Untuk mengetahui apakah terminasi kehamilan perlu dilakukan, tentu membutuhkan pemeriksaan secara berkala dengan dokter spesialis kandungan
Terminasi kehamilan dilakukan ketika ada masalah medis cukup parah yang membahayakan nyawa

Selalu ada pilihan medis untuk berbagai kondisi individu, termasuk saat sedang mengandung. Salah satunya adalah terminasi kehamilan, yaitu pilihan untuk menghentikan kehamilan karena berbagai pertimbangan. 

Di banyak negara, istilah terminasi kehamilan digunakan ketika seorang perempuan mengalami kehamilan yang tidak diharapkan atau di luar rencana.

Tak hanya itu, terminasi kehamilan juga mungkin dilakukan demi kondisi medis ibu dan janin dalam kandungannya. Misalnya, ketika ada pemeriksaan yang memperlihatkan bahwa janin tidak berkembang dengan normal atau meninggal di dalam rahim. Umumnya, terminasi kehamilan dilakukan pada trimester pertama.

Terminasi kehamilan, benar atau salah?

Terminasi kehamilan atau aborsi masih menjadi perdebatan di berbagai belahan dunia, terlepas dari aturan hukum yang mengikat setiap warga negara. Jutaan orang di dunia mungkin saja menghadapi kehamilan di luar rencana setiap tahunnya. 4 dari 10 memutuskan melakukan terminasi kehamilan. 

Selain kehamilan yang tidak diharapkan, bisa saja terminasi kehamilan diambil demi keselamatan ibu dan janin. Jika kehamilan diteruskan, bukan tidak mungkin justru mengancam nyawa keduanya.

Namun sebelum mengambil keputusan melakukan terminasi kehamilan, perlu pertimbangan dari banyak dokter spesialis. Perlu dilihat kondisi medis apa yang dialami, seberapa parah kondisinya, dan sebatas mana ibu tetap aman dibiarkan tetap mengandung.

Perlu diperjelas lagi bahwa terminasi kehamilan adalah dilakukannya penghentian proses kehamilan dan kondisi bayi bisa dalam keadaan hidup maupun meninggal.

Di Indonesia, contoh terminasi kehamilan pernah terjadi di Surabaya, tepatnya di RSUD Dr Soetomo. Kala itu, ada kehamilan bayi kembar siam dengan hanya satu jantung, satu paru-paru, dan satu hati. Bayi diketahui dalam kondisi kembar dempet mulai dada hingga perut.

Mempertimbangkan kondisi ini, terminasi kehamilan dilakukan saat kehamilan menginjak usia 8 bulan. Tentunya, keputusan ini dilakukan harus atas persetujuan pihak pasien dan dokter yang menangani.

Kapan terminasi kehamilan boleh dilakukan?

Di Indonesia, aborsi dianggap sebagai hal yang ilegal dan tidak boleh dilakukan. Namun berbeda dengan aborsi, terminasi kehamilan dilakukan demi menyelamatkan nyawa ibu dan janin dalam kandungan.

Inilah pertimbangan utama kapan terminasi kehamilan boleh dilakukan. Artinya, terminasi kehamilan hanya boleh dilakukan jika ada kasus medis yang benar-benar berat dan dilakukan oleh tenaga medis profesional. 

Tidak selalu digugurkan, ada kondisi terminasi kehamilan lewat prosedur operasi atau diinduksi untuk melahirkan secara normal dengan mengupayakan kelahiran bayi. Namun tentu ekspektasinya berbeda dengan persalinan biasa, karena saat terminasi kehamilan dilakukan, artinya ada masalah serius baik pada ibu maupun janin.

Syarat melakukan terminasi kehamilan

Opsi terminasi kehamilan hanya akan muncul ketika ada masalah medis cukup parah yang membahayakan nyawa. Jadi, bukan sekadar perkara tidak siap menjadi orangtua atau faktor psikologis saja.

Beberapa syarat melakukan terminasi kehamilan adalah:

  • Ibu berada dalam kondisi medis yang membahayakan jika kehamilan dilanjutkan
  • Janin tidak memungkinkan tumbuh dengan maksimal dan nyawanya terancam
  • Sudah atas persetujuan pasien atau pihak yang mewakili pasien
  • Berdasarkan pemeriksaan dan diagnosis menyeluruh dari banyak dokter spesialis
  • Pasien tahu konsekuensi dari dilakukannya terminasi kehamilan

Untuk mengetahui apakah terminasi kehamilan perlu dilakukan, tentu membutuhkan pemeriksaan secara berkala dengan dokter spesialis kandungan. Apabila diketahui ibu menderita penyakit lain yang tidak berhubungan dengan kehamilan, maka perlu dirujuk ke dokter spesialis.

Kemudian, hasil dari rujukan dan pemeriksaan menyeluruh bisa menjadi pertimbangan pasti apakah terminasi kehamilan akan dilakukan atau tidak.

Harvard Health. https://www.health.harvard.edu/medical-tests-and-procedures/abortion-termination-of-pregnancy-a-to-z
Diakses 21 Februari 2020

NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4922947/
Diakses 21 Februari 2020

Patient. https://patient.info/womens-health/abortion-termination-of-pregnancy
Diakses 21 Februari 2020

Artikel Terkait