Usia di atas 1 tahun adalah usia yang aman untuk memberikan madu kepada anak
Madu bagus diberikan kepada anak ketika usianya sudah di atas satu tahun

Madu memiliki segudang khasiat yang baik untuk kesehatan. Tidak hanya itu, rasanya yang manis membuatnya juga disukai oleh anak-anak. Oleh karenanya, tidak ada salahnya memberikan madu untuk anak, bukan?

Faktanya, tidak semua anak bisa diberikan madu karena anak pada usia tertentu rentan terhadap infeksi botulisme. Lantas, pada usia berapa sebaiknya madu diberikan untuk anak?

Bolehkah memberikan madu untuk anak?

Madu memang dikenal menyehatkan dan memiliki rasa yang enak. Masyarakat Indonesia sering menggunakan madu sebagai suplemen untuk menambah daya tahan tubuh untuk menangkal flu dan batuk. Tapi bolehkah Anda memberikan madu kepada anak?

Jawabannya boleh asal dengan satu syarat. Madu untuk anak baru dapat diberikan saat sudah berusia satu tahun ke atas.

Madu merupakan salah satu produk yang kadang terkontaminasi dengan spora dari bakteri Clostridium. Di dalam pencernaan, spora dari bakteri ini dapat berubah menjadi bakteri baru dan menghasilkan neurotoxin dalam tubuh anak yang memicu botulisme.

Botulisme adalah keracunan akibat spora bakteri Clostridium yang ditandai dengan menurunnya nafsu makan, sembelit, kelemahan otot, kelelahan, tangisan yang lemah, berkurangnya bentuk otot, dan kesulitan mengisap puting ibu pada bayi.

Beberapa bayi bahkan dapat mengalami kesulitan dalam bernapas dan kejang. Gejala dari infeksi botulisme ini dapat muncul sekitar delapan sampai 36 jam setelah orangtua memberikan madu untuk anak. Namun, ada kasus tertentu di mana anak baru mengalami gejala infeksi botulisme 14 hari setelah konsumsi madu yang sudah terkontaminasi.

Anak yang berusia di bawah enam bulan paling rentan mengalami gangguan ini. Oleh karena itu hindari memberikan madu ke anak di bawah usia satu tahun untuk mencegah keracunan.

Saat Si Kecil sudah di atas usia satu tahun, Anda bisa memberikan madu untuk anak karena pencernaannya sudah berkembang dengan lebih baik dan dapat melawan spora dari bakteri Clostridium.

Selain karena risiko infeksi botulisme, orangtua perlu menghindari pemberian gula ataupun madu untuk anak karena madu dan gula berpotensi merusak gigi Si Kecil yang sedang berkembang.

Sebaiknya berikan anak makanan yang sudah manis secara alami, seperti pisang, dan jangan memberikan madu ataupun produk makanan yang mengandung madu di dalamnya kepada buah hati yang berusia di bawah satu tahun.

Anda juga perlu teliti membaca label komposisi pada produk makanan yang akan diberikan kepada buah hati untuk mencegah pemberian produk makanan yang mengandung madu kepada Si Kecil yang berusia di bawah satu tahun.

Manfaat madu untuk Si Kecil

Saat sudah berusia satu tahun, orangtua bisa dengan aman memberikan madu untuk anak. Madu mengandung berbagai mineral, enzim, vitamin B, vitamin C, asam amino, dan bahkan antioksidan yang baik untuk kesehatan.

Madu dapat digunakan sebagai pengobatan alami untuk mengatasi batuk pada anak yang berusia satu tahun ke atas. Namun, selalu ingat bahwa madu adalah salah satu jenis makanan yang tinggi kalori, karenanya berikan madu secukupnya saja pada buah hati.

Anda dapat memberikan madu untuk anak secara langsung, mencampurkannya ke dalam makanan Si Kecil, ataupun memasukkannya sebagai pengganti gula untuk membuat beragam kudapan yang sehat untuk buah hati.

Catatan dari SehatQ

Manfaat madu memang baik untuk kesehatan. Hanya saja, orangtua tidak boleh memberikan madu untuk anak yang berusia di bawah satu tahun karena adanya risiko terinfeksi botulisme dan kemungkinan madu merusak gigi anak yang masih dalam tahap perkembangan.

Apabila Si Kecil mengalami gejala dari botulisme seusai mengkonsumsi madu, segera bawa ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Healthline. https://www.healthline.com/health/parenting/when-can-babies-eat-honey
Diakses pada 27 Februari 2020

Babycenter. https://www.babycentre.co.uk/x555838/is-it-safe-to-give-my-baby-honey
Diakses pada 27 Februari 2020

KidsHealth. https://kidshealth.org/en/parents/honey-botulism.html
Diakses pada 27 Februari 2020

Artikel Terkait