Kapur Sirih, Antara Manfaat dan Efek Samping yang Mengerikan

Meski banyak manfaatnya, kapur sirih juga memiliki efek samping yang berbahaya
Kapur sirih juga memiliki efek samping yang dapat membahayakan tubuh

Tahukah Anda bahwa kapur sirih tidak ada hubungannya dengan daun atau tanaman sirih? Ya, daun sirih berasal dari tanaman sirih, sedangkan kapur sirih sebetulnya merupakan sebutan orang Indonesia untuk bahan kimia bernama kalsium hidroksida.

Kalsium hidroksida adalah bubuk berwarna putih yang tidak berbau. Dalam dunia industri, penggunaan kapur sirih sangat beragam, mulai dari campuran dalam pengolahan limbah, produksi kertas, konstruksi, sedangkan dalam kedokteran gigi kapur sirih sering menjadi campuran dalam isian akar gigi.

Dunia kuliner pun tidak ketinggalan dalam memanfaatkan kapur sirih, mulai dari dibuat acar hingga dicampur dalam jus buah. Namun, ada anggapan yang menyatakan penggunaan bahan ini dapat memicu timbulnya penyakit serius dalam diri manusia. Benarkah demikian?

Kapur sirih aman dikonsumsi

Ada anggapan yang menyatakan bahwa menelan kapur sirih dapat mengakibatkan berbagai masalah kesehatan, seperti radang tenggorokan, mulut seperti terbakar, sakit perut, hingga muntah atau buang air besar mengandung darah. Menelan kapur sirih juga digadang-gadang merusak organ tubuh karena serbuk ini memiliki kadar alkaline tinggi (pH 11-12,5).

Meskipun demikian, reaksi tersebut hanya akan terjadi jika Anda mengonsumsi kapur sirih yang memang tidak diperuntukkan bagi makanan alias belum food grade. Ketika Anda mengonsumsi kapur sirih yang memang diperuntukkan bagi industri nonmakanan, Anda bahkan dapat berujung dengan cedera serius hingga kematian.

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) sendiri memastikan kapur sirih food grade aman digunakan selama dilakukan dengan cara produksi pangan yang baik. Di Indonesia, kapur sirih kerap digunakan sebagai campuran dalam kerupuk dan rempeyek agar lebih garing dan renyah.

Sementara di belahan dunia lainnya, kapur sirih juga banyak dijadikan campuran dalam:

  • Acar: kapur sirih dilarutkan dalam air, kemudian dijadikan rendaman bahan acar agar tidak mudah lembek.
  • Gula: kapur sirih digunakan untuk menghilangkan kotoran pada gula sekaligus meningkatkan stabilitasnya lewat proses yang dinamakan karbonatasi.
  • Tepung dan keripik jagung: dengan cara merendam pipilan jagung pada air yang telah diberi kapur sirih agar jagung dapat lebih mudah diolah.
  • Jus buah: kapur sirih diambil kandungan kalsiumnya untuk meningkatkan nilai tambah dari jus tersebut.

Manfaat lain dari kapur sirih

Selain menjadi campuran bahan makanan tertentu, kapur sirih juga memiliki manfaat lain sebagai berikut:

  • Menghilangkan kuman gigi

Studi mengungkap bahwa kapur sirih bersifat antimikrobial yang dapat menghancurkan bakteri penyebab kerusakan membran serta DNA gigi. Adanya fungsi ini membuat kapur sirih sering digunakan sebagai pengisi saluran akar gigi untuk membunuh bakteri yang masih bersarang di sana setelah gigi Anda dirawat oleh dokter gigi.

Selain itu, kandungan ion hidroksil pada kapur sirih juga dapat memperbaiki formasi akar yang keras. Hal ini sangat membantu dokter gigi dalam mengobati gigi Anda yang sakit.

  • Meluruskan rambut

Kandungan alkaline yang tinggi membuat kapur sirih banyak digunakan dalam shampo atau krim rambut sebagai hair relaxer. Hair relaxer adalah cairan yang berfungsi meluruskan rambut keriting tanpa mengakibatkan kerusakan pada kulit kepala.

Kalsium hidroksida memang mampu memecah ikatan sidulfide, yang merupakan ikatan yang menyatukan asam amino bernama cysteines alias kandungan pada rambut yang membuatnya keriting secara alami. Dengan memecah ikatan ini, maka rambut keriting akan lebih mudah diluruskan.

Waspada efek samping kapur sirih

Pastikan kapur sirih yang Anda gunakan aman untuk makanan alias food grade. Pasalnya, mengonsumsi kalsium hidroksida yang diperuntukkan bagi industri pengolahan sampah, kertas, maupun konstruksi dikategorikan sebagai gawat darurat medis dengan gejala sebagai berikut:

  • Kebutaan
  • Nyeri atau bengkak di tenggorokan
  • Rasa terbakar di bibir atau lidah
  • Kesulitan bernapas
  • Sakit perut, mual, dan muntah
  • Muntah darah
  • Terdapat darah pada feses
  • Kehilangan kesadaran atau pingsan
  • Tekanan darah rendah
  • Penurunan tingkat keasaman darah
  • Iritasi kulit.

Jika Anda merasakan gejala di atas dan menduga telah menelan kalsium hidroksida golongan industri, segera periksakan diri ke instalasi gawat darurat atau fasilitas kesehatan terdekat.

Healthline. https://www.healthline.com/health/calcium-hydroxide
Diakses pada 12 Desember 2019

Livestrong. https://www.livestrong.com/article/182626-what-are-the-dangers-of-calcium-hydroxide/
Diakses pada 12 Desember 2019

Science Direct. https://www.sciencedirect.com/topics/chemistry/calcium-hydroxide
Diakses pada 12 Desember 2019

BPOM. http://standarpangan.pom.go.id/help-center/bantuan/frequently-asked-questions/bahan-tambahan-pangan/apakah-aman-menggunakan-kapur-sirih-caco3-atau-kalsium-karbonat-dalam-jumlah-banyak-untuk-pembuatan-kerupuk-atau-rempeyek
Diakses pada 12 Desember 2019

Scie Pub. http://pubs.sciepub.com/ijdsr/2/6B/1/index.html
Diakses pada 12 Desember 2019

Livestrong. https://www.livestrong.com/article/181921-calcium-hydroxide-uses/
Diakses pada 12 Desember 2019

Artikel Terkait