Kapan Seseorang Bisa Mengalami Gejala HPV Setelah Tertular?

Gejala HPV umumnya akan muncul pada dua hingga tiga bulan setelah Anda terpapar virus
Sekali tertular, virus HPV akan menetap selamanya dalam tubuh Anda

Memiliki kutil di sekitar area kemaluan bukanlah pertanda baik. Pasalnya, kutil yang tumbuh secara individu maupun berkelompok bisa menjadi gejala HPV alias human papillomavirus.

HPV adalah infeksi virus yang menyebar dari manusia ke manusia lainnya melalui kontak kulit. Terdapat lebih dari 100 variasi virus ini dan semuanya biasa menyebar lewat hubungan seks, baik vaginal, oral, maupun anal.

Penderita HPV umumnya tidak menyadari bahwa mereka terkena penyakit ini. Namun begitu Anda menyadari adanya gejala HPV, segera berobat karena HPV bisa mengakibatkan penyakit kutil pada kemaluan hingga kanker serviks

Kutil sebagai gejala HPV

HPV bisa menyerang pria maupun wanita. Persamaannya, pria dan wanita biasanya tidak merasakan gejala HPV pada masa awal terjangkit virus ini. Namun tidak jarang juga muncul benjolan semacam kutil yang di area kemaluan.

Kutil kelamin akibat HPV bisa jadi hanya satu buah. Namun kutil juga bisa tumbuh lebih dari satu dan menggerombol atau berbaris memanjang.

Pada wanita, kutil kelamin bisa tumbuh pada vulva (bagian luar vagina) dan serviks (leher rahim). Sedangkan pada pria, kutil dapat tumbuh di penis maupun kantung kemaluan (skrotum), bahkan tidak jarang di anus dan selangkangan.

Ukuran kutil yang merupakan gejala HPV juga beragam dan bentuknya macam-macam. Mulai dari kutil yang kecil, datar, hingga mirip kembang kol. Warnanya pun bisa putih seperti susu maupun mirip kulit di sekitarnya.

Jenis-jenis kutil yang biasanya berhubungan dengan HPV meliputi:

 

  • Kutil biasa

 

Jenis kutil ini teraba kasar, menonjol, dan biasa ditemukan di telapak tangan, jari, dan siku.

 

  • Kutil plantar

 

Kutil plantar adalah kutil yang keras, bergerindil, dan biasanya tumbuh di kaki (terutama tumit).

 

  • Kutil datar

 

Kutil ini biasanya dialami oleh anak-anak, remaja, atau orang yang baru beranjak dewasa. Puncak kutil ini datar dengan lesi agak menonjol dan berwarna lebih gelap dari kulit di sekitarnya. Kutil datar banyak ditemukan pada wajah, leher, atau area bekas garukan.

Ingat, gejala HPV tidak langsung muncul

HPV adalah penyakit yang menular lewat hubungan seksual. Namun gejala HPV tidak akan muncul segera setelah Anda melakukan kontak kulit dengan penderita, seperti berjabat tangan.

Setelah Anda menjalin kontak dengan penderita dan mengalami penularan HPV, virus ini membutuhkan masa inkubasi. Masa inkubasi adalah selang waktu dari Anda terpapar hingga gejala pertama kali muncul.

Masa inkubasi HPV bisa berlangsung selama tiga minggu hingga delapan bulan. Namun penderita rata-rata sudah merasakan ciri-ciri HPV dalam dua hingga tiga bulan setelah paparan virus terjadi.

Meski Anda tidak merasakan gejala HPV, misalnya tidak memiliki kutil kelamin atau merasakan gejala lain, virus HPV tetap bisa berada dalam sel epitelial dalam jangka waktu yang sangat lama.

Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC), sebagian besar infeksi HPV bisa sembuh dengan sendirinya setelah dua tahun. Namun virus ini tetap akan selalu ada dalam tubuh Anda. 

Itulah mengapa penularan HPV tetap bisa terjadi meski penderita sendiri tidak menyadari adanya risiko ini. Karenanya, pemeriksaan medis secara berkala dan menyeluruh sangat penting untuk dilakukan.

Pemeriksaan tersebut sangat dianjurkan khususnya bagi orang-orang yang memiliki risiko tinggi untuk mengalami HPV. Misalnya, sering gonta-ganti pasangan seksual, memiliki sistem imun tubuh yang lemah, atau mengalami luka pada kulit.

Komplikasi HPV yang tidak ditangani dengan benar

Pada pria, HPV jenis tertentu bisa sampai mengakibatkan munculnya gejala kanker penis, kanker anus, dan kanker tenggorokan. Risiko ini meningkat jika mereka memiliki sistem kekebalan tubuh yang rendah. Misalnya, mengidap HIV/AIDS, menjalani kemoterapi untuk pengobatan kanker, atau menjalani transplantasi organ.

Sementara HPV pada wanita paling rawan mengakibatkan kanker serviks alias kanker leher rahim. Beberapa tipe lain dari HPV juga bisa memicu munculnya kanker vagina, anus, maupun tenggorokan.

Meskipun begitu, tipe HPV yang menyebabkan terjadinya kutil berbeda dengan pemicu kanker. Dengan kata lain, penderita gejala HPV yang berupa kutil di kemaluan tidak serta-merta membuat Anda otomatis pasti terkena kanker.

Untuk mengetahui jenis virus HPV yang ada dalam tubuh Anda, periksakanlah diri ke dokter. Dengan ini, tipe virus pun akan terdeteksi dengan pasti.

Healthline. https://www.healthline.com/health/human-papillomavirus-infection
Diakses pada 28 Agustus 2019

Womens Health. https://www.womenshealth.gov/a-z-topics/human-papillomavirus
Diakses pada 28 Agustus 2019

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/246670.php
Diakses pada 28 Agustus 2019

Medscape. https://www.medscape.com/viewarticle/806493_4
Diakses pada 28 Agustus 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed