logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo
Kehamilan

Kapan Terminasi Kehamilan atau Aborsi Boleh Dilakukan?

open-summary

Terminasi kehamilan adalah pilihan untuk menghentikan kehamilan demi menyelamatkan nyawa ibu dan janin. Terminasi kehamilan hanya boleh dilakukan jika ada kasus medis yang benar-benar berat dan dilakukan oleh tenaga medis profesional.


close-summary

26 Feb 2020

| Rianti Dea Rizky Pratiwi

Ditinjau oleh dr. Anandika Pawitri

Untuk mengetahui apakah aborsi atau terminasi kehamilan perlu dilakukan, tentu membutuhkan pemeriksaan secara berkala dengan dokter spesialis kandungan

Terminasi kehamilan dilakukan ketika ada masalah medis cukup parah yang membahayakan nyawa

Table of Content

  • Apa itu aborsi?
  • Bagaimana hukum aborsi di Indonesia?
  • Apa saja syarat aborsi?
  • Apa saja risiko dan komplikasi aborsi?
  • Bagaimana proses pemulihan pascaaborsi?

Selalu ada pilihan medis untuk berbagai kondisi individu, termasuk saat sedang mengandung. Salah satunya adalah aborsi atau terminasi kehamilan, yaitu pilihan untuk menghentikan kehamilan karena berbagai pertimbangan. 

Advertisement

Di banyak negara, istilah terminasi kehamilan digunakan ketika seorang perempuan mengalami kehamilan yang tidak diharapkan atau di luar rencana.

Tak hanya itu, terminasi kehamilan juga mungkin dilakukan demi kondisi medis ibu dan janin dalam kandungannya. Misalnya, ketika ada pemeriksaan yang memperlihatkan bahwa janin tidak berkembang dengan normal atau meninggal di dalam rahim. 

Baca Juga

  • Infertilitas Adalah Gangguan Kesuburan yang Harus Diwaspadai Pasangan
  • Manfaat dan Risiko Susu Kambing untuk Ibu Hamil
  • Berbagai Manfaat Jagung untuk Ibu Hamil, Membantu Menyehatkan Mata Janin

Apa itu aborsi?

Aborsi atau terminasi kehamilan adalah prosedur menggugurkan kandungan atau mengakhiri masa kehamilan dengan sengaja sebelum masa persalinan. 

Aborsi boleh dilakukan secara medis berdasarkan pertimbangan kondisi fisik hingga komplikasi kehamilan yang mungkin membahayakan nyawa ibu maupun janin.

Terminasi kehamilan berbeda dengan keguguran. Prosedur ini dilakukan dengan sengaja dan dilatar belakangi oleh banyak faktor.

Sejumlah alasan yang umumnya melandasi ibu hamil memutuskan untuk melakukan tindakan pengguguran kandungan adalah:

  • Adanya masalah kesehatan pada ibu dan janin
  • Risiko kesehatan atau masalah pribadi tertentu
  • Bayi mengalami kondisi medis tertentu setelah lahir

Kemudian kapan aborsi boleh dilakukan? Umumnya, terminasi kehamilan dilakukan pada trimester pertama.

Dikutip dari Harvard Health Publishing, tindakan terminasi umumnya dilakukan pada 12 minggu pertama kehamilan. Wanita hamil juga bisa melakukan prosedur ini sebelum memasuki usia 24 minggu atau saat berat janin masih kurang dari 500 gram dan harus berdasarkan persetujuan dokter.

Baca juga: Cara Menggugurkan Kandungan untuk Kehamilan Bermasalah

Bagaimana hukum aborsi di Indonesia?

Aborsi di Indonesia dianggap sebagai tindakan ilegal apabila tidak mengacu pada indikasi kedaruratan medis yang diatur oleh Undang-undang.

Dikutip dari Info DPR RI, Pasal 75 ayat (1) UU Kesehatan mengatur larangan bagi setiap orang melakukan aborsi, kecuali tindakan medis tersebut mengacu pada Pasal 75 ayat (2).

Prosedur aborsi diperbolehkan, melihat pada indikasi kedaruratan medis dan kehamilan akibat pemerkosaan yang menyebabkan trauma psikis yang diatur oleh UU.

Di Indonesia sendiri, contoh terminasi kehamilan pernah terjadi di Surabaya, tepatnya di RSUD Dr Soetomo.

Kala itu, ada kehamilan bayi kembar siam dengan hanya satu jantung, satu paru-paru, dan satu hati. Bayi diketahui dalam kondisi kembar dempet mulai dada hingga perut.

Mempertimbangkan kondisi ini, terminasi kehamilan boleh dilakukan saat kehamilan menginjak usia 8 bulan. Tentunya, keputusan ini dilakukan harus atas persetujuan pihak pasien dan dokter yang menangani.

Apa saja syarat aborsi?

Opsi terminasi kehamilan hanya akan muncul ketika ada masalah medis cukup parah yang membahayakan nyawa. Jadi, bukan sekadar perkara tidak siap menjadi orangtua atau faktor psikologis saja.

Sejumlah persyaratan aborsi di antaranya adalah:

  • Ibu berada dalam kondisi medis yang membahayakan jika kehamilan dilanjutkan
  • Janin tidak memungkinkan tumbuh dengan maksimal dan nyawanya terancam
  • Sudah atas persetujuan pasien atau pihak yang mewakili pasien
  • Berdasarkan pemeriksaan dan diagnosis menyeluruh dari banyak dokter spesialis
  • Pasien tahu konsekuensi dari dilakukannya terminasi kehamilan

Untuk mengetahui apakah terminasi kehamilan perlu dilakukan, tentu membutuhkan pemeriksaan secara berkala dengan dokter spesialis kandungan.

Apabila diketahui ibu menderita penyakit lain yang tidak berhubungan dengan kehamilan, maka perlu dirujuk ke dokter spesialis.

Kemudian, hasil dari rujukan dan pemeriksaan menyeluruh bisa menjadi pertimbangan pasti apakah terminasi kehamilan akan dilakukan atau tidak.

Apa saja risiko dan komplikasi aborsi?

Semua metode aborsi, baik dengan menggunakan pil maupun prosedur operasi, keduanya sama-sama mempunyai risiko terjadinya komplikasi. Namun, risiko komplikasi tersebut masih tergolong rendah.

Sejumlah tanda komplikasi dari aborsi yang perlu diwaspadai adalah:

  • Perdarahan hebat
  • Sakit perut atau punggung yang parah
  • Demam berlangsung lebih dari 24 jam
  • Keputihan atau flek yang disertai bau tidak sedap

Beberapa wanita mungkin juga akan mengalami perubahan emosional pascaaborsi. Sebagai contoh, seperti merasakan kehilangan dan perasaan sedih yang mendalam.

Apabila kondisi ini terus berlangsung, Anda sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter.

Baca juga: Mengenal Bahaya Aborsi dan Hukumnya di Indonesia

Bagaimana proses pemulihan pascaaborsi?

Normalnya setelah operasi Anda sudah diperbolehkan pulang, kecuali jika mengalami kondisi medis tertentu yang menyebabkan perlunya bermalam di rumah sakit.

Untuk mempercepat proses pemulihan setelah terminasi kehamilan, sejumlah hal yang bisa dilakukan di antaranya:

  • Cukup istirahat dan tidak banyak melakukan aktivitas berat
  • Mengonsumsi obat penghilang rasa sakit bila diperlukan
  • Banyak makan makanan bergizi
  • Jika mengalami kram perut seperti menstruasi, kompres bagian perut yang terasa sakit
  • Tetap aktif dengan melakukan olahraga ringan

Anda juga bisa berkonsultasi dengan dokter terkait kebutuan alat kontrasepsi, antibiotik, atau suntikan jika golongan darah Anda rhesus negatif.

Jika ingin berkonsultasi langsung pada dokter, Anda bisa  Anda bisa chat dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ.
Download aplikasinya sekarang di Google Play dan Apple Store.

Advertisement

menjaga kehamilankeguguranmasalah kehamilanpemeriksaan kehamilan

Referensi

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

© SehatQ, 2023. All Rights Reserved