalam tubuh? Simak penjelasannya dalam artikel ini.

Apa itu trombosit?

Gambar keping darah (trombosit) di dalam tubuh
Gambar keping darah (trombosit) di dalam tubuh
Trombosit, platelet, atau keping darah adalah salah satu komponen sel darah merah yang berfungsi dalam proses pembekuan darahSel darah ini sangat kecil dan tidak berwarna dalam darah. Bentuknya seperti piringan kecil.Serupa dengan komponen sel darah lainnya, trombosit juga dibuat di sumsung tulang, tepatnya di sel yang disebut megakariosit.Trombosit memiliki protein di permukaannya yang memungkinkannya menempel di pembuluh darah dan menempel satu sama lain. Ada pula butiran protein lainnya untuk membuat sumbatan kuat sehingga mampu menutup pecahnya pembuluh darah.Dari jumlah keseluruhan sel darah, keping darah, alias platelet ini, tergolong kecil, yaitu sekitar 1%. Umur trombosit setelah diproduksi pun hanya sekitar 9–12 hari.

Fungsi trombosit pada tubuh manusia

Seperti penjelasan di atas, fungsi utama trombosit atau keping darah adalah untuk mengendalikan perdarahan dalam tubuh.Mengutip dari Johns Hopkins Medicine, sel trombosit atau platelet yang beredar dalam darah akan saling mengikat ketika mendapati pembuluh darah yang rusak. Saat sudah saling mengikat, terjadilah pembekuan darah.Berikut adalah cara kerja trombosit dalam proses pembekuan darah:
  • Pembuluh darah akan mengirimkan sinyal ketika mengalami kerusakan.
  • Saat sinyal diterima, trombosit akan bergerak menuju pembuluh darah yang rusak.
  • Setibanya di area perdarahan, trombosit akan saling berkumpul dan membentuk gumpalan untuk menghentikan perdarahan.
Proses saat platelet membentuk gumpalan disebut sebagai adhesi. Semakin banyak proses adhesi terjadi, semakin banyak pula trombosit yang terhubung untuk menghentikan perdarahan. Proses ini disebut dengan agregasi trombosit.Setelah gumpalan terbentuk di dinding pembuluh darah, munculah benang-benang fibrin. Benang-benang fibrin ini berguna untuk merekatkan seluruh gumpalan yang diciptakan platelet.Ketika Anda melihat bekas luka mengeras dengan warna kehitaman, itu terbentuk dari fibrin.

Berapa kadar trombosit yang normal?

Jumlah trombosit normal dalam tubuh adalah berkisar antara 150.000–450.000 per mikroliter darah.Anda disebut memiliki jumlah trombosit rendah apabila jumlahnya kurang dari 150.000 per mikroliter darah. Kondisi ini disebut dengan trombositopeniaGejalanya trombositopenia, antara lain kulit mudah memar, mudah lelah, hingga gusi sering berdarah dan mimisan. Ada beberapa hal yang menyebabkan kadar platelet Anda rendah, seperti::
  • Sumsum tulang belakang kurang memproduksi keping darah.
  • Penyakit keturunan.
  • Jenis kanker tertentu (leukemia atau limfoma).
  • Pengobatan kemoterapi.
  • Infeksi atau disfungsi ginjal.
  • Terlalu banyak konsumsi alkohol.
Sementara itu, jumlah trombosit dikatakan terlalu tinggi jika lebih dari 450.000 per mikroliter darah. Kondisi ini disebut sebagai trombositosis atau trombositemia. Ini menyebabkan tubuh dapat lebih mudah membentuk gumpalan darah secara abnormal dan berisiko menyebabkan serangan jantung dan strokeBeberapa penyebab trombositosis, antara lain:
  • Terdapat sel abnormal di sumsum tulang belakang.
  • Anda sedang mengalami penyakit kanker, peradangan, infeksi virus, atau anemia.
Trombositosis memang bisa mengakibatkan gangguan pada pembuluh darah dan jantung (kardiovaskuler). Akan tetapi, umumnya penyakit kardiovaskuler lebih sering dihubungkan dengan fungsi trombosit daripada jumlahnya.Sebagai contoh, Anda bisa saja memiliki jumlah trombosit yang normal tapi terlalu lekat satu sama lain. Kondisi ini dapat meningkatkan risiko serangan jantung atau stroke.Walaupun ukurannya kecil, keping darah mempunyai peranan penting untuk membantu tubuh mengontrol perdarahan.Ketika kadarnya berlebihan maupun kurang, fungsi tubuh menjadi tidak optimal. Bahkan, saat kadar platelet lebih rendah dari 20.000 per mikroliter darah, tidak menutup kemungkinan mengancam nyawa seseorang.Maka dari itu, apabila Anda mengalami gejala seperti mudah memar, luka, atau mimisan, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter. Kemungkinan, Anda perlu melakukan tes darah untuk mengetahui kadar jumlah trombosit.Untuk berdiskusi lebih lanjut seputar fungsi trombosit, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
sel darahtrombosittrombositopeniapembekuan darahsel keping darahdarahfungsi organ
Johns Hopkins Medicine. https://www.hopkinsmedicine.org/health/conditions-and-diseases/what-are-platelets-and-why-are-they-important. Diakses pada 21 Oktober 2021Red Cross Blood. https://www.redcrossblood.org/donate-blood/dlp/platelet-information.html. Diakses pada 21 Oktober 2021University of Rochester Medical Center. https://www.urmc.rochester.edu/encyclopedia/content.aspx?ContentTypeID=160&ContentID=36. Diakses pada 21 Oktober 2021Verywell Health. https://www.verywellhealth.com/thrombocyte-what-is-a-thrombocyte-797228. Diakses pada 21 Oktober 2021OUHSC. https://www.ouhsc.edu/platelets/platelets/platelets%20intro.html. Diakses pada 21 Oktober 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait