Gejala HPV Tidak Langsung Muncul, Ini Penjelasannya


Gejala HPV perlu Anda sadari sejak dini. Pasalnya, gejala HPV tidak langsung muncul. HPV adalah penyakit yang menular lewat hubungan seksual.

(0)
04 Sep 2019|Asni Harismi
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Gejala HPV berbentuk kutilSekali tertular, virus HPV akan menetap selamanya dalam tubuh Anda
Memiliki kutil di sekitar area kemaluan bukanlah pertanda baik. Pasalnya, kutil yang tumbuh secara individu maupun berkelompok bisa menjadi gejala HPV alias human papillomavirus.HPV adalah infeksi virus yang menyebar dari manusia ke manusia lainnya melalui kontak kulit. Terdapat lebih dari 100 variasi virus ini dan semuanya biasa menyebar lewat hubungan seks, baik vaginal, oral, maupun anal.Penderita HPV umumnya tidak menyadari bahwa mereka terkena penyakit ini. Namun begitu Anda menyadari adanya gejala HPV, segera berobat karena HPV bisa mengakibatkan penyakit kutil pada kemaluan hingga kanker serviks

Gejala HPV 

HPV bisa menyerang pria maupun wanita. Persamaannya, pria dan wanita biasanya tidak merasakan gejala HPV pada masa awal terjangkit virus ini. Namun tidak jarang juga muncul benjolan semacam kutil yang di area kemaluan.Kutil kelamin akibat HPV bisa jadi hanya satu buah. Namun kutil juga bisa tumbuh lebih dari satu dan menggerombol atau berbaris memanjang.Pada wanita, kutil kelamin bisa tumbuh pada vulva (bagian luar vagina) dan serviks (leher rahim). Sedangkan pada pria, kutil dapat tumbuh di penis maupun kantung kemaluan (skrotum), bahkan tidak jarang di anus dan selangkangan.Ukuran kutil yang merupakan gejala HPV juga beragam dan bentuknya macam-macam. Mulai dari kutil yang kecil, datar, hingga mirip kembang kol. Warnanya pun bisa putih seperti susu maupun mirip kulit di sekitarnya.Jenis-jenis kutil yang biasanya berhubungan dengan HPV meliputi:

1. Kutil biasa

Kutil biasa umumnya tumbuh di area jari tangan dan kaki, namun bisa muncul di tempat lain. Jenis kulit ini bisa Anda lihat dengan mudah karena memiliki penampilan yang kasar dan bagian atas yang membulat. 

2. Kutil plantar

Kutil plantar umumnya muncul di area telapak kaki. Tak seperti kutil lainnya, kutil plantar akan tumbuh di dalam kulit Anda, bukan di luarnya. Untuk dapat mengetahui apakah Anda memiliki kutil plantar, Andabisa melihat apakah ada lubang kecil yang dikelilingi oleh kulit yang mengeras. Kutil ini juga akan membuat Anda merasa sakit saat berjalan.

3. Kutil datar

Kutil datar ini biasanya dialami oleh anak-anak, remaja, atau orang yang baru beranjak dewasa. Puncak kutil ini datar dengan lesi agak menonjol dan berwarna lebih gelap dari kulit di sekitarnya. Kutil datar banyak ditemukan pada wajah, leher, atau area bekas garukan.

4. Kutil kelamin

Kutil kelamin memiliki bentuk seperti kembang kol dan bisa tumbuh pada kelamin wanita maupun laki-laki. Selain di area kelamin, kutil juga bisa timbul di dekat dubur dan menimbulkan rasa gatal.

Gejala HPV tidak langsung muncul

HPV adalah penyakit yang menular lewat hubungan seksual. Namun gejala HPV tidak akan muncul segera setelah Anda melakukan kontak kulit dengan penderita, seperti berjabat tangan.Setelah Anda menjalin kontak dengan penderita dan mengalami penularan HPV, virus ini membutuhkan masa inkubasi. Masa inkubasi adalah selang waktu dari Anda terpapar hingga gejala pertama kali muncul.Masa inkubasi HPV bisa berlangsung selama tiga minggu hingga delapan bulan. Namun penderita rata-rata sudah merasakan ciri-ciri HPV dalam dua hingga tiga bulan setelah paparan virus terjadi.Meski Anda tidak merasakan gejala HPV, misalnya tidak memiliki kutil kelamin atau merasakan gejala lain, virus HPV tetap bisa berada dalam sel epitelial dalam jangka waktu yang sangat lama.Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC), sebagian besar infeksi HPV bisa sembuh dengan sendirinya setelah dua tahun. Namun virus ini tetap akan selalu ada dalam tubuh Anda. Itulah mengapa penularan HPV tetap bisa terjadi meski penderita sendiri tidak menyadari adanya risiko ini. Karenanya, pemeriksaan medis secara berkala dan menyeluruh sangat penting untuk dilakukan.Pemeriksaan tersebut sangat dianjurkan khususnya bagi orang-orang yang memiliki risiko tinggi untuk mengalami HPV. Misalnya, sering gonta-ganti pasangan seksual, memiliki sistem imun tubuh yang lemah, atau mengalami luka pada kulit.

Komplikasi HPV yang tidak ditangani dengan benar

Pada pria, HPV jenis tertentu bisa sampai mengakibatkan munculnya gejala kanker penis, kanker anus, dan kanker tenggorokan. Risiko ini meningkat jika mereka memiliki sistem kekebalan tubuh yang rendah. Misalnya, mengidap HIV/AIDS, menjalani kemoterapi untuk pengobatan kanker, atau menjalani transplantasi organ.Sementara HPV pada wanita paling rawan mengakibatkan kanker serviks alias kanker leher rahim. Beberapa tipe lain dari HPV juga bisa memicu munculnya kanker vagina, anus, maupun tenggorokan.Meskipun begitu, tipe HPV yang menyebabkan terjadinya kutil berbeda dengan pemicu kanker. Dengan kata lain, penderita gejala HPV yang berupa kutil di kemaluan tidak serta-merta membuat Anda otomatis pasti terkena kanker.

Cara mendiagnosis HPV

Infeksi HPV dapat didiagnosa melalui munculnya kutil pada kulit. Sayangnya, kutil bisa saja tidak tumbuh dan bisa memicu kanker serviks. Untuk melihat adanya infeksi HPV yang berisiko mengakibatkan kanker serviks pada wanita, dokter dapat melakukan pemeriksaan:

1. Tes IVA

Tes IVA ini dilakukan dengan meneteskan cairan khusus asam asetat ke area kelamin atau genital. Jika mengalami infeksi HPV, warna kulit di area kelamin akan berubah menjadi putih.

2. Pap smear

Pap smear merupakan metode pemeriksaan yang bertujuan untuk mengetahui perubahan kondisi serviks yang mengarah pada kanker akibat infeksi HPV. Prosedur pap smear dilakukan dengan mengambil sampel sel serviks untuk selanjutnya diperiksakan ke laboratorium.

3. Tes HPV DNA

Tes HPV DNA dilakukan untuk mendeteksi adanya unsur genetik (DNA) dari virus HPV yang bisa memicu timbulnya kanker serviks pada wanita.Untuk mengetahui jenis virus HPV yang ada dalam tubuh Anda, periksakanlah diri ke dokter. Dengan ini, tipe virus pun akan terdeteksi dengan pasti.
kanker serviksinfeksi menular seksualkutil kelaminhpvhubungan seksual
Healthline. https://www.healthline.com/health/human-papillomavirus-infection
Diakses pada 28 Agustus 2019
Womens Health. https://www.womenshealth.gov/a-z-topics/human-papillomavirus
Diakses pada 28 Agustus 2019
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/246670.php
Diakses pada 28 Agustus 2019
Medscape. https://www.medscape.com/viewarticle/806493_4
Diakses pada 28 Agustus 2019
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/hpv-infection/symptoms-causes/syc-20351596
Diakses pada 3 Desember 2020
Centers for Disease Control and Prevention. https://www.cdc.gov/hpv/parents/about-hpv.html
Diakses pada 3 Desember 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait