Kapan Harus Periksa Mata? Plus Macam-Macam Tes Pemeriksaan Mata yang Tersedia di Dokter


Mata adalah jendela dunia dan cermin kesehatan tubuh Anda. Periksa mata berkala dapat mencegah risiko glaukoma dan katarak yang menyebabkan kebutaan permanen.

(0)
periksa mata di dokter bisa dilakukan tiap 2 tahun sekali pakai BPJS Kesehatanperiksa mata umumnya bisa Anda lakukan tiap 2 tahun sekali jika tidak memiliki masalah pada penglihatan atau penyakit pada mata
Rutinitas periksa mata mungkin adalah prioritas hidup kesekian bagi kebanyakan orang. Namun, mata adalah salah satu organ tubuh yang fungsinya vital untuk keberlangsungan manusia. Mata yang bermasalah tentu akan mengganggu aktivitas Anda sehari-hari. Terlebih semakin tua usia kita, kesehatan mata dan fungsi penglihatan rentan terganggu.Maka sama seperti bagian tubuh lain, kesehatan mata haruslah dijaga sejak dini.

Kenapa harus periksa mata?

Pemeriksaan mata adalah adalah serangkaian tes yang dilakukan oleh dokter spesialis mata untuk memeriksa seberapa baik fokus penglihatan, jarak pandang, dan kondisi fisik mata Anda.Tes ini membantu mengevaluasi kesehatan mata Anda secara keseluruhan. Dengan periksa mata, Anda dapat mengetahui apakah Anda memiliki kelainan refraksi mata seperti rabun jauh (mata minus), rabun dekat (mata plus), atau astigmatisme (mata silinder).Berdasarkan hasil tes ini, dokter dapat menentukan apakah Anda perlu memakai kacamata atau lensa kontak untuk memperbaiki kualitas penglihatan Anda. Tes dan pemeriksaan mata juga dapat mendeteksi risiko masalah penglihatan lain, seperti katarak atau degenerasi makula yang sebelumnya tidak Anda sadari.Sementara bagi orang-orang yang sudah memiliki gangguan mata sebelumnya, pemeriksaan rutin bertujuan untuk memantau kondisi mata dan mengetahui apakah Anda mengalami perburukan atau tidak.Apabila ada tanda-tanda perburukan, dokter dapat memberi Anda tips merawat mata dan membantu merencanakan langkah penanganan selanjutnya. Baik itu dengan mengganti resep lensa kacamata atau lensa kontak, pemberian obat tertentu, atau menganjurkan operasi perbaikan seperti LASIK atau operasi katarak.Selain untuk mendeteksi penyakit atau gangguan yang berkaitan dengan mata, pemeriksaan ini juga dapat memberi tahu kondisi kesehatan tubuh Anda secara umum.Dengan memeriksa mata Anda, dokter dapat mengetahui adanya kemungkinan penyakit di bagian tubuh lain, seperti tekanan darah tinggi, stroke, penyakit tiroid, diabetes, hingga tanda-tanda tumor atau kelainan pada otak.

Siapa yang perlu periksa mata?

Periksa mata sebaiknya menjadi salah satu pemeriksaan kesehatan yang penting Anda lakukan untuk mendeteksi penyakit atau gangguan yang mungkin selama ini Anda tidak ketahui.Maka itu, Anda sebaiknya segera buat janji ke dokter untuk periksa mata jika mengalami keluhan-keluhan seperti:
  • Mata kering.
  • Mata merah dan nyeri, yang tak kunjung membaik.
  • Pandangan buram atau kabur.
  • Penglihatan ganda atau berbayang.
  • Melihat bercak-bercak hitam melayang pada penglihatan (floaters).
  • Muncul kilatan cahaya pada penglihatan.
  • Kehilangan penglihatan samping (penglihatan perifer).
  • Salah satu atau kedua mata menonjol atau membengkak.
  • Mengeluarkan banyak air mata.
  • Kelopak mata sulit dibuka atau ditutup.
  • Mengalami cedera pada mata.
  • Infeksi pada mata.
Di luar itu, Anda juga dianjurkan untuk memeriksakan mata sesegera mungkin jika Anda:
  • Orang tua.
  • Keturunan menggunakan kaca mata
  • Memiliki aktivitas rutin di depan layar monitor.
  • Anak-anak yang mengalami penurunan prestasi di sekolah.
Jika masalah pada mata dapat diketahui sejak dini, pengobatannya pun tentu akan lebih mudah dilakukan dan risiko terjadinya kerusakan permanen pada mata berkurang.Meski demikian, pemeriksaan mata perlu dilakukan untuk terus menjaga fungsi mata tetap baik. Maka, setiap orang dianjurkan memeriksakan kondisi mata dan fungsi penglihatannya secara rutin dan berkala, meski tidak memiliki keluhan.

Kapan dan harus seberapa sering periksa mata?

Kapan seseorang harus mulai memeriksakan mata dan berapa kali kunjungan yang harus dibuat dalam jangka waktu tertentu bisa berbeda-beda. Anda mungkin harus lebih sering periksa mata ketimbang saudara kandung atau tetangga Anda. Perbedaan ini dipengaruhi oleh sejumlah faktor, seperti usia, kondisi kesehatan secara umum, riwayat kesehatan keluarga, hingga risiko masalah mata yang mungkin dimiliki.Secara umum, setiap orang dianjurkan untuk menjalani pemeriksaan mata mendasar cukup sekali pada usia 20-an dan 2 kali pada usia 30-an jika mata Anda sehat dan penglihatannya tidak terganggu.Jika Anda sudah memiliki masalah fokus mata sebelumnya, menjalani pemeriksaan setiap 1-2 tahun sekali dapat membantu memantau kondisi dan mengantisipasi apakah Anda perlu mengganti resep kacamata atau lensa kontak Anda.The American Academy of Ophthalmology menyarankan agar orang dewasa mendapatkan pemeriksaan mata lengkap pada usia 40. Usia ini adalah saat tanda-tanda awal penyakit atau perubahan penglihatan cenderung muncul. Deteksi dan perawatan dini dapat membantu menjaga penglihatan Anda.Setelah usia 40 tahun, pemeriksaan mata lengkap dapat diulang secara berkala tiap 2-4 tahun sekali dari umur 40-54 atau tiap 1-3 tahun sekali dari umur 55-64 tahun jika sejak pemeriksaan pertama tidak menunjukkan masalah apapun.Jika Anda berusia 65 atau lebih, pastikan Anda rutin periksa mata setiap satu atau dua tahun, terlepas dari ada tidaknya keluhan.Di luar itu, beberapa orang dewasa tidak boleh menunggu hingga berusia 40 tahun untuk menjalani pemeriksaan mata lengkap. Kunjungi dokter mata sekarang jika Anda memiliki penyakit mata atau faktor risiko seperti:
  • Memiliki riwayat penyakit mata atau kebutaan dalam keluarga.
  • Memiliki penyakit kronis yang dapat meningkatkan risiko komplikasi pada mata, seperti diabetes, hipertensi, atau glaukoma.
  • Sedang menggunakan obat-obatan tertentu dalam jangka panjang yang memiliki efek samping serius pada mata.
Jika Anda termasuk dari orang-orang dari kelompok di atas, pemeriksaan mata juga mungkin perlu dilakukan lebih sering.

Apakah anak-anak perlu periksa mata?

Ya. Sejak lahir hingga remaja, mata anak-anak akan terus tumbuh dan berubah dengan cepat. American Academy of Ophthalmology dan American Association for Pediatric Ophthalmology umumnya merekomendasikan anak-anak untuk mendapatkan pemeriksaan mata menyeluruh pertama kali di antara usia 3-5 tahun.Namun jika ada masalah atau gejala gangguan, pemeriksaan sedini mungkin tetap perlu dilakukan tanpa memandang usia.Bagi anak di bawah usia 3 tahun, dokter anak Anda kemungkinan akan mencari masalah mata yang paling umum muncul di rentang usia ini, misalnya mata malas atau mata juling.

Apa saja jenis pemeriksaan mata yang bisa dilakukan?

Saat memeriksa mata Anda, dokter akan menanyakan riwayat kesehatan Anda pribadi dan apakah Anda memiliki keluhan pada mata atau penglihatan. Dokter juga dapat apakah Anda pernah mengalami masalah penglihatan sebelumnya.Satu kali sesi pemeriksaan mata dasar biasanya memakan waktu sekitar 45-90 menit. Durasi mungkin bisa lebih lama jika Anda butuh menjalani pemeriksaan lanjutan.Macam-macam pemeriksaan mata yang dijalani setiap orang bisa saja berbeda, karena disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing.Namun secara umum, periksa mata terdiri dari rangkaian macam-macam tes berupa:

1. Pemeriksaan fisik mata

Pada pemeriksaan fisik, dokter akan menanyakan seputar ada tidaknya keluhan pasien terkait kondisi mata atau gangguan pada penglihatan mereka.Dokter kemudian akan memeriksa bagian-bagian mata secara menyeluruh, mulai dari konjungtiva (lapisan dalam kelopak mata) dan kelenjar air mata, kornea, lensa mata, pupil (bulatan hitam mata), iris, hingga sklera (bagian putih mata) dengan menggunakan lampu khusus yang disebut slit-lamp.Sementara untuk memeriksa bagian mata yang lebih dalam, seperti pembuluh darah, saraf mata, dan retina, dokter akan menggunakan alat yang disebut oftalmoskop.

2. Pemeriksaan otot mata

Tes ini akan mengamati fungsi otot-otot yang mengontrol gerakan mata. Dokter mata memperhatikan gerakan mata Anda saat mengikuti objek bergerak, seperti pena atau sinar dari lampu kecil.Dokter juga dapat meminta Anda untuk menutup dan membuka kelopak mata kemudian mengikuti gerakan jari dokter atau objek lainnya.Dengan tes ini, dokter dapat mengetahui adanya kelemahan otot, kontrol yang buruk, atau koordinasi mata yang buruk.

3. Tes ketajaman pandangan (uji refraksi)

Uji refraksi adalah pemeriksaan mata untuk mengetahui apakah Anda memiliki masalah pada fokus, dan untuk mengetahui resep yang Anda butuhkan untuk kacamata atau lensa kontak.Cara mengujinya adalah dengan meminta Anda melihat ke depan jarak 6 meter dan membaca tulisan pada Snellen Chart atau papan bertuliskan huruf-huruf. Ukuran huruf yang tertera pada grafik akan menjadi lebih kecil seiring Anda berpindah ke barisan bawah. Setiap mata akan diuji secara terpisah.Penglihatan dekat Anda juga dapat diuji menggunakan kartu dengan huruf-huruf yang mirip dengan grafik mata jauh. Kartu dipegang oleh asisten dokter pada jarak membaca yang normal.Dokter dapat mengganti lensa setiap mata setiap kali Anda membaca huruf dan angka pada grafik sampai Anda bisa melihat dengan tajam (tidak berbayang atau buram).Dari hasil pemeriksaan ini, dokter dapat mengetahui apakah Anda memiliki mata minus, mata plus, atau silinder dan kemudian menentukan lensa mana yang terbaik untuk Anda.Tes refraksi ini juga membantu dokter untuk menentukan apakah Anda membutuhkan lensa dengan resep berbeda di setiap mata, misalnya mata sebelah minus tapi satunya butuh lensa plus.

4. Pemeriksaan lapang pandang atau perimetry (visual field test)

Lapang pandang atau bidang visual adalah semua yang ada dalam pandangan dan dapat Anda dapat lihat tanpa menggerakkan mata ke samping atau menolehkan kepala.Pada pemeriksaan ini, pertama-tama Anda akan diminta duduk dan menutup salah satu matanya menggunakan tangan. Dokter kemudian akan mengarahkan Anda untuk memfokuskan pandangan pada satu titik di depan mata yang terbuka. Anda akan diminta untuk tidak menggerakkan mata atau kepala selama pemeriksaan berlangsung.Setelah itu, dokter akan menggerakkan jarinya atau benda tertentu dari berbagai sisi dan Anda akan diminta untuk mengatakan “iya” ketika bisa melihat benda tersebut.Pemeriksaan ini bertujuan untuk mendeteksi apakah Anda mengalami kesulitan melihat di area mana pun dari keseluruhan bidang penglihatan Anda.Sebagai contoh, kehilangan penglihatan samping (penglihatan perifer) mungkin merupakan gejala glaukoma. Tes ini dapat menemukan masalah mata yang tidak Anda sadari, karena Anda dapat kehilangan penglihatan samping tanpa pernah menyadarinya.

5. Tes tonometri

Tes tonometri adalah pengukuran tekanan di dalam bola mata atau tekanan intraokular (TIO).  Tes ini dilakukan untuk memeriksa apakah terdapat penyakit yang dapat meningkatkan tekanan bola mata meningkat, misalnya glaukoma.Tonometri dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu meniupkan udara secara cepat langsung ke mata atau dengan menempelkan alat khusus yang peka terhadap tekanan di kedua permukaan bola mata Anda.Dokter mungkin akan lebih dulu meneteskan obat bius lokal agar Anda tidak merasakan nyeri atau sakit selama pemeriksaan.

6. Tes buta warna

Tes buta warna dapat dilakukan untuk mengetahui apakah Anda memiliki kesulitan untuk membedakan warna tertentu atau mengalami buta warna total.Pemeriksaan ini paling sering menggunakan metode Ishihara, dengan meminta pasien menyebutkan angka atau gambar tertentu yang muncul pada kartu warna-warni dan berpola acak.Apabila penglihatan Anda normal, Anda dapat melihat angka yang tertera pada kartu sementara jika angka tidak terbaca atau berbaur dengan latar belakang, ini mungkin pertanda Anda memiliki buta warna.

Periksa mata bisa di optik atau harus di dokter spesialis mata?

Pemeriksaan refraksi mata yang mendasar untuk mengetahui gangguan fokus seperti mata minus, mata plus, atau mata silinder sebetulnya bisa saja Anda dapatkan di optik-optik umum yang ada di pusat perbelanjaan. Namun kadang, hasilnya bisa jadi tidak seakurat jika Anda menjalani pemeriksaan refraksi di dokter spesialis mata.Pasalnya saat Anda melakukan pemeriksaan di dokter spesialis, mata Anda akan ditetesi obat mata khusus terlebih dahulu untuk melebarkan pupil. Dengan bantuan obat ini, otot-otot mata bisa rileks dengan sempurna sehingga memberikan hasil diagnosis yang lebih tepat serta pengukuran resep lensa yang lebih akurat.Apabila Anda ingin mendapatkan hasil yang lebih akurat, sebaiknya bawa hasil pemeriksaan refraksi yang Anda sebelumnya dapat dari optik untuk dibandingkan lebih lanjut dengan pemeriksaan dokter spesialis mata. Namun untuk jenis pemeriksaan mata yang lebih komprehensif, seperti pemeriksaan tekanan bola mata, tes buta warna, dan tes lainnya yang berkaitan dengan kesehatan mata hanya bisa dilakukan oleh dokter spesialis mata.

Apakah periksa mata bisa pakai BPJS Kesehatan?

Ya. BPJS menanggung biaya pemeriksaan mata secara umum dan tingkat lanjutan yang membutuhkan tindakan dari dokter spesialis mata, baik bedah maupun nonbedah.Ini artinya Anda bisa mendapatkan pemeriksaan dan perawatan untuk rabun jauh, rabun dekat, dan silinder (termasuk penebusan resep kacamatanya), serta metode pengobatan penyakit mata lainnya seperti operasi Lasik dan operasi katarak lewat rujukan di faskes.Namun, pemberitaan terbaru menyatakan kini Anda tidak perlu lagi ke rumah sakit untuk mendapatkan resep. Pemeriksaan mata untuk uji refraksi dan pembelian kacamata pakai BPJS bisa Anda dapatkan langsung ke optik.Rutin periksa mata adalah salah satu cara menjaga kesehatan mata, terutama karena banyak penyakit mata tidak bergejala atau tanpa gejala. Sekarang Anda pun tidak perlu khawatir lagi soal biayanya karena BPJS menanggung biaya pemeriksaan mata sampai pengobatannya, selama Anda mengikuti prosedur dan ketentuan yang berlaku.
kesehatan matakanker matamata julingpenyakit matapenglihatan kaburmata merahmata iritasibuta warnasaraf matagangguan matamata minus
Modul BPJS Kesehatan https://www.bpjs-kesehatan.go.id/bpjs/application/modules/post/files/EBOOK_Panduan_Layanan_JKN_KIS_Tahun_2018.pdf diakses 21 Desember 2020Mayo Clinic https://www.mayoclinic.org/tests-procedures/eye-exam/about/pac-20384655 diakses 21 Desember 2020Science Daily https://www.sciencedaily.com/terms/eye_examination.htm diakses 21 Desember 2020Cigna https://www.cigna.com/individuals-families/health-wellness/what-happens-during-an-eye-exam diakses 21 Desember 2020American Academy of Ophthalmology https://www.aao.org/eye-health/tips-prevention/eye-exams-101 diakses 21 Desember 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait