Karena Ngeyel, Petenis Nomor 1 di Dunia Ini Tertular Virus Corona

Novak Djokovic tertular virus corona setelah ngeyel mengadakan turnamen
Novak Djokovic sedang bertanding (Credit: Leonard Zhukovsky/Shutterstock)

Setelah sekian lama ngeyel, akhirnya Novak Djokovic kena batunya. Pada Selasa (23/6), petenis nomor 1 di dunia ini mengumumkan bahwa dirinya terinfeksi Covid-19 saat berpartisipasi dalam turnamen The Adria Tour yang digelar di Kroasia. Sebelum turnamen ini bergulir, banyak orang yang mengernyitkan dahi terhadap keputusan Djokovic dan kawan-kawannya menggelar turnamen tenis di tengah pandemi virus corona.

Meski tujuannya sebagai ajang untuk membantu rekan-rekan sesama lainnya yang kesulitan mendapatkan uang karena pandemi, turnamen ini dihujani kritik oleh berbagai kalangan.

Petenis kontroversial Nick Kyrgiakos merupakan salah satu orang yang paling lantang dalam menyuarakan kekecewaannya terhadap keputusan bodoh dari Djokovic dan petenis lainnya yang berpartisipasi. Kyrgiakos secara spesifik juga menyindir video Djokovic dan lainnya yang sedang berpesta di tengah pandemi, lewat media sosialnya.

Di samping memaksakan untuk menggelar turnamen sepanjang pandemi Covid-19, Djokovic dan para peserta turnamen lainnya juga dikabarkan mengabaikan protokol kesehatan yang penting dilakukan guna mencegah penularan virus Corona.

Dalam beberapa foto yang beredar di Internet, Djokovic beserta para petenis lainnya yang berpartisipasi dalam The Adria Tour terlihat tidak menggunakan masker dan mengabaikan aturan social distancing yang notabene penting.

Kebodohan Novak Djokovic lainnya

Kebodohan ini bukan yang pertama kali dilakukan oleh peraih 17 Grand Slam ini. Dalam beberapa tahun terakhir, Djokovic memiliki sejumlah kontroversi yang tidak hanya membahayakan dirinya dan keluarga, tapi juga orang lain yang menjadikan dirinya sebagai role model mereka.

1. Antivaksin

Dalam video livestream di Facebook pada April lalu bersama beberapa atlet Serbia lainnya, Djokovic mengungkapkan bahwa dirinya adalah antivaksin. "Secara pribadi, saya menentang vaksin dan saya tidak ingin dipaksa untuk melakukan vaksin agar dapat melakukan perjalanan," ujarnya.

"Tapi jika ini wajib dilakukan, apa yang terjadi? Saya harus membuat keputusan. Saya punya pendapat sendiri mengenai masalah ini, dan apakah pendapat tersebut akan berubah suatu saat, saya tidak tahu," tutup Djokovic.

Pernyataan kontroversial tersebut mengundang reaksi dari banyak orang. Legenda tenis Andy Roddick hingga pemerintah Serbia, negara asal Djokovic, turut menyuarakan ketidaksetujuannya terhadap pernyataan bodoh tersebut.

Dr. Predag Kon, seorang epidemiologis dari Serbia yang juga merupakan penggemar Djokovic, juga ikut mengkritik idolanya. "Maestro, saya harap yang terbaik untuk Anda. Namun di lain waktu, cobalah untuk menghindari pertanyaan seputar vaksinasi karena Anda punya pengaruh yang sangat besar," ujar sang dokter kepada Insider.

2. Penganut pseudoscience

Djokovic juga memercayai pseudoscience alias sains jadi-jadian tanpa ada bukti ilmiah. Dalam acara serial web-nya "The Self Mastery", Djokovic pernah mengemukakan teori bahwa energi seseorang dapat mengubah dunia di sekitarnya, dan menyebutkan bahwa manusia dapat mengubah komposisi molekul dari air dengan emosi mereka.

"Saya tahu beberapa orang yang melalui transformasi energi, melalui kekuatan doa, melalui kekuatan bersyukur, mereka mampu mengubah makanan paling beracun atau air yang paling terkontaminasi polusi, menjadi air yang paling menyembuhkan," kata Djokovic kepada New York Post.

Kemampuan meracau Djokovic tidak sampai di situ, ia juga menambahkan "Karena air bereaksi dan para ilmuwan telah membuktikannya, molekul dalam air bereaksi terhadap emosi kita, terhadap apa yang kita katakan."

3. Tidak percaya tindakan medis

Ketimbang percaya dengan tindakan medis, Djokovic lebih percaya terhadap "tabib kuantum", yakni praktisi medis kontroversial yang bergantung pada fisika kuantum untuk mendiagnosis berbagai kondisi penyakit.

Penolakan Djokovic terhadap operasi cedera siku juga menyebabkan ia berpisah dengan pelatihnya, Andre Agassi, di tahun 2017. Petenis nomor 1 di dunia ini menolak segala bentuk tindakan medis, serta memaksa untuk melakukan perawatan alternatif dan holistik dalam menangani cedera sikunya.

Meski kekeuh menolak, Djokovic pada akhirnya melunak dan menjalani operasi di tahun 2018. Namun, kepada The Telegraph, Djokovic mengungkapkan penyesalannya dan menyatakan bahwa ia selalu merasa gagal terhadap dirinya setiap kali ia memikirkan mengenai operasi tersebut.

Ketidakpercayaan Djokovic terhadap sains ini bisa sangat berbahaya bagi orang-orang di sekitarnya. Istrinya, Jelena Djokovic, bahkan juga ikut tertular Covid-19 akibat keteledoran suaminya.

Yang lebih berbahaya lagi, tidak menutup kemungkinan segala kebodohan ini berpotensi ditiru oleh penggemarnya, terutama mereka yang menjadikan Novak Djokovic sebagai ­role model­­-nya.

CNN. https://edition.cnn.com/2020/06/23/tennis/novak-djokovic-coronavirus-adria-tour-spt-intl/index.html
Diakses pada 24 Juni 2020

Forbes. https://www.forbes.com/sites/sarahhansen/2020/06/23/tennis-no-1-novak-djokovic-who-is-opposed-to-a-coronavirus-vaccine-tests-positive-for-virus-after-widely-criticized-exhibition-tournament/#6403de235a5c
Diakses pada 24 Juni 2020

Essentially Sports. https://www.essentiallysports.com/tennis-community-hits-out-at-novak-djokovic-for-anti-coronavirus-vaccination-comments-atp-tennis-news/
Diakses pada 24 Juni 2020

Insider. https://www.insider.com/novak-djokovic-anti-vax-stance-slammed-by-serbian-government-scientist-2020-4
Diakses pada 24 Juni 2020

USA Today. https://ftw.usatoday.com/2020/05/novak-djokovic-psuedoscience-babble
Diakses pada 24 Juni 2020

The Print. https://theprint.in/world/novak-djokovic-says-he-doesnt-want-to-be-forced-by-someone-to-take-covid-19-vaccine/405887/
Diakses pada 24 Juni 2020

Artikel Terkait