Kapan Saat Terbaik Melakukan Tes Minat Bakat untuk Si Kecil?

Tes minat bakat biasanya dilakukan saat anak akan memutuskan jurusan di SMA maupun ketika akan masuk bangku kuliah
Dengan melakukan tes minat bakat, anak akan mengenali apa yang menjadi minat dan bakatnya yang sesungguhnya

Orangtua tentu ingin membantu anak menemukan ketertarikannya di bidang tertentu, salah satunya dengan tes minat bakat. Susah-susah gampang menemukan minat dan bakat anak, terlebih mereka masih berada di usia eksplorasi berbagai hal baru di sekitarnya.

Tes minat bakat sebenarnya bukan kewajiban, namun dapat membantu orangtua dan juga anak menemukan apa ketertarikan mereka yang sesungguhnya. Dalam tes minat bakat, sudah ada prosedur yang dilakukan untuk menilai apa preferensi anak. Hal ini tentu lebih akurat ketimbang hanya bertanya pada anak berdasarkan pengalaman mereka.

Pentingnya tahu minat dan bakat anak

Bahkan sejak anak kecil pun, orangtua tentu sudah mengidentifikasi ketertarikan mereka. Mungkin ada anak kecil yang suka sekali dengan dunia luar angkasa, kehidupan dinosaurus di masa lalu, atau hobi berkreasi di area terbuka.

Dengan tahu minat dan bakat anak, akan membantu memutuskan banyak hal. Mulai dari mengetahui tipe kecerdasan anak, memilih buku atau media belajar yang tepat, hingga menentukan jurusannya kelak ketika akan melanjutkan ke bangku kuliah.

Lalu, apa yang bisa dilakukan orangtua?

1. Fokus pada minat dan bakat anak

Perkenalkan sebanyak mungkin hal baru kepada anak untuk membantu mereka mengidentifikasi mana yang paling menarik minat dan mengasah bakatnya. Jangan melulu berkutat pada satu bidang saja, eksplorasi hal sebanyak mungkin.

Semakin luas spektrum yang dikenal anak mulai dari fisik, intelektual, hingga kreativitas, maka bisa dibuat urutan mana yang paling menarik minat dan bakat mereka. Untuk memastikannya, baru bisa dilakukan tes minat dan bakat.

2. Bantu anak temukan tujuannya

Tanpa tujuan, tentu mengerjakan apapun cenderung dilakukan asal-asalan. Untuk itu, ajak anak mengerti apa makna atau nilai di balik hal yang dilakukannya. Hal ini lebih sulit karena harus mengajak anak berpikir secara abstrak. 

Untuk membantu mereka, berikan analogi yang lebih nyata sehingga tergambar apa dampak dari yang mereka lakukan terhadap sekitar. Setelah menemukannya, hubungkan dengan minat dan bakat yang mereka sukai.

3. Lihat potensi karir

Mempertimbangkan potensi karir bisa dilakukan setelah melihat hasil tes minat bakat, terutama ketika anak sudah beranjak remaja atau dewasa. Bantu anak memahami apa saja potensi karir yang bisa mereka masuki ketika menekuni bidang tertentu.

Anak selalu suka berkhayal. Bersama orangtua, ajak mereka berkhayal sudah terjun ke dunia kerja. Tanyakan mana yang paling mereka sukai. Tentunya, paparkan kelebihan dan kekurangan dari setiap karir yang ada sehingga bayangan tentang karir itu lebih nyata.

4. Cari mentor

Ketika anak sudah menentukan apa minat dan bakat yang paling mereka sukai, tak ada salahnya mencari mentor untuk membimbing mereka. Tentu tak harus dengan konsep duduk rapi seperti sedang kursus, orang yang lebih berpengalaman di bidangnya juga bisa mengajak anak bercerita lewat pengalaman-pengalaman mereka.

Hal ini bisa membantu membuka perspektif anak akan berbagai hal yang terjadi di sekitar mereka, utamanya berkaitan dengan minat dan bakat yang mereka sukai. Meskipun ada mentor, orangtua juga harus selalu ada untuk mendengarkan anak, apapun cerita mereka.

Kapan waktu yang tepat untuk tes minat bakat?

Idealnya, tes minat bakat dilakukan ketika anak tahu mereka harus mengambil pilihan dari banyak sekali bidang yang pernah mereka kenal. Jika melakukan tes minat bakat ketika anak masih terlalu kecil, ketertarikan mereka cenderung masih berubah-ubah karena banyak hal baru yang dikenalnya.

Biasanya, orangtua melakukan tes minat bakat ketika anak akan masuk ke penjurusan di sekolah atau kepentingan lainnya yang tidak berhubungan dengan bidang akademis sekalipun.

Dengan melakukan tes minat bakat, orangtua bisa tahu mana yang merupakan minat dan bakat anak sesungguhnya. Tentunya, hasil tidak mutlak benar dan tetap saja orangtua merupakan pihak yang paling tahu anak mereka sendiri.

Untuk itu, orangtua juga bisa mendiskusikan hasil tes minat bakat dengan psikolog anak dengan memaparkan bagaimana antusiasme anak terhadap bidang-bidang tertentu.

Jangan lupa pula komunikasikan kepada anak. Tanyakan apa aktivitas yang paling membuat mereka merasa tertantang, asyik, bahkan betah melakukannya hingga berjam-jam.

Selain itu, hasil dari tes minat bakat pun belum tentu menentukan di mana anak paling cocok berkuliah atau bekerja. Tetap ada banyak faktor lain yang bisa mengubah jalan hidup anak hingga dewasa kelak.

Psychology Today. https://www.psychologytoday.com/intl/blog/prescriptions-life/201205/five-steps-finding-your-passion?quicktabs_5=0
Diakses 25 Februari 2020

Flashpoint. https://flashpoint.columbiacollege.edu/2019/01/17/four-ways-to-help-your-student-find-their-passion/
Diakses 25 Februari 2020

Family Minded. https://www.familyminded.com/s/help-your-kid-find-their-passion-72e11869a63d4666
Diakses 25 Februari 2020

Artikel Terkait