Karakter Musik Metal dan Dampaknya Bagi Kesehatan, Baik atau Buruk?

Mendengar musik metal ternyata mampu memberikan efek ketenangan kepada pendengarnya.
Musik metal sering dikaitkan dengan hal brutal. Apa benar?

Dibandingkan dengan aliran musik lainnya, musik metal memiliki alunan nada paling keras. Musisi maupun penggemarnya identik dengan segala hal berbau hitam, entah itu bajunya, make up-nya, hingga ornamen panggungnya.

Sementara itu, aliran musik lain seperti pop, klasikal atau jazz dianggap memiliki banyak manfaat dengan lantunan lagu chill-nya. Bagaimana dengan musik metal yang memiliki dentuman double pedal keras, irama gitar bising, serta suara vokalis yang seakan-akan terus berteriak?

Kebetulan, pada tanggal 4, 5 dan 6 Oktober 2019 mendatang, festival musik lintas genre Synchronize Festival 2019 bakal digelar di Jakarta. Banyak band metal yang akan manggung, sebut saja Burgerkill dan Deadsquad. Buat Anda yang sudah membeli tiket dan ingin melihat band metal idola manggung di sana, ada baiknya pahami dulu dampak musik metal untuk kesehatan mental. Baik atau buruk?

Karakter musik metal, yang dikenal “keras”

Sebelum mengetahui dampak musik metal untuk kesehatan mental, tak ada salahnya untuk mengenal karakteristik musik yang telah dipopulerkan sejak era ’60-an ini, seperti:

  • Suara musik yang keras, berdistorsi dan berat
  • Lirik emosional berisikan tema kecemasan, depresi, isolasi dari kehidupan sosial, hingga kesepian
    Lantunan gitar, bass, drum dan vokal yang agresif
  • Lirik yang sulit diketahui karena menggunakan teknik bernyanyi scream atau growl

Dengan karakteristik ini, bukan berarti musik metal tidak ada yang menggemari. Buktinya, band metal di dunia terus bertambah. Dengan demikian, jumlah penggemarnya terus melonjak.

Dampak positif musik metal untuk kesehatan mental

Menurut studi, bukannya menginspirasi orang untuk bertingkah agresif, musik metal justru mampu menenangkan para pendengarnya. Musik metal juga disebut mampu mengatur rasa sedih dan meningkatkan emosi positif.

Selain itu, studi yang sama menyatakan, musik metal mampu membantu pendengarnya menjelajah keseluruhan emosi yang dirasakan, sekaligus memunculkan perasaan aktif serta inspiratif.

Menurut seorang profesor, musik metal telah menyediakan tempat dan ruang yang bisa menerima Anda. Dari luar, musik metal memang tidak menampakkan “kebaikannya”, apalagi ketika melihat “ngerinya” gaya dan konsep yang diusung musisi serta penggemarnya.

Profesor ini pun sering datang ke konser metal, tanpa mengenakan atribut yang berbau metal sekalipun, namun masih merasa diterima di konser band metal.

Musik metal dan anak muda

Jika mendengar anak Anda mengunci dirinya di kamar sambil mendengarkan lagu metal, biasanya orangtua merasa terganggu, serta khawatir akan kesehatan mental anaknya, jika terpapar dengan musik cadas terus-menerus.

Namun ternyata, untuk anak muda, musik metal memiliki dampak baiknya tersendiri. Sebuah studi yang dirilis di Australia menyatakan, mendengarkan musik ekstrem, memiliki efek menenangkan, dan membantu anak muda memproses perasaannya dengan cara lebih sehat.

Dalam sebuah studi, 39 partisipan berusia 18-34 tahun mendengarkan musik ekstrem sebelum berkumpul dalam sesi “curhat” mengenai amarah mereka tentang hubungan, pekerjaan, masalah keluarga, sampai isu finansial.

Kemudian, mereka dibagi menjadi dua grup. Grup pertama mendengarkan musik kesukaan partisipan selama 10 menit. Sementara itu, grup lainnya tidak mendengar musik sama sekali. Studi menunjukkan, musik metal sama sekali tidak membuat partisipan di grup pertama bertambah marah. Musik metal justru membuat mereka merasa lebih baik dan membantu memproses emosi dengan cara yang sehat.

Pilihan musik berdasarkan kondisi perasaan

Jika Anda sedang merasa senang, kemungkinan besarnya, lagu yang didengar tidak mungkin bertemakan kesedihan. Hal sama juga terjadi pada orang-orang yang sedang marah besar. Mereka akan mencari lagu seperti musik metal, untuk menggambarkan perasaan dengan lirik dan musik berisik.

Musik bisa membantu Anda mengidentifikasi dan mencocokkan perasaan. Dengan kata lain, ada elemen terapeutik di dalamnya, yang bisa membantu Anda mengatur emosi.

Jadi, musik bisa membuat Anda merasa tidak sendirian, dan masih ada orang yang mengerti perasaan yang sedang muncul.

Dampak negatif “head bang” saat mendengarkan musik metal

Secara mental, mungkin dampak baik musik metal sudah dipahami. Namun, terdapat satu dampak buruk dari musik metal yang bisa mencederai tubuh Anda, yakni gerakan “head bang”.

Gerakan head bang dilakukan oleh musisi dan penggemar musik metal di saat lagu sedang dilantunkan. Head bang dilakukan dengan menggerakkan kepala ke bawah dan atas, mengikuti tempo musik metal yang sedang dimainkan. Jika temponya bertambah kencang, maka gerakannya juga akan mengikuti.

Menurut penelitian, gerakan head bang dapat meningkatkan risiko cedera leher jika dilakukan dengan kecepatan 130 kali per menit. Setelah mengidentifikasi 11 lagu yang cenderung membuat pendengarnya head bang, peneliti berkesimpulan, head bang dengan kecepatan 146 kali per menit bisa membuat pelakunya sakit kepala dan pusing terutama jika gerakan kepala dan leher lebih dari 75 derajat.

Untuk mencegah hal ini, peneliti menegaskan untuk tidak melakukan head bang terlalu cepat. Musisi juga dipaksa untuk memberikan label “peringatan head bang” di depan sampul album fisik mereka.

Jika dilakukan di atas kecepatan rata-rata, kebiasaan head bang malah bisa menimbulkan penyakit lebih parah, seperti stroke sampai cedera otak traumatis.

Setelah mengetahui dampak baik dan buruk musik metal, apakah Anda tertarik untuk mendengarkan musik dari band-band yang mengusung genre tersebut?

[[artikel-terkait]]

Catatan dari SehatQ

Walau disebutkan memiliki dampak baik untuk kesehatan mental, ada baiknya tidak mendengarkan musik cadas terlalu berlebihan, apalagi sampai mengganggu orang lain. Jika ingin mendengar musik metal di tempat umum, gunakan headset dengan volume yang wajar, agar tidak merusak pendengaran.

Bagi Anda yang belum yakin akan dampak musik metal untuk kesehatan mental, ada baiknya konsultasikan ke dokter atau psikolog terkait hal ini.

Take Lessons. https://takelessons.com/blog/benefits-of-listening-to-classical-music-z15
Diakses pada 3 Oktober 2019

Live About. https://www.liveabout.com/what-is-heavy-metal-p2-2456255
Diakses pada 3 Oktober 2019

Huffington Post. https://www.huffpost.com/entry/heavy-metal-extreme-music-calmer_n_7636534
Diakses pada 3 Oktober 2019

Psychology Today. https://www.psychologytoday.com/intl/blog/dangerous-minds/201406/you-want-world-peace-look-heavy-metal
Diakses pada 3 Oktober 2019

WebMD. https://www.webmd.com/parenting/news/20081217/metal-health-head-banging-hurts#1
Diakses pada 3 Oktober 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed