Kapan Seseorang Perlu Mengonsumsi Tablet Tambah Darah?

Orang yang kekurangan sel darah merah perlu mengonsumsi makanan yang mengandung zat besi serta minum obat penambah darah
Minum tablet tambah darah harus sesuai dengan dosis yang dianjurkan oleh dokter

Kondisi tubuh lemah, letih, lesu, lunglai, dan lemah adalah tanda kekurangan darah. Beberapa langkah mengatasinya seperti mengonsumsi makanan mengandung zat besi dan asam folat atau dengan tablet penambah darah. Obat penambah darah seperti ini menjadi solusi apabila seseorang kekurangan sel darah merah.

Normalnya jumlah sel darah merah sangat penting bagi semua orang. Jika kekurangan sel darah merah, orang akan menderita anemia. Konsekuensinya, sel-sel tubuh tidak mendapat asupan oksigen yang cukup.

Manfaat tablet tambah darah

Selain makanan yang mengandung zat besi dan asam folat, tablet tambah darah bisa menjadi suplemen untuk mencukupi asupan nutrisi setiap orang. Opsi obat penambah darah ini menjadi pilihan praktis untuk memastikan kebutuhan zat besi tetap terpenuhi.

Tablet tambah darah bahkan bisa dikonsumsi anak-anak hingga orang lanjut usia. Untuk anak-anak, umumnya yang terjadi adalah mengalami kekurangan zat besi. Gejalanya adalah anak kurang nafsu makan dan berat badannya tidak naik secara signifikan.

Tentunya, tablet tambah darah untuk anak-anak disediakan dalam dosis yang disesuaikan dengan berat badan  mereka. Begitu pula halnya untuk orang dewasa hingga lansia. Selama obat penambah darah dikonsumsi sesuai dengan dosisnya, maka khasiatnya tentu baik bagi tubuh.

Lebih jauh lagi, beberapa manfaat tablet tambah darah bagi tubuh adalah:

  • Mencukupi kebutuhan zat besi tubuh
  • Memastikan produksi hemoglobin yang mengikat oksigen tetap optimal
  • Menambah energi 
  • Mengatasi anemia dan neutropenia

Obat penambah darah untuk siapa?

Tentu tidak berarti semua orang dapat dengan leluasa memilih mengonsumsi obat penambah darah jika merasa lemas atau sakit kepala. Selama asupan zat besi dan asam folat bisa diperoleh secara alami lewat makanan, tentu itu pilihan yang lebih baik.

Meski demikian, ada beberapa kondisi yang membuat seseorang memerlukan obat penambah darah, seperti:

  • Penderita anemia

Orang yang mengalami anemia kerap merasa pusing, lemas, hingga sulit berkonsentrasi. Hal ini terjadi karena jumlah sel darah merah yang dapat mengikat oksigen tidak mencukupi. 

Selain itu, anemia juga terjadi karena beberapa hal seperti kanker saluran pencernaan, hingga kehilangan darah dalam jumlah banyak akibat trauma.

  • Konsumsi obat

Mengonsumsi obat tertentu dalam jangka waktu lama dapat memicu terjadinya pendarahan pada saluran cerna. Obat yang dapat memicu hal tersebut adalah konsumsi obat seperti aspirin dan ibuprofen.

Harus diingat pula bahwa konsumsi obat penambah darah bisa saja tidak cocok dengan obat yang Anda konsumsi. Untuk itu, pastikan dokter memberi izin sebelum Anda mengonsumsi obat penambah darah.

  • Ibu hamil dan menyusui

Seorang ibu yang tidak hamil atau menyusui membutuhkan setidaknya asupan zat besi 15-18 gram setiap harinya. Ibu hamil dan menyusui tentu membutuhkan lebih dari itu, yaitu sekitar 27 gram per hari.

Itu sebabnya ibu hamil dan menyusui perlu mendapatkan asupan zat besi yang tepat. Dokter kandungan akan tahu betul vitamin apa yang perlu diresepkan bersamaan dengan vitamin lainnya.

  • Menstruasi

Periode menstruasi wanita juga bisa membuat seseorang perlu obat penambah darah, terutama jika darah menstruasi cukup banyak dan terjadi dalam waktu yang lebih panjang dari normalnya. Menstruasi akan mengurangi cadangan zat besi dalam tubuh wanita.

  • Atlet

Tak hanya atlet, orang yang setiap harinya berolahraga dengan intensitas tinggi juga biasanya memerlukan tablet tambah darah. Alasannya adalah karena mereka membutuhkan sel darah merah lebih banyak lagi untuk mengalirkan oksigen ke seluruh tubuh.

Artinya, jika seseorang yang aktif berolahraga merasa memiliki anemia, coba konsultasikan kepada dokter untuk tahu apakah perlu asupan tablet obat penambah darah.

  • Cuci darah

Orang yang rutin menjalani prosedur cuci darah tentu membutuhkan asupan penambah darah karena ginjal mereka tidak berfungsi optimal. Padahal, ginjal bertugas memproduksi erythropoietin, hormon yang memerintah tubuh memproduksi sel darah merah.

Efek samping tablet tambah darah

Sangat penting untuk selalu berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi tablet tambah darah. Jangan hanya asal memilih suplemen dan mengonsumsi berdasarkan dosis yang tertulis di kemasannya saja.

Setiap orang memiliki kondisi kesehatan yang berbeda sehingga perlu konsultasi jenis tablet tambah darah apa yang perlu dikonsumsi. Jika berlebihan, bisa saja terjadi efek samping seperti konstipasi, mual, muntah, hingga gangguan hati.

Jadi, pastikan selalu mengonsumsi tablet tambah darah sesuai dengan dosis dan kebutuhan Anda. Berlebihan bisa menjadi racun bagi tubuh Anda, terutama bagi anak-anak. Setelah mengonsumsi obat penambah darah selama beberapa waktu, konsultasikan kembali kepada dokter apakah Anda bisa menghentikan suplemen tersebut atau tidak.

Catatan dari SehatQ

Orang yang kekurangan sel darah merah membutuhkan tambahan asupan makanan yang mengandung zat besi dan juga tablet tambah darah. Konsumsi obat penambah darah tidak bisa dilakukan sembarangan dan harus berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu.

Cleveland Clinic. https://my.clevelandclinic.org/health/articles/14568-oral-iron-supplementation
Diakses pada 2 Oktober 2019

Healthline. https://www.healthline.com/health/10-reasons-iron-supplements#the-takeaway
Diakses pada 2 Oktober 2019

Healthline. https://www.healthline.com/health/how-to-increase-red-blood-cells#supplements-to-try
Diakses pada 2 Oktober 2019

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/321530.php
Diakses pada 2 Oktober 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed